Cintaku Kembali

Cintaku Kembali
Bahas Pernikahan


__ADS_3

Siang harinya, tepat di hari Sabtu hari yang membuat seluruh anggota keluarga Dian sudah sibuk sejak pagi. Ricky yang tidak pernah berhenti berlari-lari, Dian masih harus mengerjakan paket online nya sambil kadang sesekali ikut membantu mempersiapkan makanan untuk makan siang bersama keluarga Tomy.


"Dian, boleh ayah bertanya sesuatu pada mu,?" ayah menghampiri Dian yang sedang membungkus paket


"ayah mau tanya apa,,?!" Dian menjawab dengan melihat sebentar ayah nya dan terus melanjutkan membungkus paket


"apakah kamu sudah yakin dan siap ingin menjalani rumah tangga dengan laki-laki kemarin, siapa namanya,,?" ayah kembali bertanya


'nama nya Tomy ayah,,"


"iya ayah, ayah tau kan sampai detik ini tidak ada seorang pria pun yang bisa menarik perhatian Dian, karena memang hanya Tomy yang ada di hati Dian yah, walaupun sebenarnya Dian tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan Tomy lagi.!" Dian menjelaskan isi hatinya


"ayah hanya berpesan, semoga Tomy melakukan tugas nya sebagai suami dan ayah yang baik dan bertanggung jawab, tidak seperti dulu.!"


Dian mendengar nasehat ayah, tanpa membalas atau pun mengungkapkan rasa takutnya jika Tomy masih tetap pada kelakuan buruk nya yang tidak bisa bertahan dengan satu wanita.


Apalagi pertemuan ini terlalu cepat, mereka baru bertemu dan sekarang akan melakukan pertemuan dua keluarga, semoga keyakinan nya kali ini tidak salah. batin Dian


"ingat jika nanti kamu sudah sah menjadi istri Tomy sebisa mungkin apapun masalah yang kalian hadapi nanti semoga kalian bisa mengatasi nya, jangan pernah ragu untuk meminta saran kepada ayah dan ibu.!" ucap ayah


"terimakasih ayah, aku akan ingat pesan ayah."


Ayah pun kembali pergi meninggalkan putrinya keluar menuju teras depan, tempat favorit ayah jika ingin merenung.


Siang yang ditunggu pun datang dengan cepat, Dian pun baru saja selesai keluar dari kamar mandi, dari kamar nya sudah mendengar ada suara ramai dibawah.


Dibawah saat ini sudah kedatangan tamu yang sudah mereka tunggu, Begitu terdengar suara mesin mobil memasuki halaman rumah Dian, dari arah dalam ayah dan ibu Dian sudah keluar datang menyambut.


"Astaga,,!!! Sidik,, kamu Sidik kan,,!!" ayah mulai berseru saat melihat laki-laki paruh baya keluar dari dalam mobil


"Ya ampun,,!! Wahyu,, ini beneran Wahyu, Wahyu yang dulu naksir cewe tapi malu buat ngungkapin,?!" laki-laki yang bernama Sidik itu balas menjawab


"iya bener, astaga gak nyangka,!" mereka berpelukan layaknya teman lama


"ayah, mau sampai kapan ngobrol didepan pintu, mari pak Bu silahkan masuk,,!"


"oiya,, sampai lupa,, mari-mari silahkan masuk, duduk-duduk,,,!


Mereka berbincang-bincang dengan seru nya mengenang nostalgia mereka, sementara Tomy dari tadi mata nya sibuk mencari sosok Dian yang tak kunjung terlihat.


"mari pak Sidik dan juga Bu Rita kita makan siang bersama, saya dan anak-anak sudah masak makanan rumahan,, semoga bapak dan ibu suka,,!"


Semua berjalan kearah meja makan, tiba-tiba seorang anak kecil berlari menabrak kaki pak Wahyu. Mereka saling tatap sesaat, dan tersenyum.

__ADS_1


"jangan-jangan kamu yang namanya Ricky ya, astaga mah coba lihat muka nya persis Tomy kan mah,,!" pak Sidik mengajak istrinya melihat Ricky


"iya pah,, persis Tomy saat masih kecil, anak tampan mulai sekarang kamu panggil saya Oma dan ini opa ya,,!" perintah Bu Rita


"tenapa beditu,,?"


"karena kami juga kakek dan nenek kamu, dan ini adalah papa kamu,,!" ibu Rita mencoba memberikan penjelasan


"toba, nanti Liki tanya mama dulu ya, toalna tata mama, Liki ndak boleh pelcaya cama olang acing,,!"


"anak pintar,,!" pak Sidik gemas


Tak lama Dian dan Yuli pun muncul ikut bergabung makan bersama.


"mama,, tini deh, maca tatana Liki diculuh pandil Oma emangna boleh ma,,? Ricky sudah sibuk bergelayut dikaki Dian


Dian melihat orang tua Tomy, menundukan kepala dan berjalan mendekat mengulurkan tangannya bersalaman bergantian.


"sudah mari kita nikmati hidangan yang ala kadarnya ini,,!" ucap ibu Dian sopan


Seluruh keluarga mulai menikmati makan siang, sambil sesekali berbincang ringan.


Selesai makan siang para orang tua kembali berbincang di ruang keluarga membahas persiapan pernikahan.


"bagaimana jika seminggu kedepan acara pernikahan sekaligus resepsi pernikahan,,!" mama Tomy menjawab


"Hah,, seminggu kedepan,,apa gak terlalu cepat,,?" Dian


"Tomy setuju mah, Tomy akan mempersiapkan semuanya,!" Tomy yang melihat Dian berusaha menolak


"bagaimana Dian, kamu oke kan,,!" ibu kembali bertanya


"menurut ibu bagaimana,,?" Dian kembali bertanya


"ibu sih setuju, kalau ayah bagaimana,,?"


"ayah juga setuju, ayah juga kenal baik dengan papa Tomy, mau menunggu apa lagi,!"


"huft,, terserah kalian aja lah,,!" Dian mengalah


Tomy memandang Dian cengengesan, tapi yang dipandang malah menjulurkan lidah nya, membuat Tomy ingin ******* lidah tersebut. Penampilan Dian saat keluar menyambut keluarga Tomy sangat sopan, meskipun tak menutupi keseksian tubuhnya dengan beberapa tonjolan dibagian depan dan belakang yang sangat pas menurut Tomy.


'kupastikan kau akan jadi milikku,' batin Tomy

__ADS_1


"maaf om Tante, apa bisa saya berbicara dengan kak Tomy sebentar,,?!"


"silahkan,, Tomy pergilah,!"


Tomy berjalan mengikuti Dian kearah samping rumah, berhenti dan berbalik menatap Tomy.


"kak Tomy sengaja ya, mempercepat pernikahan kita,?"


"loh, memangnya kenapa, apa ada yang salah,?"


"ya ada lah aku gak mau dijadikan mainan kak Tomy,!"


"maksud kamu mainan bagaimana,,?!"


"ya, kan aku tau kalau kak Tomy itu hanya suka dengan pacar kakak yang bernama Siska kan, jadi untuk apa kakak tetap ingin menikahi Dian?"


Tomy menggenggam tangan Dian


"Siska itu sudah jadi masa lalu aku, saat ini kamu dan Ricky adalah masa depan ku,"


"jangan-jangan aku hanya jadi tempat pelarian kak Tomy ya,?"


"pelarian apa, siapa yang lari-larian, capek Dian kalau harus lari-larian,,!"


"gak usah bercanda kak, aku gak mau karena kak Tomy gak bisa dapetin Siska jadi kak Tomy memilih menikahi ku,,!"


"itu gak benar sayang, dulu memang aku mencintai Siska, tapi sekarang aku sadar bahwa kamu yang aku inginkan saat ini dan seterusnya.!"


"kak Tomy serius,,!"


"serius lah, seserius kamu dulu menyerahkan kehormatan mu padaku,!"


"sebenarnya apa maksud kakak ingin menikahi ku,,?"


"aku ingin mengikat mu, dengan pernikahan karena aku mencintaimu dan juga supaya kamu gak kabur lagi seperti dulu, meninggalkan aku tergeletak dikamar hotel he-he-he,,!"


Dian melongo mendengar ucapan Tomy,


"sudah yuk kita masuk calon istri ku, mulai sekarang biasakan dirimu jangan memanggilku dengan sebutan kakak lagi, okey,,!"


"lalu Dian harus memanggil apa,,?"


Tanpa menjawab Tomy sudah berlalu kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2