Dia Kakakku Bukan Ibuku

Dia Kakakku Bukan Ibuku
60. Lamaran Jasson


__ADS_3

Malam ini adalah malam Minggu, sudah hampir dua Minggu berlalu setelah pertemuan Faro dengan Jasson, malam Minggu ini Jasson benar-benar sudah siap lahir dan batin untuk melamar pujaan hatinya Fia.


Dalam dua Minggu ini juga tidak mudah bagi Jasson meyakinkan si pujaan hati untuk segera meminang dan datang untuk melamarnya, hati Jasson sudah tidak rela jika akan ada orang yang berani menikung nya, karena keistimewaan seorang Fia di matanya.


Walaupun masih sedikit ragu Fia juga sudah mulai bisa menerima tekat yang kuat yang dimiliki Jasson saat ini, syarat apapun langsung di setujui oleh Jasson termasuk akan menikah tahun depan dan Fia berniat akan tetap menyelesaikan kuliahnya bahkan Fia jika ingin menikah tahun depan dia juga ingin menunda memiliki momongan sampai dia lulus kuliah juga langsung di setujui oleh Jasson.


Tekat dan niat Jasson benar benar tidak bisa di patahkan oleh siapapun, termasuk Faro yang masih miliki sedikit keraguan kepada Jasson.


Seperti malam Minggu ini, Jasson sudah hampir dua Minggu ini tidak bisa bertemu dengan Fia, bahkan memandang wajah gadis itu dari kejauhan pun sulit, membuatnya sedikit frustasi karena kerinduan yang mendalam tetapi Fia jarang mau diajak ketemuan, bahkan hanya sekedar say hello sering kali Fia menolaknya.


Bagi Fia prinsip adalah prinsip tidak ada seorang pun yang bisa menggoyahkan pendirian Fia jika menyangkut hati, pengalaman uminya memang benar-benar di pakai sebagai pelajaran dan pegangan untuk Fia.


Tekat yang kuat dari Fia yang membuat hati Jasson semakin mantap ingin segera melamar gadis pujaan hatinya, Fia adalah cerminan dari uminya Imma, prinsip hidup, tekat dan sifatnya tidaklah jauh berbeda sangat kuat dan tidak bisa di goyangkan bahkan oleh abinya sekalipun.


Bahkan dalam dua Minggu ini Jasson sering kirim pesan kepada Faro daripada ke Fia sendiri, ini yang mau di nikahi Abang atau adiknya gumam Jasson dalam hati karena memang Fia sama sekali tidak ingin berpacaran dengan siapapun, walaupun waktu dulu pernah bersepakat jika Jasson sudah di terima saat Fia bercerita jika kedua orang tuanya meminta melamar setelah Abang Faro menikah.


Inilah saat yang ditunggu tunggu oleh Jasson, malam Minggu ini keluarga besarnya sudah bersiap siap untuk berangkat ke rumah keluarga Ken.


Imma juga tidak kalah sibuk karena akan ada keluarga yang akan melamar putri kesayangannya, semua keluarga sudah berkumpul di rumah lengkap beserta teman-temannya tetapi tidak termasuk Marisa, karena dia termasuk rombongan dari calon besan yang akan bertamu malam ini.


Saat rombongan sampai dengan rumah, sudah di sambut oleh Ken dan Imma beserta Uthi Mami dan Akung Papi dengan ramah, mereka menggunakan pakaian batik dan celana kain hitam tampak seragam termasuk Jasson terlihat gagah dan wajah Melayu nya terlihat tampan.


Setelah para tamu duduk lesehan di ruang tamu, Fia yang menggunakan baju kebaya modern warna putih tulang turun dari lantai atas di dampingi oleh Inneke sangat cantik dan anggun begitu terpancar dari wajah Fia.


Diawali dengan niatan pada rombongan itu di wakili oleh Harry Pranoto suami Marisa sebagai wakil dari rombongan pengantin pria.


