Dia Kakakku Bukan Ibuku

Dia Kakakku Bukan Ibuku
10. Kata Dilan Rindu itu Berat, Tetapi Bagi Faro Berpisah Lebih Berat


__ADS_3

Jalinan cinta antara Faro dan Inneke sudah hampir satu tahun, tanpa di ketahui oleh teman kampusnya karena memang sengaja tidak di tunjukkan pada teman dalam satu kampus, bahkan pada Mario dan Rendi juga belum tahu.


Erna teman akrab Inneke juga belum tahu jika mereka menjalin kasih, karena jika di depan semua teman kampus mereka seolah olah bersikap profesional antara ketua senat dan sekertaris saja.


Bulan depan rencana Inneke akan pulang ke Malaysia dan untuk KKN yang wajib di lakukan bagi mahasiswa, sehingga Faro dan Inneke lebih sering bertemu, sebetulnya Mario sudah mulai curiga dengan gelagat hubungan antara Faro dan Inneke, tetapi Mario adalah pemuda yang sangat menghargai privasi Faro apalagi dia adalah calon asisten yang di persiapkan oleh Ken kelak jika Faro akan menggantikan posisi abinya nanti.


Beda lagi dengan Rendi, si playboy kampung itu selalu usil dan ingin tahunya sangat tinggi, saat Faro keluar dari kampus tergesa-gesa setelah membaca pesan WA, sengaja Rendi mengikuti Faro dari belakang dengan mengajak Mario, walaupun Mario tidak mau tetapi tetap di tarik tangannya oleh Rendi.


Saat melihat Faro masuk di kafe NN Rendi dan Mario juga mengikuti dari belakang dan saat melihat Faro duduk di samping Inneke dan menggenggam tangannya, barulah menyadari jika sebenarnya mereka sudah jadian.


"Bagaimana persiapan ke Malaysia, sudah semua kah?" tanya Faro masih menggenggam tangan Inneke dengan erat.


Inneke hanya menganggukkan kepalanya, dengan raut wajah yang sendu, hatinya tidak ingin berpisah walau hanya sebentar.


"Kita hanya berpisah tidak lama, kita akan sering vedio call, jangan membuat Abang hilang kendali ingin menci---" celoteh Faro tidak melanjutkan ucapannya dengan senyum defil.


Inneke memukul lengan Faro agar tidak melanjutkan ucapannya karena masih ada di tempat umum.


"Abang.... bukankah kita sudah sepakat, akan melakukan itu setelah menikah dan mendapat restu dari orang tua kita" cabik Inneke kesal.


Faro terkekeh melihat Inneke yang gugup padahal niatnya hanya menggoda agar tidak di tekuk mukanya.


"Abang cuma bercanda, lagian muka di tekuk begitu, elu jadi jelek tau, tersenyum manis gitu dong, jadi membuat hati Abang jadi deg deg seerr" rayu Faro dengan mendekatkan badannya ke arah Inneke.


Rendi yang dari tadi memandangi Faro dan Inneke dari kejauhan, tidak tahan ingin menggangu dan menggodanya, walau sudah di cegah oleh Mario tetap saja usilnya tidak bisa hilang.


"CK...cK...ck pacaran, berduaan, baru ketahuan sekarang ya... katanya tidak pacaran ngapain elo pegangan tangan segala?" cecar Rendi duduk di depan mereka dengan santai tanpa merasa bersalah.


Dengan terpaksa Mario ikut mendekati mereka dan duduk di samping Rendi " Sorry bro mengganggu".


"Elo pada ya... kenapa jadi yang ketiga sih?" jawab Faro sekenanya.


"Maksud elu, gue setan gitu?" tanya Rendi kesal.


Inneke hanya tersenyum dan menunduk mendengar percakapan mereka, selalu saja absurd jika bertemu.


"Elu sendiri yang ngomong, gue kagak" jawab Faro sambil terkekeh.


Mario mengamati interaksi kedua pasangan yang ada di depannya, sepertinya memang sudah terjalin hubungan.


"Sejak kapan elu berdua menjalin--?" tanya Mario belum sempat melanjutkan sudah si potong oleh Faro.


"Satu tahun yang lalu".


"What.....?" Jawab Rendi dan Mario bersamaan.

