
Setelah pulang dari Korea Jasson dan Fia memutuskan untuk tinggal bersama umi dan Abi sampai Fia selesai kuliah, walaupun sebenarnya Jasson sudah mempersiapkan rumah untuk mereka berdua di kompleks perumahan dekat Mama Trisya dan Papa Andri, karena menyebabkan jarak yang jauh untuk kuliah sehingga sepakat setelah selesai kuliah baru akan di tempati rumah itu.
Dalam satu Minggu ini Jasson, Ezo dan Rayhan hampir mendapatkan titik terang siapa yang mencuri uang di sekolah mereka, awalnya ada tiga tersangka yang di selidiki latar belakangnya oleh Ezo dan Rayhan, tetapi setelah mendapatkan analisa dari Jasson mereka cenderung ke salah satu temannya satu kelas yang sering menyendiri dan sering di bully karena latar belakang keluarganya yang miskin.
Ezo dan Rayhan juga setuju dengan analisa Jasson sehingga setelah ketiganya sepakat baru berkunjung ke rumah Faro untuk meminta bantuan solusi apa yang harus di lakukan untuk menyelesaikan masalah pencurian itu.
Sudah janjian besok hari Rabu kebetulan hari libur nasional akan berkunjung ke rumah Faro beserta seluruh keluarga karena juga ingin bertemu dengan Opa Tomy yang tinggal disana, bahkan Papa Andri sekeluarga juga akan ikut menyusul karena memang ada yang ingin di sampaikan untuk Faro.
Inneke langsung mempersiapkan kedatangan keluarga sebelum tidur pagi dengan mempersiapkan hidangan makan terutama, karena sekitar pukul sepuluh pagi semua keluarga kemungkinan sudah akan datang dan berkumpul di rumah, Inneke sekalian memanggil bunda, ayah dan Uthi Intan untuk bergabung.
Saat semua keluarga datang satu persatu, Inneke masih tidur cantik dan terlelap dalam mimpinya, sedangkan bibi Jum dan bibi Narti sibuk mempersiapkan hidangan yang di minta Inneke Sebelum tidur tadi pagi, sehingga saat umi, mama Trisya dan bunda datang langsung membantu mereka di dapur.
Abi, ayah, papa Andri dan Opa Tomy berkumpul di belakang rumah tepatnya di gazebo dekat kolam renang sambil menikmati kopi bercengkerama dengan akrabnya.
Fia dan Jessy sedang asyik berdua membahas tentang kampus dan sekitar permasalahannya.
Faro sedang membaca tulisan tangan laporan hasil penyelidikan tentang pencurian di sekolahnya hampir tiga Minggu ini, target satu anak laki-laki beda kelas, orang tuanya sibuk mencari nafkah sedangkan dia kurang diperhatikan baik dalam kasih sayang tetapi cukup lumayan uang jajannya, target kedua anak perempuan dalam keluarga sederhana tetapi sok kaya dan penampilan yang sempurna, sedangkan target ketiga anak laki-laki satu kelas sering di bully karena kemiskinannya, akhir-akhir ini ibunya sakit karena kecapean sendirian mencari nafkah untuk kedua putranya sedangkan ayahnya meninggal lima tahun yang lalu.
"Siapa yang paling kalian curigai?" tanya Faro setelah selesai membaca laporan mereka yang cukup rapi walaupun baru pertama kali menyelidiki tentang suatu kasus.
"Target ketiga Bang" jawab Ezo dan Rayhan bersamaan.
"Apa alasannya?" tanya Faro lagi.
Ezo dan Rayhan spontan menengok kearah Jasson karena jika ditanyakan alasannya mereka belum bisa cara mengutarakan alasannya.
"Begini Bang, terus terang gue yang menyimpulkan bahwa yang menjadi tersangka adalah target ketiga, karena mereka berdua bercerita sudah mendatangi rumah kecil target ketiga, ibunya sakit butuh biaya berobat ke dokter, target juga mempunyai adik laki-laki yang duduk di bangku SMP yang perlu biaya juga, sedangkan mereka tidak mempunyai keluarga yang bisa membantu, bahkan hutang di warung juga tidak mampu mereka bayar" keterangan Jasson membantu kedua adiknya yang sering usil.
