Dia Kakakku Bukan Ibuku

Dia Kakakku Bukan Ibuku
74. Detektif Remaja


__ADS_3

Keesokan harinya setelah acara resepsi Fia dan Jasson, pagi harinya sebagian besar keluarga istirahat di rumah, kerja hanya dari rumah saja, Jasson masih cuti sehingga masih bersantai di kamar, Faro dan Inneke yang malam ini menginap di rumah kedua orang tuanya juga masih bersantai di kamar, demikian juga Ken hanya tiduran saja masih enggan beranjak dari tempat tidur.


Sarapan pagi bersama hari ini menjadi berbeda dari biasanya karena bertambahnya anggota keluarga, semakin ramai karena ada Rayhan yang bergabung ikut sarapan sebelum berangkat ke sekolah.


Karena meja makan tidak cukup untuk semua keluarga sehingga para laki-laki makan lesehan di samping meja makan dengan menggelar karpet.


"Bang Jasson, Bang Faro hari ini jangan lupa upeti kuota soalnya nanti di sekolah ada tugas kuis di sekolah" cabik Ezo mengedipkan matanya kepada Rayhan.


Jasson hanya tersenyum mendengar Ezo minta upeti tetapi Faro hanya menatap tajam tanpa menjawab malah melemparkan timun di piring Ezo.


"Perasaan beli kuota baru satu Minggu lalu, masak sekarang sudah habis, emangnya itu kuota di makan?" protes Fia sambil mengambilkan nasi goreng untuk Jasson.


"Kakak ini, emang adik Ezo elektronik makan kuota, yang dari Bang Jasson kemarin tidak jadi dibelikan kuota, tapi dipakai untuk membeli peralatan menghias kelas saat wali kelas ulang tahun" jawab Ezo sedikit sedih.


Rayhan ikut menundukkan kepalanya juga sambil melirik Ezo yang sedih gara-gara dirinya kejadian itu terjadi.


"Maaf Zo, Bang Jasson, Bang Faro sebetulnya itu salah gue, bukan salah Ezo" cabik Rayhan menunduk dan sedikit takut.


Jasson dan Faro hanya saling memandang, ada apa dengan kedua adiknya yang kocak dan sering jahil itu.


"Ada apa sebenarnya coba cerita?" tanya Faro sambil memandangi Ezo dan Rayhan.


"Saat ulang tahun wali kelas, kami patungan untuk membeli kue ulang tahun dan hiasan ruang kelas, tetapi saat kami belanja di mall uangnya hilang, padahal perasaan udah gue masukkan di tas, terpaksa uang dari Bang Jasson waktu itu buat ganti serta uang jajan kami berdua selama satu Minggu juga buat nombok" cerita Rayhan merasa bersalah terutama pada Ezo.


"Terus uangnya sampai sekarang sudah ketemu?" tanya Inneke penasaran.


Ezo dan Rayhan menggelengkan kepalanya bersamaan sambil melanjutkan sarapan mereka.


"Bagus kalau kalian bisa bertanggung jawab itu baru laki-laki namanya" nasehat Ken bijak.


"Laki-laki, laki-laki apa, berdua playboy cabe cabean cih" Fia masih meremehkan kedua adiknya yang selalu usil.


"Kakak....jahat banget sih" Ezo melempar Fia dengan tisu.


"Tapi anehnya dua hari lalu ada juga kelas sebelah yang kehilangan uang lo Zo" Reyhan cerita lagi.


Jiwa intelejen Faro seketika muncul dan memiliki ide agar dia adiknya bisa mengungkap misteri hilangnya uang di sekolah.


"Begini aja, nanti pulang sekolah kalian temui Abang nanti Abang ajari bagaimana mencari misteri hilangnya uang itu, tetapi sekarang sudah siang sana berangkat" perintah Faro dengan tegas.


"Betul Bang, asyik.... Zo kita jadi detektif remaja" Rayhan loncat kegirangan karena pemuda satu itu sangat menyukai hal yang berbau petualangan.

__ADS_1


Selesai sarapan Faro dan Ken berada di satu ruangan yaitu ruang kerja, bergulat dengan berkas dan dokumen yang harus di periksa serta di tandatangani.


