
Hampir berjalan lima bulan ini Faro mendekati Inneke, meski mereka dekat dan saling tertarik tetapi belum yang berani mengungkapkan perasaan masing-masing.
Hanya Rendi yang sudah jadian dengan teman dari Inneke yaitu Erna, ini adalah rekor bagi Rendi karena pacaran dengan Erna sudah hampir empat bulan biasanya Rendi hanya tiga bulan akan mencari target baru.
Rendi bertahan karena Erna tidak pernah mau di ajak enak kata Rendi, gaya pacaran anak SD kata Mario, karena Erna tidak mau kontak fisik kecuali hanya bergandengan tangan, sehingga Faro sering meledek Rendi pacaran ala kakak sepupu dan adik sepupu, karena pendirian yang teguh pada diri Erna yang tidak mau di modusin membuat Rendi mau bertahan lama berpacaran dengan Erna.
Hanya Mario yang sampai sekarang bertahan menjomblo, karena dari kecil hidup susah, tanpa di dampingi oleh ibu kandungnya dan semenjak neneknya meninggal dunia saat Mario duduk di bangku SMP membuatnya bertekad ingin membahagiakan ayah yang selama ini mengurus Mario seorang diri, untungnya kuliah mendapatkan bantuan biaya dari orang tua Faro, Mario bertekad setelah sukses baru akan mencari pasangan hidup.
Hampir lima bulan juga kerja sama antara Andri Pranoto dan Decha Thanapon berjalan lancar, Andri selalu mengawasi dengan ketat setiap kali mengadakan ekspor baju jadi yang di produksi oleh perusahaan Andri.
Selama ini Andri tidak pernah memberikan kesempatan kepada Decha Thanapon untuk mengajak kerjasama selain bisnis walaupun dia sering menyinggung ingin bekerja sama selain bisnis pakaian jadi.
Hari ini Andri akan memenuhi permintaan baju jadi dari perusahaannya dengan menggunakan dua kontainer, Andri sudah menempatkan orang-orang yang akan mengawasi gerak-gerik anak buah Decha Thanapon, ada juga orang yang di tunjuk oleh jenderal Hendro yang menyamar menjadi salah satu sopir kontainer.
Sebelum sampai pelabuhan dua kontainer itu berbelok sebentar di sebuah gedung perwakilan agen dari pihak Decha Thanapon, semua orang dari Andri Pranoto dan jenderal Hendro bersiap dengan menggunakan peralatan canggih masing-masing.
Salah satu kontainer itu di buka dan dimasukkan satu karung yang mirip dengan karung yang ada di dalam kontainer itu, jika di perhatikan akan sulit untuk membedakan mana yang dari perusahaan Andri atau yang baru di masukkan ke dalam kontainer itu.
Sopir yang menyamar itu memiliki kamera yang canggih di letakkan di kemeja bajunya, bentuknya persis seperti kancing baju yang dikenakan.
Dengan hanya mengusap kancing itu otomatis kamera mengambil gambar yang sangat banyak baik saat menaikkan barang sampai daerah sekitar dan orang orang yang terlibat di dalamnya.
Dengan otomatis juga kamera itu tersambung ke handphone sang sopir, Sebelum kontainer berjalan melanjutkan perjalanan, sang sopir melaporkan ke jenderal Hendro.
Anak buah Andri ternyata juga bisa mengambil gambar saat itu walaupun tidak sebanyak sang sopir karena menggunakan handphone nya.
Jenderal Hendro yang mendapatkan laporan dari anak buahnya bergegas berangkat mendahului kontainer menuju pelabuhan, di perjalanan jenderal Hendro menghubungi Andri.
"Halo.... selamat siang, jenderal" kata Andri Pranoto setelah menggeser tombol hijau handphonenya.
"Selamat siang...Pak Andri, apakah anda sudah mendapat kabar dari anak buah jika ada hal yang tidak beres di perjalanan ke pelabuhan barang kirimannya?" ucap jenderal Hendro.
"Iya jenderal, baru saja, bagaimana jenderal apakah saya perlu menyusul ke pelabuhan?".