"Baiklah, sekarang dengarkan baik-baik, Abang yang memutuskan kalian bertiga yang harus menyelesaikan sampai selesai" titah Faro lagi.
"Ok...siap, bagaimana caranya?" jawab mereka bertiga kompak.
"Datangi target ketiga sekarang, katakan jika kalian mengetahui jika target ketiga yang telah mencuri uang itu, jika berjanji tidak akan mengulanginya lagi, kalian tidak akan melaporkan kepada kepala sekolah dan wali kelas" perintah pertama Faro.
"Satu lagi sampaikan kepada ibunya mulai sekarang kedua anak itu Abang yang akan membiayai pendidikannya, dan ibunya mulai besok suruh datang kesini, Abang butuh satu bibi lagi untuk bekerja karena bibi Jum akan fokus mengasuh anak Abang jika sudah lahir, kalian faham?" perintah Faro panjang dan lebar.
__ADS_1
Cara mengatasi masalah dengan cepat itulah yang membuat Jasson semakin mengagumi kepandaian kakak iparnya, sampai dia terbengong bengong mendengar perintah itu seperti tanpa berpikir langsung bisa memutuskan dengan cepat.
"Bang Jasson ayo cepat kita kesana" Jasson kaget karena lamunannya di kagetkan oleh Ezo dan Rayhan bersamaan.
"Eeeee iya sekarang ya, sebentar gue pamit Fia terlebih dahulu" Jasson berdiri berjalan ke ruang keluarga dimana ada Fia dan Jessy sedang bercengkerama.
"Sayang Abang mau keluar sebentar sama Ezo dan Rayhan, apa mau ikut?" tanya Jasson duduk di samping Fia memeluknya dari samping tanpa memperdulikan ada adiknya di sebelahnya.
"Tidak Bang, aku disini aja" tolak Fia cepat tanpa menoleh kearah Jasson.
"Baiklah Abang berangkat dulu" Jasson mencium bibir Fia dengan lembut Sebelum berangkat.
"Idih Abang...malu atu, ada aku disini main nyosor aja" protes Jessy sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.
Jasson hanya terkekeh dan mengacak rambut Jessy "Tutup matanya jangan lihat, nanti ngiler" Jasson kembali mencium Fia tetapi di dahinya dengan lembut.
"Hati-hati Bang, jangan lama-lama" pesan Fia kemudian.
Setelah selesai Faro bergabung di gazebo dekat kolam renang, duduk di samping papa Andri ternyata beliau juga mempunyai tujuan tertentu.
"Ya ada apa papa Andri?" tanya Faro singkat.
Mereka berdua turun dari gazebo dan duduk disamping kolam renang.
"Kemarin aku meeting dengan Decha Thanapon tetapi belum selesai dia sudah meninggalkan tempat, sepertinya ada masalah dengan organisasi yang ada di Indonesia" cerita papa Andri dengan tergesa-gesa.
"Jangan khawatir papa Andri, nanti Abang hubungi jenderal Hendro aja, siapa tau beliau sudah mengawasi gerak-gerik mereka" balas Faro dengan tenang.
Jasson, Ezo dan Rayhan berangkat ke rumah kecil di kediaman ibu Sutini namanya, kedua putranya Bagas dan Bagus, saat bertemu mereka awalnya berbicara dengan Bagas tentang pencurian itu, setelah dia mengakuinya dan berjanji tidak mengulangi baru Jasson menyampaikan pesan dari Faro membuat keluarga itu menangis tersedu-sedu karena sangat bahagia keluar dari masalah yang selama ini mereka rasakan.
Sejak saat itu Ezo, Rayhan dan Bagas menjadi teman dekat, bahkan semenjak Bagas berteman dengan Ezo dan Rayhan tidak ada teman yang berani mem-bully Bagas.
Sedangkan bibi Tini sudah mulai bekerja di rumah Faro membantu bibi Narti menangani kebutuhan sehari-hari, sedangkan bibi Jum lebih fokus kepada kehamilan Inneke.
