
Hari Senin ini Inneke dan semua anggota senat mahasiswa di kampusnya mengadakan makan siang bersama di restauran terkenal yang diadakan oleh salah satu anggota senat mahasiswa yang sedang ulang tahun bernama Fajar Harjanto.
Karena banyaknya anggota senat, makan diadakan di ruang meeting yang ada di restauran itu, mereka menikmati hidangan makan siang hampir satu setengah jam disertai candaan dengan akrabnya.
Gosipnya yang sedang berulang tahun itu begitu tertarik dan naksir Inneke, tetapi sayangnya Inneke selalu menjaga jarak dan tidak pernah menanggapi soal rumor itu.
Sudah hampir jam dua berlangsung makan siang itu, sebagian besar anggota sudah kembali ke kampus, ada juga yang pulang kerumahnya masing-masing karena sudah tidak ada mata kuliah lagi.
Tinggal sekitar lima orang yang ada di ruang meeting itu, termasuk Inneke, Erna dan Fajar dan dua pemuda yang sedang sibuk mengerjakan laporan tentang kegiatan kemahasiswaan.
Tetapi sayangnya Erna dan dua pemuda itu posisinya agak jauh dari Inneke dan Fajar, sedangkan Inneke dan fajar duduk berhadapan, tetapi Inneke sedang sibuk mengerjakan laporan, walaupun sesekali Fajar melirik Inneke, hanya saja yang di lirik cuek bebek.
"Inneke boleh aku bicara sebentar?" kata Fajar dengan mencoba meraih tangan Inneke yang sedang menulis.
Belum sempat menarik tangannya, karena sedikit canggung Inneke memandangi Fajar, datang Faro yang menggunakan jas hitam dan celana senada juga, diikuti oleh Mario di belakangnya.
Melihat Inneke tangannya sedang di pegang oleh seorang pemuda bergegas mendekatinya dan memastikan jika dia adalah memang Inneke.
"Inneke..." Panggil Faro kaget yang diikuti oleh Mario di belakangnya.
Dengan spontan Inneke menarik tangan dari genggaman Fajar dengan gugup.
"Abang....maaf, kapan Abang datang?" tanya Inneke gugup.
"Siapa dia?, kenapa begini, Abang masih setia menunggumu, tetapi---?" kata Faro dengan suara yang sedikit meninggi.
"Bang...aku bisa jelaskan, ini tidak seperti yang Abang lihat" jawab Inneke sedikit takut berdiri dari kursi mendekati Faro.
"Jelaskan apa lagi, sudah jelas jelas, kalian berpegangan tangan berdua disini?" tanya Faro dengan mengeratkan giginya.
Inneke memandangi Mario yang ada di belakang Faro, dan mencari keberadaan Erna dan dua temannya yang ada di ruangan itu juga.
"Aku tidak cuma berdua Bang, ada Erna dan yang lain juga" jelas Inneke agar Faro tidak salah faham.
Sedangkan Fajar yang dari tadi tidak mengetahui siapa yang di panggil Abang itu hanya diam duduk sambil memandangi mereka berdua yang sedang berdebat.
Datang dari arah belakang Erna dan dua pemuda yang tadi menemani mendatangi Faro dan Inneke yang sedang bersitegang.
"Ada apa ini, Abang kenapa ada disini?" tanya Erna kaget.
"Oooooo jadi kalian sekongkol, selingkuh di belakang Abang dan Rendi?" kata Faro semakin marah melihat Erna juga bersama dengan dua orang pemuda.
"Bang, sebenarnya ada apa ini?" tanya Fajar kemudian bertanya karena dari tadi melihat Faro semakin marah.
"Aaaah sudahlah, Mario kamu yang menangani klien itu, kalau perlu ajak aja ke kantor, gue mau balik ke kantor" perintah Faro dan pergi meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru.
"Bang..... Bang... tolong dengarkan aku dulu" pinta Inneke dengan putus asa.
Tetapi Faro tidak memperdulikan panggilan Inneke, hanya mengibaskan tangannya dengan hati yang kesal dan cemburu, dia meninggalkan restauran itu dan berjalan ke tempat parkiran, dengan menggunakan mobil dengan kecepatan yang lumayan tinggi menuju ke kantor.