__ADS_1


"Tidak segitunya kali, kaget kok sambil melotot, nanti loncat baru tau itu mata" celoteh Faro.


Dengan terpaksa Faro bercerita jika sudah jadian satu tahun yang lalu, karena di larang oleh ayah bundanya Inneke untuk sementara akan di rahasiakan terlebih dahulu hubungan mereka.


Waktu berlalu dengan cepat, tahun ini adalah tahun yang sangat berat bagi Faro, skripsi berbarengan Inneke yang KKN di Malaysia, tanpa bisa bertemu keduanya sangat sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Jika Dilan rindu itu berat, bagi Faro berpisah lebih berat lagi, walau hanya vedio call di sela-sela kegiatan yang padat Faro masih sempat memperhatikan dan mengungkapkan perasaan sayang kepada kekasih hatinya.


Sementara jenderal Hendro mencapai karir yang cemerlang tahun ini karena peran dari Faro yang mempunyai julukan SI MATA ELANG seperti Opa Tomy dalam menganalisa suatu kejadian, juga di tambah mendapatkan informasi dari Andri Pranoto.


Dengan berlalunya waktu, tanpa terasa perjuangan skripsi Faro yang melelahkan akhirnya lulus dengan nilai cumlaude, demikian juga dengan Rendi dan Mario, walau tidak setinggi Faro nilai mereka tetap tidak bisa di anggap remeh mendapatkan nilai yang memuaskan.


Tahun ini Faro dan Mario mulai memimpin perusahaan yang di dirikan oleh Tomy Sanjaya dan Kenzie Wiguna, perusahaan itu sudah di dirikan lima tahun lalu awalnya dari ide Tomy Sanjaya yang berniat memberikan bagian warisan peninggalan dari almarhumah Abi Dona Sanjaya, kemudian di tambah saham dari Kenzie Wiguna.


Selama lima tahun ini perusahaan di pimpin oleh Kenzie bergabung dengan PT WIGUNA GROUP, tetapi setelah Faro lulus baru di serahkan kepadanya.


Disinilah sekarang Faro berada duduk di kursi kepemimpinan perusahaan dengan asisten Mario, sedangkan sahabatnya Rendi juga membantu perusahaan papanya tetapi perusahaan itu ada di Tangerang.


Hubungan antara Faro dan Inneke sampai sekarang masih terjalin seperti semula, masih mempertahankan prinsip dari awal mereka berhubungan, hanya bergandengan tangan, tanpa menodai kesucian seperti kebanyakan remaja-remaja dalam berpacaran, bahkan berciuman saja tidak pernah mereka lakukan.


Sedangkan Rendi sudah putus dengan Erna satu tahun yang lalu, karena Erna memergoki Rendi sedang merayu mahasiswi baru, padahal Rendi niatnya hanya iseng awalnya, karena gadis yang di rayu Rendi kecentilan memeluk Rendi dari belakang, sehingga Erna memutuskan secara sepihak, sejak saat itu Rendi sampai sekarang jomblo tidak berniat untuk mencari pengganti Erna.


Malam Minggu seperti biasa Faro kencan dengan Inneke hanya dengan berjalan jalan di mall, dengan bergandengan tangan berdua berkeliling mall dengan riang.


"Bang,..lihat itu yuk... sepertinya bagus bagus modelnya" ajak Inneke dengan menarik tangan Faro.


Inneke mempunyai hobi mengoleksi jam tangan dan aksesoris yang melingkar di tangan.


"Namanya hobby bang.... ayolah!".


Saat sedang asyik memilih jam tangan yang cantik, Ken dan Imma lewat di toko jam itu melihat Faro sedang bergandengan tangan dengan seorang gadis cantik dan anggun.


"Honey... bukannya itu Abang, dengan siapa dia?" tanya Ken sambil menunjuk Faro sedang memunggungi mereka.


"Iya sayang...itu Abang, bergandengan tangan lagi dia, bagaimana apa kita panggil aja?" tanya Imma penasaran.


"Tidak usah honey... nanti saja sampai di rumah baru kita sidang, ayo... kita jalan lagi".


"Umi... bagaimana ini, sepertinya kita tidak bisa mewujudkan amanah dari Dona Sanjaya dan Anton Sahroni?" tanya Ken khawatir.


"Entahlah sayang... sekarang Abang sudah dewasa, kita sebaiknya terus terang saja daripada kita kepikiran terus" saran Imma bijak.


