Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Salah tanggap


__ADS_3

Kegiatan sarapan sepasang pasutri itu harus terhenti saat bel berbunyi. Dengan sigap Nuri berjalan untuk membukakan pintu.


"Lho, Mbak Mar? ada apa?" Nuri terkejut, sosok wanita yang bekerja di rumah mertuanya datang dengan membawa sebuah koper.


"Ini, Mbak Nur, saya disuruh nyonya."


Tak ingin membiarkan Mbak Mar berdiri lama di depan pintu, Nuri segera mengajaknya masuk.


"Maaf Mbak, jadi mengganggu," ucap Mbak Mar saat melihat suami Nuri tengah menyantap makanan di meja.


"Lho, Mbak Mar? ada apa? kenapa bawa koper? diusir sama mak lampir disana?" celoteh Agung.


Mbak Mar tersenyum getir.


Jika bukan karena permintaan sang nyonya besar untuk mengantarkan pakaian ganti, maka Mbak Mar enggan pagi pagi datang ke tempat ini.


"Ini pesanan nyonya besar Mas, mau di letakan dimana?" tanya Mbak Mar bingung. Selain tak menemukan majikannya, Mbk Mar pun juga berpikir keras sejak tadi. Yang ia ketahui saat sang majikan pergi telah rapi memakai pakaian mewahnya tapi entah mengapa sang nyonya menelepon untuk mengantar pakaian gantinya.


"Letakan depan pintu aja Mbak, mereka sedang bercocok tanam," ujar Agung.


Mbak Mar kembali mengernyitkan dahinya, semenjak kapan sang majikan punya profesi baru? Jika ia dimana sawahnya. Semakin pusing dibuat anggota keluarga majikannya, Mbak Mar memilih segera undur diri. Toh, ia kesini hanya untuk mengantar pakaian majikannya saja.


Tanpa ada rasa malu, Dayu membuka pintu hanya telanjang dada dan hanya mengenakan boxernya.

__ADS_1


Nuri sempat melihat lalu segera menutup mata sambil beristigfar.


"Astagfirullahaladzim, mataku ternoda, Mas," pekik Nuri sambil menutup kedua matanya.


"Dasar orang tua tak berakhlak," ujar Agung. Ia pun juga sempat melihat sang papa keluar untuk mengambil kopernya.


Satu jam lagi acara akan segera dimulai namun, sang pemilik perusahaan masih juga belum menampakkan batang hidungnya di hadapan anak dan menantunya.


Agung merasa geram. Bagimana bisa, datang tanpa permisi, lalu menumpang *** *** di rumah orang tanpa permisi padahal di rumah besarnya tak ada yang mengganggu dan lebih leluasa.


Agung menyodorkan telapak tanganya kepada sang mama yang sudah terlihat anggun kembali. Sementara Dayu berjalan seolah tak terjadi apa apa.


"Uang sewa," ucap Agung.


Maya dan Dayu saling bertatap. "Dasar perhitungan," gerutu Maya.


Tepuk tangan terdengar meriah. Kini Agung resmi menjabat sebagai Direktur utama. Tak ada penyesalan dibenak Dayu telah menyerahkan jabatannya kepada sang anak.


Nuri mengucap banyak syukur atas semua kepercayaan sang mertua. Di sisi lain, Nuri merasa teramat senang kala bapak dan ibunya juga hadir dalam acara tersebut.


Meski banyak wanita yang mengagumi sosok Agung, dengan tegas dan jelas Dayu juga memperkenalkan Nuri sebagai istri Agung sekaligus menantunya. Belum di mulai namun, sudah patah hati, begitulah yang dirasakan para kaum jomblo di perusahaannya.


Bu Aisyah menatap Nuri begitu dalam, pasalnya Nuri makan terlalu banyak. Sempat menegurnya agar bersikap biasa saja namun anaknya tak menghiraukan.

__ADS_1


"Nur, mbok yo jangan malu maluin to! pelan kenapa makanya!" tegur Bu Aisyah kala melihat mulut Nuri penuh dengan makanannya.


"Sekali kali lho Bu, mumpung gratis," ucap Nuri.


"Gratis mbahmu itu! Semua biaya yang nanggung siapa? mertuamu lho!" tegas ibunya.


"Mertua 'kan Bu? yang penting bukan suamiku," jawab Nuri enteng.


Bu Aisyah hampir naik pitam dibuatnya jika tak mengingat sedang berada dimana mereka.


Agung dan Dayu terlihat sangat sibuk berbincang dengan para tamu, sementara Maya, terlihat beberapa kali menguap di samping Nuri.


"Nduk, udah ngisi belum perutmu?" bisik Bu Aisyah.


"Udah dong, Bu! tiap hari kan dapat asupan gizi masa gak ada isinya?" ucap Nuri polos.


Bu Aisyah hanya mampu mengelus dadanya, sejak kapan anaknya punya selara humor seperti ini.


Maya yang terlihat malas pun segera bersemangat untuk menanggapi ucapan Nuri.


"Setiap hari?" tanya Maya meyakinkan.


Nuri mengangguk pelan, pikiran Maya berkelana. Berarti setiap hari ia harus mendapatkan asupan gizi dari suaminya, siapa tahu perutnya juga akan berisi seperti perut Nuri.

__ADS_1


To Be Continue


Tetap dukung uthor ya, ❤


__ADS_2