
Pagi harinya Jasson dan Fia ke pulau Jeju dan menginap di salah satu hotel bintang lima dengan paket honeymoon di pulau itu, Jasson berharap di pulau Jeju lah bisa menikmati malam bersama Fia yang tidak terlupakan oleh keduanya.
Pulau Jeju, pulau terbesar di Korea, terletak di barat daya Semenanjung Korea. Pulau ini adalah salah satu tempat liburan terbaik untuk bersantai di Korea berkat suasana lokalnya yang unik dan lingkungan alamnya yang indah, Tabung lava vulkanik yang membentuk hampir 10% wilayah pulau adalah Situs Warisan Alam Dunia UNESCO.
Puncak Ilchulbong Seongsan, Gua Manjanggul, dan Taman Nasional Hallasan adalah pemandangan yang harus di nikmati jika berkunjung ke pulau Jeju, objek wisata tambahan termasuk hutan, air terjun, dan kerucut gunung berapi juga sangat memukau mata memandang.
Hampir seharian Jasson dan Fia menjelajahi pulau Jeju berdua di temani tour guide mengunjungi lingkungan alamnya bermain di air terjun terutama yang sangat di Fia sukai.
Sampai hotel Jasson dan Fia sedikit malam, ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Jasson dengan alasan sudah malam, saat Fia mandi dia menyusul seperti kemarin.
"Abang mau mandi jugakah, aku baru mau mulai?" tanya Fia kembali gugup karena melihat Jasson yang sudah mulai membuka bajunya satu persatu.
"Sudah malam sayang kita mandi bareng saja seperti kemarin" ajak Jasson masuk bath-up menyusul Fia tetapi berada di depannya saling berhadapan.
Jasson menatap sendu wajah Fia yang gugup mengusap lembut pipinya, tetap di dalam bath-up Jasson mencium bibir Fia dengan lembut, sengaja Jasson tidak sampai mengeksplor kedalam mulutnya seperti biasa karena Jasson lebih tertarik gunung kembar yang terlihat nyata di depannya, dengan sedikit menunduk Jasson langsung melahap dan mengisap puncaknya perlahan dan lembut.
"Aaaaah Abang" tanpa disadarinya Fia mengeluarkan desahan kecil yang membuat hatinya semakin memanas.
"Sayang apakah boleh Abang minta malam ini?" tanya Jasson setelah melepaskan tautan dari ujung gunung kembar Fia.
Dengan ragu Fia mengangguk setuju, tanpa pikir panjang Jasson menggendong bridal Fia menyambar handuk yang tergabung di samping bath-up mengeringkan tubuhnya dan membaringkan di tempat tidur.
Dibawah Kungkungan Jasson, dia mulai bergerilya di setiap lekuk tubuh Fia mengabsen setiap lekuk tubuhnya, setelah Fia mulai bisa menikmati sentuhan Jasson, barulah Jasson memberikan kiss mark, sentuhan tangan Jasson seakan membuat Fia melayang tanpa bisa menolaknya sedikitpun, walaupun mulutnya mengatakan belum siap, tetapi badan dan hatinya tidak bisa menolak, dengan lembut Jasson memainkan inti milik Fia membuatnya semakin mengeluarkan desahan yang tidak bisa di tahan oleh Fia.
"Abang mulai masuk ya sayang" bisik Jasson dengan mengecup bagian belakang telinga Fia membuatnya semakin menegang.
"Apakah akan sakit Bang, aku takut?" tanya Fia sambil menggeliat manja.
"Tidak sayang, Abang akan melakukannya dengan lembut" Jasson mulai memasukkan senjatanya perlahan, di diamkan terlebih dahulu didalam sana agar Fia merasa nyaman.
"Abang lanjutkan ya?" pinta Jasson lembut, tidak ada jawaban dari Fia, membuat Jasson semakin intens bergerilya tangannya dan perlahan tapi pasti Jasson mulai menggerakkan senjatanya perlahan naik turun dengan lembut, desahan Fia semakin sering seiring gerakan yang Jasson lakukan, ditambah ritme gerakannya lebih cepat sampai keduanya sampai klimaks, akhirnya Jasson tumbang di samping Fia.
