
"Sehat umi, Tante salam kenal, aku Keke" jawab Keke sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dan mencium punggung tangan mereka bergantian.
"Oya umi, kenalkan ini teman kuliah aku namanya Erna" Inneke memperkenalkan temannya diikuti Erna bersalaman mencium punggung tangan mereka bergantian.
"Silahkan duduk nak, bergabung dengan kami saja, oya Mely... Marisa..si Keke ini keponakan dari Rama yang kuliah di universitas negeri di Jakarta" cerita Imma kepada kedua temannya.
"Keponakan Kemmy berarti dong, kok tidak pernah melihat dia?" tanya Mely penasaran.
"Aku tinggal di Sarawak Malaysia Tante, baru setelah kuliah aja disini" jawab Inneke singkat.
Mely dan Marisa hanya ber-o ria mendengar jawaban Inneke.
"Pesan makan aja dulu, jangan khawatir ada bosnya disini" perintah Marisa sambil memberikan daftar menu makanan.
"Tidak usah Tante, terima kasih, aku lagi take away kepiting lada hitam pesanan nenek, sebentar lagi mungkin selesai" tolak Inneke dengan sopan.
Tidak menunggu lama, setelah di panggil namanya Keke menuju kasir membayar makanan dan mengambil pesanan kepiting lada hitam.
"Umi, Tante kami pamit dulu ya, sudah di tunggu nenek" pamit Keke sambil membungkukkan badannya berpamitan.
"Ya.. hati-hati, titip salam untuk nenek" jawab Imma tersenyum.
"Ya umi nanti aku sampaikan".
Setelah Inneke dan Erna meninggalkan tempat itu, ketiga sahabat itu mulai melanjutkan lagi bercengkerama dengan akrabnya.
"Terus...terus... Im, bersambung lagi dong yang tadi?" pinta Marisa karena penasaran.
"Yang tadi mana?" gantian Imma bertanya.
"Soal suami kamu, yang suka minta jatah sampai menjelang pagi" Marisa sambil menutup mulutnya karena terlalu bersemangat suaranya terdengar oleh pengunjung yang lain.
Sedangkan pengunjung yang ada di sekitarnya hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan emak-emak yang membicarakan tentang adegan ranjang tanpa malu-malu.
"Kalau yang itu aku juga tahu, kak Sandi sering cerita" jawab Mely senyum senyum melirik Imma.
"Aah.... Mely tahu apa sih?" protes Imma tanpa tahu maksud Mely.
"Tahulah..... suaminya dia tuuuh, kalau tidak dapat jatah, pasti di kantor manyun, tidak konsentrasi kadang marah-marah tanpa alasan" cerita Mely.
"Aaaah masak sih, memang begitu?" tanya Imma memajukan tubuhnya memandangi wajah Mely yang tersenyum penuh arti.
"Memang begitu, pernah kemarin, gara-gara tidak dapat jatah karena ada tamu dari kampung, tidak bisa mengerjakan apapun terus tidur di kantor, terpaksa kak Sandi kirim foto ke kamu jika bos sedang sakit, betul tidak?" Tanya Mely kepada Imma, dan Imma hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Setelah kamu datang, esek-esek di kantor selama dua jam kemudian ketawa-ketiwi keluar kantor bergandengan tangan sakitnya langsung sembuh" cerita Mely lagi.
Imma hanya terkekeh mendengar celotehan Mely, hanya bergumam sendiri ternyata Sandi cerita kepada istrinya yang notabene teman akrabnya.
"Kamu tahu Im, gara-gara peristiwa itu, setelah kamu dan suamimu yang mesum itu pulang?" tanya Mely kepada Imma.
"Apa memangnya?" tanya Imma dan Marisa bersamaan.
"Jam tiga kak Sandi pulang ngerjain aku di kamar mandi, saat aku mau mandi" cerita Mely sedikit kesal.
Imma dan Marisa langsung tertawa lepas, tetapi langsung menutup mulutnya saat di lihatin oleh pengunjung restauran yang duduk di sebelahnya.
"Kenapa harus di kamar mandi, kan ada kamar?" tanya Imma kemudian.
"Di kamarku, ada Raffa putraku lagi bobok manis" cabik Mely lagi.
