
"Matamu memang benar-benar mata elang, mudah sekali kamu mengetahui itu dengan cepat, memang sepertinya itu di lakukan oleh tersangka yang sama, aku juga mendapatkan laporan bahwa jenis pelurunya juga sama" jenderal Hendro menjelaskan lebih rinci kepada Faro.
"Pak kumis coba zoom di daerah kilatan cahaya matahari yang ada di pojok jalan terowongan itu? perintah Faro kemudian.
"Yang bagian dalam atau bagian luar, Faro?" tanya pak kumis sambil menggerakkan mouse dengan perlahan.
"Bagian luar pak!".
"Itu ada dua peluru yang melesat dari luar terowongan di balik kilatan cahaya matahari, jenderal" kata Faro tetap masih fokus pada dua peluru yang melesat dari luar jalan terowongan itu masuk ke dalam.
"Menurut laporan dari kepolisian Singapura, peluru berasal dari dalam terowongan itu, berarti dua peluru itu belum di ketahui mengenai apa?".
"Jadi itu peluru nyasar kemana?" celetuk pak kumis dengan spontan.
"Sebentar aku hubungi intelejen Singapura sebentar" jawab jenderal Hendro mengambil handphone dari sakunya, berjalan menjauhi Faro dan pak kumis yang masih fokus pada monitor itu.
Tidak sampai lima menit jenderal Hendro kembali duduk di samping Faro.
Jenderal Hendro bercerita jika ada salah satu wakil menteri yang tertembak, tetapi di rahasiakan oleh pemerintah Singapura, mereka mengira jika wakil menteri itu terkena peluru nyasar yang seharusnya di tujukan kepada pengacara yang berasal dari Indonesia.
Setelah jenderal Hendro menceritakan ada dua peluru yang melesat dari luar jalan terowongan tetapi tidak terlalu terlihat karena pantulan cahaya matahari, pihak intelijen Singapura mulai menyelidiki kembali kasus itu karena adanya temuan Faro.
Pukul sembilan malam Faro tiba di rumah, melihat semua keluarga besar kumpul di ruang keluarga, Ken duduk di samping abinya yang sedang berbaring di sofa panjang.
"Sudah selesai Bang?" tanya Ken singkat.
Faro hanya mengacungkan dua jempolnya, Ken faham maksudnya, tidak melanjutkan pertanyaannya besok saja di tanyakan jika hanya berdua.
Datang Rendi dan Mario bergabung dengan keluarga membesuk bos Ken.
"Sudah sehat bos?" tanya Mario sambil tersenyum mencium punggung tangan Ken diikuti oleh Rendi serta menyalami semua tamu keluarga yang datang saat itu.
"Bro, kita ke kamar gue aja yok!" ajak Faro kepada kedua sahabatnya itu.
Mereka bertiga berjalan menuju lantai atas tetapi Sebelumnya berpamitan kepada tamu dan keluarga terlebih dahulu.
"Ada apa bro, kok malam-malam kesini?" tanya Faro saat mereka sudah berada di kamarnya dan duduk di depan televisi bersiap-siap main game.
"Apakah elo sudah menghubungi calon makmum?" tanya Rendi sambil suit dengan Mario untuk menentukan game apa yang akan dimainkan.
"Sudah, tetapi karena tinggal terakhir Sidang di kampusnya, Inneke belum mau gue ajak ketemuan" jawab Faro rebahan di sofa panjang sedangkan Mario dan Rendi lesehan di bawah diatas permadani.
"Kata calon bini gue, dia selalu menghindar jika di ajak ketemuan, ada yang tidak beres yang terjadi pada Inneke sepertinya?" cerita Rendi mulai bermain game bersama Mario.
"Kemarin sih bilang ke gue setelah sidang mau kembali ke Malaysia sampai wisuda baru balik kesini lagi" Faro yang mulai merem melek menahan rasa kantuk karena akhir-akhir ini kurang tidur.
__ADS_1
"Woi...kok malah molor sih" Rendi jail melempar stik PS ke badan Faro, sehingga membuat Faro kaget dan langsung terduduk.
Mario dan Rendi jadi tertawa lepas berhasil mengagetkan Faro yang ngantuk jadi tidak ngantuk kembali gara-gara kaget.