"Jangan pak, sebaiknya anda pura-pura tidak tahu dulu, setelah dapat laporan resmi dari kepolisian, silahkan anda bertindak".
"Ok... saya tunggu kabarnya jenderal, terima kasih".
Setelah jenderal Hendro dan anak buahnya tiba di pelabuhan terlebih dahulu memeriksa pegawai pelabuhan, kontainer yang akan di masukkan ke dalam kapal dan para staf lapangan tanpa terkecuali.
__ADS_1
Anak buah jenderal Hendro membawa anjing pelacak untuk mengendus obat-obatan terlarang, semua kontainer yang sudah masuk pelabuhan tanpa terkecuali juga.
Saat kontainer yang berisi pakaian jadi masuk ke pintu pelabuhan sopir yang menyamar pura-pura tidak tahu jika ada pemeriksaan, sedangkan sopir yang satu lagi sudah panas dingin karena ada pemeriksaan besar-besaran di pelabuhan itu.
Setelah kontainer di turunkan dari mobil tronton dengan Kren, mobil tronton mundur sedangkan sopirnya di minta turun oleh petugas dan di periksa, giliran kontainer itu di datangi oleh anjing pelacak.
Saat anjing pelacak memutari kontainer yang tidak ada barang terlarangnya, anjing pelacak hanya berjalan tanpa menggonggong, tetapi setelah sampai di kontainer yang satu lagi anjing pelacak itu menggonggong dengan keras.
Sopir dan kernet truk tronton itu tambah panik dan takut, sedangkan sopir yang satu lagi lebih tenang dan santai.
Kontainer yang sudah di tandai oleh anjing pelacak langsung di buka paksa oleh jenderal Hendro dan anak buahnya di saksikan oleh sopir dan kernet yang sudah pucat pasi.
Saat kontainer terbuka anjing pelacak berhenti di samping karung yang berisi daun ganja kering seberat 15 kilogram.
Barang di tahan oleh pihak kepolisian, surat jalan yang berisi pakaian jadi yang ternyata ada daun ganjanya tidak jadi di ekspor ke Singapura.
Semua pihak yang terkait di panggil oleh kepolisian termasuk Andri Pranoto, dengan surat resmi.
Hampir satu Minggu kejadian itu diselidiki akhirnya Andri Pranoto terbukti tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuduhan.
Sedangkan Decha Thanapon terpaksa menemui masalah hukum dengan kepolisian Indonesia, disamping latar belakang anak angkat dari seorang ketua mafia Decha Thanapon dan anak buahnya yang berada di Indonesia yang terkait langsung dengan pengiriman barang itu di tahan oleh pihak kepolisian dan diancam dengan hukuman berat bahkan ancaman hukuman mati mengingat penyelundupan narkoba dalam jumlah yang besar.
Tetapi seperti biasa dalam sidang hanya anak buah sebanyak empat orang saja yang di jatuhi hukuman seumur hidup dan 20 tahun penjara, sedangkan Decha Thanapon berhasil membersihkan namanya dengan mengorbankan anak buahnya.
"Bagaimana pak Decha, terus terang dari pihak kami kecewa karena adanya insiden kemarin, ini saya membawa pengacara, sebaiknya kita batalkan kerjasama ini?" tanya Andri tegas.
Andri Pranoto memperhatikan wajah Decha Thanapon lekat-lekat, dalam hatinya tidak ingin membatalkan kerjasama karena di larang oleh jenderal Hendro, agar lebih mudah mengawasi mereka kata jenderal Hendro, dia hanya menggertak saja.
"Maaf pak Andri aku mohon, jangan batalkan kerjasama ini, karena pangsa pasar pakaian jadi yang anda produksi sangat di minati oleh masyarakat Singapura.
Hati Andri Pranoto merasa lega, setelah Decha Thanapon memohon tidak membatalkan kerjasama, ini sesuai permintaan dari jenderal Hendro, hanya cukup menggertak saja bisa mengatasi masalah, sisanya akan di bereskan oleh jenderal Hendro.
