Dia Kakakku Bukan Ibuku

Dia Kakakku Bukan Ibuku
44. Target Berhasil


__ADS_3

Membutuhkan waktu dua setengah jam perjalanan dari bandara internasional Soekarno Hatta menuju bandara internasional Brunai, Faro yang didampingi Mario dan Conan langsung menuju hotel bintang lima yang sudah di reservasi sebelumnya.


Karena sampai hotel menjelang malam hari, mereka memutuskan untuk istirahat, di pagi hari bertemu di restauran hotel sambil sarapan pagi.


"Bang, gue kasih waktu tiga hari paling lama untuk mengetahui keseharian Ramos" perintah Faro dengan suara yang tidak keras dan terlihat dingin tanpa ada rasa empati.


"Siap, gue akan bergerak cepat" jawab Conan menghabiskan sarapannya lalu berpamitan meninggalkan tempat itu segera.


Conan mengandalkan google map dari handphone pintarnya, mudah bagi Conan untuk melacak keberadaan target karena pengalamannya yang di dapat dari didikan ayahnya sejak kecil, membuat Conan langsung mendapat informasi.


Alamat apartemen sudah di ketahui, tempat kerja juga sudah di kantongi, dalam waktu hanya setengah hari, saat jam pulang kerja Conan mengikuti Ramos dari bengkel ke apartemennya, saat di lift kebetulan tidak begitu berjubel Conan dan Ramos ada di lift itu, Conan memasang benda kecil di pasang di sepatu Ramos dengan cara bolpoin Conan jatuh dan mengambilnya, tetapi dengan cepat Conan menempelkan di sepatu Ramos.


Waktu, tempat kejadian dan kegiatan Ramos di catat dengan rapi oleh Conan, pagi hari ke bengkel, istirahat siang makan di restauran di sebelah bengkel, pukul dua keluar dari bengkel ke tempat pusat kebugaran tubuh khusus untuk laki-laki sampai jam enam petang kembali ke apartemen, malam harinya ke sebuah club malam mabuk-mabukan dan main dengan wanita penghibur.


Saat Conan sibuk mengikuti gerak gerik Ramos, Faro dan Mario menghabiskan waktu dengan berwisata, yang pertama meraka kunjungi adalah Taman Jerudong park Playground.


Mulai dibuka pada tahun 1994, Taman Jerudong pernah menjadi salah satu taman hiburan terbesar yang ada di Asia Tenggara. Wahana bermainnya sangat lengkap, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa pun ada dan semuanya terawat dengan baik.


Karena ini kerajaan Islam, saat mengunjungi taman bermain Jerudong setiap wisatawan diharuskan memakai pakaian yang sopan. Bahkan ketika bermain air pun tidak diperkenankan mengenakan bikini.


Jerudong Park Playground adalah taman hiburan terbesar di Asia tenggara, bahkan lebih besar dibandingkan Disneyland Hong Kong, tempat bermain ini adalah salah satu proyek dari Pangeran Jefri Bolkiah.


Untuk masuk ke area taman bermain, pengunjung tidak dikenakan biaya tetapi untuk bermain wahana, ada biaya yang harus dibayarkan, Jerudong Park Playground juga punya beragam permainan atraksi.


Di sini bisa menemukan musical fountain, atraksi F1 gokar, korsel, pedal boat, bumper car, kolam renang cokelat, dan masih banyak lagi wahana yang bisa dinikmati anak dan orang dewasa, jika tak ingin bermain, bisa berjalan-jalan atau piknik dengan membawa perlengkapannya sendiri.


Faro saat ini seperti anak kecil, semua permainan di datangi dan membeli tiket tanpa ragu, Mario pun sampai menggelengkan kepalanya seperti baru menemui Faro yang dulu hangat dan sangat perduli pada teman, dengan pasrah Mario mengikuti Faro yang selalu membeli tiket dobel, Faro bahkan berteriak kencang saat atraksi F1 gokar, sangat memacu adrenalin.


