
Hari pertama di Tokyo, karena bangun menjelang siang, Faro dan Inneke hanya keluar mengitari hotel dan ke restauran hotel saja, dan sorenya di habiskan berdua di kamar.
Walau banyak protes dan drama yang di ciptakan oleh Inneke ingin jalan jalan ke luar hotel, tetapi tetap saja tidak dapat ijin keluar dari kamar hotel.
"Bang, kalau cuma di kamar aja buat apa harus jauh-jauh ke Jepang, aku ingin jalan jalan" cabik Inneke merajuk meringkuk di tempat tidur tanpa mengenakan sehelai benangpun di badannya hanya selimut tebal saja yang menutupinya.
"Kan besok masih ada waktu Yang, besok aja Abang ajak ke Disneyland pagi hari, jangan kesiangan lagi" jawab Faro sekenanya masih aja mengganggu Inneke selimut itu di tarik perlahan tetapi tetap di pegang erat oleh Inneke.
"Jangan Bang, malu atu, tolong ambilkan baju aku" rengek Inneke tarik-menarikkan selimut dengan Faro.
"Tidak usah malu Yang, Abang sudah lihat, sentuh-sentuh bahkan sudah Abang hisapin semuanya" Faro malah jahil masuk ke dalam selimut mengisap lagi gunung kembar yang tertutup oleh Selimut.
"Aaaah Abang, kenapa buat aku lemah lagi, Faro mulai menggempur Inneke lagi tanpa ampun sampai menjelang pagi, entah berapa ronde, karena tidak ingin kesiangan pukul enam pagi Inneke sudah mandi dan berdandan cantik baru membangunkan Faro.
"Bang, ayo bangun...sayang katanya mau ke Disneyland" rayu Inneke dengan pelan menggoyangkan lengannya.
Karena di panggil sayang Faro sudah tersenyum dan duduk bersandar di dasboard tempat tidur walaupun matanya masih lengket ingin tidur lagi.
"Ayo mandi cepat" Inneke menarik tangan Faro agar cepat ke kamar mandi.
Faro berdiri ingin berjalan kearah kamar mandi karena dari tadi malam Faro juga tidak memakai sehelai benangpun Inneke menjadi menjerit.
"Abang, itu ular kobra mau kemana coba ditutup" Inneke menutup wajahnya tetapi sedikit mengintip di sela-sela jarinya.
Faro malah usil menarik tangan Inneke dan berdiri dihadapannya tidak jadi ke kamar mandi, setelah puas godain istrinya Faro ke kamar mandi membersihkan badannya memakai baju yang sudah di sediakan oleh Inneke.
Selesai sarapan di restauran pagi itu Faro mengajak berjalan pagi di daerah taman hotel, melihat orang berlaku lalang melakukan aktivitas pagi, duduk berdua di bangku taman sampai pukul sembilan pagi, baru berangkat ke Disneyland Tokyo.
Tokyo Disneyland terletak di sebelah timur dari Tokyo di Prefektur Chiba Jepang, sangat mudah diakses dari Stasiun Tokyo dengan mengambil arah JR Musashino Line atau JR Keiyo Line ke Stasiun Maihama, datang dari salah satu bandara internasional Tokyo, maka dapat mencapai Stasiun Tokyo dengan mengambil Tokyo Monorail dari Bandara Haneda atau JR Narita Express dari Bandara Narita.
Jika mengunjungi Tokyo Disneyland selama beberapa hari, maka hotel terbaik untuk menginap adalah Tokyo Disneyland Hotel yang berada tepat di luar gerbang utama Tokyo Disneyland dan Tokyo DisneySea Hotel MiraCosta yang terletak di dalam Tokyo DisneySea, disinilah Faro dan Inneke menginap.
Tokyo Disneyland benar-benar layak untuk dikunjungi, tempat ini adalah salah satu taman Disney yang paling sukses di seluruh dunia,Tokyo Disneyland juga rumah bagi banyak wahana taman Disneyland paling populer plus beberapa tambahan unik sendiri, yaitu Monsters, Inc. Ride dan Go Seek dan Pooh’s Hunny Hunt, Tokyo Disneyland, dan Tokyo DisneySea, menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda, Taman bertema bahari ini sedikit lebih dewasa untuk taman Disney, satu perjalanan yang tidak bisa lewatkan di Tokyo DisneySea adalah Journey to the Center of the Earth.
