Dia Kakakku Bukan Ibuku

Dia Kakakku Bukan Ibuku
125. Mr Misterius


__ADS_3

Awas Pak dia pegang senjata" teriak salah satu pengunjung yang berjongkok di pojok samping lobi.


"Doooooor"


"Awas.....arrhhhgggg??????"


Faro berdesis kesakitan, berusaha menghindari peluru dengan cepat tetapi peluru dari salah satu laki-laki yang menodongkan senjatanya melesat secepat kilat melewati bahunya dan peluru itu menembus temannya sendiri yang mengenakan baju yang ditempel oleh bom rakitan tepat di dada .


"Breng...sek lo aaarghhh" dia langsung roboh bersimbah darah, bahkan darah itu mengenai timer bom dan langsung mati seketika timer-nya.


Kejadian itu berlangsung kurang dari sepuluh menit, sehingga Faro saja yang mengatasi mereka, polisi dan jemderal Hendro datang semua sudah terkendali dibantu oleh sekuriti supermarket dan tidak ada korban jiwa.


Dalam waktu hampir bersamaan setelah para sekuriti meringkus keenam orang laki-laki yang yang tertembak menunggu ambulance datang, ada suara bom menggelegar di hotel sebelah supermarket.


"Duuuuuuuaaaaar"


Sontak semua karyawan dan tamu hotel berhamburan keluar dengan berlari cepat, suara itu berada di toilet basemen hotel tepatnya.


Tetapi untungnya tidak ada seorangpun saat bom itu meledak, hanya suaranya saja yang menggelegar bahkan sampai radius satu kilometer dari hotel itu, keadaan sekitar toilet basemen itu porak poranda, air mengalir sampai parkiran, serpihan dinding mengenai mobil yang terparkir termasuk mobil Faro, bahkan ada yang mengalami pecah kaca, spion dan bodi mobil yang penyok.


Akhirnya kepolisian dan pihak intelijen dibagi dua, sebagian ke supermarket dan sebagian ke area basemen hotel, sudah hampir semua karyawan dan pengunjung hotel keluar, kepolisian memasang garis polis line agar tidak ada karyawan yang masuk daerah itu.


Faro masih terduduk di kursi samping lobi supermarket karena darah masih mengalir dari bahu bekas tembakan tadi.


"Bang bagaimana keadaanmu?" Jenderal Hendro berlari mendekatinya dan melihat kemeja putihnya sudah berwarna merah terkena darah.


"Bahuku terserempet peluru" jawabnya singkat.


Beberapa ambulance datang dengan suara keras membelah jalanan, satu persatu para tersangka dimasukkan dengan ambulance dengan pengawalan ketat polisi dan diborgol dengan brankar tempat tidur agar mereka tidak bisa kabur.


Breaking news di televisi dan seluruh media sosial semua menayangkan tentang pertarungan Faro seorang diri melawan enam orang laki-laki penjahat, walaupun dia memakai masker dan topi, bagi Inneke tetap saja bisa mengenali sosok siluet suaminya, Inneke menyaksikan breaking news padahal hanya sepintas saat melewati ruang keluarga, kebetulan saat itu Mama Meera sedang menonton sinetron kesukaannya.


Tayangan breaking news itu tidak disertai dengan nama pahlawan yang telah melumpuhkan para penembak itu, semua masyarakat menyebutnya dengan sebutan pahlawan Mr, misterius.


"Mama....dia... siapa dia, kenapa seperti---?" mulut Inneke langsung ditutupnya dengan tangan kanannya.


"Siapa nak, itu baru saja terjadi di sebuah supermarket?" Mama Meera sepertinya tidak begitu memperhatikan jika yang dia lihat adalah Faro.

__ADS_1


"Tidak Mama, tidak apa-apa, aku ke kamar dulu ya Ma" Inneke lari ke kamar dengan cepat.


Inneke langsung menghubungi Faro saat sampai di kamar dan menyalakan televisi yang ada di kamarnya sendiri, dan dengan yakin bahwa dia adalah suaminya.


Tetapi sayangnya handphone Faro dalam keadaan sibuk karena jenderal Hendro sedang menghubungi Mario menggunakan handphone Faro.


Inneke kemudian menghubungi Mario tepat setelah selesai menjawab telepon dari Jenderal Hendro, membelokkan mobilnya ke rumah sakit.