Fia dan Jasson ada di kamar kembali setelah sarapan, Fia yang sedang mengerjakan tugas dari kampus yang menumpuk karena resepsi pernikahanya, sedikit kesulitan karena Jasson sedikit usil, mengganggu konsentrasi Fia.


"Abang, aku tidak bisa konsentrasi nich, kenapa jadi ketularan Ezo dan Rayhan sih?" protes Fia saat Jasson menarik tangan kiri Fia di ciumi punggung tangannya serta di letakkan di dada Jasson.


"Habisnya Abang di cuekin, Abang jadi bosan" cicit Jasson dengan suara yang manja.


Fia hanya melirik kearah Jasson yang sedari tadi duduk saja tidak tenang, yang biasa kerja di kantor sibuk dengan pekerjaannya, sekarang duduk santai sehingga menjadi bosan.


"Sebaiknya bantuin aku aja sini Bang, daripada bosan, banyak banget nich tugas aku" Fia memberikan salah satu mata kuliah yang umum saja agar Jasson bisa membantunya.


"Baiklah sini coba Abang lihat" Jasson mensejajarkan duduknya di samping Fia, mempelajari sejenak karena sudah lama tidak membaca buku kuliah, setelah faham baru Jasson membantu Fia mengerjakan tugas itu, memberikan catatan di buku memo yang sudah di sediakan oleh Fia tetapi sayangnya tangan kirinya masih usil jika tidak memeluk pinggang Fia terkadang mengelus pipi Fia yang halus.


Sedangkan di kamar sebelah setelah selesai Inneke membantu Imma dan bibi membereskan rumah, baru jam sembilan pagi mata sudah tidak bisa diajak kompromi, sangat mengantuk, berbaring di tempat tidur tidak sampai lima menit sudah terlelap dalam mimpi indahnya.


Saat Faro ingin mengambil berkas di tas kerja yang ada di kamar menjadi kaget dan heran tidak biasanya Inneke pagi hari tertidur pulas.


"Sayang, kenapa masih pagi sudah tidur, apakah tidak enak badan?" Faro mendekati Inneke, memeriksa dahi dan pipinya dengan perlahan.


"Tidak panas badannya,, kenapa akhir-akhir ini jadi sering tidur sih sayang" cabik Faro dengan membelai rambut Inneke.


"Sepuluh menit lagi ya Bang masih ngantuk" Inneke masih terpejam membetulkan posisi tidurnya dan memeluk guling dengan erat.


Setelah satu jam berlalu akhirnya pekerjaan Faro selesai, keluar dari ruangan itu berniat mengistirahatkan tubuh sebentar menyusul istrinya yang dari tadi terlelap dalam mimpinya, tetapi sampai di kamar ternyata Inneke sudah tidak ada di kamarnya.


Yang tadinya berniat istirahat dan bisa memeluk istrinya akhirnya Faro berlari ke lantai bawah dan mencari keberadaannya ternyata dia bergabung dengan para bibi sedang membakar ikan.


Lebih tepatnya bukan membantu menurut Faro karena saat semua sedang membakar ikan itu Inneke duduk bersila didepan bara arang, Inneke sudah menghabiskan dua ikan bakar tanpa menggunakan nasi.


"Itu bantuin bakar ikan atau menghabiskan ikan bakarnya" kata Faro sambil mengacak rambutnya karena gemas.


Inneke hanya nyengir kuda, tanpa malu-malu tetap menikmati ikan bakar dengan lahap "Enak banget Bang".


Imma tersenyum melihat tingkah Inneke, walau sebenarnya ingin menanyakan sesuatu karena curiga ada yang aneh dengan tingkah Inneke tetapi di urungkan, sebab Inneke begitu menikmati ikan bakarnya bahkan dia sudah mengambil ikan ketiga untuk di nikmati nya.


"Bibi ditambah lagi ikannya ya, biarkan menantuku makan sepuasnya" bisik Imma kepada bibi agar Inneke tidak mendengarnya, dan diikuti anggukkan oleh bibi.


Saat makan siang bersama mulai, Inneke tidak ikut makan karena sudah kekenyangan habis empat ekor ikan bakar tanpa memakai nasi, hanya mengambilkan nasi untuk suaminya saja dan duduk disampingnya pula menikmati jus mangga yang dibuatnya sendiri sebelum makan siang.