Setiap permainan dan wahana Inneke ingin menaikinya tanpa terkecuali, Faro hanya pasrah mengikuti kemauan istri tercintanya sampai hampir menjelang sore, Faro sedikit pusing terlalu banyak menaiki wahana yang berjibun. Jadi mual dan pingin muntah, Inneke jadi tertawa lepas, melihat suaminya sudah teler karena mabuk wahana permainan di Disneyland.
__ADS_1
Pulang kembali ke hotel, membersihkan diri dan memesan makan malam di kamar saja, yang biasanya Faro setia menyuapi Inneke, kini Inneke dengan telaten menyuapi Faro yang sedikit teler, karena pusing, selesai makan Faro tidur sebentar.
Inneke sudah duduk manis, memandangi wajah suaminya yang tertidur pulas, malam ini bisa tidur nyenyak tanpa ada gangguan sampai menjelang pagi seperti dua malam ini gumamnya dalam hati.
Tetapi salah prediksi bagi Inneke, pukul sepuluh malam Inneke baru merasa ngantuk ingin berbaring di samping Faro yang sedang pulas tertidur, langsung membuka matanya saat Inneke ada di sampingnya.
"Pakai berapa baju Yang, jangan bilang dobel lagi, coba bangun dulu Abang lihat" modus Faro duduk dan memandangi istrinya, terpaksa Inneke duduk kembali memakai baju lingerie warna putih tulang dengan tali kecil di pinggangnya.
Faro menarik tali kecil di pinggang Inneke sehingga terbuka sempurna baju lingerie tipis itu dan langsung melahap apa yang ada di depannya.
"Abang, katanya pusing, cuma mau lihat, kenapa modus lagi" protes Inneke tetapi menggeliat manja karena kecupan nakal Faro.
"Justru ini obat pusing yang paling ampuh Yang, seharian Abang ngikutin mau kamu, sekarang gantian, sampai pagi harus ikutin Abang" balas Faro dengan senyum nakalnya.
Faro sudah mulai bergerilya naik gunung memutari lembah, naik turun maju mundur dan atas bawah tanpa terlewati sedikitpun, memberikan tanda kepemilikan disana leher, punggung perut kaki bagian bawah sampai bibir di absennya tanpa ada jeda.
Hanya dalam dua malam Faro sudah mulai candu, setiap melihat istrinya mau lagi dan lagi, Inneke tidak kalah juga, permainan itu selalu dia imbangi dengan baik, ini bentuk balas dendam kata Inneke, terpisah hampir satu tahun membuatnya lebih parah dari Faro bucinnya.
Setiap incinya di berikan tanda merah oleh Inneke, tidak perduli terkadang di ledek oleh Faro, ganas kalau sudah panas kata Faro.
"Yang agak bawah sedikit, nanti terlihat orang, aaaaah ssst" Faro sudah merem melek menikmati isapan lembut Inneke.
"Biar aja, biar orang tahu, ini hanya milikku" kata Inneke tanpa henti dari leher pindah dada bidang Faro.
Semakin malam semakin panas permainan mereka berdua, sampai puncaknya penyatuan itu seringnya suara laknat yang di keluarkan dari mulut Inneke membuat semakin menggila aksi Faro, untungnya kamar hotel itu kedap suara, kalau tidak mungkin mungkin sudah banyak yang ngantri mendengarkan permainan itu di depan pintu hotel.
Sampai klimaks penyatuan itu Faro tumbang di samping Inneke dengan nafas yang tersengal-sengal, tersenyum puas melihat wajah Inneke yang bersemu merah, hanya bisa membenamkan wajahnya di dada Faro, malu mengingat apa yang dia lakukan.
"Istriku yang ganas, I love you" kata Faro memeluknya dan terlengkap setelah entah berapa ronde mereka melakukan penyatuannya.