"Ya Bu bos, gue tau yang anda tanyakan, jangan panik dulu, ini gue menuju rumah sakit, ini konsentrasi menyetir, nanti setelah sampai disana gue hubungi lagi"


"Secepatnya kabari ya Bang" titah Inneke singkat.


Demikian juga dengan Ken yang sedang santai duduk di ruang keluarga, melihat tayangan breaking news itu sedikit mengenali jika itu Faro, maka Ken langsung menghubungi Mario, Ken juga sedang gelisah menunggu kabar dari Mario tetapi Ken tidak memberitahu kepada Imma jika yang diberitakan itu adalah Faro.


Jasson dan Fia sedang berada di rumah Papa Andri, setali tiga uang mereka juga melihat tayangan breaking news itu tetapi tidak begitu mengenali siapa sebenarnya Mr misterius.


Di rumah sakit Faro dijaga ketat oleh orang yang berbadan besar dengan seragam hitam hitam, tetapi bukan bodyguard yang biasa mengawal Faro, bahkan Mario juga tidak boleh masuk ke ruang rawat inap, Mario hanya bisa bertemu dengan Jenderal Hendro, jenderal itu bercerita ini semua karena demi keselamatan dan identitas yang selama ini yang selalu dirahasiakan dari masyarakat umum.


Jenderal Hendro juga berpesan agar seluruh keluarga dilarang datang ke rumah sakit, nanti malam Faro akan pulang dengan pengawalan ketat agar tidak diketahui oleh media siapa sebenarnya Mr misterius sebenarnya.


Walaupun dengan sedikit kecewa, Mario tidak bisa bertemu dengan bosnya tetapi harus tetap sesuai situasi dan kondisi, demi keselamatannya dia menerima dengan lapang dada, mengabarkan kepada Inneke dan bos besar atas situasi yang berkembang saat ini untuk tidak ke rumah sakit menunggu di rumah, karena akan pulang pukul tujuh malam saat situasi sudah mereda.


Untuk meredam semakin penasaran media yang begitu gigih mencari identitas Mr misterius, pukul tiga sore pihak kepolisian dan intelejen mengadakan konferensi pers, jenderal Hendro sendiri yang menjadi pembicaranya.


"Teman teman media yang terhormat, saya mewakili pihak kepolisian, intelejen dan pemerintah dengan ini menyatakan bahwa kejadian di dua TKP yaitu supermarket dan hotel yang bersebelahan itu terjadi masih diselidiki, detailnya akan kami sampaikan setelah penyelidikan selesai, mohon bersabar" awal jenderal Hendro membuka pernyataan.


"Mohon ajukan pertanyaan setelah saya menyampaikan penjelasan yang saat ini simpang siur, Mr misterius yang anda sebut itu adalah anggota intelejen kami, yang kebetulan ada di TKP, dan kami bersyukur Mr misterius bisa menyelesaikan dengan cepat, tentang identitas Mr misterius mohon maaf kami tidak bisa membeberkan ke madia karena demi keselamatan anggota beserta keluarganya" setelah jenderal Hendro menyampaikan itu terjadi kegaduhan dari media, dan banyak yang protes tentang identitas dari Mr misterius.


"Tunggu teman teman semua, tunggu dengarkan alasan kami" kata jenderal Hendro tegas karena mendengar suara protes dari awak media, akhirnya para awak media diam.


"Mr misterius adalah ahli intelejen yang memiliki kemampuan diatas rata rata, bahkan pihak negara negara Eropa mengakui hal itu apalagi negara Asia tenggara, sering sekali minta bantuan Mr misterius untuk memecahkan masalah yang ada di negara tersebut, sehingga teman teman bisa bayangkan siapa saja yang akan mengincar keselamatan dia dan keluarga jika identitas itu diketahui oleh umum, bahkan pemerintah akan kehilangan tenaga ahli yang mumpuni seperti Mr misterius, jadi kami mohon bantuan teman teman semua menghormati keputusan pemerintah untuk tidak memberikan identitas Mr misterius demi keselamatan semua pihak, kami berharap semua pihak memakluminya, baik silahkan bertanya saya beri kesempatan sepuluh menit" jenderal Hendro mengakhiri konferensi pers.


"Saya pak, bagaimana sekarang keadaan Mr misterius?" tanya wartawan wanita yang masih muda.


