
Hari ini menjadi hari terpanjang untuk Nuri. Hampir setengah hari pelanggan datang dan pergi. Masha Allah.
Ucapan syukur Nuri melihat perubahan dan perkembangan ruko orang tuanya.
Saat ini Nuri butuh kesabaran extra untuk melayani pelanggan.
Baru saja ia ingin mengistirahatkan kakinya datang lagi pelanggan. Ia harus bersikap ramah walaupun ia merasa sangt lelah. 'Pembeli adalah ratu' wasiat ibunya tadi pagi.
Menjelang sore Nuri baru bisa meletakan pantatnya.
"Kenapa nduk," tanya ibunya.
"Capek buk," jujur Nuri.
"Belum ada satu hari sudah mengeluh," sahut Pak Ali.
Tak ada komentar lagi dari Nuri. Gadis itu baru menyadari ternyata beginilah perjuangan orang tuanya demi mendapatkan rupiah untuk dirinya.
"Ya sudah kamu pulang duluan saja, bentar lagi juga tutup." Bu Aisyah memberikan sebuah kantong plastik yang berisi beberapa sayuran.
"Ini bawa pulang. Sekalian kamu masak ya," titahnya kembali.
Nuri hanya mengangguk. Setelah berpamitan ia pun segera melenggang.
Motor yang dahulu adalah sebuah kaki untuknya kini bisa ia gunakan kembali.
Nuri segera meletakkan kantong plastik di dapur. Ia berniat untuk sholat ashar terlebih dahulu.
Keadaan rumah sepi. Adam dan Azam sejak pagi tadi sudah meninggalkan rumah.
Hampir satu jam Nuri berkutat dengan kuali dan panci. Senyumnya melebar takkala hasil karyanya telah tersaji di meja makan messki waktu masih menunjukkan pukul lima sore.
Nuri menghempas tubuhnya di sofa. Diraih gawai yang sedari tadi bergetar. Beberapa pesan dari nomer tanpa nama.
__ADS_1
[Lagi apa?]
[Sibuk ya?]
[Kok gak di balas?]
[I miss U]
Mata Nuri terbelalak saat membaca kalimat terakhir. Beraninya dia menulis kalimat seperti itu. Belum tau rupanya rasa ketampol sandal jepit. Nuri hanya mengumpat dalam hati.
Pesan hanya di baca tanpa di balas. Abaikan saja anggap saja itu adalah orang iseng.
________
Mentari telah menampakkan sinar kuning keemasan. Nuri menatap heran saat bapak dan ibunya masih bersantai, belum ada persiapan untuk pergi ke ruko. Begitu juga Adam dan Azam yang masih belum keluar dari dalm kamarnya.
Keduanya pulang hampir larut.
"Ke rumah Sari, Bu," jujur Nuri.
"Ngeluyur aja. Bantu ibu beresin rumah. Nanti malam ada tamu," titah Bu Aisyah
Menghela nafas panjang, Nuri pun menuruti perintah ibunya. Nuri merasa waktu liburnya tak ada kesan sama sekali. Padahal ia sudah merencanakan ingin bertemu kawan lama, bertukar cerita. Namun semuanya gagal.
"Jangan di tekuk gitu mukanya, neng." Azam yang tanpa sengaja melewati Nuri yang sedang mengepel lantai.
"Dasar, Mamas durhaka," teriak Nuri.
"Yang ada itu anak durhaka kali," protes Azam.
Saat hendak membalas ucapan Azam ibunya telah memanggil. "Nur, belikan gas tempat pak Tejo. Ini gasnya." Bu Aisyah telah membawa gas kosong keluar. Waktu yang sangat tepat untk singgah ke tempat Sari sebentar.
"Ya, Bu." Sambil menjulurkan lidah ke Azam Nuri memberikan lap pel kepada Azam. "Tolong terusin ya Mas, aku ada panggilan negara."
__ADS_1
Gas sudah tertukar. Kini saatnya Nuri pulang.
Nasib baik pun berpihak padanya. Di lihatnya Sari dan Tami tengah berada di teras rumah Sari.
"Assalamualaikum," ucap Nuri. Kedua orang menoleh menjawab salm Nuri.
"Walaikumsalam," jawab kedua gadis itu.
Ternyata Sari dan Tami sedang menyiapkan sebuah kado ulng tahun. "Untuk siapa?" tanya Nuri penasaran.
"Kamu payah Nur, masa gak inget ulang tahun siapa."
Nuri berusaha kuat mengingatnya namun usahnya gagal saat mendengar poselnya berdering.
'Mas Azam'
"Assalamualaikum." Hanya salam yang bisa Nuri ucapkan selebihnya ia hanya mendengarkan setiap ucapan dari seberang telepon sana.
Ibunya telah marah karena dirinya terlalu lama.
"Gak kuat ngingat nih kepala. Pulang dulu ya ibu negara udah ngomek." Nuri segera menancap gas motornya sementara Sari dan Tami masih sibuk dengan kegiatan membungkus kadonya.
Bersambung..
Hai green_tea kembali hadir.
Maaf ceritanya ngebosenin. Sebenernya utor pengen Hiatus dari cerita ini. Makasih ya buat kalian yang sudah mendukung Utor.
Oh iya utor lupa,
Kalian dapet pesan dari Nuri dkk. Selamat Hari Santri ya, untuk kalian para santri ataupun kalian yang pernah menjadi santri.
Maaf ucapan utor telat. Tadi sempet ketiduran pas lagi ngetik. ( Curhat** ).
__ADS_1