"Saya mewakili keluarga papa Andri, berniat meminang putri anda bos, eeee maaf jika di kantor saya adalah bawahan anda, tetapi maaf sekarang saya berperan sebagai calon besan yang secara resmi melamar putri cantik Fia untuk putra kami Jasson" Harry membuka pembicaraan dengan sedikit bercanda agar tidak terlalu tegang.


Dari pihak Ken di wakili oleh Akung Papi, walaupun beliau terlihat tua dan keriput tetapi Akung Papi masih terlihat sehat dan gagah dengan mengenakan baju khas Betawi.


"Baiklah niatan para calon besan kami terima dengan baik, tetapi sebaiknya, saya sebagai Akung dari cucu gadisku Fia, bagaimana sayang apakah di terima lamaran Jasson padamu?" Akung Papi langsung menghadap kearah Fia ingin mendapatkan jawaban secara langsung.


Tetapi Fia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju tanpa berani mengeluarkan sepatah katapun.


Semua keluarga baik dari pihak Andri Pranoto dan keluarga besar Ken mengucap syukur dengan jawaban Fia sambil tepuk tangan dengan meriah, terutama Jasson dengan memandangi wajah Fia penuh dengan cinta, mendekati Fia dan berniat memberikan tanda pengikat yaitu cincin tunangan.


"Ayo sayang tukar cincin dulu, yang pertama Jasson silahkan pasangkan cincinnya untuk Fia" kata Ken yang berada di samping Fia sedangkan Jasson duduk bersila di depan Fia.

__ADS_1


Jasson langsung memasangkan cincin itu di jari manis Fia dengan hati yang bahagia, berdebar-debar tidak menentu.


"Gantian kakak pasangkan cincinnya di jari Jasson" perintah Ken lagi.


Fia memasangkan cincin itu di jari manis Jasson sambil tersenyum manis tetapi sedikit menunduk.


Acara di lanjutkan dengan ramah tamah menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah, tetapi Ken, Imma dan calon besan Andri Pranoto dan Trisya Hamsah membicarakan tentang rencana selanjutnya.


"Mau makan Bang silahkan, atau mau aku ambilkan" basa-basi Fia kepada Jasson saat mereka duduk berdampingan.


"Temanin aja tidak usah diambilkan, ayo!" ajak Jasson membantu Fia berdiri dan berjalan kearah tempat menu makanan yang sudah tertata rapi di meja makan.


"Setelah ini jangan banyak menghindari Abang ya please" bisik Jasson seperti hampir putus asa karena susah sekali jika ingin bertemu dengan pujaan hatinya.


"Memang kenapa Bang?" tanya Fia sambil menunduk tidak berani menatap wajah tampan Jasson.


"Hati ini terasa sesak jika tidak bertemu dan melihat wajahmu, selama ini Abang hanya melihat calon istri dari kejauhan aja, tega banget sih" cabik Jasson sedikit memelas.


Fia hanya terkekeh, selama ini juga mengetahui jika dia sering mengikuti dan memandanginya dari jauh "Maaf ya Bang, tapi bisa sabar kan?".


Sampai di meja makan Fia mengambilkan satu piring untuk Jasson dan satu untuk dirinya sendiri dan mulai mengambil menu makanan, tetapi datang Ezo dan Rayhan yang menggangu pasangan baru itu.


"Ciek....ciek....kakak, sudah lupa sama Ezo mentang mentang punya yang ganteng" goda Ezo sambil mengedipkan matanya.


"Apa sih elo sewot, sana main PS aja sama Rayhan" usir Fia dengan mendorong lengannya perlahan.


"Enak aja, Abang kenalin gue Ezo dan ini Reyhan, awas ya kalau tidak memberikan upeti kepada kami, Abang akan tidak dapat restu dari kami berdua adik yang ganteng ini" celoteh Ezo.


"Betul Bang, kami siap menerima upeti dari Abang, jangan sampai lupa" Rayhan ikut menimpali candaan Ezo.


"Tenang aja, elo berdua mau upeti apa dari Abang, yang penting Abang dapat restu dari elo berdua, apapun Abang jabanin?" tantang Jasson dengan penuh percaya diri.


"Asyik, setelah Abang makan kita bicarakan lagi Ok" cabik Ezo dengan mengacungkan jempolnya.