Pukul sembilan pagi Faro baru terbangun, melihat istrinya masih bobok manis, mencium bibir Inneke dengan lembut "Morning kiss"
"Badan aku sakit semua Bang" kata Inneke membuka matanya perlahan mengumpulkan nyawanya sejenak seakan masih enggan bangun.
"Ayo mandi, kita nanti jalan jalan lagi" Faro langsung menggendong Inneke ke kamar mandi di letakkan di buth-up yang diisi air hangat aromaterapi.
__ADS_1
Saat Inneke menggosok punggung dan dada Faro, dia baru menyadari ada banyak stempel merah di seluruh Faro terutama leher dan dada.
"Bang kok banyak banget tanda merahnya, siapa yang melakukannya, kok ganas banget?" tanya Inneke polos tanpa menyadari jika dia yang melakukannya.
"Eeeee emangnya istri cantik Abang ini tidak sadar apa yang dilakukan, masak ada drakula yang menghisap leher dan dada Abang" Faro mentowel hidung Inneke gemas karena dia yang berbuat malah tidak nyadar diri.
"Masak ini aku yang melakukannya Bang, mau aku tambah lagi?" kata Inneke yang mesum sambil terkekeh merasa geli akan kelakukannya sendiri.
"Eee malah mancing ular kobra yang sedang tidur" balas Faro sambil menggelitiki perut Inneke dan mulai adegan panas lagi itu sampai ke puncak klimaks penyatuan keduanya lagi di kamar mandi itu.
Hari ini setelah sarapan Faro mengajak Inneke mengunjungi kuil Sensoji dan Meiji Jingu.
Sensoji adalah situs kuil Buddha Kuno yang buat sebagai penghormatan pada Bodhisattva Kannon (Guan Yin) atau yang populer juga sebagai Dewa Keberkahan. Kuil di Tokyo ini memang populer sebagai salah satu tujuan wisata kota Tokyo.
Sebagai situs tertua yang berada di kota Tokyo, Sensoji tentu menyimpan kekayaan sejarah yang panjang, tempat wisata di Tokyo ini sangat pas untuk Toppers yang ingin melihat keunikan arsitektur sekaligus melihat perjalanan sejarah di Tokyo, Faro dan Inneke menyempatkan mampir ke Nakamise yang berada dekat kuil ini untuk berburu jajanan pasar khas Tokyo yang lezat.
Menjelang sore Faro dan Inneke mengunjungi Kuil Meiji, sebuah kuil Shinto yang didirikan sebagai dedikasi kepada para roh dewa dari Kaisar Meiji dan Istrinya, Empress Shōken, biasanya pada bagian lengkungan kuil atau Torii para penganut Shinto dan Buddha akan membungkukkan badan sebelum masuk dan saat hendak meninggalkan Kuil. Kemudian, akan menemukan Temizuya, air sumur yang digunakan untuk membilas tangan kiri lalu tangan kanan. Kemudian biaslah mulut dengan tangan kiri sebelum membasuh kembali tangan kiri. Terakhir, bilas menggunakan timba.
Memasukki bangunan utama kuil, pengujung biasanya akan membungkukkan badan dua kali dan menggenggam tangan sebanyak dua kali. Setelah itu, Toppers bisa memanjatkan doa-doa didalam hati sebelum membungkuk sekali lagi dan meninggalkan kuil.
Inneke mengunjungi obyek wisata di Tokyo satu ini, Toppers tak cuma akan dibuat berdecak kagum dengan megahnya kuil tradisional ini, tapi juga keunikan adat istiadat dan pengalaman tradisi yang takkan terlupakan.
Sayangnya Inneke hanya bisa mengambil beberapa sport foto saja karena menghormati privasi penduduk setempat tidak di perbolehkan mengambil foto di tempat tertentu, tetapi merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Inneke bisa menikmati keindahan kuil yang sangat megah dan sangat terawat.
Hingga menjelang senja Faro dan Inneke kembali ke hotel dan untuk beristirahat, tetapi istirahat fersi Faro mengganggu Inneke sampai menjelang pagi dengan serangan yang membuat Faro jadi candu.
__________________
Jangan lupa like vote dan komentar serta
hadiahnya karena author sudah khilaf
up dobel hari Minggu ini
terima kasih
__ADS_1