"Kak Mario tolong aku" pinta Inneke dengan sedikit sendu.
"Sebentar, memang dia siapa?, Mengapa dia memegang tangan kamu?" tanya Mario penasaran.
"Dia hanya temanku kak, bukan siapa siapa" jawab Inneke dengan penuh penekanan.
Inneke bercerita kepada Mario tentang kegiatan yang dilakukan oleh seluruh anggota senat mahasiswa menghadiri acara ulang tahun Fajar dan situasi saat Fajar memegang tangannya
"Tunggu dulu, memang yang kau panggil Abang itu siapa sih?" tanya Fajar masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Orang yang di panggil Abang adalah calon suami Inneke" jawab Mario dengan tegas.
__ADS_1
Fajar seketika kakinya lemas, mendengar Inneke sudah mempunyai calon suami, badannya seperti tak bertulang, pantas aja begitu marah pemuda yang berjas hitam tadi gumamnya dalam hati.
Padahal sudah disusun rapi dalam hati Fajar ingin mengutarakan isi hatinya kepada gadis yang begitu di pujanya.
"Erna cepat panggil Rendi kesini, Sebelum bos gue cerita sama dia, ceritakan situasinya disini sesuai versi kalian, nanti bos gue yang atasin" titah Mario bijak.
"Baik kak" jawab Erna singkat.
"Ya sudah, gue bertemu klien dulu, jangan lupa jika Rendi sudah sampai, suruh temui gue di dalam restauran" Mario memberi titah lagi pada Erna.
Erna menganggukkan kepalanya, mengambil handphone untuk menghubungi Rendi calon suaminya, sedangkan Inneke hanya terduduk di kursi melamun, matanya kosong, tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk meyakinkan sang pujaan hati.
Mario meninggalkan mereka masuk ke restauran untuk menemui klien yang dari tadi menunggunya.
Karena merasa kecewa yang begitu dalam Fajar meninggalkan restauran tanpa berpamitan kepada Inneke yang masih mematung dan melamun, dia hanya berpamitan kepada Erna, demikian juga dua pemuda itu ikut pulang bersamaan dengan Fajar keluar restauran.
"Sabar Inneke, mungkin Abang nanti akan mengerti setelah kak Mario menceritakan tentang situasi ini" nasehat Erna dengan lembut.
Inneke langsung memeluk Erna dengan erat dan menangis terisak dalam pelukan Erna, sedangkan Erna hanya bisa mengusap pundak Inneke untuk menguatkan hatinya yang terluka karena kesalah fahaman itu.
"Aku harus bagaimana Er, dia salah faham, dia sangat marah" tanya Inneke masih memeluk Erna dengan erat.
"Ambil hikmahnya aja Inne, berarti dia sangat mencintai kamu, bersabarlah"
Hampir satu jam Erna menunggu Rendi datang, sangat gelisah karena Inneke begitu terpukul, setelah melihat seorang laki-laki yang berlari mendekati mereka baru merasa lega.
Rendi melihat Erna memeluk Inneke dan Inneke sedang terisak, membuat Rendi semakin khawatir.
"Sayang ada apa, kok Inneke menangis?" tanya Rendi saat mendekati mereka berdua.
"Kak...maaf merepotkan, duduklah dulu, aku ceritakan" pinta Erna yang duduk di samping Inneke.
Erna menceritakan tentang kejadian itu dari awal sampai akhir dan Mario juga masih ada di restauran itu menemui klien.
Inneke hanya menganggukkan kepala, tanpa berkata sepatah katapun keluar dari mulutnya, pandangannya masih kosong duduk diam menghadap ke arah restauran menunggu Mario datang.
Mario yang baru selesai Bertemu dengan Klian tidak langsung menemui sahabatnya Rendi, Erna dan Inneke, dia lebih memilih menemui manager restauran untuk meminta bantuan melihat CCTV pada kegiatan makan-makan para mahasiswa.
"Tok....tok...tok..."
"Silahkan masuk" katanya dari dalam kantor
"Permisi saya ingin bertemu---!" kata Mario tidak jadi dilanjutkan.
"Bang Rio......" jawabannya kaget.
