Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Sebuah pengakuan


__ADS_3

Selama satu minggu ini Agung pulang sore hingga Nuri harus naik bus way. Beruntung saja jarak kampus dan rumah tidaklah terlalu jauh.


Bus way adalah angkutan pilihan Nuri. Karena titik halte bus way ada di depan pertigaan sebelum masuk ke area gang perumahan. Hanya memakan waktu tiga menit menuju rumah.


Meski menempati rumah yang di bilang besar untuk ukuran mereka berdua, Nuri enggan mempekerjakan PRT ( pekerja rumah tangga ).


Namun, atas desakan Agung, Nuri pun terpaksa mempekerjakan PRT yang hanya bekerja paruh waktu dan tidak menginap. Satu minggu hanya tiga hari bekerja.


Selama satu minggu juga, Asih selalu memasak untuk Nuri sebelum ia pulang.


Nuri menyunggingkan senyumnya saat membaca memo yang menempel di kulkas.


Jangan lupa makan, saya sudah masak. Kalau kesepian mbak Nuri bisa jalan jalan keluar kompleks, tapi jangan terlalu akrab dengan sebagai penghuni kompleks.


Asih, Nuri ambil dari sebuah yayasan lembaga penyaluran tenaga kerja. Meski usianya masih dua puluh tiga tahun namun, dirinya sudah menikah dan mempunya anak berusia dua tahun.


.....


Selepas isya' Agung baru sampai di rumah. Jika kemarin selepas Ashar, maka hari ini ia pulang malam. Nuri sudah menunggu kedatangan suaminya. Mendengar deru mesin memasuki halaman, Nuri segera membuka pintu dan mendapati Agung sudah menjinjing tas kerja.


"Sudah makan?" tanya Agung setelah Nuri menyambut kedatangan Agung.


Nuri menggeleng. "Belum, nunggu mas Agung pulang. Siapa tahu dapet friend chicken lagi." Nuri mengalihkan pandangannya melihat sebuah kantong plastik yang ditenteng Agung.


"Ngarep ya? tapi sayang, ini gado gado di depan sana," ucap Agung. Meski begitu Nuri tatap tersenyum sambil mengambil alih plastik tersebut.


"Emm.. apa sudah ada bibit kecebong yang berkembang disini." Agung merangkul Nuri lalu tangannya mengusap perut datar Nuri.


Nuri tersenyum tipis, harapan Agung terlalu besar untuk segera menimang buah cinta mereka. Pantas saja Agung memompanya hampir setiap malam, kecuali saat lampu merah.


Nuri tak menimpali ucapan Agung, setelah menyalin makanan ke piring, Nuri menyiapkan secangkir kopi untuk Agung.


Setelah selesai membersihkan badan, Agung pun segera turun menghampiri Nuri yang sudah siap menunggunya di meja makan.


"Kamu masak?" tanya Agung.


Nuri menggeleng. "Tidak. Tadi siang Asih masak untuk makan siang ku. Mas mau makan nasi atau gado gado ini?" tanya Nuri kembali.


"Gado gado aja," jawab Agung segera.

__ADS_1


Keduanya terlihat santai menikmati buah tangan yang selalu Agung bawa jika pulang telat.


Meski berat dan akan menyakitkan, Nuri akan tetap mengungkapkan sebuah pengakuan kepada sang suami. Sebab, semakin lama ia menyimpannya, maka akan semakin menyakitkan untuk Agung jika sampai ia mengetahuinya sendiri.


Setelah membereskan meja makan dan mencuci piring bekas mereka makan, Nuri menyusul Agung yang berada di kamar. Sudah beberapa hari ini Agung memang sibuk di depan laptopnya.


"Mas." Nuri menyentuh bahu Agung. Namun, kini ia telah mengganti bajunya. Baju tipis yang ia beli secara online atas paksaan dari Agung.


Agung melirik tangan Nuri yang sudah bergelayutan manja di lehernya.


"Kenapa? mau di jajah?" tanya Agung yang masih fokus pada laptopnya. Tidak biasanya Nuri menggoda iman suaminya terlebih dahulu jika tidak ada kemauannya.


Nuri mengecup pipi Agung, hingga Agung harus menutup paksa laptopnya.


Membalikkan tubuhnya lalu menatap Nuri dengan intens.


"Apakah ini kemauan bibit kecebong yang telah bersemai disini?" Agung mengusap perut Nuri.


"Mas aku akan mengatakan sesuatu, tapi setelah satu ronde. Dan mas Agung harus janji gak boleh marah! kalau gak bisa janji, ya gak jadilah." Nuri menguji keimanan Agung, dirinya malah meninggalkan suaminya lalu menyembunyikan tubuhnya di bawah selimut.


Agung gemas lalu menyusul Nuri secepatnya. Bagaimana mungkin, setelah berhasil memancingnya, Nuri malah mengabaikannya.


"Eit... Mas Agung janji dulu gak bakal marah, baru kita eakeak." Nuri menahan wajah Agung yang hendak menyosor.


Nuri menggeleng pelan. "Janji ya, gak bohong." Nuri mengacungkan kelingkingnya. Agung tekekeh lalu dengan segera mengaitkan kelingking mereka.


"Janji," ucap Nuri. Berharap dengan cara ini akan meredakan amarahnya nanti.


Malam ini Nuri mengambil alih kendali. Semua permainan malam ini Nuri yang mendominasi.


Agung merasa puas atas servis yang di berikan istrinya malam ini. Namun, Agung segera membalikkan badan Nuri ketika merasakan para bibit kecebong hendak mencapai puncak.


"Ahhh..." Agung mendesah hebat kala bibitnya sudah masuk kedalam rawa. Mengeramkan sejenak, lalu mengelus purut datar Nuri sebelum ia kecup.


Nuri hanya mampu menggigit bibir bawahnya, lalu tersenyum tipis. Meski telah merasakan puncak kenikmatan namun, perasaanya tidak tenang.


Terpaksa Agung dan Nuri harus mandi kembali malam ini. Mandi bersama yang memakan waktu hampir satu jam, menimbulkan suara suara aneh di dalam kamar mandi.


Nuri mengeringkan rambut panjangnya menggunakan hairdryer dibantu dangan Agung yang terlihat sangat telaten.

__ADS_1


"Mas Agung bakal marah gak kalau aku melakukan sesuatu yang gak mas Agung ketahui," kata Nuri tiba tiba.


"Tergantung," jawab Agung singkat.


"Kalau aku berbohong, mas Agung akan marah gak?"


Agung terhenti membuat jantung Nuri seakan ingin berhenti sampai disini.


"Jujur, kamu udah ngelakui apa di belakangku? Kamu selingkuh dan mau minta kita pisah?"


Deg.


Pemikiran Agung apa itu.


"Mas, maafin Nuri udah gak jujur kalau selama ini Nuri memakai alat kontrasepsi." Nuri menunduk tak berani menatap Agung. "Nuri salah. Nuri udah mengecewakan mas Agung," lirihnya lagi.


.


.


.


.


.


.


Selamat menyambut malam minggu.


Aku tahu lho, sebagian dari kalian setelah baca itu kagak tekan like. Entah lupa atau apa.


Aku tuh ngetik ini gak sekali ketik langsung siap lho, banyak kendala, sebab dunia nyata itu menguras tenaga dan pikiran. Aku nulis ini selepas nguli, **demi kalian!


Please hargai kerja keras akuh dong!!


Like yang banyak!!!


Kasih bunga, itu sudah cukup, meski sebenarnya minta lebih Hehehe.

__ADS_1


...Follow ig ku ya...


...aku post visualnya disana...


__ADS_2