"Apakah anda mengidolakan Mr misterius, hehehe maaf mengecewakan anda, Mr misterius sekarang sudah ada di tengah keluarga tercintanya" jawab jenderal Hendro tertawa lepas dan dengan jawaban yang misterius.


Ada wartawan wanita paruh baya yang mengangkat tangannya juga ikut bertanya "Apakah sudah berkeluarga Mr misterius itu Pak, karena sebagian kaum hawa di negara ini mengidolakan Mr misterius, termasuk saya setelah peristiwa itu" diikuti gelak tawa para pewarta yang hadir.

__ADS_1


"Maaf jika jawaban jujur saya akan mengecewakan anda dan kaum hawa di negara ini, Mr misterius sudah menikah dan di karuniai seorang putra, tetapi jangan tanya usianya hehehe" jawab jenderal Hendro dengan kocak dan diikuti gelak tawa bersama lagi.


Ada satu lagi wartawan laki-laki yang mengangkat tangannya untuk bertanya.


"Ya silahkan giliran anda sekarang tetapi jangan katakan jika anda juga mengidolakan Mr misterius hehehe" kelakar jenderal Hendro membuat suasana menjadi lebih hangat.


"Saya lebih mengkhawatirkan Mr misterius karena terakhir banyak beredar foto di media sosial bahwa beliau terkena peluru mengenai bahunya dan banyak mengeluarkan darah, bagaimana keadaannya sekarang?".


"Mr misterius memang terkena peluru, tetapi hanya menyerempet bahunya, sedangkan peluru itu tertancap di dada salah satu tersangka, dia mendapatkan lima jahitan saja, sekarang sudah berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan sehat".


Selesai konferensi pers itu, media menjadi sedikit tenang, tidak lagi mencari siapa sebenarnya pahlawan yang melumpuhkan enam orang laki-laki bersenjata itu seorang diri bahkan tanpa senjata, media hanya menayangkan kehebatan Mr misterius bergerak melumpuhkan lawan dengan cepat.


Media hanya menebak nebak saja tentang keahlian menembaknya, umurnya bahkan jabatan yang di miliki oleh Mr misterius, tanpa ada yang memberikan keterangan resmi, semua bergulir sesuai imajinasi masing-masing.


Karena menggunakan masker dan topi yang sedikit ditundukkan menutupi sorot matanya yang tajam, sehingga media susah mengenali siapa sebenarnya Mr misterius.


Tetapi masih saja banyak yang penasaran tentang sosok idola baru bagi kaum hawa, bahkan di media sosial banyak yang menebak artis, pengusaha muda dan pejabat sipil yang mirip dengan siluet tubuh Faro.


Tetapi bagi Inneke hanya melihat dari gerak geriknya, siluet tubuhnya dia bisa memastikan jika dia memang suami tercintanya, menunggu pukul tujuh malam seolah olah seperti sebulan bagi Inneke, untungnya Rafael tidak rewel seperti biasanya hari ini, karena siang tadi sebelum berangkat Faro berpamitan dengan putranya jika pulangnya belum tahu jam berapa, jika seandainya telat Rafael tidak boleh nakal.


Tepat pukul tujuh malam Faro tiba di rumah dengan penampilan yang berbeda dikawal oleh dua orang intelejen yang menyamar sebagai sekuriti, bahkan sekuriti yang sedang bertugas menjaga gerbang tidak mengenalinya sama sekali, yang sekuriti tahu bahwa ada tiga tamu menggunakan seragam sekuriti ingin bertemu dengan bibi Jum karena salah satu dari sekuriti itu adalah keponakannya.


Untungnya yang membukakan pintu adalah Inneke, sehingga dia langsung mengenali siapa yang datang dengan menggunakan seragam sekuriti, memakai masker dan kacamata.


"Abang..... syukurlah sudah sampai rumah" tanpa melihat sekitarnya Inneke langsung memeluk Faro dengan erat.


"Pppfffff...ehem" Inneke menahan tawanya melihat penampilan Faro menggunakan seragam sekuriti lengkap dengan topi dan tongkat kayu ditangan dan tertulis nama di seragam itu JAYA.


____________________


Like vote dan komentar serta hadiahnya


shobat semua sebagai semangat


jangan lupa jaga kesehatan seluruh keluarga


dan istirahat yang cukup.

__ADS_1


terima kasih telah mendukung dan mengikuti cerita author


__ADS_2