
"Oek......oek....oek...." suara tangisan bayi menggelegar di seluruh ruangan bersalin.
Faro menatap Inneke dengan penuh cinta, demikian juga Inneke walaupun terasa sangat lelah seakan tulang baru tercabut dari raganya, setelah putranya lahir seketika hilang sakitnya, tinggal kebahagiaan yang ada di hati keduanya.
"Sayang putra kita, suaranya sangat kencang" tersenyum Inneke memandangi putranya yang di bersihkan oleh sister.
Setelah dibersihkan alakadarnya oleh suster, masih dalam keadaan telanjang baby itu digendong mendekati Inneke, dan Faro turun dari brankar tempat tidur.
"Bu, ini bayinya skin to skin dulu ya, biar bayinya mengenal ibunya dan menambah ikatan batin yang kuat" keterangan suster dengan meletakkan baby yang baru lahir di dada Inneke.
"Apakah manfaat skin to skin suster?" tanya Faro sambil melihat putranya di letakkan di dada Inneke saling berhadapan.
"Skin to skin adalah metode yang membantu ikatan batin ibu dan bayi sesaat setelah melahirkan, ibu tentu merasa lelah dan ingin beristirahat, namun sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk melakukan skin to skin contact atau kontak kulit ke kulit antara ibu dengan Si Kecil" awal suster itu menerangkan dengan sabar.
"Meski aktivitas ini tampak sederhana, ternyata ada berbagai manfaat kontak kulit untuk bayi baru lahir dan sang ibu sendiri lho, skin to skin adalah suatu metode saat bayi baru lahir diletakkan langsung di dada ibu tanpa dihalangi pakaian sehingga kulitnya langsung bersentuhan dengan kulit ibu" suster itu mengambil selimut di letakkan diatas baby dan tubuh Inneke yang tidak memakai baju.
"Tubuh bayi baru lahir dan sang ibu sama-sama ditutupi selimut hangat dan dibiarkan setidaknya selama satu jam hingga proses inisiasi menyusui dini (IMD) selesai.
Aktivitas ini dikenal pula dengan metode kanguru. Ini bisa dilakukan sesaat setelah bayi Anda dibersihkan atau belum dibersihkan sama sekali oleh perawat atau dokter bahkan, bisa juga sebelum bayi ditimbang atau tali pusarnya dipotong, ini bertujuan untuk membantu menumbuhkan ikatan batin antara ibu dan bayi, selain dilakukan saat bayi baru lahir" suster itu menerangkan panjang lebar.
Faro dan Inneke mendengarkan keterangan suster itu sambil melihat putranya yang bergerak gerak mencari posisi dimana letak sumber ASI yang dia cari hampir seperempat jam, setelah mendapatkan baby langsung mengisap puncak gunung Inneke dengan cepat.
"Waaaah pintar sekali baby nya, cepat sekali ketemu" cabik suster itu tersenyum melihat baby itu mengisap ASI eksklusif cepat.
Sedangkan Faro menatap baby yang dengan cepat mengisap ASI-nya dengan tatapan yang susah di artikan.
"Waaaah cepat sekali, haus kah sayang" Inneke mengusap pipi baby yang baru saja di lahirkan itu dengan lembut.
Setelah setengah jam baby dibawa lagi oleh suster untuk di bersihkan dan dokter Rianti juga sudah meninggalkan mereka selesai Inneke mendapatkan beberapa jahitan pada jalan lahir, baru Faro dan Inneke merasa lega, senyum itu terus mengembang dengan sempurna pada keduanya, berkali kali Faro menciumi seluruh wajah dan bibir Inneke dengan mengucapkan terima kasih.
Baby sudah bersih dan ganteng, wajah mirip Faro rambut jabrik berdiri dengan lebat persis saat Faro baru lahir, walau hidung tidak terlalu mancung, tetapi memiliki sorot mata yang tajam persis seperti Inneke.
"Pak silahkan di Azdani terlebih dahulu" suster memberikan baby ke pangkuan Faro.
Dengan sedikit takut Faro menggendong baby sedikit membungkuk mulai berbisik dengan mengumandangkan adzan, Inneke hanya memandangi dengan penuh haru dan bahagia.
