
Pagi harinya saat Faro, Inneke dan Conan duduk di lobi hotel menunggu Jasson datang, Conan melihat ada Andrew Hidayat, Decha Thanapon beserta ibunya Ara datang mendekati resepsionis untuk bertanya tentang kamar hotel Ara.
"Bos itu mereka" bisik Conan di telinga Faro saat ketiga orang itu mendekati resepsionis, Faro dan Inneke menengok ke tiga orang yang berdiri di resepsionis.
"Permisi Bu, apakah ada gadis yang bernama Achara Thanapon menginap di hotel ini?" tanya Decha Thanapon kepada resepsionis.
"Sebentar pak, kami lihat dulu" jawab resepsionis itu sopan.
Resepsionis mengecek di leptop dengan nama yang di sebutkan oleh orang yang menanyakan tentang gadis itu.
"Maaf pak, nama yang anda sebutkan itu sudah cek-out tadi malam" jawabnya lagi dengan sopan.
"Sudah cek-out, terima kasih Bu, kami permisi" ucap Decha Thanapon dengan raut wajah yang kecewa.
Saat Conan melihat wajah ibu paruh baya bersama Andrew dan Decha, dan ibu itu juga beradu pandang dengan Conan, dengan cepat Conan meletakkan jari telunjuknya di bibir kepada ibu itu, kemudian Conan juga memberikan kode handphone di telinga sebagai isyarat jika dia akan menghubunginya nanti.
"Bang siapa wanita itu?" tanya Faro tetap berbisik kepada Conan.
"Dia ibunya Ara bos, gue tiga kali bertemu beliau saat mengurus kependudukan Ara kemarin" cerita Conan sambil melirik mereka bertiga meninggalkan lobi dan keluar hotel dengan segera.
"Bos apa rencana selanjutnya?" tanya Conan kemudian setelah mereka meninggalkan lobi hotel.
"Awasi mereka aja Bang, gue mau mengajak istri ke Merlion Park hari ini bersama Jasson" kata Faro tegas dengan sedikit menahan marah karena sudah sekian lama melihat kembali orang yang telah mencelakai uminya dan yang membunuh pak Rudi saat penculikan itu.
"Baiklah gue pamit dulu, selamat bersenang-senang bos" kata Conan meninggalkan mereka dan keluar dari hotel menuju parkiran untuk mengambil mobil yang telah dia sewa selama dua Minggu ini.
Datang Jasson masuk di lobi hotel mendekati Faro dan Inneke yang telah menunggunya.
"Maaf Bang menunggu lama, ayo kita berangkat" ajak Jasson langsung keluar hotel menuju parkiran menunggu mobil yang di parkir di parkiran hotel itu menuju Marlion Park.
Sampai di lokasi itu Faro dan Inneke bergandengan tangan mengikuti Jasson dari belakang dan Jasson sebagai tour guide nya.
Merlion Park yang berada di Marina bay adalah Sang Legenda berbentuk sosok separuh ikan dan separuh singa ikonis, patung Merlion Park berdiri di tepi perairan Merlion Park yang menyemburkan air saat siang, dengan cakrawala Singapura sebagai latarnya.
Faro dan Inneke melihat gambar ikon nasional Singapura dengan penuh kekaguman, Merlion dengan kepala singa dan tubuh ikan itu sangat unik dan ikonik saat di lihat dalam jarak yang sangat dekat sangat indah.
Jasson menceritakan kisah tentang ikan badan Merlion melambangkan awal mula masyarakat Singapura sebagai desa nelayan saat masih bernama Temasek, yang berasal dari kata tasek (danau dalam bahasa Melayu) kepalanya mencerminkan nama asli negara ini, Singapura, atau 'kota singa' dalam bahasa Melayu.
Sekarang Faro dan Inneke dapat berfoto Selfi di legenda Merlion Park saat memancurkan air dari mulutnya di bantu oleh Jasson yang mengambil foto dari handphone.
Ikon ini wajib disambangi oleh wisawatan yang mengunjungi Singapura, sama seperti land mark ikonik lain di seluruh dunia, di bangun oleh pengrajin lokal Lim Nang Seng, diresmikan pada tanggal 15 September 1972 oleh Perdana Menteri Lee Kuan Yew di muara Singapore River, tinggi 8,6 meter dan berat 70 ton.
Sampai tengah hari mereka berada di Marlion Park, Jasson mengajak makan siang bersama di Restauran yang dimiliki oleh mamanya Trisya Hamsah yang di kelola oleh orang kepercayaan mamanya.
"Ayo Bang, kakak masuk, ini restauran mama tetapi teman mama yang mengelolanya" ajak Jasson saat masuk mendorong pintu restauran itu.
__ADS_1
"Pak Jasson selamat datang, mari saya antar ke privat room" ucap salah satu karyawan yang sudah mengenali siapa Jasson sebenarnya.
"Terima kasih" jawab Jasson singkat.
Mereka bertiga mengikuti karyawan laki-laki ke privat room dan membukakan pintu dengan sopan "silahkan, sebentar lagi akan kami siapkan hidangan makan siangnya".
Faro dan Inneke duduk berdampingan sedangkan Jasson duduk di depan mereka, kemudian ada tiga pelayan membawa menu makanan andalan restauran itu yaitu menu makanan khas Singapura.
Hidangan pembuka mereka di sediakan roti prata, yaitu roti berbentuk persegi dengan bumbu saus kari, hidangan utamanya yaitu nasi ayam Hainan yaitu nasi wangi dengan pelengkap ayam yang di potong kecil dan berbumbu pasta jahe dan sambal pedas, kemudian di sediakan makanan penutup yaitu ice kachang yaitu es serut berbentuk bulat di siram dengan sirup yang di berikan toping kacang, jeli, dan kolang Kaling.
Inneke begitu menikmati hidangan itu, saat makan hidangan pembuka Inneke belum begitu antusias tetapi setelah menikmati nasi ayam Hainan membuat lidah Inneke tidak berhenti mengunyah.
"Ayam Hainannya sangat lezat Jasson, apakah boleh aku melihat cara memasaknya?" pinta Inneke dengan begitu antusias ingin bisa membuat ayam Hainan.
"Kakak suka masak ya, ayo aku antar menemui shef di dapur, Bang mau ikut tidak?" tawar Jasson kepada Faro setelah mereka selesai makan hidangan penutup.
"Boleh, ayo Yang" balas Faro menggandeng tangan Inneke dengan mesra menuju dapur.
Hampir setengah jam Inneke memperhatikan seorang shef mendemokan nasi yang beraroma kan jahe dan ayam rebus dengan seksama.
Setelah selesai dari restauran Faro dan Inneke mencari oleh-oleh khas Singapura, untuk para tetua Faro membelikan oleh-oleh balm Tiger atau balsem harimau yang sangat terkenal di Singapura, untuk adik kesayangannya membelikan parfum anggrek dan coklat Marlion, untuk Abi, umi, bunda dan ayah, Faro membelikan Bak Kwa dendeng ala Singapura.
Sampai pukul lima sore tiba di hotel kembali Faro dan Inneke membersihkan diri di kamar mandi hotel, tapi bukan Faro jika hanya mandi tanpa plus-plus, satu jam lebih mereka menghabiskan waktu di sana saling menikmati surga dunia berdua.
Rapi dan wangi setelah selesai mandi, Faro dan Inneke keluar kamar hotel untuk makan malam, Conan bergabung bertemu didepan pintu kamar hotel mengekori Faro dan Inneke, baru berjalan sekitar lima meter ada suara gaduh keributan dari luar serta orang yang sedikit berlarian tampak ketakutan.
"Di lobi ada tiga orang laki-laki bersenjata pak, aku sangat takut" jawab laki-laki paruh baya itu.
"Yang, masuk kamar handphone di pegang, tunggu Abang jemput jangan keluar, kunci pintu dari dalam" perintah Faro kepada Inneke dengan mencium dahinya terlebih dahulu.
"Ayo kita lihat Bang Conan cepat" titah Faro berlari kecil menuju lobi.
"Bos itu Andrew Hidayat dan anak buahnya, mau apa dia?" ucap Conan berdiri di samping meja sekuriti yang tidak jauh dari lobi.
"Kita lihat situasi dulu Bang" balas Faro cepat.
Andrew Hidayat menodong senjata otomatis kepada resepsionis, sedangkan anak buahnya menodongkan senjata otomatis ke sekuriti.
"Cepat antar kami ke CCTV hotel ini, aku ingin melihat di kamar nomor berapa tunanganku menginap?" todong Andrew kepada salah seorang resepsionis.
"Tunangan anda siapa namanya pak biar kami cek sebentar?" tanya resepsionis itu dengan suara bergetar karena ketakutan.
"Achara Thanapon" jawab Andrew singkat.
Dengan tangan bergetar resepsionis itu mencari informasi di leptop yang ada di depannya.
__ADS_1
"Tetapi pak, wanita yang anda maksud sudah cek-out tadi malam" katanya lagi dengan mulut bergetar dan pucat.
"Jangan bohong, dia belum keluar dari Singapura, karena sudah aku cek di bandara belum ada nama itu" tambah marah Andrew.
Saat bersamaan dengan Andrew menekan resepsionis dan sekuriti Faro membuat strategi dengan Conan.
"Bang dalam waktu kurang dari lima menit bisa elo matikan listrik atau nyalakan alarm kebakaran, terserah yang penting buatlah kegaduhan?" tanya Faro dengan sedikit berbisik.
"Bisa bos, Gambang itu" jawab Conan akan meninggalkan Faro untuk melaksanakan perintahnya.
"Tunggu Bang, mana serum itu, elo bawa kan?" tangan Faro menengadah kearah Conan.
"Yang mana bos jarak jauh atau dekat?" Conan merogoh ke tas yang ada di pinggangnya.
"Dua-duanya, cepat" pinta Faro lagi.
"Ini bos, gue kearah belakang" setelah menyerahkan serum itu Conan kearah belakang hotel mencari listrik atau alarm kebakaran.
"Bang jangan lupa pakai topi dan masker elo" titah Faro lagi, mengambil dan memakai masker dan topi juga yang ada di tas selempang Faro.
"Ok siap" Jawab Conan cepat.
Conan adalah detektif handal yang memiliki IQ diatas rata, mudah baginya membuat sedikit kekacauan hotel dengan satu langkah, yaitu di daerah dapur basah yang sudah di tinggal para karyawan yang ketakutan samping kamar mandi ada tabung APAR (alat pemadam api ringan), Sebelum beraksi Conan menutup kamera CCTV dengan menutup layarnya dengan melempar tisu basah dari tempat yang tidak terjangkau CCTV, APAR di semprotkan keseluruhan ruangan sehingga membuat alarm kebakaran berbunyi dan dengan otomatis listrik hotel padam, bergegas Conan berlari kearah ruang kontrol CCTV untuk menghapus kejadian saat ini, agar tidak ketahuan aksinya.
Saat listrik mati Faro berlari mendekati Andrew dan pura-pura menabraknya karena gelap sambil menyuntikkan serum itu di punggungnya dengan cepat.
Walaupun tidak sampai terjatuh antara Andrew dan Faro, dan tidak mengubah posisi mereka, Faro bergegas meninggalkan Andrew yang masih menodong sekuriti menuju ke kamar hotel menjemput Inneke.
"Tok ..tok..Yang... sayang ayo keluar dari kamar" sampai di depan pintu kamar hotel Faro mengetuk pintu kamar itu.
Inneke membuka pintu kamar dan langsung memeluk Faro, bersamaan datang Conan dari arah belakang.
"Ayo kita keluar" ajak Faro sedikit berlari bergabung dengan orang-orang keluar hotel dan menunggu di halaman hotel.
Sedangkan karena situasi yang mencekam listrik mati, alarm kebakaran berbunyi, Andrew Hidayat dan dua anak buahnya juga meninggalkan hotel berbarengan dengan para tamu hotel dan karyawan yang berlari keluar tanpa bisa di lacak oleh sekuriti karena dalam keadaan gelap.
Datang mobil pemadam kebakaran atau fire truck dan kepolisian dalam jumlah banyak untuk mengamankan situasi yang mencekam.
___________________
dukungan dukungan
like vote dan komentar
serta hadiahnya jangan lupa
__ADS_1
untuk semangat terima kasih