Setelah puas bermain, Faro mengajak menikmati makan di deretan food court yang ada di lingkungan Jerudong park juga, baru kembali ke hotel.


Hari kedua dan ketiga Faro mengajak Mario ke masjid terkenal di negara kerajaan itu yaitu masjid Sultan Oemar Ali Syaifuddin, istana Nurul Iman, Museum Brunei dan belanja oleh-oleh di Kianggeh Market yang begitu terkenal dan beragam jenis oleh-oleh.


Setelah waktu yang di berikan Faro habis, Conan memberikan catatan laporan yang dia pantau selama tiga hari.


"Ini bos, selama tiga hari ini target selalu mengerjakan dengan rutinitas yang sama" kata Conan mengulurkan buku catatan kecil di restauran hotel saat makan malam bersama.


Dibaca lembar demi lembar oleh Faro dengan teliti dari kegiatan pagi hari sampai malam hari, setelah selesai Faro memerintahkan Mario untuk membacanya juga.


Faro dan Conan menikmati makanan yang sudah mereka pesan sambil menunggu Mario membaca laporan itu dengan teliti.


"Elo makan dulu, baru nanti kita bahas" perintah Faro kepada Mario setelah selesai membaca laporan itu, Mario hanya mengangguk dan menikmati hidangan tanpa suara.

__ADS_1


Habis hidangan yang ada di piring, baru mereka memulai diskusinya.


"Dimana kira-kira target terlihat lengah dalam kegiatannya" tanya Faro kepada kedua orang yang ada di depannya.


"Di lift bisa juga bos, tetapi kurang aman kayaknya" usul Conan pertama.


"Lebih aman di club saja bos, lebih aman dan tempatnya juga sangat mendukung" Mario juga memberikan usul.


Faro mengerutkan keningnya berpikir sejenak dengan menatap tajam kearah Mario yang sedikit khawatir tentang apa yang akan bosnya lakukan.


"Apa elo yakin bos, akan melakukan ini?" tanya Mario ragu-ragu dan sedikit khawatir.


Faro hanya terkekeh mendengar celotehan dan kekhawatiran Mario tentang apa yang akan dilakukan.


"Sudahlah bro, jangan khawatir, ini aman, anggap saja kita sedang membantu pemerintah mengurangi jumlah kriminal, dia pantas menerima ini" ucap Faro dengan menepuk pundak Mario dan berdiri.


"Ayo malam ini kita menyelidiki target" ajak Faro sambil memanggil pelayan untuk membayar bilnya dan keluar dari lingkungan hotel mencari taksi menuju club malam dimana Ramos Sandara sedang clubbing.


Hampir dua jam mereka mengawasi gerak-gerik Ramos, terutama Faro duduk di kursi bar memesan jus lemon, Faro yang saat itu menggunakan topi dan kacamata hitam topi dan jaket kulit sehingga penampilannya seperti preman, demikian juga Conan dan Mario penampilan yang sama.


Pukul dua belas malam mereka memutuskan untuk pulang dari club itu, untuk beristirahat, keesokan harinya saat sarapan di restauran hotel, mereka bertiga mematangkan rencana untuk nanti malam.


"Silahkan Bang, ini memang tujuan kita bahas hari ini" jawab Faro sambil memasukkan pancake rasa saus mangga kedalam mulutnya.


"Sebaiknya setelah nanti malam kita berhasil melumpuhkan target, bos dan asisten Mario pulang duluan agar saat target tumbang, bos sudah keluar dari negara ini, biar gue yang memastikan serum itu bereaksi" saran Conan dengan penuh pertimbangan.


"Usul yang bagus, bro beli tiket besok pagi untuk kita berdua?" titah Faro dengan tegas.


Mario menganggukkan kepalanya, langsung membuka handphone mencari link tiket online dan memesan dua tiket pukul sepuluh pagi.


"Ok pesawat besok pukul sepuluh pagi bos, boleh aku juga usul bos?" Mario ragu-ragu mengatakan itu.


"Katakan bro, apa usul elo?" balas Faro singkat dan jelas.


