Dia Kakakku Bukan Ibuku

Dia Kakakku Bukan Ibuku
8. Yang Ketiga Setan


__ADS_3

Setelah satu Minggu dari pertemuan antara Faro dan Andri Pranoto, jenderal Hendro bertemu dengan Andri Pranoto dan di dampingi oleh Lewi Cervantes di sebuah barber shop di sebuah mall terkenal di Jakarta sedangkan Faro tidak ikut dalam pertemuan itu karena Faro ada ujian di kampusnya, dan juga untuk menghindari kecurigaan anak buah Ramos Sandara yang sesekali masih mengikuti kegiatan Andri Pranoto.


Jenderal Hendro juga sengaja tidak melibatkan Faro untuk meminimalisir terjadinya dampak negatif yang terjadi jika ada Faro dan juga ingin menepati janjinya kepada Ken jika akan merahasiakan identitas Faro sebagai ahli di instansi yang di pimpinnya.


Dalam barber shop itu Andri menawarkan kerjasama dengan jenderal Hendro tentang kemungkinan jika Decha Thanapon akan berniat menyelundupkan barang ilegal melalui perusahaannya.


Andri meminta perlindungan dari pihak yang berwajib, Andri akan memasang CCTV dan mengawasi gerak-gerik Decha Thanapon saat bertransaksi dengan mereka serta akan melaporkan penemuan yang akan di dapatkan nanti ke depannya.


Dengan kerjasama itu akan saling menguntungkan antara dua belah pihak, perusahaan Andri aman sedangkan jenderal Hendro bisa mendapatkan informasi tentang perdagangan ilegal yang ada di wilayah Indonesia.


Kesepakatan besar itu selesai bersamaan dengan mereka selesai potong rambut dan berpisah setelahnya tanpa di curigai oleh siapapun, sedangkan Lewi hanya duduk di kursi tunggu tamu dari awal pertemuan bosnya dengan jenderal Hendro sampai selesai.


Selesai pertemuan itu Andri Pranoto mengirim pesan WA kepada Faro, mengabarkan jika sudah ada kesepakatan antara dirinya dengan jenderal Hendro.


Faro yang mendapatkan informasi dari Andri merasa sangat senang, semoga kedepannya akan lebih baik lagi jika ada kerjasama antara Andri Pranoto dan jenderal Hendro gumam dalam hati sambil tersenyum.


Imma yang melihat Faro senyum senyum sendiri menjadi penasaran dan ingin menggodanya, duduk di samping Faro.


"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta, senyum senyum sendiri umi lihat dari tadi?" tanya Imma sambil mengedipkan matanya.


"Apa sih umi bikin kaget aja?" jawab Faro tersentak kaget.


"Abang sih, melamun nya sambil senyum senyum, jadi kaget kan?".


"Tidak umi, ini lagi cathing ama pak Andri Pranoto, bukan ama cewek, coba lihat!".


Tetapi saat Faro menunjukkan handphone kepada Imma bersamaan ada notifikasi WA masuk dari nomor dengan nama calon makmum.


"Mana ada pak Andri, nah itu dari calon makmum, siapa dia hayo?" goda umi.


"Hah, masak ada tulisan calon makmum sih..., iya... betul, bukan siapa-siapa umi, baru PDKT aja belum resmi" akhirnya Faro mengaku.


"Waaah muka Abang merah kayak tomat, ketauan, teman kampus Bang?" tanya umi dengan memeluk Faro.


"Iya....umi, mahasiswi baru, dia baru di angkat menjadi sekertaris senat kemahasiswaan" cerita Faro perlahan.


Imma tersenyum mendengar cerita Faro, Walaupun hati merasa sedikit bersalah dengan adanya amanah dari Abi Dona yang harus menikah dengan keturunan Anton.


"Kok malah melamun mi, ada apa?" tanya Faro heran melihat Imma yang melamun memikirkan sesuatu.


"Tidak Bang, umi hanya berpikir tidak terasa sekarang Abang sudah gagah dan tampan, pasti menjadi idola cewek-cewek di kampus".


Ken yang datang dari luar menenteng tas kerja baru pulang dari kantor, mendengar ucapan Imma langsung ikut berkomentar.


"Siapa dulu dong abinya, gantengnya kan cuma sebelas dua belas, beda tipis" celoteh Ken.