__ADS_1
Mereka tertawa bersama-sama lagi, ternyata bisa menular penyakit mesum dari bos ke asistennya.
"Memangnya suami kamu tidak begitu Mar?" gantian Imma bertanya.
"Suamiku sih orangnya kalem, paling seminggu mintanya cuma dua kali" jawab Marisa santai.
"Berarti kebalikan dong sama suami Imma?" cicit Mely lagi.
"Kebalikan bagaimana?" tanya Marisa penasaran.
"Suami Imma mintanya sehari dua kali" ucap Mely, dan diikuti mereka tertawa bersama-sama dengan lepas lagi.
Pertemuan mereka berakhir setelah Imma mendapat telepon dari suaminya jika Ken akan menjemput di halte dengan mall itu.
Kembali ke rumah masing-masing, melakukan aktivitas seperti biasa, mengurus rumah sebagai ibu rumah tangga.
Fia sudah kembali sekolah seperti biasa, hari-harinya padat dengan sekolah, les tambahan dan kegiatan karate, pengalaman di serang oleh orang yang tidak di kenal membuat Fia semakin banyak berlatih, belajar dan belajar karena hampir mendekati ujian akhir.
Beda lagi dengan Ezo, semakin hari semakin ganteng saja si Ezo, banyak ABG yang selalu mengidolakan sosok Ezo yang begitu tampan.
Selalu tebar pesona jika Ezo di sekolah, tetapi tidak ada yang di pacarinya, dia hanya tengil dan iseng menggoda teman sekolah, karena di larang oleh abangnya untuk berpacaran masih kecil.
Karena tidak ada yang di pacarinya, sehingga dia sering di juluki playboy karena seringnya mendapatkan gombalan dari seorang Ezo yang tampan.
Inneke dan Erna juga sedang memulai skripsi, sehingga membuat pertemuan antara pasangan Inneke dan Faro serta si Erna dan Rendi jarang bertemu, hanya melalui vedio call ataupun pesan WA itupun juga jarang.
Rupanya setelah pertemuan di mall itu antara Rendi dan Erna tersambung lagi, berniat akan menikahi setelah lulus kuliah nanti sama seperti Faro, hanya bedanya Rendi sudah mulai mendekati orang tua kandung Erna di Bandung dan berterus-terang jika menyukai anak gadisnya.
Memang lebih cepat satu langkah jika di bandingkan Faro jika menyangkut soal asmara, Rendi memang lebih pandai merayu wanita.
Hari ini Rendi berkunjung ke perusahaan Faro, setelah selesai bertemu klien di daerah Jakarta dekat perusahaan itu.
"Bro.....apa kabar?" tanya Rendi saat masuk di ruang Mario tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Elo bikin kaget aja, coba ketok dulu pintunya, kalau gue jantungan bagaimana?" cabik Mario sambil melempar bolpoin kepada Rendi.
"Segitu kagetnya, emang lagi ngapain sih lo?".
"Ini neraca bikin gue sakit kepala, ada selisih lumayan banyak" cerita Mario kesal.
"Ayo refresh dululah, ke ruangan bos elo aja, kita ngobrol"
Mario berdiri meninggalkan pekerjaan yang menyita otak dan pikirannya, mengikuti Rendi yang berjalan ke ruangan Faro.
Rendi langsung masuk ruang kantor Faro juga main nyelonong tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Hai...bro....!" Rendi melambaikan tangannya dan tersenyum manis.
"Ee elo Ren, ketok dulu coba, kagak sopan banget sih jadi orang, gue kutuk jadi gajah elo baru tahu, tidak bisa masuk tempat sembarangan" gerutu Faro karena kaget.
"Mau ngapain elo kesini tumben banget?" tanya Mario setelah duduk di samping Rendi.
Faro juga ikut duduk di depan mereka berdua di sofa yang ada di pojok kantor Faro.
"Ini kantor kalau setelah gue lihat berkali-kali, perasaan terlalu besar deh!" Proses Rendi kepada Faro.
"Iya memang rencana sebelah sana mau gue bikin kamar dan kamar mandi seperti yang ada di kantor Abi gue" cerita Faro.
"Tuuuh, asisten ...... catat atau kalau perlu di realisasikan sekarang aja, mumpung belum jadi makmum betulan itu si Inneke" titah Rendi kepada Mario sambil tersenyum.
