Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Menepis Prasangka


__ADS_3

...Setiap orang pasti memiliki...


...titik masa lalu....


...Baik atau buruk, tetaplah...


...Masa lalu....


...- Agung -...


Nuri merasa lelah, berat rasanya ia membuka mata. Agung membawa kencan terlalu larut bagi Nuri, meski waktu masih berada pada titik sepuluh malam.


Beberapa kali ia menguap, menutup mulutnya dengan telapak tangan seraya mengucap Istighfar.


"Dek, mana kuncinya?" tanya Agung saat hendak membuka pintu rumah.


Nuri pun segera merogoh kunci dari dalam tasnya.


"Bisa cepat gak, Mas? aku udah ngantuk berat," ungkap Nuri. Tangannya pun kembali mengatup le mulutnya.


Agung mengamati istrinya yang sudah sempoyongan. Ia pun merasa sangat bersalah. Gara gara terlarut dalam suasana romantis nan syahdu, Agung melupakan jika jadwal Nuri hari ini padat.


Setelah menutup pintu kembali, Agung segera membopong tubuh Nuri. Meski terkejut tak ada lagi yang bisa Nuri lakukan selain pasrah. Dengan mengapungkan tangan ke leher suami, Nuri membenamkan kepalanya pada dada Agung. sungguh Nuri ngantuk luar biasa.


Sampai di dalam kamar, Agung meletakkan pelan tubuh istrinya pada ranjang. Di tatap lekat wajah Nuri yang telah terlelap, kemudian ia buka jarum yang mengaitkan jilbabnya.


Seburuk apa masa lalu, kita tidak bisa mengelaknya, membenahi diri dan melupakan semua kenangan buruk, itulah yang harus dilakukan. Ai, aku benar benar telah terjatuh untuk mencintaimu. Cintaku terlalu dalam untukmu, hingga aku takut kehilanganmu.


Agung segera mendaratkan kecupan pada kening Nuri sebagai ucapan selamat malamnya.


🌼🌼🌼

__ADS_1


Nuri mengucek matanya, perutnya teras berat.


Ternyata tangan Agung melingkar erat pada pinggangnya.


Nuri menangkup wajah Agung, meski lelaki yang di depannya terlihat seperti menyeramkan dengan rambut lebat serta brewok tipis yang menutupi sekitar dahinya, Nuri baru menyadari bahwa Agung memiliki sebuah lubang tindikan di telinganya.


Tangan Nuri masih berada di telinga Agung saat sang empu mulai menggeliat.


Kenapa Nuri baru menyadari sekarang?


Ah, sudahlah. Pikiran Nuri menepis semua bayangan negatif tentang lelaki yang menjabat sebagai suaminya tersebut.


"Udah bangun, Ai?" Suara serak menyadarkan lamunan Nuri.


Nuri mengangguk sebelum pada akhirnya merdeka menuruni ranjang untuk bersiap membersihkan diri.


"Ai, kamu gak lupa kan, kalau nanti malam di kompleks ada pengajian rutin bulanan?"


"Ai, gak lupa kok, Mas," jawab Nuri menutupi kelupaannya. Gak dosa dong, kan sekarang udah ingat, Nuri menertawakan diri sendiri.


Pagi ini, Agung melarang Nuri untuk memasak. Sebelum sholat subuh tadi, Agung telah memasak nasi pada majic com. Rencana pagi ini ia akan beli sayur yang sudah matang di depan pertigaan sana.


"Tumben nih? ada udang di balik balik gak nih?" sindir Nuri saat Agung mencegahnya masak.


"Emang kamu mau di balik balik pagi ini?"


Nuri menyesal telah menyindir suaminya, pemikiran Agung terlalu ngeres dan memang itu sesuai dengan tampangnya.


"Mas, bisa gak mesumnya itu di buang. Malu dong masa alumni pondok sekaligus guru di sana pikiran ngeres terus?" tutur Nuri.


"Mau gimana lagi, udah bawaan dari sana." Agung tak ingin kalah dari Nuri.

__ADS_1


"Kalau bawaan itu pikirannya bersih, gak kayak itu."Nuri mendengus kesal.


Jika meladeni Nuri maka keduanya hanya akan sarapan nasih putih saja. Agung memilih mengalah lalu menggandeng tangan Nuri keluar dari pagar rumahnya.


Jarang sekali ia keluar rumah sepagi ini. Ternyata ramai juga jalan di kompleksnya.


Agung sengaja mengajak Nuri hanya jalan kaki menuju persimpangan depan tempat dimana sayur pagi di jajakan.


Menikmati udara pagi yang masih asri, Nuri tersenyum manis kearah Agung yang masih setia menggandeng tangannya. Sesekali Agung tak malu akan mencium genggaman tangan mereka.


Nuri banyak menjumpai beberapa orang yang sedang lari pagi atupun sedang bersepeda pagi.


Nuri merasa bersyukur perlakuan Agung selalu membuatnya terbuai, hingga ia selalu menepis prasangka buruk tentang suaminya.


.


.


.


.


Sampai sini dulu, mana bunganya biar berbunga-bunga hati Nuri dan pak Agung.


...Follow ig green_teaa07...


...Jika ingin melihat visual...


...dari tokoh cerita ini...


Sebenarnya aku kehilangan pembaca atau memang kalian setelah baca lupa tekan tombol like sih?

__ADS_1


Kan jadi sedih liat like turun sementara viewer naik terus.


__ADS_2