"Tidak usah di dengerin mereka Bang, reseh mereka itu" Fia kesal melempar kerupuk kearah Ezo dan Rayhan.


"Tidak apa-apa sayang, Abang pasti bisa mengambil hati mereka tenang aja" jawab Jasson tersenyum melihat mereka berdua.

__ADS_1


"Buehh....kakak Fia, sudah sayang sayangan lagi, upetinya tambah tinggi nich" celoteh Ezo lagi menggoda kakak cantiknya.


Fia dan Jasson duduk di ruang makan itu menikmati hidangan yang sudah di ambil tadi, sedangkan Ezo dan Rayhan naik ke lantai atas ke kamar Ezo.


Selesai makan malam Fia dan Jasson dipanggil umi dan Abi untuk bergabung dengan kedua orang tua Jasson untuk membicarakan acara selanjutnya.


"Nak ini ibunya Jasson meminta sebaiknya langsung diadakan acara akad dan resepsi saja, bagaimana menurut Fia?" tanya Imma lembut kepada Fia.


"Emang kapan rencananya umi, bukannya kemarin sudah sepakat satu tahun lagi baru akan diadakan acara akad dan resepsi pernikahannya?" balas Fia masih kekeh minta menunggu berumur dua puluh tahun.


"Begini nak, tidak dalam waktu dekat juga kok, karena persiapan juga tidak sebentar, mama maunya tiga atau lima bulan lagi saja diadakan acara akad dan resepsi, masalah kalian mau menunda ataupun yang lain kami akan setuju saja" jawab mama Trisya dengan penuh pengharapan.


Fia memandangi wajah umi dan abinya, meminta pertimbangan walaupun hanya menggunakan kode tatapan mata saja.


"Kalau aku malah maunya bulan ini langsung akad nikah, tidak mau menunggu sampai tiga ataupun lima bulan lagi, terlalu lama" potong Jasson menengahi pendapat mama dan Fia yang belum ada kesepakatan.


"Itu maumu dari kemarin Bang, harus di musyawarah" cabik papa Andri kepada Jasson yang terus-terang ingin segera menikah.


"Bagaimana nak, Abi ikut kakak Fia saja?" tanya Ken bijak.


"Kalau menurut umi bagaimana, apa kakak panggil Abang Faro minta pertimbangan?" tanya Fia masih sedikit ragu.


"Ayolah sayang, please jangan satu tahun lagi, enam bulan lagi lah kalau tidak mau lima bulan?" memelas Jasson meminta persetujuan dari Fia.


"Abang Faro kemarin malah minta sama umi, lebih cepat lebih baik katanya nak" Imma memberikan pendapatnya lagi.


"Baiklah enam bulan lagi aja, Fia mau, tetapi semua umi dan mama saja yang mengatur" pinta Fia pasrah demi kebaikan semua.


"Yes.... terima kasih, enam bulan lagi, tetapi menurut Abang ini masih terlalu lama, tidak apa-apa, yang penting tidak setahun" polos Jasson mengeluarkan unek-unek yang ada dalam hatinya.


Semua tertawa dengan tingkah Jasson yang sudah tidak sabaran ingin mempersunting pujaan hatinya.


Datang Ezo dan Rayhan mendatangi mereka di ruang keluarga dan menarik Jasson ke kamar lantai atas menuju kamar Ezo, karena tadi sudah sepakat untuk membicarakan upeti yang harus di bayar sebagai Abang ipar baru.


Bahkan Jasson sudah mengusulkan ingin membelikan permainan PS model terbaru untuk mereka berdua asal mau mendukung Jasson, karena dari awal Jasson susah jika ingin bertemu Fia, jika mereka berdua mendukung Jasson bisa bertemu dengan Fia Jasson berjanji akan mengabulkan permintaan apapun yang di inginkan oleh Ezo dan Rayhan.


Rupanya Ezo dan Rayhan sangat kompak semenjak mereka satu sekolah SMU dan menjadi saudara dengan hobi keisengan yang sama.

__ADS_1


__ADS_2