
Di Myanmar.
Setelah satu bulan dari ulang tahun Rafael, gantian ulang tahun Cello diadakan dengan sederhana seperti biasanya, hanya saudara, teman dan karyawan saja.
Mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari grandma yang tinggal di Myanmar melalui vedio call berdua dengan Lung Dio, Mario pertama kali bertatap muka dengan Lung Dio yang sekarang sudah mualaf sangat bahagia bisa mengenal keluarga Ara yang lain selain mommy kandung istrinya.
Lung Dio bercerita bahwa Minggu lalu dia dan mommy umroh berdua bersama rombongan masyarakat muslim yang tinggal di Myanmar selama enam hari.
Mommy bercerita tentang keberadaannya ternyata sekarang sudah mulai diketahui oleh Daddy dan hampir satu bulan ini Daddy mengawasi mommy dari kejauhan.
Lung Dio berjanji akan mendampingi mommy untuk mengajukan tuntutan perceraian yang akan diajukan ke pengadilan setelah mommy pulang ke Thailand.
Dua hari yang lalu mommy kedatangan tamu dari Singapura yaitu cucu angkatnya Thora Thanapon secara khusus mengundangnya untuk menghadiri acara pernikahan yang akan dilaksanakan hari Minggu depan, Thora akan menikah dengan gadis yang di pilihkan oleh daddy-nya Ara tanpa adanya cinta yaitu putri dari ketua mafia cabang Brunai Darussalam, seorang gadis muslimah berhijab yang taat.
Yang lebih membuat mommy heran saat bercerita dengan Ara adalah calon istri dari Thora adalah gadis keturunan ibu asli Brunai Darussalam dan seorang ayah keturunan Belanda, ayah gadis itu non muslim, bahkan gadis itu mengenakan hijab dalam kesehariannya.
Setelah selesai vedio call dengan Ara, mommy dan Lung Dio akan segera berangkat ke Thailand, mommy berniat sebelum menghadiri pernikahan Thora dia ingin sudah tidak memiliki hubungan suami istri dengan Daddy, mommy ingin lebih leluasa saat tinggal di Singapura tanpa ada pengawasan dari Daddy.
Di Thailand.
Tiba di Thailand mommy dan Lung Dio sore hari, langsung ke apartemen yang ditempatinya satu tahun yang lalu, dan disambut oleh sang asisten, walaupun hampir tidak mengenali atasannya karena sekarang penampilannya sangat berbeda, lebih anggun dan wajah yang bersinar dengan raut wajah yang sangat teduh karena hijab yang menghiasi kepalanya.
Tidak menunggu lama keesokan harinya sang asisten sudah mengajukan permohonan perceraian di kantor agama yang bersangkutan di Bangkok Thailand, agar secepatnya gugatan cerai itu sudah sampai di tangan Daddy-nya Ara yaitu Theo Thanapon.
Theo Thanapon yang sudah mengetahui dari anak buahnya istrinya sudah tiba sore hari, pagi harinya langsung menemui mommy di apartemen dengan emosi yang memuncak, mengetuk pintu dengan keras dan kasar.
"Tok...tok...tok"
"Tok...tok...tok"
Baru pintu dibuka sedikit oleh Lung Dio dengan kasar Theo Thanapon mendorong pintu dengan suara yang keras.
"Dimana Ara selama ini, informasi dari USA dia sudah lama meninggalkan negara itu?" dengan berapi-api suara Theo tetapi sayangnya yang membukakan pintu Lung Dio.
"Kemana dia, kemana kakak ipar kamu?" tanya Theo Thanapon lagi.
Dengan cepat mommy datang dari arah dapur mendekati tamu yang tidak diundang masuk ke apartemen.
"Aku juga tidak tahu, hampir sepuluh bulan aku mencarinya tetapi nihil, ini semua gara-gara kamu" tidak mau kalah mommy lebih marah dengan menunjuk kearah wajah suaminya.
Theo Thanapon memandangi mommy dengan penampilan yang berbeda, berhijab anggun dan wajah terlihat cerah, dengan membuka mulutnya, hampir satu tahun tidak bertemu rasa rindu itu tidak dipungkiri masih ada dalam hatinya, tetapi ego yang tinggi membuatnya semakin marah dan lebih naik pitam.
