
Nuri merasa sangat kesal. Rencana hari ini ingin berjumpa dengan Sari dan Tami harus gagal karena ulah Agung.
Setelah Rian pulang, Nuri segera berpamitan kepada ibunya. Dengan langkah cepat ia tak melihat bahwa Agung tengah mencuci mobilnya.
"Ih, Bapak sengaja kan?" Nuri berteriak marah menatap Agung.
"Astaga, kok bisa basah?" Agung berpura pura khawatir. Sebenarnya ia hanya iseng ingin menyemprotkan air selang bak seperti air hujan, namun ia malah kebablasan membuat tubuh Nuri basah kuyup.
"Dasar nyebelin." Nuri segera mengambil alih selang dan mengarahkan selang kepada Agung dengan puas.
"Hei hentikan! Aku tak sengaja." Agung mencoba melarikan diri. Namun naas saat mengejar Agung kaki Nuri malah tersandung dan langsung jatuh.
Bagaikan jatuh tertimpa tangga. Sudah basah kuyup terjatuh lagi. Ingin malu, tapi tak ada gunanya.
Agung segera membopong Nuri. "Dasar ceroboh,"
"Kalau gak ikhlas turunin." Nuri meronta namun tenaga Agung lebih kuat. "Udah diam."
"Lho itu kenapa kok kalian basah kuyup? Perasaan gak ada hujan." Bu Aisyah segera menghampiri Nuri yang sudah duduk di sofa.
"Main air tadi Bu di luar," jawab Agung pasrah jika akan di marah oleh ibunya Nuri.
Nuri yang mendengar jawaban Agung menaikan alisnya. "Bapak sengaja kan nyiram aku?"
__ADS_1
"Tadinya mau nyiram dikit, tapi selang sama air gak bisa diajak kompromi." Agung mengucapkan sejujurnya. Bu Aisyah hanya menggelengkan kepalanya. "Jadi kenapa Agung bisa basah juga?"
"Ya kuu siram gantian lah Bu," ucap Nuri tak berdosa. Bu Aisyah memijit pelipisnya yang berdenyut, bagaimana mereka tak ada akurnya sejak dulu.
"Ya sudah sana mandi kalian biar gak masuk angin," usul Bu Aisyah. Agung dan Nuri serempak. "Baik Bu."
"Aw..." Nuri meringis memegangi kakinya. Sedikit rasa ngilu ia rasakan.
Agung yang belum beranjak memandangi Nuri. Mencari tahu serius atau tidak.
"Kenapa?" Pertanyaan konyol dari Agung.
Nuri tengah menahan rasa sakit dan Agung masih menanyakan kenapa? Dasar lelaki tidak peka.
"Ih, apaan sih Pak." Nuri terkejut saat Agung menangkap tubuhnya yang oleng.
Di dalam kamar Nuri masih merasa kesal dengan ulah Agung. Bagaimana bisa dirinya berbicara dengan ibunya tanpa rasa malu. Bahkan jika di lihat Agung malah lebih dekat dengan ibunya. Dan ibunya lebih perhatian kepada Agung ketimbang dirinya.
Saat ini ibunya tengah membuatkan susu jahe untuk Agung, padahal ibunya tahu bahwa kaki Nuri terkilir.
"Gak adil." Nuri berteriak menitihkan air mata.
Sebagai anak Nuri tak ingin tinggal diam. Agung harus segera pulang kerumahnya agar suasana nyaman kembali. Dia hanya tamu kenapa sungguh mulia hidupnya telah mencuri perhatian ibunya.
__ADS_1
"Lho, kok keluar? Istirahat aja kalau kakinya masih sakit." Ucapan apa ini? Nuri tak menanggapi ucapan ibunya dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Dengan bibir manyun ia menyeruput susu jahe yang ada di meja hingga tandas.
"Ya ampun gak sopan anak ini," gerutu Bu Aisyah.
"Gak papa Bu, nanti saya bisa buat sendiri." Mata Agung masih fokus ke arah Nuri yang terlihat kesal.
"Dek, di kusukan aja kakinya." Azam memberi saran.
"Gak usah Mas, nanti juga sembuh," tolak Nuri.
Sepertinya siang ini tak ada kegiatan lagi untuk penghuni rumah Nuri. Bu Aisyah yang biasanya menyusul pak Ali memilih meliburkan diri.
"Pak, kapan Bapak pulang ke rumah Bapak sendiri? Mau sampai kapan nginep disini?" Pertanyaan Nuri malah mendapat semprotan dari ibunya. "Hus, gak baik mengusir tamu. Jangan dengarkan Nuri ya Gung."
"Mas Azam juga mau belain?" ketus Nuri saat Azam menatapnya. Agung sendiri merasa tak di permasalahan ucapan Nuri. Wajar saja jika Nuri merasa kesal dengan kehadirannya. Semenjak kehadiran Agung, semua perhatian mengalih kepadanya. Jujur saja Nuri merasa iri sebab ini tak adil untuknya.
"Mas Adam," teriak Nuri.
"Kaki kamu kenapa?" Adam belum masuk kedalam rumah telah di suguhi dengan jalan pincangnya Nuri saat menyambut dirinya.
"Gara gara guru nyebelin yang tau diri gak mau pulang kerumahnya," adu Nuri pada Adam.
Keduanya masuk kedalam rumah, terlihat Azam dan Agung tengah serius menatap kearah laptop hingga tak sadar kehadiran Adam.
__ADS_1