
Hari ini hari Minggu acara aqiqah untuk putra kedua Kemmy dan Rama, diadakan di kediaman Mami Winda dan Papi Bastian karena disinilah mereka tinggal, bukannya Rama tidak membelikan rumah untuk keluarga kecilnya tetapi, tidak tega meninggalkan kedua orang tuanya yang telah menginjak usia tua dan pensiun.
Sebetulnya Rama tidak tega ibu kandungnya sendiri tinggal di rumah semenjak ayahnya Anton Sahroni meninggal dunia hanya di temani oleh bibi pembantu rumah tangga, tetapi dalam tiga tahun terakhir ini sedikit lega karena tinggal bersama Putri dari kakak kandungnya yaitu putri dari Tiara Sahroni dengan suaminya Edi Santoso yang kuliah di salah satu universitas negeri ternama di Jakarta.
Acara diawali pukul sepuluh pagi dengan mengundang anak yatim-piatu membagikan amplop dan bingkisan, setelah menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.
Siangnya di lanjutkan dengan datangnya teman bisnis, kolega keluarga dan teman dekat, semua mengucapkan selamat atas kelahiran putra keduanya.
Ibu kandung Rama Intan Ariyani datang mulai pagi, membantu semua keperluan yang harus di persiapkan, saat keluar dari kamar melihat ibunya sedang asyik mempersiapkan segala sesuatu, Rama langsung mendekati ibunya.
"Bu... kenapa kesini sendiri, kemana Keke?" tanya Rama kepada ibu Intan.
"Dia masih ada kegiatan di kampus nak, mungkin nanti malam saat acara pengajian Keke baru bisa datang" jawab ibu Intan.
"Baiklah, kapan Kak Tiara akan pindah ke Indonesia Bu, kenapa lama sekali tugas di Malaysia?".
"Katanya tahun depan baru bisa pindah, menunggu keponakan laki-laki mu Rayhan lulus SMP sekalian jadi nanti SMU di Indonesia".
Rama hanya ber-o ria mendengar penjelasan ibunya, hanya bisa berdoa bisa berkumpul kembali dengan kakak kandungnya yang lama tinggal di negeri orang mengikuti suaminya di tugaskan oleh perusahaan dimana suaminya bekerja.
Malam harinya acara pengajian dan potong rambut untuk putra Rama dan Kemmy, di mulai tamu undangan, tetangga kompleks perumahan, teman dan seluruh keluarga ngumpul semua.
Ken, Opa Tomy dan semua para teman laki-laki berkumpul di depan akan memulai pengajian di pimpin oleh ustadz ternama ibu kota yang sengaja di undang untuk memimpin acara itu.
Ada gadis cantik dan anggun datang dengan mengenakan baju muslimah menggunakan kerudung berwarna putih tulang datang mengendarai mobil yang biasa di gunakan oleh ibu Intan, Kemmy dan Ibu Intan melihat gadis itu datang langsung menyambutnya, diraihnya dan mencium punggung tangan mereka berdua bergantian dengan senyum manis.
"Nenek,... Aunty..dimana uncle?" tanya gadis cantik itu.
"Keke apa kabarmu, aunty kangen banget, sibuk sekali kah kenapa jarang mengunjungi kami?" tanya Kemmy dengan memeluk dan cipika-cipiki.
Rama yang dari tadi melihat dari kejauhan, berlari mendekati mereka dan langsung memeluk Keke dengan erat.
"Keponakan uncle, cantiknya, kenapa jarang mengunjungi kami?" ucap Rama mengusap rambut yang tertutup kerudung Keke.
"Maaf uncle, aku banyak kegiatan di kampus" jawab Keke dengan sendu.
Imma yang melihat siapa yang baru saja tiba, dan mendengar gadis itu memanggil aunty dan uncle kepada Kemmy dan Rama membuat Imma mengerutkan keningnya, sepertinya pernah melihat gadis itu tetapi Imma lupa dimana.
Setelah Imma mengingatnya, bergegas berjalan ke arah Ken yang sedang duduk bergabung dengan teman dan para tamu.
"Sayang.... Abi sini sebentar!" panggil Imma kepada suaminya dengan melambaikan tangannya.
Saat Ken mendekati Imma, Imma langsung menarik tangan Ken sambil memeluk pinggangnya dari samping.