__ADS_1
"Pergilah dari sini, aku juga sudah mengajukan gugatan cerai, tunggu saja sebentar lagi surat panggilan itu sampai di rumahmu" titah mommy tegas dan jelas
"What.....?" pekik Theo Thanapon dengan menatap mommy dengan tatapan yang tajam.
"Sudah keluar sana!" Mommy mendorong Theo keluar pintu apartemen, sedangkan Lung Dio hanya memandangi mereka berdua, dulu mommy yang selalu bersikap lembut dan begitu patuh kepada Theo sekarang galak seperti singa yang baru bangun dari tidurnya.
"Tunggu, aku belum selesai bicara" Theo Thanapon mencengkeram lengan mommy dengan erat.
Tetapi dengan kuat mommy mendorong tubuh Theo sampai mundur sampai di luar pintu.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan, semenjak kamu mengusirku waktu itu, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, pertanyaan kamu silahkan tanyakan nanti di pengadilan" mommy langsung menutup pintu apartemen dengan keras, Theo sampai terperanjak kaget dan memegangi dadanya.
"Mengapa wanita itu sekarang jadi seberani ini, apa yang terjadi kepadanya, aku belum selesai bicara sudah diusir dasar wanita" monolog Theo Thanapon sendiri dan meninggalkan apartemen itu.
Bergegas pulang ke rumah dengan diikuti anak buahnya dibelakangnya tetap masih mulutnya yang menggerutu tanpa henti, sebenarnya ingin sekali bertanya lebih banyak tentang putrinya, sepertinya dia masih marah gara-gara aku usir satu tahun yang lalu gumam Theo dalam hati.
Tiba sampai rumah utama Theo langsung masuk ruangan pribadinya sekaligus kantor baginya, mencari surat yang dimaksud mommy ternyata sudah berada ditumpukan berkas paling atas.
"Ternyata dia tidak main main, ini alasannya adalah karena berbeda keyakinan, jadwalnya masih dua Minggu lagi, berarti masih ada waktu untuk ke Singapura terlebih dahulu" monolog Theo Thanapon lagi.
Theo Thanapon mengerahkan anak buahnya untuk mengawasi gerak-gerik mommy di apartemen, karena masih ingin mengetahui dimana putrinya selama ini berada karena seperti ditelan bumi hampir satu tahun ini mencarinya tidak ketemu hanya pada mommy kunci satu satunya untuk menemukannya.
Sedangkan dikamar mommy sedang melamun sendiri, sebenarnya belum siap untuk bertemu dengan daddy-nya Ara, hanya emosi yang akan dia tunjukkan membuat darah tingginya akan naik, sifat arogan dan mudah emosi darinya membuat mommy lelah untuk bertahan, tetapi tidak semudah yang dibayangkan mommy ternyata sidang perceraian akan dilaksanakan dua Minggu depan.
"Sebaiknya kita ke Singapura aja dulu, untuk menghindari konflik disini, coba cari tiket hari ini atau besok" perintah mommy kepada Lung Dio saat dia duduk di ruang tamu.
"Memangnya kenapa kak?" tanya Lung Dio heran.
"Ini coba lihat sidang perceraian akan dilaksanakan dua Minggu lagi" mommy menyodorkan map bukti bahwa perceraian itu.
Setelah subuh usai mommy dan Lung Dio berangkat ke bandara untuk terbang kembali ke Singapura untuk menghadiri pernikahan Thora yang akan dilaksanakan lima hari lagi.
Anak buah Theo Thanapon melaporkan jika mommy dan Lung Dio terbang ke Singapura pagi pagi buta, dan siang harinya Theo Thanapon juga terbang ke Singapura karena berharap bisa bertemu putrinya disana.
Singapura
Setelah lima hari berlalu di sebuah hotel yang megah Thora Thanapon dan Fetty Fatimah menikah tanpa mengubah keyakinan mereka masing-masing, tetapi tidak mengurangi kemegahan pesta hari ini.
Mommy menghadiri pernikahan Thora bersama Lung Dio tidak lama, bahkan mommy menolak untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan, hanya mengucapkan selamat atas pernikahannya dan bergegas pulang kembali, disamping ingin menghindari Theo Thanapon, mommy ingin segera pulang ke kampung halaman yang letaknya di pinggiran kota Singapura.