"Terima kasih sayang I love you so much" Jasson sangat bahagia hari ini akhirnya tidak menahan rasa lagi, bisa mendapatkan cinta seutuhnya dari istri tercintanya.
Karena capek keduanya tertidur pulas hingga pagi menjelang, masih dalam keadaan tanpa menggunakan sehelai benangpun Fia mulai mengerjap, membuka matanya perlahan ada tangan yang melingkar di pinggangnya, mengangkat tangan itu di pindahkan di guling yang di selipkan antara keduanya, bergeser sedikit ingin bangun dari tempat tidur.
Tetapi ada rasa perih diantara kakinya membuat Fia sedikit merintih dan mengurungkan niatnya untuk bangkit dari tempat tidur.
"Sssstt, aduh perih banget" rintihan Fia dengan suara lirih.
Ada suara rintihan dari Fia membuat Jasson terbangun, matanya langsung terbuka lebar memandangi wajahnya dengan lekat.
__ADS_1
"Ada apa sayang, apanya yang sakit?" tanya Jasson khawatir.
"Sudah bagun Bang, maaf jadi terganggu ya, perih banget ini mau ke kamar mandi?" jujur Fia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.
Jasson terkekeh melihat tingkah Fia yang masih malu-malu padahal sudah dua kali Jasson melihatnya tanpa terhalang oleh sehelai benangpun.
"Tidak usah malu sayang, Abang sudah melihatnya bahkan sudah Abang rasakan juga semuanya, mana yang sakit coba Abang lihat?" Jasson terbangun duduk di samping Fia tanpa malu-malu padahal dia juga tidak memakai sehelai benangpun di badannya.
"Eee Abang malu atu... yang sakit dan perih di bawah sini" cabik Fia meringis menahan sakit tidak berani beranjak dari tempat tidurnya.
"Ayo di rendam dengan air hangat akan berkurang perihnya" Jasson menggendong bridal Fia dengan menarik selimut yang menutupi tubuh Fia sehingga dua duanya polos berjalan ke kamar mandi.
"Abang selimutnya jangan di tinggal malu" cabik Fia dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jasson.
Tanpa memperdulikan protes Fia, Jasson membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan kaki menutup pintu juga menggunakan kaki, di dudukkan didalam bath-up yang masih kosong, diisikan air hangat dalam bath-up itu langsung membuat tubuh Fia terasa hangat, tanpa disadarinya sedikit demi sedikit berkurang sakit dan perih yang ada dibawah.
"Bagaimana sudah lumayan segar, berkurang perihnya?" tanya Jasson lembut dan menggosok punggung Fia.
Fia hanya mengangguk, rasa malu masih saja terlihat jelas, wajah yang bersemu merah membuat Jasson semakin gemas.
Walaupun terbangun dan tegak berdiri lagi senjata Jasson, menuntut ingin kembali meminta lebih, tetapi melihat istrinya yang merasa kesakitan meringis menahan perih, hati Jasson tidak tega untuk melakukan keinginan hatinya.
Sampai mempersiapkan keperluan untuk sikat gigi, handuk dan membantunya berpakaian semua Jasson lakukan tanpa ada yang tertinggal, mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil juga Jasson lakukan dengan lembut, Fia benar-benar di manjakan oleh Jasson.
"Entahlah Bang, agak malas sepertinya, lihat agak siangan ya?" jawab Fia malas karena takut jika jalan terasa perih.
"Baiklah sayang kita habiskan waktu berdua aja di kamar, mau sarapan apa, Abang pesankan?" Jasson menarik gagang telepon yang ada di meja kamar hotel.
"Terserah Abang aja yang penting halal" jawab Fia singkat.
Seharian Jasson dan Fia hanya menghabiskan waktu di dalam kamar hotel, bercerita tentang hal yang mereka sukai ataupun tidak disukai, terkadang sesekali Jasson mencium dengan lembut bibir Fia, tangannya kadang juga menyusup ke dalam bajunya tetapi tidak lebih dari itu, bahkan sampai malam dan pagi menjelang berdua hanya tidur sambil berpelukan.
Jasson hanya ingin membuat istrinya nyaman disisinya, selebihnya akan lebih mudah, Karena memang dari awal Jasson sudah berjuang mendapatkan gadis yang di cintainya itu penuh perjuangan, apa salahnya berjuang sedikit lagi gumamnya dalam hati.