"Honey ada apa, jangan menggoda Abi masih banyak tamu, mintanya nanti aja kalau sudah sepi" goda Ken sambil mengedipkan matanya.
Tomy Sanjaya yang sedang melewati Imma dan Ken hanya menggelengkan kepalanya mendengar interaksi antara Ken dan Imma.
"Kalian ini... mesra-mesraan kenapa tidak tahu tempat sih?" ucap Tomy Sanjaya tersenyum.
__ADS_1
"Bukan mesra-mesraan Opa, maaf" jawab Imma dengan menatap Ken horor.
Ken dan Tomy Sanjaya tertawa lepas melihat Imma yang sudah merah mukanya menahan malu.
"Abi sih, mesum aja pikirannya, ayo umi tunjukkan sesuatu, opa mau ikut?" Celoteh Imma dengan mengerucutkan bibirnya.
"Tidak aaah, masak mesra-mesraan ngajak opa" gantian tomy menggoda Imma.
Imma hanya mengambil nafas panjang mendengar kedua orang yang ada di depannya berhasil menggodanya.
"Abi... Opo, ini tentang Abang Faro bukan seperti yang kalian berdua bayangkan" protes Imma kesal.
"Ada apa...?" tanya Ken dan Tomy bersamaan.
Imma menarik Ken dan Tomy Sanjaya dengan tangan kiri dan kanannya, sampai mendekati posisi dari Rama sekeluarga.
"Coba handphone Abi di keluarkan, lihat foto yang Abi ambil saat di mall kemarin, gadis yang di gandeng Abang waktu itu" perintah Imma.
Ken membuka handphone dengan cepat, mencari menu album dan menunjukkan gadis berparas cantik dan anggun sedang di gandeng oleh Faro, Opa Tomy juga ikut memandangi foto itu.
"Coba Abi dan Opa lihat gadis itu yang bersama Kemmy dan Rama?" titah Imma lagi.
Ken dan Tomy Sanjaya menoleh, memandangi wajah gadis memakai kerudung dengan anggun, bolak-balik memandangi handphone dan wajah gadis itu bergantian.
"Gadis itu memanggil Rama dan Kemmy uncle dan aunty" cerita Imma lagi.
Kemudian mereka berdua mengangguk tanda setuju bahwa gadis itu adalah gadis yang sama dengan yang ada di handphone nya.
Mereka bertiga mendatangi Rama dan keluarganya dengan sedikit berlari kecil.
"Rama... acaranya sudah mau di mulai, waaah, siapa gadis cantik ini Kemmy?" tanya Ken pura-pura tidak kenal.
Rama menarik tangan Keke dan di ajak mendekati mereka "Perkenalkan ini putrinya kakak kandungku yang tinggal di Malaysia namanya keke".
Keke meraih dan mencium punggung tangan mereka bergantian, Om...Tante... Opa..aku Keke" Inneke memperkenalkan diri.
"OOO Keke panggil umi aja, dan panggil suamiku Abi, tidak usah Tante dan Om" titah Imma dengan mengusap pipi Inneke.
"Baik umi...dan Abi.. terima kasih".
Karena acara sudah akan di mulai semua masuk di ruang tamu dan ruang keluarga yang sudah di hias dengan dekorasi warna biru dan putih.
Rangkaian acara dimulai dengan hikmad, dan putra kedua Rama dan Kemmy di beri nama "RINTO DWI SAHRONI".
Saat ceramah di mulai Tomy Sanjaya dan diikuti oleh Nadia Sanjaya mencari Imma dan Ken lagi karena ingin mengetahui apa maksud foto dan gadis yang bernama Keke tadi
"Nak Imma siapa sebenarnya Keke itu, aku kurang faham?" tanya Tomy Sanjaya penasaran.
"Kami juga belum tahu pasti Opa, karena belum sempat menanyai Abang, rencananya nanti setelah pulang dari Surabaya baru kami sidang" jawab Imma panjang.
__ADS_1
"Jika ini benar Opa, antara Abang Faro dan Keke pacaran, kita tidak perlu menjodohkan lagi dengan keturunan Anton Sahroni, karena dengan sendirinya mereka sudah berjodoh tanpa kita ceritakan tentang amanah dari Anton Sahroni ataupun Abi Dona Sanjaya" keterangan Ken panjang lebar.
