Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Penggemar Rahasia


__ADS_3

Tanpa rasa bersalah, Nuri masuk ke dalam kamar. Menyapa para penghuninya. Semua teman yang berada di kamar segera mengerubunginya. Menanyakan berbagai macam pertanyaan. Nuri tak sanggup menjawab satu persatu. Nuri heran, sebenarnya apa yang terjadi. Apakah dia telah melewatkan sesuatu?


"Kamu ini nyasar keman sih? kami khawatir kamu di culik," cerocos Galih.


"Nuri, jelasin! kamu darimana?" teriak Ratna.


Nuri mengerutkan dahinya. Tidak mungkin ia berkata jujur, jika tadi ia jalan berdua dengan Agung. Oh, tidak!


....


Seminggu menuju UN, sungguh sangat mendebarkan. Demi ingin mendapatkan nilai terbaik, Nuri rela bergadang untuk belajar.


Begitu juga dengan para temannya. Sepulang sekolah, mereka tidak langsung pulang ke asrama, melainkan mendapatkan les tambahan.


Bu Hesti, wali kelas dan beberapa guru lainnya juga turun tangan untuk memberi pelajaran tambahan tersebut. Lulus dengan nilai terbaik adalah harapan mereka semua.


Azam tersenyum saat melihat Nuri sangat bersungguh sungguh mendengarkan penjelasan darinya. Gadis itu telah banyak berubah namun satu yang belum bisa di rubah dalam diri sang adik, yaitu rasa dendam. Bukan tak mengetahui insiden saat Syifa terkunci di dalam toilet, Azam memilih diam dan segera menemui Nuri. Walau awalnya Nuri mengelak namun, pada akhirnya ia mengakui perbuatan di depan kakaknya tanpa ada yang ia tutupi.


"Jangan bilang sama Pak Agung ya, Mas," rengeknya kala itu.


Azam mengiyakan, asalkan Nuri tak mengulangi perbuatan seperti itu lagi. Panjang lebar Azam menasehati adiknya. Nuri mengaku salah dan menyesal.


Saat Azam menyuruh Nuri untuk meminta maaf kepada Syifa, Nuri menolak keras.


....


Pagi ini suasana berbeda dengan hari sebelumnya.


Jika pada hari biasa akan ada banyak sepeda berjejer di samping gedung, maka pagi ini bisa di hitung sepeda yang berjejer rapi di sana.


"Aku kok deg degan kayak gini ya," tutur Galih.


Mereka berempat terlalu cepat beranjak ke gedung sekolah. Sepi, sebab kelas 11 dan 12 di liburkan. Hanya anak kelas 12 yang pagi ini akan menjalani UAS.

__ADS_1


"Santai," ucap Ratna.


"Mudah mudahan kita di beri kelancaran." Tika menimpali.


"Amin," sahut ketiga gadis yang berjalan beriringan.


Di dalam kelas, suasana hening. Hanya gesekan kertas yang di balik serta suara hembusan nafas yang terdengar.


Tak ada celah bagi siswa untuk mencontek. Selain jarak meja agak jauh, pengawasan pun sangat ketat.


Hari ini dua pengawas mondar mandir menemani para siswa menyelesaikan tugas ujian.


Bel berbunyi nyaring, sebagian siswa menggerutu.


Jam istirahat hanya di gunakan keempat Srikandi itu di kelas sambil membaca buku.


Terdengar derap langkah menghampiri keempat gadis tersebut.


"Saya, Pak. Ada apa?" Nuri mengangkat tangannya.


Pak Mangun pun segera menghampirinya.


"Ini mbak, ada pesanan untuk mbak Nuri." Pak mangun menyerahkan kantong plastik yang berisi jus alpukat roti tawar berselai cokelat. Nuri mengerutkan dahinya heran.


"Dari siapa Pak?"


"Waduh, saya tidak tahu, Mbak. Saya hanya di suruh sama ibu kantin."


Setelah mengucapkan terimakasih, Nuri segera membukanya.


"Dari siapa tuh?"


"Cie diam diam ada penggemar rahasia nih," ejek Tika. Walau dalam hati Tika tahu itu dari siapa.

__ADS_1


"Ah, so sweet banget sih. Coba aja Mas Haris seperti itu, bahagia tak terhingga diriku," ucap Ratna.


Nuri tersenyum saat membaca pesan di ponselnya.


Ah kenapa pikiran Nuri tak sampai ke sana.


Nuri mengetik balasan


^^^[ terimakasih aku suka ❤ ]^^^


.


.


.


.


.


Eh, kemarin ada yang nanya visualnya, tapi green belum nemu yang pas.


Pokoknya Pak Agung itu,


tinggi, ada brewoknya tapi tipis gitu, hidungnya mancung, wajahnya mempesona. Pokoknya ganteng lah. hehehe


Jangan lupa abis baca langsung tekan Like. Oke!


Aku usahain sehari up 2x. Kalaupun gak bisa ya 1 pun jadi lah.


Up pukul 06.00 pagi dan 17.00 sore.


Jadi pantengin terus ya!

__ADS_1


__ADS_2