"Betul juga honey.... nanti kita cari waktu yang tepat dulu".


"Nanti saja sayang... setelah selesai acara aqiqah putranya Kemmy" ucap Imma dan Ken hanya mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Akhirnya Ken dan Imma berjalan ke arah toko yang menjual perlengkapan bayi untuk putranya Kemmy yang sudah lahir.


Tetapi saat Ken dan Imma ada di baby shop, melihat Faro dan Inneke lewat masih bergandengan tangan, melihat jelas wajah gadis itu, cantik, anggun sederhana tetapi tampak serasi antara keduanya.


"Honey... selera Abang ternyata tidak berbeda dengan Abi" kata Ken sambil mengambil handphone dengan iseng mengambil gambar mereka berdua.


"Maksudnya Bi?" tanya Imma heran.


"Coba lihat gadis itu cantik dan anggun seperti umi, sebelas dua belas, tetapi banyakan umi sedikit" rayu Ken dengan mengedipkan matanya.


"Iihh...mulai modusnya" protes Imma dengan memukul lengan Ken lembut.


"Sudah ayo... kita pulang, Abi mau melanjutkan modusin umi di kamar saja" Ken merayu lagi.


Ken dan Imma keluar mall dengan bergandengan tangan juga, walaupun mereka sudah hidup bersama bertahun tahun tetapi bagi Ken seperti menikah baru saja, selalu mesra dan candu Ken tidak pernah surut kepada istrinya tercinta.


Sedangkan Faro belum memberitahukan tentang hubungan antara dirinya dengan Inneke, karena masih menunggu satu tahun lagi Inneke lulus, Fia sekarang duduk di kelas dua belas SMU dan Ezo duduk di kelas sembilan SMP.


Fia tumbuh menjadi gadis yang anggun seperti uminya tetapi Tangguh dan kuat karena dia juga ikut karate seperti abangnya Faro.


Sedangkan Ezo tumbuh seperti abinya gagah dan memiliki otak yang encer, menjadi idola cewek-cewek di sekolahnya.


Hari Minggu besok adalah hari aqiqah untuk putra kedua dari Kemmy dan Rama, setelah menunggu sekian lama akhirnya Kemmy melahirkan putra keduanya.


Semua keluarga, kolega, teman bisnis, teman dekat, dan tidak lupa keluarga Tomy Sanjaya, walaupun Tomy Sanjaya sudah pensiun dan menikmati masa tuanya tetapi beliau masih sehat.


Tetapi sayangnya Faro harus ke Surabaya untuk urusan bisnis empat hari berangkat hari Sabtu pagi dengan penerbangan pertama dengan pesawat komersil di dampingi oleh asisten sekaligus teman akrabnya Mario.


Sebelum berangkat Faro harus berpamitan kepada kekasih hatinya untuk perjalanan bisnis ke Surabaya, akhirnya Faro mengirim pesan WA padanya.


"Beb.... sedang apa?" tanya Faro dalam tulisannya melalui WA.


Inneke sedang istirahat tiduran di tempat tidur kamarnya saat Faro mengirim pesan kepadanya.


"Lagi tiduran aja Bang, ada apa?" tanya Inneke lagi.


"Malam Minggu besok kita tidak bisa ketemuan seperti biasa ya..beb" Faro memberikan kabar.


"Emang kenapa Bang?".


"Abang harus ketemu klien penting di Surabaya selama empat hari" jawab Faro dalam tulisan pesan WA.


"Iya Bang, hati-hati, aku juga ijin hari Minggu ini ada acara keluarga ya... Bang?" tulis Inneke lagi.


"ok sampai ketemu Minggu depan".

__ADS_1


Hari Sabtu pagi Faro dan Mario berangkat ke bandara internasional Soekarno Hatta, dan siangnya keluarga Tomy Sanjaya datang dari kampung untuk menghadiri aqiqah putra kedua Kemmy dan Rama, tetapi sayangnya mereka tidak bisa bertemu cucu laki-laki kesayangan karena sedang berada di luar kota.


Faro hanya titip pesan kepada Abi dan uminya jika memungkinkan keluarga Tomy Sanjaya untuk bisa menunggu Faro pulang dari dinas luar kota, karena Faro juga sangat merindukan mereka.


__ADS_2