Sore harinya setelah semua keluarga berkumpul di ruang keluarga bercanda dan bercengkerama, Rayhan dan Ezo mendekati Faro menagih janji tadi pagi yang akan mengajari cara memecahkan misteri hilangnya uang di sekolahnya.

__ADS_1


"Ayo Bang, katanya mau ngerjain kami cara menangkap pencuri uang yang di sekolah" pinta Ezo duduk diantara Faro dan Inneke.


"Iya Abang ajarin tapi sono duduknya jangan deketin istri gue?" Faro mendorong Ezo dengan kakinya untuk duduk di Hambal yang ada di bawah.


"Idih Abang ini, sama adik sendiri kenapa cemburu juga sih dasar bucin" celoteh Ezo duduk didekat Rayhan yang sudah siap mendengarkan Faro mengajari mereka.


"Eee tunggu aku juga ikut Bang" Jasson tidak mau kalah dengan Ezo dan Rayhan.


"Baiklah dengar baik-baik, langkah pertama adalah waktu" Faro mengawali memberikan cara.


Karena tidak tahu maksudnya Ezo dan Rayhan hanya tersenyum dan saling pandang saja.


"Maksudnya Bang?" tanya Rayhan semakin mendekati Faro duduknya.


"Elo harus tahu waktu yang kemungkinan pelaku ada kesempatan untuk mencuri itu kapan?" lanjut Faro sambil memberikan pertanyaan.


"Istirahat sekolah" Ezo menjawab cepat.


"Saat jam olahraga" Rayhan juga tidak mau kalah.


"Good job, kalian selidiki itu dulu sampai betul-betul ada yang di curigai sebagai pelaku, faham?" tanya Faro kepada keduanya dan diikuti anggukkan oleh mereka.


"Langkah kedua adalah personal, maksudnya awasilah waktu yang sudah ditentukan itu orang-orang yang bisa di curigai, kalian faham sampai disini?" keterangan Faro lagi.


"Faham" Jawab Ezo dan Rayhan bersamaan.


Sedangkan Jasson hanya memperhatikan saja interaksi antara dua adiknya dan Bang Faro yang nampak serius mendengarkan semua pembicaraan mereka.


"Jasson kenapa elo diam aja, boleh ikut memberikan saran kepada kedua playboy cabe-cabean ini" canda Faro agar Jasson ikut memberikan saran.


"Tidak Bang, aku juga lagi ikut belajar seperti mereka berdua, teruskan aja" Jasson jadi ikut penasaran cara menangani masalah jika suatu saat nanti akan menghadapi tantangan yang tidak di inginkan.


"Sekarang langkah ketiga, yaitu latar belakang, disinilah ujian kesabaran kalian dimulai, karena setiap orang melakukan kesalahan pasti ada sebabnya, karena tidak semua hal yang jahat diawali niat yang jahat, terkadang diawali karena keterpaksaan, faham belum sampai disini?" tanya Faro setelah memberikan keterangan kepada mereka.


Ezo dan Rayhan menggelengkan kepalanya bahkan Jasson juga ikut menggelengkan kepalanya karena kurang faham apa yang dimaksud Faro.


"Dasar kalian ini, maksudnya seandainya sudah ada yang dicurigai jangan langsung dituduh tanpa bukti autentik, dan jangan lupa apa penyebab mereka melakukan kejahatan itu, jika bisa kita atasi masalah itu tanpa banyak orang yang tahu akan lebih baik, karena sama saja kita bisa menjaga nama baik diri sendiri dan teman, faham sekarang?" lagi lagi Faro memberikan keterangan dan pertanyaan.


Akhirnya Ezo, Rayhan dan Jasson menganggukkan kepalanya faham bahkan sangat faham apa yang diajarkan.


"Nah, sekarang Ezo dan Rayhan selamat melaksanakan menjadi detektif remaja, ingat setiap penemuan harus dilaporkan boleh pada Abang atau Jasson ok" titah Faro dengan tegas.

__ADS_1


"Ok siap bos" Ezo dan Rayhan berdiri memberi hormat bersamaan.


Ezo dan Rayhan kembali ke kamar ingin menyusun strategi menjadi detektif remaja seperti yang ada di film Hollywood kesukaannya.


__ADS_2