"Sebaiknya besok yang melakukan pada target gue aja-----!" ucap Mario belum selesai mengucapkan usulannya sudah di potong oleh Faro.


"Tidak, kalau yang itu biar gue sendiri yang melakukan" Faro dengan penuh keyakinan dan sorot mata yang tajam dan penuh amarah.


Jika sudah seperti itu Mario pun tidak akan berani membantah sedikitpun titah Faro, hanya ada kekhawatiran yang sangat dalam karena perubahan sikap Faro yang menjadi dingin dan tertutup.


Tepat pukul sepuluh malam mereka bertiga dengan penampilan yang sama seperti kemarin ke club malam itu yang sudah mulai ramai pengunjung.

__ADS_1


Duduk di kursi bar memesan minuman dan mengawasi setiap pengunjung yang datang dan pergi, manik mata Faro memutari area club itu mencari keberadaan Ramos Sandara.


Ternyata laki-laki yang seumuran dengan Abinya itu dengan mencumbu seorang wanita seksi di tengah-tengah pengunjung yang sedang berjingkrak jingkrak mengikuti irama musik kertas.


Setelah setengah jam Ramos mendorong wanita itu masuk ke dalam club bagian dalam, rupanya di dalam ada kamar-kamar yang di sewakan untuk para lelaki hidung belang menyalurkan hasratnya.


Hampir satu jam Faro mengamati pintu dimana Ramos Sandara masuk, baru Faro melihat Ramos keluar dari pintu itu juga dengan sedikit jalan terhuyung dan baju yang sudah berantakan dan kancing baju terlepas dua, Ramos berbelok kearah toilet yang ada disisi sebelah kiri club itu, Faro bergegas mengikutinya dari belakang tanpa ragu.


"Elo berdua disini aja, tunggu gue keluar gue mau ke toilet" titah Faro dengan langkah kaki yang panjang.


Faro sengaja menunggu Ramos keluar dari toilet dengan melambatkan jalannya, saat Ramos keluar dan Faro berjalan terburu-buru dengan sedikit menundukkan kepalanya dan tangan yang dilipat bersedekap seolah kedinginan dengan sengaja Faro menabrakkan tubuhnya ke lengan Ramos sebelah kiri.


"Brukkk".


"I am sorry sir, sorry I did not mean it (maaf pak, aku tidak sengaja)" kata Faro pura-pura tidak sengaja dengan suara yang sedikit di perbesar.


"Ok, no problem" ucap Ramos keluar dari toilet dengan tatapan mata yang datar.


Faro hanya berdiri terpaku berhasil menyuntikkan serum itu di lengan bagian atas tetapi dia tidak merasa terkena jarum, mungkin karena akibat sedikit mabuk menenggak minuman keras Sebelum menikmati tubuh wanita yang dia sewa itu.


Faro tersadar dari lamunannya karena merasa perutnya seperti diaduk, mual dan ingin muntah, ini mungkin karena dia pertama kali melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan, tetapi entah mengapa rasa dendam karena penderitaan uminya dia berani melakukan ini.


Karena semakin mual Faro berlari mendekati Mario dan Conan yang sedang menunggu Faro dengan cemas.


"Gue pulang duluan perut gue mules mau muntah, elo awasi saja target" titah Faro keluar club dengan sedikit berlari.


"Bro, elo temani bos, biar gue yang disini, cepat kejar dia" gantian Conan memerintahkan Mario dengan suara lantang karena melihat Mario yang melamun dan suara musik yang menghentak.


"Bos.. tunggu gue" Mario berlari kencang menyusul Faro yang memegangi perutnya yang mual dan ingin memuntahkan isi perutnya tetapi tidak bisa keluar juga.


Mario langsung melambaikan tangannya memanggil taksi kembali ke hotel berdua, sedangkan Faro terus menerus mual dan memegangi perutnya yang mulas dan badan berkeringat dingin seperti yang dialami uminya saat depresinya kambuh.


_______________________


Berikan semangat ya......


like vote komentar dan hadiah


semoga selalu sehat


terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2