Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Snorkeling


__ADS_3

Duduk menghadap ke pantai sambil menikmati sejuknya udara pagi, kedua pasangan muda itu menyantap sarapan yang di berikan secara gratis dari pihak pengelola penginapan.


Agung masih mengamati Nuri yang bersemangat menyantap hidangan yang sudah berada di meja.


Lelaki itu mengingat kembali kejadian tadi malam.


Meski dirinya bukan lelaki yang baik namun, ia berjanji akan selalu membahagiakan Nuri untuk selamanya.


Nuri memang bukan yang pertama untuknya. Tapi, Agung sudah berjanji dia lah yang akan menjadi yang terakhir dalam hidupnya.


"Masih sakit?" tanya Agung.


"Udah gak sakit sih, Mas. Tapi masih kayak ada yang mengganjal gitu, Mas," adunya pada Agung.


Agung terkekeh, lelaki itu gemas lalu mencubit hidung Nuri. Entah mengapa jika merasa gemas Agung suka sekali mencubik hidung Nuri.


"Auu." Nuri menggosok batang hidungnya.


"Kalau udah gak sakit, boleh di coba lagi?" goda Agung.


Nuri segera melolot lalu menggeleng. Entah Agung serius atau tidak dengan ucapanya, saat ini Nuri hanya menikmati liburannya, sebab sebentar lagi Nuri sebagai mahasiswa baru.


"Kita snorkeling aja ya," pintanya pada Agung.


Ide yang bagus. Sayang sekali jauh jauh ke pantai yang indah melewakan kesempatan tersebut.


Agung mengangguk, menyutujui permintaan Nuri.


Setelah sarapan keduanya memutuskan untuk segera menuju pantai yang akan di jadikan tempat mereka bermain air, menikmati indahnya pesona bawah laut.


__ADS_1


*Pemandangan bawah laut di pantai Sadranan, Gunung Kidul, Yogyakarta.


Pantai kecil yang belum banyak terjamah oleh para wisatawan. Pantai ini di apit oleh pantai terkenal yaitu pantai Karakal dan pantai Indrayanti.


Cuz... coba saja jika ada waktu boleh menjelajahi sepanjang pesisir pantai selatan di kawasan Gunung Kidul, Uthor jamin kalian gak bakalan menyesal dengan pesona yang disuguhkan*.


🌺 🌺 🌺


Agung dan Nuri dipandu oleh pemandu snorkeling, keduanya merasa sangat puas bisa melihat alam bawah laut.


Agung dan Nuri memilih menyudahi ber-snorkeling saat waktu telah menunjukkan pukul sebelas siang. Tak terasa waktu berjalan begiti cepat.


Kini keduanya sudah sampai di tempat penginapannya. Setelah sholat Dzuhur dan makan siang, keduanya segera mengemasi perkakas pribadinya. Sore ini mereka akan langsung segera pulang ke rumah Nuri.


Anggap saja ini adalah bulan madu bagi pasangan muda tersebut yng tertunda. Meski tak seromantis di Nusa dua atapun di luar Negri sana, keduanya sudah merasa bahagia.


"Mas, kita langsung pulang ke Jogja atau nginep lagi di rumah Ibu?" tanya Nuri.


Nuri menggelengkan kepala, bagaimana mungkin salah satu guru di pondoknya mempunyi pikiran yang sangat mesum. Dan itu, Nuri baru menyadari baru beberapa hari yang lalu saat ia membantu bermain sola.


"Mulai mesumnya," gumam Nuri.


.....


Bu Aisyah dan Pak Ali tak bisa mencegah keinginan anak dan menantunya kala mereka memutuskan untuk langsung pulang ke Jogja. Melihat wajah sang anak berbinar, Bu Aisyah merasa lega dadanya.


Pernikahan yang mendadak, membuat Bu Aisyah sempat parno kala itu, kalau kalau Nuri kabur atau minta cerai.


"Yasudah, kalian hati hati," pesan Bu Aisyah


Setelah berpamitan, Agung mengangkat koper menuju mobil, sementara itu Nuri masih memeluk ibunya.

__ADS_1


"Sudah, sana! kapan kapan kalian main lagi kesini," bujuk Bu Aisyah. Nuri pun menuruti ucapan ibunya.


Mobil berjalan meninggalkan halaman rumah yng tidak terlalu besar, meski merasa berat namun, Nuri tak bisa egois. Suaminya harus tetap mengajar.


Mereka terpaksa harus berhenti di salah satu SPBU kala waktu magrib telah tiba.


Berjeda sejenak untuk mengerjakan sholat itu lebih utama ketimbang mengulur wakti yang ujung ujungnya tak mengerjakan sama sekali.


"Mas, kita mmpir di Bukit Pathuk ya," pinta Nuri.


Bukit Pathuk adalah salah satu tempat tongkrongan muda mudi untuk melihat sunset ataupun melihat bintang bertabuaran di langit maupun bertebaran di bawah sana. Cahaya kemerlap lampu kota bisa dilihat swngan jelas dari bukit tersebut.


Agung menepikan mobilnya di depan salah satu warung makan bisa di sebut juga restoran.


Sambil mengisi perut, karena para cacing sudah meronta kedua pasangn muda itu menikamti gemerlap bintang bertaburan di angkasa.


.


.


.


.


.


Sekian dulu, lanjut nanti sore, oke!


Sebenarnya uthor merasa heran, daei 800 yang menekan tombol ❤ tapi Like hanya 100an dong.


Saat green bermimpi ingin seperti Author yang ketce, green tak tahu harus mulai darimana.

__ADS_1


Bosan gak sih kalian sama cerita yang ringan kayak gini? Kalau aku buat Nuri sakit hati, kalian setuju gak?? ( Sekedar nanyak doang )


__ADS_2