"Setan lo, bikin gue kaget aja" cicit Faro kembali melempar stik PS itu ke arah Rendi.
"Pis...man...pis!" jari tangan kiri Rendi membentuk huruf V sambil tersenyum.
Faro kembali merebahkan tubuhnya di sofa panjang kembali, menarik nafas panjang, mata menatap kearah langit-langit rumah.
Hampir dua Minggu sudah tidak bertemu dengan Inneke, Faro hanya sering bergumam sendiri katanya ingin memperjuangkan hubungan bersama, tetapi jarang menghubungi, belum bisa bertemu padahal dulu hampir setiap hari berkomunikasi walaupun hanya lewat pesan WA ataupun vedio call.
Faro akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan WA kepada calon makmum siapa tahu bisa di ajak ketemuan.
"Beb... posisi lagi dimana?, bisa ketemuan kah?, banyak yang harus kita rencanakan setelah selesai wisuda elo nanti, ayo kita perjuangkan bersama, jangan menyerah"
pesan itu awalnya hanya centang satu, setelah sepuluh menit, Faro mengecek lagi ternyata sudah di baca oleh calon makmum.
"Maaf Bang, aku sudah ada di Malaysia, kemarin sore berangkat mendadak karena ada urusan keluarga yang sangat mendesak, mungkin bulan depan baru balik, dalam waktu satu bulan kedepan mungkin aku akan jarang menghubungi Abang, nanti akan aku ceritakan semua setelah kita bertemu, sekali lagi maaf ya Bang".
Setelah membaca pesan WA itu, berkali-kali Faro mencoba menghubungi Inneke tetapi sepertinya handphonenya langsung di matikan dengan sengaja.
"Ada apa bro, siapa yang elo telepon?" tanya Mario penasaran setelah melihat Faro khawatir dan berkali-kali menelpon seseorang yang tidak di ketahui siapa yang di hubungi.
"Calon makmum, sepertinya abis kirim pesan langsung di matikan handphone nya, gue telepon tidak nyambung, sepertinya Rendi benar, ada yang tidak beres, si calon makmum sudah berangkat ke Malaysia kemarin katanya" cerita Faro khawatir dan sedikit kesal.
"Tidak, katanya tidak sempat mengabari karena ada keperluan mendadak" Faro begitu kecewa dengan sikap Inneke yang mendadak pergi tanpa bertemu terlebih dahulu seperti yang telah di sepakati berdua.
_________________
Di depan gedung sate seorang gadis yang cantik dan anggun duduk termenung, memikirkan nasib yang telah di alaminya, dilema antara cinta dan perjodohan itu yang membuatnya termenung duduk saat menemani adiknya Rayhan berwisata di kota kelahirannya.
Disinilah Inneke di kota kembang Bandung bersama ayah, bunda, Rayhan dan nenek Intan, kemarin mengatakan kepada Faro jika dia kembali ke Malaysia, ternyata Inneke menghindari Faro dengan pergi ke kota kelahirannya, Inneke belum berani bertemu dengan pujaan hatinya.
Bahkan Inneke tidak bisa menikmati wisatanya saat ini, di depan gedung sate yang begitu megah, tetapi hatinya begitu kecil dan rapuh.
"Kakak... ayo kesini tolong ceritakan tentang gedung sate ini, please" pinta Rayhan yang begitu mengagumi kemegahan gedung sate yang baru pertama kali di lihatnya.
"Baiklah kakak akan ceritakan tentang gedung sate ini, dengarkan adikku yang cerewet" Inneke memulai cerita begini kira-kira kisah gedung sate.
Bangunan tua ini peninggalan masa kolonial Belanda yang terletak di jalan Diponegoro Bandung kerap menarik perhatian orang-orang yang lewat karena memiliki keunikan tersendiri, gedung yang memiliki ciri khas berupa ornamen yang berbentuk seperti tusuk sate yang terdapat pada menara sentralnya ini sudah sejak zaman dulu menjadi salah satu ikon bersejarah dan bangunan khas kota Bandung, yang dikenal secara nasional.