__ADS_1
"Apa hubungannya kamar dengan calon makmum?" tanya Mario heran dan tidak mengerti.
"Bro....bro....polos banget sih otak elo, kayak perawan yang belum di jamah oleh drakula" ucap Rendi tertawa dengan suara yang menggema.
Faro hanya terkekeh, mengingatkan waktu kecil jika Faro ikut uminya ke kantor, harus bermain dengan om Sandi saat Ken dan Imma masuk kamar yang ada di kantor, sekarang baru mengetahui fungsi kamar bagi kedua orang tuanya itu.
"Cari tukang aja Mario, boleh juga di kerjakan sekarang, paling satu bulan selesai" perintah Faro.
"Baiklah bos, Minggu ini, aku cari tukangnya" balas Mario.
"Jangan jangan elo mau bawa calon makmum ke sini untuk menyicil bulan madu di kantor" curiga Rendi kepada Faro.
"Sembarangan, otak tu dicuci dulu, ngeres banget otaknya, emang elo suka icip-icip atau nyicil pada cewek yang elo modusin" kata Faro sambil melempar tisu.
Rendi terkekeh, tetapi mengingat Minggu kemarin dia baru pulang dari Bandung ke tempat Erna dan mendekati calon mertuanya.
"Itu dulu bro... sekarang gue udah tobat, Minggu kemarin aku ke Bandung" Rendi mengawali ceritanya.
"Elo ngelamar Erna, kenapa tidak ajak-ajak?" tanya Mario.
"Belum ngelamar resmi sih, baru perkenalan aja, gue tidak mau kehilangan si doi lagi, jadi harus gercep" jawabnya cepat.
"Jadi kapan ngelamar resminya?" tanya Faro kemudian.
"Rencana sih setelah selesai sidang skripsi, gue langsung ngelamar, elo bagaimana bro?" tanya Rendi kepada Faro.
Faro hanya mengambil nafas kasar, masih bimbang antara Inneke dan perjodohan itu, soalnya Inneke pun belum mau berterus terang kepada ayah bundanya, belum banyak yang tahu tentang hubungan ini kecuali kedua temannya dan Erna saja.
"Entahlah Ren, gue masih galau, Inneke masih belum berani cerita kepada nyokap dan bokapnya, gue juga masih kepikiran terus terang perjodohan almarhum Bokap kandung gue" cerita Faro dengan mata yang sayu.
"Sorry ya bro, gue duluan yang menikah, semoga nanti kalian cepatlah menyusul, kita bisa besanan suatu saat nanti" celoteh Rendi dengan memeluk Mario dari samping.
"Ya... elo duluan saja, jangan lupa nanti cerita kalau sudah berhasil mengegolkan gawang" pinta Mario sedikit nyeleneh.
"Enak aja, yang itu rahasia perusahaan, kalau elo pengen cepat cari gandengan sendiri, atau kalau perlu praktek aja ama si Cinta tuuh" cerocos Rendi kemudian.
"Idih...ogah banget, lagian si Cinta sukanya ama elo, bukan ama gue" protes Mario merinding jika mengingat laki-laki yang lemah gemulai seperti ulat.
"Jangan meremehkan si Cinta, dia dokunya segunung, elo berdua aja pasti kalah" cerita Faro lagi.
"Merinding gue, inget tangannya bergelayut manja di tangan gue" ucap Rendi menggoyangkan badannya dan mengusap lengannya sendiri.
Akhirnya mereka tertawa terbahak bahak, hanya karena mengingat si Cinta yang notabene seorang laki-laki yang terjebak dalam genre wanita lemah gemulai.
"Kok elo bisa santai gitu jika bertemu dengan si Cinta sih bro?" tanya Rendi kepada Faro.
"Gue kan sudah mengenalnya sejak masih kecil, dulu waktu kecil, gue sering di belikan es krim rasa stroberi dan coklat sama dia" cerita Faro.
___________________
Sahabat author hanya mengingatkan
jangan lupa like vote komentar dan hadiah
untuk give away nanti.......
boleh juga tebak give away nya
apa hayo....... siapa tau betul dan mendapatkan
__ADS_1
tebakan itu... terima kasih.
I love you all