"E.....e..e.." Mario masih belum mengenali seorang wanita yang memanggilnya Bang Rio itu, sampai membaca papan nama Jelita Anggraini sebagai manajer restauran itu.
"Elo....Lita, gadis tengil yang suka manjat pohon mangga nenek gue?" tanya Mario kaget.
Jelita langsung merah padam mendengar ucapan Mario yang tidak di saring dulu omongannya, jelita adalah teman satu kampung sampai mereka lulus SMP, karena setelah SMP jelita pindah mengikuti kedua orang tua ke Bekasi tinggal bersama nenek dan kakeknya yang sudah tua.
"Iiiih Abang....itu dulu Bang, tega banget sih!" cabik jelita dengan mengerucutkan bibirnya.
"Maaf....elo apa kabar?" tanya Mario balik.
"Baik banget Bang, apa yang bisa gue bantu?".
"Bolehkah gue lihat CCTV kegiatan mahasiswa hari ini di ruang meeting?".
"Memang Abang masih kuliah?".
__ADS_1
"Tidak Lita, ini menyangkut bos gue, elo ingatkan sama Faro yang elo taksir saat SMP dulu?".
"Ooooo dia, masihlah Bang, dia cinta pertama gue hanya saja, cinta gue bertepuk sebelah tangan, aaaah sudahlah itu masa lalu, ada masalah apa dengan bos elo?".
"Makanya ayo kita lihat di CCTV nanti elo akan tahu".
"Baiklah Bang, ayo ikut gue!".
Jelita dan Mario berjalan ke ruang monitoring CCTV untuk mengecek ruang meeting di bagian belakang restauran.
"Selamat sore Bu" kata sekuriti yang bertugas saat itu.
"Sore pak, bisa tolong putar CCTV di ruang meeting saat makan siang?" perintah Jelita kepada petugas itu.
"Siap Bu....!".
Petugas monitoring CCTV itu segera membuka CCTV dari pukul dua belas siang, sedangkan Mario dan jelita memperhatikan dengan seksama vedio itu sampai saat Faro dan Mario datang.
"Yang menggunakan setelan jas hitam itu Abang Faro ya Bang?" tanya jelita setelah melihat tayangan itu.
"Yap dia orangnya" jawab Mario singkat.
Jelita dan Mario masih memperhatikan adegan saat Faro begitu marah saat melihat Inneke di pegang tangannya oleh Fajar, sampai percakapan antara Rendi petugas itu menghentikan sementara tayangan itu.
"Itu bukanya Bang Rendi ya?'.
"Kamu masih ingat sama si playboy kampung itu?".
"Jelas dong Bang, diantara kalian bertiga, hanya dia yang sering menggombal tidak jelas".
"Itu yang sedang memeluk calonnya bos adalah tunangan dari playboy kampung itu".
"Waaah apakah dia sudah tobat Bang?"
"Elo bisa aja"
"Apakah perlu di kopy Bu?".
"Ya pak tolong di pindah ke flashdisk ini saja" perintah Mario cepat; sambil memberikan benda kecil berwarna hitam.
"Siapa gadis yang bernama Inneke Bang?" tanya Jelita penasaran.
"Calon nya bos" balas Mario singkat.
"Kok Abang bisa kerja di tempat Bang Faro?".
Kemudian Mario bercerita singkat jika abinya Faro yang membiayai kuliahnya sampai selesai, dan harus menjadi asisten Faro setelah selesai kuliah.
"Ayo kita menemui Playboy kampung itu, takutnya calon makmum bos gue terlalu lama mewek, gue jadi tidak tega" ajak Rendi keluar dari ruang monitoring CCTV.
Jelita hanya terkekeh mendengar celotehan sahabat dan juga tetangganya waktu masih kecil mengikuti dia dari belakang sampai di ruang meeting.
Rendi, Erna dan Inneke melihat Mario dan ada seorang wanita yang mengikutinya dari belakang langsung berdiri menyambut mereka datang.
"Kebiasaan, lama banget sih elo, sampai kegajahan kaki gue nunggu elo dari tadi" cabik Rendi kesal.
_______________________
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang
menjalankan nya, jaga hati dan kesehatan.
__ADS_1
Jangan lupa like vote komentar dan hadiah
untuk give away nanti terima kasih.