Dinamakan Gedung Sate, gedung ini sekarang berfungsi sebagai gedung tempat pemerintahan Pusat Jawa Barat dan seringkali menjadi tempat berbagai festival seni serta kegiatan lainnya.
Gedung Sate memiliki keunikan dari sisi arsitektur dan keindahan tersendiri yang berbeda bila dibandingkan dengan bangunan lainnya di kota Bandung.
__ADS_1
Gedung Sate memiliki sejarah yang panjang. Berdiri di tanggal 27 Juli 1920 gedung ini dibangun di zaman pemerintahan kolonial Belanda, meski berusia sudah lebih dari seratus tahun, bangunan ini masih tetap berdiri kokoh dan anggun, fungsinya sebagai pusat pemerintahan dari jaman Belanda hingga saat ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa gedung ini terjaga kondisinya.
"Naaah, sekarang kamu faham kan?" tanya Inneke dengan melihat adiknya yang antusias melihat gedung yang megah itu.
"Iya kak, ini memang gedung yang memiliki arsitektur sangat indah, nanti aku mau menjadi arsitektur ya kak kalau sudah besar" pinta Rayhan yang begitu antusias dengan gedung itu.
"Ya semoga cita-cita adik tercapai, Aamiin" doa Inneke sambil memeluk adik tercintanya.
"Aamiin" jawab Rayhan pula.
Di Bandung sudah hampir dua Minggu ini Inneke tinggal tanpa mengirimkan pesan WA ataupun menghubungi Faro, handphone sengaja di matikan, bahkan Erna juga tidak bisa menghubunginya sama sekali.
Malam harinya Inneke kembali di tanya oleh kedua orangtuanya dan neneknya tentang perjodohan itu.
"Keke ini sudah hampir dua Minggu, kapan kamu memberikan jawaban tentang perjodohan itu?" tanya bunda Inneke saat mereka duduk di ruang keluarga di rumah orang tua Inneke yang berada di Bandung.
"Apakah aku bisa membatalkan perjodohan itu Bun?" tanya Inneke dengan sendu dan penuh pengharapan.
"Sebaiknya kamu mengenalnya terlebih dahulu nak, baru memutuskan" saran ayah Inneke dengan bijak.
Inneke menundukkan kepalanya, sama sekali tidak ingin bertemu dengan seorang pemuda yang telah di jodohkan dengan dirinya, hatinya hanya di penuhi oleh Faro seorang, sangat sakit jika mengingat cintanya harus kandas Sebelum di perjuangkan..
"Baiklah Bun, ayah aku akan menerima perjodohan ini, tetapi dengan satu syarat, aku tidak ingin bertemu dengan orang itu sampai hari pernikahan tiba" pinta Inneke dengan linangan air mata.
Kedua orang tua Inneke dan ibu Intan merasa lega, akan bisa melaksanakan amanah itu dengan baik.
Setelah menerima perjodohan itu Inneke pamit masuk kamar, mengaktifkan handphone berniat menghubungi Faro dan mengirimi pesan WA kepadanya.
"Bang, apa kabar maaf baru bisa kirim pesan WA karena di tempat kami terkadang susah sekali jaringan seluler karena ada di daerah pedalaman, aku ikut palang merah remaja, dan sedang menangani bencana, sekitar satu Minggu lagi aku akan kembali ke Indonesia, nanti jika sudah sampai di Indonesia akan aku kabari, sampai jumpa satu Minggu lagi, terima kasih".
Setelah mengirimkan pesan itu, Inneke sengaja mematikan sinyal handphone seperti kemarin, Inneke sengaja membeli handphone dan nomor baru untuk berkomunikasi dengan keluarga kecilnya, beralasan handphone yang lama rusak.
Inneke tidak berani mengaktifkan kembali handphone nya setelah mengirim pesan WA kepada Faro sampai kembali lagi ke Jakarta, di Bandung Inneke hanya termenung jika
di rumah saat malam hari tetapi jika siang hari mengantar adik Rayhan wisata keliling kota Bandung, baik wisata kuliner ataupun wisata alam.
__________________
Bagaimana apakah sudah ada bayangan
tebakan give away nya?"
like vote dan komentar serta hadiahnya
jangan lupa . thanks.
__ADS_1
I love you all