Dengan perlakuan Jasson, Fia memang semakin hari semakin bisa menerima kehadiran dalam artian yang sebenarnya, mulai menganggap suaminya bukan pacarnya lagi.
Setelah menginap tiga malam di pulau Jeju, Jasson dan Fia kembali ke Seoul, sisa dua hari lagi mereka berada disana akan mencari oleh-oleh pesanan dari Ezo, Rayhan ataupun adik kandungnya Jessy.
Sore ini Jasson dan Fia sudah di hotel yang berbeda tepatnya di Dongdaemun Market, sengaja Jasson mengajak ke daerah ini karena merupakan wisata kuliner street food makanan seperti teokbokki, bungeoppang, eomuk, hot bar, twigim, hotteok atau sundae sangat memanjakan lihat para pengunjungnya baik turis asing maupun lokal dan di Dongdaemun Market terdapat juga street fashion paling terkenal di Korea, juga wisata oleh-oleh dengan harga grosir.
Pulang dari Dongdaemun Market sudah menunjukkan pukul sebelas malam waktu setempat, karena sepertinya Fia lapar mata, hampir semua makanan di cicipnya, oleh-oleh pun sudah sangat banyak di belinya, sampai tangan hampir tidak bisa membawa belanjaan Fia.
__ADS_1
"Capek banget, kaki pegal semua" keluh Fia saat sudah sampai kamar hotel, meletakkan barang-barang yang telah di belinya.
"Capekkah, apakah sudah semua pesanan mereka terbeli?" tanya Jasson meletakkan barang-barang yang dibawanya di samping Tempat tidur tiga kali lipat banyaknya dari yang dibawa Fia.
"Belum Bang, pesanan Jessy yang belum semua karena tidak ada di Dongdaemun Market tadi" jelas Fia.
"Ganti baju dulu sayang, besok saja kita packing belanjaannya, istirahat aja katanya capek" titah Jasson dengan mengusap lembut pipinya.
"Ya Bang, aku sekalian sikat gigi aja deh di kamar mandi" balas Fia yang masih canggung jika berganti baju di depan suaminya.
Beda lagi dengan Jasson sengaja berganti baju di depan Fia saat Fia sudah selesai dari kamar mandi, diambilkan baju tidur oleh Fia, sengaja Fia merebahkan tubuhnya tidak menatap kearah Jasson yang sedang berganti baju.
"Sini kakinya Abang pijitin sebentar, biar nanti nyenyak tidurnya" Jasson menarik kaki Fia diletakkan di pangkuannya memijitnya dengan lembut.
"Abang, tidak usah, Abang kan juga capek" Fia mencoba menarik kakinya dari pangkuan Jasson.
"Sudah tidak usah protes diamlah" titah Jasson sambil tersenyum defil.
Tetapi pijitan Jasson tidak hanya di kaki semakin lama semakin naik keatas, tangannya tidak berhenti bergerilya.
"Sekarang pijitnya pindah bagian atas ya sayang bolehkan Abang minta lagi?" Jasson tidur di samping Fia miring menghadapnya dengan menatap sendu penuh harap.
Fia memandangi wajah suaminya yang sendu menjadi tidak tega hanya mengangguk tanda mengeluarkan sepatah katapun, langsung wajah Jasson berbinar bahagia, terjadi pergulatan panas malam itu, karena Fia juga sudah bisa menikmati keindahan olahraga malam bersama Jasson, sehingga malam itu Jasson meminta dua ronde tetap Fia tidak menolaknya.
Tetapi sayangnya selama hampir satu Minggu di Korea hanya dua malam dan tiga kali masuk gawang senjata Jasson sampai kembali ke Jakarta lagi, tetapi itu sudah membuat hatinya Jasson bahagia dan senyum selalu mengembang di bibirnya.
________________________
Alhamdulillah shobat.
hari ini kami sudah pulang kembali
sudah di nyatakan negatif dari tes PCR
kami tinggal menjalani isolasi mandiri
satu Minggu kedepan
terima kasih atas doanya shobat semua,
semoga keluarga shobat dalam keadaan sehat
__ADS_1
selalu Aamiin, I love you all