"Baiklah pak, pihak kami tidak jadi membatalkan kerjasama ini, tetapi dengan syarat kami harus mengenal orang atau karyawan anda tanpa terkecuali" pinta Andri Pranoto.
"Baiklah pak, akan kami berikan semua daftar karyawan dan staf kami yang ada di Indonesia" jawab Decha Thanapon.
Dua hari setelah pertemuan itu Decha Thanapon memberikan nama karyawan dan staf, dan dikirim ke jenderal Hendro untuk di selidiki latar belakang dan jabatan mereka.
Andri Pranoto juga mengabarkan tentang kejadian itu kepada Faro, agar Faro juga mengetahui gerak-gerik dari orang yang menyelidiki tentang penembakan yang di lakukan Faro saat masih duduk di sekolah dasar.
__ADS_1
Sabtu ini Faro membaca pesan dari Inneke jika semester depan akan melakukan KKN di Malaysia di tempat perusahaan ayahnya bekerja, Faro begitu gelisah, sedangkan tahun depan juga Faro akan melaksanakan skripsi, kemudian malam Minggu ini Faro mengajak Inneke ketemuan di sebuah mall yang biasa Faro datangi saat kecil bersama uminya.
Pukul setengah delapan Faro menunggu di pintu masuk mall saat melihat Inneke berjalan menuju kearahnya dengan menggunakan celana jeans dan kaos berkerah warna pink, terlihat anggun dan cantik.
"Apakah sudah lama menunggu Bang?" tanya Inneke saat sudah di samping Faro.
"Belum sih paling baru sepuluh menit".
Mereka masuk mall dengan berjalan beriringan, saat melihat deretan food court Faro teringat dulu sering pesan es krim bersama uminya.
"Kita pesan es krim dulu yuk, dulu gue waktu kecil sering di belikan umi gue disini" cerita Faro dengan tersenyum manis.
"Boleh Bang, ceritakan pengalaman Abang saat di sini dong?" pinta Inneke.
"Umi gue Bertemu dengan Abi juga di sini" awal cerita Faro.
"Maksudnya gimana Bang, kok aku tidak faham?".
"Kita duduk di kursi panjang itu dulu yuk, nanti Abang ceritakan" jawab Faro tanpa sadar menggandeng tangan Inneke, yang di gandeng hanya tersenyum simpul.
Akhirnya Faro menceritakan pertemuannya antara umi dan abinya dulu, tetapi tidak menceritakan jika uminya adalah kakaknya, Faro menceritakan tentang abi kandungnya yang bernama Abi Dona.
'Senangnya, walau hanya Abi sambung tetapi sangat menyayangi Abang, tidak seperti cerita di luar jika ayah atau ibu tiri itu kejam" celoteh Inneke setelah mendengar cerita Faro.
"Naah..di tempat ini juga Abang ingin menyatakan perasaan ke elu, kalau Abang sayang Inneke" kata Faro langsung to the poin.
"Eeeee.. sebenarnya aku juga suka sama Abang tapi---!" Inneke tidak melanjutkan ucapannya.
"Tetapi kenapa Inneke?" tanya Faro penasaran.
"Ayah dan bundaku melarang berpacaran sebelum selesai kuliah" jujur Inneke kepada Faro.
"Kita jalani aja dulu, tanpa bilang kepada orang tua terlebih dahulu sampai kita lulus, bagaimana?" pinta Faro dengan penuh harap.
Inneke hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan pendapat Faro.
"Jadi hari ini kita resmi jadian ya...di tempat ini, seperti pertemuan Abi dan umi gue pertama kali" ucap Faro senang.
"Baiklah Bang, kita sepakat, dengan syarat jangan beritahu kepada orang tua kita sampai kita lulus" jawab Inneke dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Setelah habis makan es krim Faro menggandeng tangan Inneke berjalan-jalan di dalam mall, sambil bercanda dengan riang, dan setelah puas mengelilingi mall, Faro mengajak makan bakso di food court lantai atas mall.
Sebagai tanda jadian Faro membeli dua casing handphone dan pernak-pernik cauple, yang punya Inneke warna pink sedangkan Faro warna biru Dongker.