"Cepat ikuti mereka, jangan sampai lengah dan kehilangan jejak sedikitpun" perintah Theo Thanapon kepada beberapa anak buahnya saat melihat mommy dan Lung Dio serta asistennya keluar dari hotel.
__ADS_1
Mommy selalu di dampingi oleh Lung Dio dan asistennya pergi ke Singapura tepatnya di daerah perbatasan untuk menemui saudara dan keluarga besar disana.
Setelah selesai acara pernikahan itu Theo Thanapon tetap tinggal di Singapura, dia sudah bertekad untuk mengetahui dimana putrinya berada, sudah lebih dari tujuh tahun tidak pernah bertemu dengan putrinya, kemarahan yang selalu menguasai dirinya sendiri akhirnya sekarang sangat merugikan dirinya sendiri.
Kehilangan putrinya sekarang istrinya pun akan meninggalkan dirinya, tetapi kali ini Theo Thanapon bertekad tidak akan melepaskan keduanya lagi, apapun akan dilakukan untuk menemukan putrinya bahkan dengan memaksa istrinya untuk jujur.
Hampir dua Minggu sudah mengikuti gerak gerik mommy tetapi tidak satupun informasi yang diberikan oleh anak buah Theo Thanapon tentang keberadaan Ara, bahkan Theo Thanapon berhasil menyadap handphone mommy, tetapi tidak ada tanda-tanda mommy menghubungi putrinya.
Mommy hanya melakukan ibadah dan berkunjung ke seluruh keluarga besarnya tanpa melakukan aktivitas yang mencurigakan.
Dengan terpaksa Theo Thanapon menemui mommy di perbatasan daerah Singapura karena sudah hampir dua Minggu tidak mendapatkan informasi yang dia inginkan.
"Mau apa kesini?" bentak mommy saat bertemu di salah satu jalan menuju rumah adik sepupu dari mommy.
"Katakan dimana Ara?" tanya Theo dengan suara yang meninggi karena emosi.
"Aku tidak tahu, Ara tidak pernah memberi tahu dimana dia tinggal, aku bertemu dia tiga tahun lalu di Singapura, setelah itu tidak tahu lagi" jawab mommy tanpa menatap wajah Theo Thanapon yang memerah.
"Aku tidak percaya, jangan harap aku tandatangani surat perceraian itu kalau kamu tidak memberi informasi tentang Ara" ancamannya tegas.
"Emang aku perduli, pemerintah tetap akan menjatuhkan kata cerai karena alasan berbeda keyakinan" jawab mommy dengan berapi-api.
"Satu lagi sejak pertemuan terakhirku tiga tahun lalu dengan Ara orang suruhan ku tidak pernah menemukan dia keluar dari Singapura, silahkan cari sendiri di negara ini" ucap mommy meninggalkan jalan itu tanpa memperdulikan Daddy yang berdiri mematung melihat mommy berjalan menjauhinya.
Kata pepatah mengatakan tempat persembunyian yang paling aman adalah dekat dengan musuhnya, apakah yang dikatakannya ini benar gumam Theo Thanapon dalam hati.
Dengan segera Theo Thanapon menghubungi cucunya Thora untuk mencari informasi tentang dimana Ara tinggal, hanya mendengar perkataan istrinya ada harapan besar bisa bertemu dengan putrinya dan berharap putrinya bisa meneruskan kepemimpinan.
Awalnya Theo Thanapon berniat ingin menyerahkan kepemimpinan kepala Thora tetapi mendengar Ara masih ada di Singapura niatnya kembali ingin menarik putrinya dalam lingkaran dunianya sendiri.
Niatnya sudah bulat, bahkan walaupun harus memaksa atau mengancam putrinya, dia bertekad putrinya Ara harus mau mengikuti keputusan daddy-nya, Theo Thanapon mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menjelajahi seluruh Singapura untuk mencari keberadaan Ara dimanapun dia berada.
________________________
Terima kasih shobat semua
atas dukungan like vote dan komentar
serta hadiahnya, ini yang membuat author
lebih bersemangat untuk menulis.
__ADS_1
I love you all.