"Iya deh, bedanya sebelas dua belas, tetapi paling ganteng ya Ezo" cabik Ezo yang baru datang dari kamar.


"Naaah itu baru betul, Abi dan Abang sebelas dua belas tapi Ezo yang paling ganteng" jawab Imma dengan memeluk putra bungsunya itu.


Imma mengambil tas Ken, membukakan dasinya menggandeng tangan suaminya itu ke kamar.


"Mandi dulu sayang...bau asem, nanti baru ngobrol lagi dengan anak-anak" perintah Imma.

__ADS_1


"Honey... nanti aja ya mandinya, pingin peluk umi dulu, biar bau asem tapi kan seksi" rayu Ken dan memeluknya dari belakang.


"Jangan modus Abi, anak-anak sudah besar kenapa sih mesumnya tidak hilang juga?" protes Imma dengan memukul lengan Ken pelan.


"Umi mau bilang kita sudah tua gitu, coba lihat kelapa semakin tua akan semakin banyak santannya, Abi juga begitu semakin tua Abi semakin kecanduan umi" semakin Ken intens bergerilya.


"Bi...ini masih sore, coba dengar anak-anak sepertinya ada di lantai atas".


"Honey... tidak asyik aah, coba lihat sudah bangun dianya, kebiasaan selalu harus menunggu malam tiba" Ken mengerucutkan bibirnya, kesal berjalan gontai menuju ke kamar mandi.


Sampai pintu melirik Imma yang berdiri menatap sendu Ken berbalik badan, mendekati Imma mencium bibirnya dengan penuh gairah, Ken hanya memancing istrinya saja, setelah merasa terbuai, dengan senyum devilnya berlari ke kamar mandi dengan santai.


Imma akhirnya ikut menahan rasa, dan bergumam sendiri "Awas ya nanti malam umi balas, salah siapa membangunkan macan betina sedang tidur".


Imma keluar kamar menuju lantai bawah bergabung dengan anak-anak bercengkerama Bersama dengan riang.


Malam ini adalah malam Minggu, karena Mario dan Rendi masih jomblo, keduanya memutuskan nongkrong di Imma kafe untuk cuci mata, karena biasanya jika malam Minggu pasti kafe sangat ramai.


Ezo lebih memilih main game di kamarnya sendiri, Fia sedang chatting bersama teman--temannya sekolahnya.


Faro bergabung dengan Rendi dan Mario nongkrong di kafe milik uminya, memang tidak di pungkiri jika malam Minggu banyak pasangan muda mudi yang mengunjungi kafe, jarang yang datang hanya seorang diri, sebagian besar berpasangan, dan keluarga kecil yang memiliki satu anak.


"Bro, lihat itu ada yang datang sendiri berarti dia masih jomblo" ucap Faro dengan memanas-manasi jiwa petualang Rendi.


Datang seorang laki-laki setengah wanita dengan berjalan bak peragawati dengan dandanan yang menor.


Yang awalnya Rendi merasa tertantang akhirnya geram setengah mati karena yang datang wanita jadi-jadian alias waria.


"Kurang asem lo, gue di empani wanita jadi-jadian, reseh elo bro" umpat Rendi kesal.


"Kena batunya lo, biar kapok hobinya mainin cewek sih" kata Mario dengan mengusap air matanya karena tertawa.


Tetapi justru waria itu mendekati meja mereka perlahan berjalan bak peragawati yang sedang melenggak-lenggok di atas catwalk.


"Bang.. siapa dia apakah teman lo?" tanya waria itu sambil mentowel dagu Rendi.


Sedangkan Rendi panas dingin karena merasa geli sudah di towel oleh laki-laki gemulai itu.


"Dia teman kuliah gue namanya Rendi, Cin" jawab Faro santai.


Rendi dan Mario membelalakkan matanya ternyata antara Faro dan laki-laki lemah gemulai itu saling kenal.


"Apakah umimu di rumah Bang, Cinta bawa pesanan umi cantik nan anggun itu?" tanya laki-laki yang menyebut namanya Cinta itu.


"Sebentar Cin, gue telepon umi biar kesini aja, daripada nanti Cinta bingung cari umi kalau sudah masuk kamar tidak dengar" jawab Faro.