"Sayang Abang bawa baby kita ke umi, bunda dan yang lainnya ya, mereka pasti sudah menunggu dengan cemas" Faro berjalan keluar ruangan bersalin.
Faro keluar ruang bersalin, sedangkan Inneke di pindahkan ke ruang rawat inap di samping ruang baby.
"Sofu, Sobo, baby minta gendong" Faro melenggang perlahan dan menunjukkan si ganteng Faro junior.
Semua keluarga mendekati Faro dan memandangi wajah Faro junior yang wajahnya mirip, hanya sorot matanya saja yang mirip dengan Inneke.
"Waaaah si ganteng, tidak jadi panggil dengan bahasa Jepang aaah, perasaan umi aneh Bang" protes Imma keberatan karena panggilan itu.
"Jadi maunya panggil apa umi?" tanya Faro sambil menyerahkan putranya ke gendongan Imma.
__ADS_1
"Panggil grandma aja ya sayang, kalau perlu panggil aja umi biar terlihat muda terus" celoteh Imma mentowel pipi baby dengan gemas.
"Biar beda, panggil Enin aja untukku dan Ence untuk ayah" bunda ikut mengusulkan agar tentang panggilan yang dari kemarin menjadi perdebatan panjang.
"Baiklah grandma, grandpa, Enin dan Ence ayo kita ke ruang rawat inap, mami sedang menunggu disana" Faro mengajak semua keluarga untuk masuk ke ruang rawat inap dimana Inneke baru selesai dipindahkan.
"Selamat Bang, sudah menjadi papi sekarang" Ken memeluk Faro dan menepuk pundaknya.
"Terima kasih Abi" Faro membalas pelukan Ken dengan erat.
"Siapa nama cucu buyut Opa, Bang?" tanya Opa Tomy sesaat setelah duduk di sofa ruang rawat inap.
"Baby Rafael Sanjaya Wiguna" jawab Faro dan Inneke bersamaan.
"Waaaah nama yang bagus, semoga sehat selalu cucu buyut ku" Opa Tomy memberikan doa singkat.
"Baiklah Enin akan memanggilmu baby El ya ganteng" bunda gantian menggendong baby Rafael.
"Kenapa tidak baby Rafa bunda?" tanya Kemmy mendekati bunda dan mencium lembut pipinya.
"Setuju sama bunda, bagusan di panggil baby El saja singkat tetapi keren" Ken membela bunda.
Sampai menjelang malam sebagian besar keluarga pulang untuk istirahat, hanya tinggal umi dan bunda yang tinggal menemani Faro dan Inneke sampai bibi Jum datang nanti malam untuk bergantian menjaga baby El.
Ternyata malam itu bibi Jum datang bersama Jasson dan Fia, tetapi hanya kebetulan datangnya bersamaan, bibi Jum diantar oleh Pak Min sekalian menjemput umi dan bunda tidak lupa bodyguard yang mengawal umi juga sudah menunggu di parkiran rumah sakit.
"Kakak, Abang selamat ya sudah resmi menjadi papi dan mami sekarang, dimana baby nya?" tanya Fia tersenyum manis.
Fia mendekati box bayi diikuti oleh Jasson, melihat wajah baby tampan yang tertidur pulas Jasson membulatkan matanya dengan sempurna.
"Waaaah mukanya persis seperti Abang Faro, kok tidak ada kak Keke sama sekali" cabik. Fia menatap lekat keponakan barunya.
"Sayang lucu banget, Abang juga mau punya baby seperti dia" tanpa sadar Jasson meminta kepada Fia, padahal dari awal menikah berencana ingin memiliki momongan setelah selesai kuliah.
"Jangan macam-macam Bang, ngawur aja" cabik Fia memukul lengan Jasson pelan dan menatap tajam kearah Jasson.
"Eeee tetapi iya sih, menggemaskan sekali dekbay nya" tanpa sadar Fia membenarkan ucapan Jasson barusan.
"Naah betulkan, Abang mau sayang punya dekbay, please!" rayu Jasson dengan penuh harap.
"Kalian ini berisik banget, nanti kalau baby Rafael bangun mau tanggung jawab?" Faro menyela perdebatan mereka sambil melempar bantal kearah Fia.
"Bang Faro bikin kaget aja sih" Fia mengambil bantal yang dilempar Faro tadi dan duduk di kursi yang ada disamping Inneke.
"Selamat ya kak Keke, siapa nama lengkapnya?" Fia kembali cipika-cipiki dengan Inneke dengan hati bahagia.
"Rafael Sanjaya Wiguna, terima kasih, kalau pingin kenapa tidak buat sendiri, jangan bilang kalian memang sengaja menunda kehamilan ya?" tanya Inneke memandangi wajah Fia dan Jasson bergantian.
__ADS_1
Fia mengangguk tanpa menjawab dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, sedangkan Jasson masih menatap baby yang sedang terlelap dalam tidurnya, Jasson tersenyum kagum dengan makhluk kecil tetapi menggemaskan.
"Coba lihat suamimu, pingin banget dia punya baby, senyum senyum sendiri kagak jelas begitu" celoteh Faro menyenggol lengan Fia perlahan.
Fia hanya memandangi suaminya yang sedikit aneh tetapi merasa bersalah karena masih belum siap memiliki momongan padahal Jasson begitu menginginkannya, datang bibi Jum membawa segelas susu untuk ibu menyusui mendekati Inneke.
"Neng, minum susunya dulu, biar ASI tambah lancar, biasanya anak laki-laki akan kuat minum ASI" dengan senyum mengembang mengulurkan tangannya.
"Terima kasih bibi, kapan bibi Jum beli, jangan pakai uang bibi sendiri lo, Abang ganti uang bibi?" Inneke langsung meminum susu sampai habis dam memberikan kembali kepada bibi Jum.
"Tidak apa-apa neng sekali-kali, anggap aja ini kado dari bibi" bibi Jum mengambil gelas yang sudah kosong dari tangan Inneke dan membawanya ke wastafel untuk dicuci.
"Terima kasih bibi, Bang diganti kasihan" bisik Inneke di telinga Faro mencubit lengannya gemas.
"Tidak apa-apa sayang, kita hargai niat baik bibi, nanti akhir bulan kita kasih bonus" Faro juga ikut berbisik di telinga Inneke.
"Oek......oek....oek.....".
Jasson tersentak kaget memegangi dadanya karena suara baby yang menangis kencang dengan tiba-tiba.
"Ganteng, bikin uncle kaget aja, masih kecil sudah bikin uncle jantungan ya" cabik Jasson mengusap usap dadanya.
Bibi Jum dengan cepat mendekati box bayi, terkekeh melihat tingkah Jasson yang terlihat lucu.
"Kenapa nak, barusan minum ASI masak sudah lapar lagi, atau popoknya basah ya?" bibi Jum berceloteh mengajak baby Rafael berbicara.
"Oooo popoknya basah uncle, kenapa uncle malah kaget memegangi dada?" bibi Jum menggendong baby Rafael ke tempat tidur untuk mengganti popok yang basah.
Dengan cekatan bibi Jum mengganti popok baby Rafael tanpa sadar Jasson mengikuti bibi Jum berjalan kesana kemari mengambil popok, kembali lagi mengambil bedak bayi, sehingga membuat Faro terkekeh melihat tingkah Jasson.
"Duuuuh Jasson segitunya pingin punya baby, usahamu kurang kali, sehingga tidak pernah jadi?" Faro menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jasson.
"Bagaimana bisa jadi Bang, jalannya sudah di hadang untuk sementara, kalau usaha sih tidak pernah absen" cabik Jasson melirik Fia yang melotot tajam kearahnya.
"Aunty...baby Rafael minta teman dong, itu uncle Jasson juga mau kalau baby Rafael punya teman" gantian Inneke bersuara menirukan suara anak kecil sambil mengajak baby Rafael berinteraksi.
"Kakak apaan sih, emang gampang buat anak, sembarangan aja" protes Fia dengan mengerucutkan bibirnya.
"Makanya kalau Fia lepas KB sekarang, kemungkinan pas aja lulus kuliah punya baby" nasehat Inneke bijak.
Fia kembali menatap Jasson dengan sendu, bersamaan Jasson mengacungkan kedua jempolnya tanda setuju.
________________
Ayo dong shobat semua
jangan lupa like vote dan komentar
__ADS_1
serta hadiahnya please
terima kasih sebelumnya.