Waktu berlalu dengan cepat, pernikahan Mario dan Ara tinggal dua hari lagi, semua sudah siap tinggal menunggu hari H saja, akad nikah dan resepsi kecil akan diadakan di rumah Mario, persiapkan sudah hampir selesai.
__ADS_1
Hari ini Faro disibukkan oleh pekerjaan intelejen bersama Jenderal Hendro dan anggotanya, karena adanya kerusuhan di daerah sekitar pasar induk dan daerah pasar tanah Abang secara bersamaan, isu yang beredar adalah perebutan kekuasaan wilayah narkoba antar geng yang berbeda pimpinan yaitu pimpinan wilayah barat yang dipimpin oleh Bang Ucok sedangkan wilayah timur di pimpin oleh Laode.
Walaupun dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan TNI tetapi mereka masih bisa mencari celah untuk melakukan penyerangan antara dua geng, bahkan di hari pertama mereka saling menyerang sudah banyak korban yang tewas antara dua kubu, bahkan masyarakat sekitar juga terkena imbasnya, diantaranya rumah rusak, kendaraan umum di rusak bahkan fasilitas umum juga banyak yang rusak, suanana semakin mencekam semenjak pihak kepolisian dan TNI mengamankan situasi dan daerah sekitarnya pasar induk yang berkonflik, sebagian masyarakat banyak yang mengungsi karena takut terjadi penyerangan kembali.
Suasana di sekitar pasar tanah Abang juga tidak kalah mencekamnya, banyak pengunjung pasar yang kembali ke rumah karena takut terjadi penyerangan kembali, membuat pihak kepolisian dan TNI bertindak tegas.
Di hari Sabtu nya Faro dan intelejen menemukan fakta bahwa ada dua geng yang merebutkan kekuatan tertinggi yang selama ini kosong di wilayah Indonesia adalah pemicunya terjadi penyerangan di kedua tempat yang berbeda itu.
Sehingga satu persatu pentolan dua geng itu sudah menjadi incaran pihak kepolisian agar tidak terjadi pertempuran seperti hari Jum'at kemarin, sampai hari ini pihak kepolisian lah yang memburu mereka, anggota dua geng hari ini tidak mendapatkan kesempatan untuk menyerang lagi karena ketatnya penjagaan baik dari kepolisian dan TNI.
Pihak intelijen juga sudah mengendus keterlibatan dari Decha Thanapon, dia juga menjadi target incaran pihak kepolisian hari ini selain Bang Ucok dan Bang Laode yang belum tertangkap sampai menjelang sore hari kepolisian dan TNI mengobrak-abrik markas mereka.
Tetapi sudah banyak dari anak buah kedua geng itu yang tertangkap oleh kepolisian dan di tempatkan di sel yang berbeda karena jika mereka di campur menjadi satu sel tetapi berbeda geng mereka akan kembali menyerang walaupun ada di dalam sel tahanan.
Sedangkan sore ini di bandara Mario merasa cemas sedang menunggu kedatangan calon ibu mertuanya yang akan datang menghadiri pernikahan putrinya Ara.
Saat mau berangkat tadi siang ibunya Ara berpamitan kepada suaminya Theo Thanapon bahwa akan wisata di pulau Bali yang sangat terkenal di seluruh dunia.
Jadi dengan terpaksa ibunya Ara terbang ke Bandara internasional Ngurah Rai Bali terlebih dahulu, setelah sampai kembali membeli tiket pesawat lagi untuk terbang ke Jakarta.
Saat satu persatu penumpang keluar dari pintu bandara internasional Soekarno Hatta Mario memperhatikan dengan seksama, dari tadi siang sudah menerima pesan jika calon ibu mertuanya akan mengenal baju stelan blazer dan celana panjang berwarna biru Dongker, dengan syal kecil berwarna merah melingkar di lehernya.
Saat melihat siluet sosok wanita setengah baya yang dengan anggun keluar dari pintu bandara dengan menarik koper yang lumayan besar, Mario yakin dia adalah calon ibu mertuanya langsung berlari kecil menuju kearahnya.
"Mommy.....I am here" ucap Mario sambil mengangkat satu tangannya.
___________
Mohon dukungan yaaaaa
like, vote komentar dan hadiah
untuk semangat author menulis
terima kasih.
__ADS_1