Faro bergegas menghubungi Imma, dan berjanji segera turun menemui si Cinta.


Imma datang dari rumah berjalan mendekati Faro dan teman-teman serta Cinta yang duduk manis sambil melihat Rendi yang panas dingin karena ada laki-laki lemah gemulai.


"Hai...Cin, mana pesanan aku, sudah dapatkah?" tanya Imma dengan cipika-cipiki dengan manjanya.


"Iiiih... semakin hari semakin cantik dan anggun, dikau" teriak Cinta sambil lenggak-lenggok seperti cacing kepanasan.

__ADS_1


Setelah selesai memberikan pesanan dan di bayar kes oleh Imma si Cinta segera pamit karena banyak pesanan yang harus diantar.


"Terima kasih, Cinta pamit ya say, da..da Bang Faro ganteng" ucap si Cinta dengan melambaikan tangan seperti pemilihan Putri Indonesia.


Tetapi baru dua langkah si Cinta kembali berbalik badan mentowel kembali Rendi di pipinya "Da...da... Rendi ganteng, nanti kita kencan ya...tenang aja Cinta yang akan traktir".


Faro dan Mario tertawa terbahak bahak melihat Rendi kesal setengah mati dua kali di towel oleh laki-laki gemulai.


"Kalian lanjutkan ya... permisi dulu, Bang... jangan lupa kalau temannya lapar ajak mereka makan di dalam!" perintah umi berjalan meninggalkan mereka bertiga.


"Waduh geli gue ada laki-laki kok lemah gemulai gitu, jualan apa sih bro?" tanya Rendi kepada Faro.


"Jualan sabun kecantikan si Cinta itu, Rendi ganteng" jawab Faro sambil mentowel hidung Rendi menirukan yang di lakukan oleh Cinta tadi.


"Cih...gila lo bro, kenapa cuma gue aja yang di goda sedangkan kalian tidak?" tanya Rendi lagi.


"Itu tandanya si Cinta itu naksir elo bro" jawab Mario sekenanya.


"Ogah... mending umi elu, cantik dan anggun tidak seperti wanita jadi-jadian itu, merinding gue" cicit Rendi dengan begitu kesal.


Sedangkan Ken dari tadi mencari Imma kemana-mana, saat Ken masuk kamar mandi, Imma sedang memakai krim malam, tetapi setelah keluar dari kamar mandi, dia sudah tidak ada tanpa bilang, mencari ke kamar Fia dan Ezo juga tidak ada, tetapi saat ingin mencari di lantai bawah, Ken melihat Imma naik tangga dengan membawa bungkusan kecil.


"Darimana honey, di cari kok tidak ada?" tanya Ken khawatir.


"Dari kafe, bertemu Abang dan temannya, ini sabun kecantikan dari si Cinta" jawab Imma santai.


"Si Cinta wanita jadi-jadian itu, iiiihh, geli Abi jalannya kayak ulat kepanasan".


Imma terkekeh, memang dari dulu jika Imma bertemu dengan si Cinta penjual sabun kecantikan akan menghindar karena geli tingkahnya yang kemayu padahal aslinya dia seorang laki-laki.


Imma melanjutkan memakai krim malam yang sempat tertunda karena menemui Cinta, tetapi Ken mulai mengganggu Imma dengan memeluknya dari belakang.


"Bi, belum selesai pakai krim malam nich, ganggu aja sih" cabik Imma kesal.


Ken tidak menggubris protes Imma, dia semakin mengeratkan pelukannya dan mengecup punggungnya.


"Pakai aja krimnya, yang penting Abi tidak menggangu bagian wajah" Ken mulai modus tangan sudah tidak bisa di kondisikan.


Imma mengingat tadi sore menahan rasa jadi ingin sedikit menggoda Ken.


"Sebentar Bi, aduh...aduh...perut umi sakit, ke kamar mandi sebentar ya, ada yang mau keluar".


Terpaksa Ken harus menunggu hampir setengah jam di depan pintu kamar mandi, baru menggendong Imma setelah keluar dari kamar mandi itu, setelah itu silahkan bayangkan sendiri yaaaaah...... terima kasih.


__________________


Jangan lupa tinggalkan jejak.


like, vote, komentar dan hadiahnya.....


untuk semangat menulis......


I love you all.

__ADS_1


__ADS_2