Tomy Sanjaya dan Nadia langsung tersenyum dan mata berbinar, merasa bahagia mendengar cerita kabar gembira tentang hubungan antara cucu kandungnya dan keturunan Anton Sahroni seperti amanah putranya Dona Sanjaya Sebelum meninggal dunia.
"Kalau begitu aku akan menunggu Abang pulang dari Surabaya, karena aku juga sangat merindukannya, boleh kah Pa?" tanya Oma Nadia dengan antusias.
Tomy Sanjaya menganggukkan kepalanya, tersenyum bahagia, bukan cuma merindukan cucu laki-laki kesayangannya itu, tetapi sekarang dia juga ingin melihat cucunya itu bahagia menemukan istri yang di cintainya tanpa di bayang-bayangi rasa takut seperti almarhum abinya dahulu.
Tanpa terasa ceramahnya sudah selesai mereka berempat jadi tidak mendengar apa isi ceramah itu, hanya tersenyum lucu karena tingkah mereka seperti anak remaja yang nakal.
Semua tamu menikmati hidangan yang sudah di sediakan yaitu sate kambing, gulai kambing, urap sayuran, mi goreng dan ayam bumbu asam manis.
Setelah selesai menyantap makanan para tamu pulang dengan membawa bingkisan nasi kotak dan kue.
Saat semua teman dan sebagian keluarga pamit, sedangkan Intan Ariyani dan Keke rencananya akan menginap di rumah Rama dan besok pagi baru akan pulang.
Karena penasaran Ken mendekati Rama adik iparnya itu untuk mencari informasi tentang gadis yang kemungkinan di cintai oleh Faro putranya.
"Rama...." panggil Ken saat Rama keluar dari kamarnya.
"Ya..kak Ken, ada apa?" tanya Rama mendekati Ken yang sedang duduk di ruang keluarga, dan duduk di sampingnya.
"Kenapa tidak pernah cerita kalau punya keponakan cantik seperti itu?" tanya Ken penasaran.
"Kakak memang kenapa?, masak kakak naksir Keke sih?, Keke itu lama tinggal di Malaysia, memang jarang pulang ke Indonesia, jadi maaf kalau tidak sempat cerita" jawab Rama.
Ken melempar bantal kepada Rama karena menuduh naksir keponakannya itu.
"Sembarangan aja, menuduh kakak naksir Keke, coba kamu lihat ini" Ken menunjukkan foto yang ada di handphone disana ada Faro bergandengan tangan dengan Keke.
Rama membelalakkan matanya melihat foto itu, dengan menutup mulutnya.
"Berjanjilah jangan beritahu semua orang, ini masih rahasia, karena foto ini aku ambil saat bertemu dengan mereka di mall tanpa sepengetahuan mereka berdua!" titah Ken lagi dan diikuti anggukkan kepala oleh Rama.
Sedangkan di dapur saat para wanita berkumpul membersihkan ruang dapur dan ruang makan, Imma duduk di samping Inneke, Inneke yang sedang asyik melihat handphone jadi kaget saat Imma menepuk pundaknya.
"Eeee...umi, bikin kaget aja" cabik Inneke langsung mematikan layar handphone.
"Mau menginap disini kan?" tanya Imma basa-basi.
"Iya umi, aunty Kemmy meminta aku menginap?" jawab Inneke singkat.
Imma memperhatikan gadis itu lekat-lekat, wajahnya putih bersih, rambut lurus, mata lentik, tinggi sekitar 165 cm, sikapnya sopan dan anggun gerak-gerik nya.
"Apakah masih lama tinggal di Indonesia, Keke?" tanya Imma lagi.
"Kuliah aku tinggal satu tahun lagi umi, dan ayah serta bunda tahun depan akan kembali ke Indonesia, rencananya akan tinggal bersama nenek" cerita Inneke dengan sopan.
"Kenapa harus setahun lagi?".
__ADS_1
"Itu umi, karena adikku Rayhan sekarang sudah kelas sembilan SMP, jadi jika mau pindah tanggung, setelah lulus baru pindah" cerita Keke lagi.
"kapan-kapan mampir ke rumah umi ya" pinta Imma, Keke hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum.