Dia Kakakku Bukan Ibuku

Dia Kakakku Bukan Ibuku
126. Dapat Gaji ke-13


__ADS_3

"Pppfffff...ehem" Inneke menahan tawanya melihat penampilan Faro menggunakan seragam sekuriti lengkap dengan topi dan tongkat kayu ditangan dan tertulis nama di seragam itu JAYA.


Setelah dua pengawal itu pamit pulang dengan kaca mobil yang ditutup, sehingga sekuriti yang bertugas tidak menyadari jika keluar gerbang tinggal dua orang saja bukan tiga orang seperti saat mereka datang.


"Eee berani ngetawain Abang ya, sini" Faro menarik Inneke dipeluknya erat-erat dari belakang dan dikelitiki dengan gemas.


Tertawa lepas seolah olah kekhawatiran yang Inneke rasakan dari tadi siang hilang sudah setelah melihat Faro pulang dalam keadaan sehat.


"Ampun...ampun sekuriti ku yang tampan, ampuni aku, ampuni aku sekuriti Jaya hahaha".


Inneke berhasil melepaskan dari pelukan Faro, berlari menuju lift masuk lift dengan cepat tetapi berhasil ditahan dengan kaki oleh Faro pintu lift itu masuk menyusul istrinya dan dikelitiki kembali sambil didekap.


""Ampun Abang....geli..ampun" dengan sekuat tenaga Inneke melepaskan pelukannya.


"Ok tapi janji jangan ketawain Abang".


"Iya janji".


Pintu lift terbuka keluar dari sana dan masuk ke kamar mereka dengan bergandengan tangan.


"Sayang dimana Rafael kok tidak ada suaranya?".


"Sama Mama Meera di kamarnya, mandi dulu Bang, bagaimana luka Abang?".


"Tidak parah kok, tetapi tidak boleh basah dulu untuk sementara, bantuin Abang mandi ya takutnya nanti basah lukanya" dengan anggukan kepala Inneke mengikuti langkah Faro menuju kamar mandi.


Walaupun bahunya terluka, Faro harus pura-pura tidak terjadi apa-apa, agar keluarga tidak mencurigai jika Mr misterius itu adalah dirinya, hanya Ken, Inneke dan Mario yang mengetahui jika bahu Faro terluka.


Malam ini juga Ken mengajak Imma datang berkunjung ke rumah Faro dengan alasan kangen dengan Rafael dan berniat menginap disana.


Sampai di rumah Faro tepat saat mereka makan malam sehingga Ken dan Imma langsung bergabung ikut menikmati hidangan makan malam yang sudah di masak oleh bibi Narti dan bibi Tini.


"Mi..mi...pi..pa..pa " celoteh Rafael melihat grandma dan grandpa datang, yang awalnya duduk di kursi khusus untuk Rafael tangannya dibuka lebar tanda minta digendong oleh grandma-nya.


"Aduh sayang, kangen grandma ya, sini gendong tetapi tetap harus makan sampai habis" Imma menggendong Rafael dengan penuh kasih.


Saat digendong oleh Imma tangannya mencoba meraih tangan grandpa dengan berceloteh riang.


"Habiskan dulu makannya ok, baru nanti main dengan grandpa" Ken mengacak rambut Rafael dengan gemas.


Selesai makan malam, Ken mengajak Faro ke ruang kerja beralasan akan membahas tentang pekerjaan dan yang lain bercengkerama bersama diruang keluarga.


"Bagaimana luka yang ada di pundak Bang?" tanya Ken setelah mereka duduk di sofa panjang.

__ADS_1


"Tidak usah khawatir Abi, ini hanya luka kecil, media aja yang membesarkannya, umi tidak tau kan Abi?".


"Tidak Bang, waktu berita itu bergulir kencang, umi sedang asyik membuat kue di pantry, jadi melihat tayangan itu sekilas aja"


"Syukurlah Abang tidak mau umi jadi khawatir"


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ken penasaran.


Kemudian Faro menceritakan tentang kejadian dari awal sampai dia bisa melumpuhkan keenam penjahat itu tanpa menggunakan senjata.


Keesokan harinya selama dua hari ini Faro tidak bisa ke kantor, hanya Mario yang menghandle semua pekerjaannya, Faro hanya konsentrasi membantu intelejen untuk menangani dua kasus antara kejadian di supermarket dan hotel yang bersebelahan.


Walaupun dari awal sudah diketahui bahwa peristiwa itu adalah perseteruan antara dua pengusaha secara pribadi tetapi pihak intelijen mengendus ada yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan kelompok mereka.


Setelah menyelidiki selama dua hari kerjasama antara kepolisian yang ada di lapangan dan penyelidikan teliti intelejen terutama ketelitian mata elang Faro akhirnya mereka mendapatkan bukti bahwa peristiwa itu sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian kepolisian dan intelejen agar tidak bisa mengendus penyelundupan narkoba besar-besaran yang dilakukan oleh Agus Martono dan anak buahnya.


Bahkan kepolisian bagian narkoba menemukan hampir seratus kilogram varian baru yaitu yang disebut tembakau gorila, dan pihak intelijen juga mendapatkan informasi tentang organisasi mafia yang dipimpin oleh Agus Martono semakin meresahkan masyarakat, mereka mencari celah untuk memecah belah siapa saja yang berani menentang organisasi yang dipimpin oleh Agus Martono.


Bahkan pihak intelijen mendapatkan informasi dari orang yang sengaja ditempatkan sebagai anak buah Agus Martono bahwa mereka merencanakan untuk menyusup kesemua lini masyarakat yang sedang bersitegang untuk mengalihkan perhatian kepolisian dan pemerintah agar mereka bisa mencapai tujuan yang sudah di susun dari awal bersama dengan Felix Siregar.


Setelah semua terungkap jelas Faro mulai kembali ke kantor untuk melakukan aktivitas seperti biasa, saat makan siang ada insiden kecil yang terjadi keributan kecil di bagian produksi, ada isu jika pimpinan perusahaan tidak bisa membayar gaji bulan ini karena perusahaan mengalami pailit.


Sudah ada kabar burung besok karyawan akan melakukan demo mogok kerja yang di pimpin oleh salah satu karyawan yang baru bekerja satu tahun terakhir ini.


"Bos, boleh saya masuk?, Ada yang akan aku sampaikan?" saat pintu terbuka didalam ada Mario dan Faro sedang berbincang santai di ruang kantor Mario.


"Bak Basiran silahkan masuk, ada perlu apa pak, atau ada yang bisa saya bantu?" tanya Mario mempersilahkan masuk dan duduk didepan mereka berdua duduk.


"Terima kasih bos, apakah anda sudah tahu tentang kabar yang beredar pada karyawan hari ini?" tanya Pak Basiran setelah duduk di depan kedua bosnya dengan sedikit membungkuk hormat.


"Tidak Pak, ada apa memangnya?" tanya Mario penasaran.


Pak Basiran menceritakan jika ada kabar bahwa para karyawan akan mengadakan demo mogok kerja esok hari karena mendengar kabar jika perusahaan mengalami kebangkrutan, dipimpin oleh seorang karyawan yang baru bekerja selama satu tahun di perusahaan Faro.


Faro dan Mario jadi saling pandang, kenapa pihak staf dan kepala bagian produksi tidak ada yang tahu mengenai hal ini.


"Baiklah Pak, terima kasih atas informasinya, tolong kabari perkembangan di lapangan, kita akan mengatasi agar demo tidak terjadi besok pagi" titah Faro dengan tegas.


"Panggil semua kepala bagian setelah selesai istirahat, kita adakan meeting mendadak" kembali Faro memberikan perintah kepada Mario.


Mario bergerak cepat menghubungi secara pribadi satu persatu kepala bagian yang dibawahinya dengan cepat, meminta mereka untuk diam diam saja tentang rapat kali ini.


Tepat pukul satu siang mereka sudah datang diruang meeting lengkap dengan asisten masing-masing, di pimpin oleh Mario meeting itu, Faro hanya mengawasi tanpa memegang dokumen sedikitpun, Faro hanya menatap tajam satu persatu bawahannya yang menyampaikan laporan pada awal tahun ini.

__ADS_1


Hampir satu jam meeting, Faro hanya mengawasi mereka satu persatu setiap personilnya, ada sekitar empat orang yang Faro curigai terlibat dalam penyebaran informasi pailitnya perusahaan, saat hampir ditutup meeting itu Faro baru membuka suaranya.


"Tunggu, tolong sampaikan pada divisi masing-masing bahwa besok akan turun gaji ke-13 masalah waktunya nanti akan menyusul, tetapi kali ini tidak akan di transfer, akan langsung kes diberikan kepada setiap karyawan, karena ini merupakan syukuran putraku yang kemarin berumur satu tahun, kalian akan menerima amplop itu langsung dari tangan putraku" keterangan Faro tanpa meminta pertimbangan Mario, dan membuat sebagian besar peserta meeting itu membulat sempurna matanya.


Hanya orang yang Faro curigai saja yang seolah kaget dan tidak begitu antusias tentang bonus yang Faro berikan kepada seluruh karyawan.


"Terima kasih, kami pasti akan bahagia mendapatkan bonus gaji ke-13" jawab salah satu orang karyawan dan senyum yang mengembang.


Setelah selesai meeting, Faro memberikan daftar orang yang perlu di curigai selain orang yang dilaporkan oleh pak Basiran tadi.


"Sekarang waktu elo hanya sampai jam lima sore ini untuk menyelidiki orang orang ini" Faro memberikan daftar nama yang di tulis Faro pada sebuah memo kecil.


Tanpa ada bantahan sedikitpun Mario langsung menghubungi pak Basiran dan kepala bagian keuangan, hanya dua orang itu yang sangat Mario percayai saat ini.


"Ok siap laksanakan".


Setelah Mario keluar dari kantornya, Faro langsung menghubungi Ken untuk meminta pertimbangan, Faro juga meminta persetujuan Ken untuk memberikan gaji ke-13 untuk meredam situasi yang akan terjadi esok hari dan Ken juga menyetujui nya.


Selesai menghubungi Ken, gantian menghubungi Mama Meera juga meminta pertimbangan seperti kepada Abi tadi, sebelum Faro mengusulkan gaji ke-13, justru Mama Meera mengusulkan terlebih dahulu tentang gaji ke-13, bahkan Mama langsung membantu memasukkan uang kedalam amplop dengan menggunakan uang pribadinya, walaupun Faro melarang tetapi Mama tetap kekeuh ingin membantu.


Mario sudah mengumpulkan informasi tentang orang yang dicurigai oleh Faro tadi sesuai waktu yang diberikan olehnya, kemungkinan memang ada orang luar yang telah menyusup di perusahaan untuk menciptakan kerusuhan didalam perusahaan.


Informasi dari dalam perusahaan semua orang yang di curigsi sudah diketahui, identitasnya dengan lengkap, langsung dikirimkan oleh Mario kepada detektif Conan untuk diselidiki disekitar rumah dan siapa saja dalang dari peristiwa ini.


Karena kemungkinan tidak akan selesai dalam satu hari ini Faro berniat tidak akan pulang ke rumah, meminta Inneke dan putranya ikut menginap di kantor, bahkan Mario juga tidak ikut pulang karena harus memasukkan uang kedalam amplop untuk diberikan ke seluruh karyawan.


Pagi harinya seluruh karyawan sudah mendapatkan informasi bahwa mulai pukul sepuluh pagi akan bergantian dipanggil oleh CEO, istri dan putranya yang akan langsung memberikan gaji ke-13 itu sekalian merayakan ulang tahun pertama Rafael.


Ternyata strategi Faro berhasil dengan baik, hampir sebagian besar karyawan mengurungkan niatnya untuk berdemo karena isunya perusahaan pailit tetapi kenyataannya justru memberikan bonus satu bulan gaji untuk setiap karyawannya tanpa kecuali.


Sedangkan enam orang yang dicurigai sebagai dalang isu pailitnya perusahaan gigit jari tidak bisa berbuat apa-apa, yang niatnya untuk membuat perusahaan rugi, tetapi tidak berhasil kalah strategi dengan bosnya sendiri.


_________________


terima kasih atas like vote dan komentar


serta hadiahnya shobat tanpa dukungan


shobat semua apalah author ini.


semoga Shobat semua sehat selalu


Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2