Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Ngedate


__ADS_3

Meski hari minggu namun, sepasang insan yang tengah di mabuk asmara itu bermalas malasan. Hari ini jadwal mertua Nuri pulang dari Negeri.


Agung terbelalak saat melihat istrinya menuruni anak tangga. Padahal ia hanya untuk menjemput sang mama namun, dandanan Nuri bak akan pergi ke kondangan saja. Walaupun hanya merias dengan make up tipis, Nuri sudah terlihat sangat cantik. Sebenarnya tanpa make up pun ia sudah terlihat cantik alami dengan alis yang memang sudah tebal dari bawaan sono.


"Iya, dong. Gimana? cocok gak?' Nuri memutarkan tubuhnya. Rok panjang diatas mata kaki serta koas warna hitam serta tas jinjing yang di belikan Maya beberapa bulan yang lalu membuat Nuri terlihat sempurna menurut Agung. Walaupun ia tahu bahwa tak akan ada sesuatu yang sempurna di dunia ini.


Agung mengangguk. "Tapi aku gak suka kamu pakai sepatu kuda,"


Nuri mengernyitkan dahinya, melihat alas kaki yang ia pakai. Dasar suami durhaka gak ngerti trend.


Tak memperdulikan Agung, Nuri segera menuju ke mobil dengan Agung di belakangnya.


Hampir satu jam menuju bandara YIA, Bandara baru kebanggaan kota pelajaran tersebut.


....


Terlihat wajah lelah kedua mertuanya. Setelah hampir tiga minggu, akhirnya Maya bisa memeluk Nuri dengan hangat. Jika orang melihat, Nuri-lah anak Maya. Agung hanya sekedar mendapatkan pelukan sebentar dari sang mama namun, jauh direlung hatinya ia sangat bersyukur, sang mama sangat menyayangi Nuri.


Oh, ia lupa. Nuri adalah pilihan sang mama, wajar saja jika ia akan menyayangi Nuri sepenuhnya.


"Bagaimana kuliah kamu, sayang?" tanya Maya.


"Baik, Ma. Semua berjalan lancar."


Nuri sengaja duduk di bangku belakang bersama dengan Maya, sedangkan Dayu dan Agung, kedua lelaki itu hanya menjadi pendengar setia setiap ocehan dari kedua wanita yang saling melepas rindu.


"Mau pulang atau mampir ke restoran?" tanya Dayu.


"Pulang aja lah, Pa. Mama capek," ungkap Maya.


"Langsung pulanh ya, Jal," titah papanya.


Agung mengangguk pelan. Kali ini dirinya seperti seorang supir untuk keluarga tercintanya.


.....

__ADS_1


Sesampainya di depan halaman, Agung menahan lengan Nuri saat hendak masuk mengikuti Maya.


"Ada apa?" Nuri terkejut.


"Mubadzir, udah dandan cantik kayak gini gak ngedate. Nonton yuk!" ajak Agung dengan aura mesumnya.


Maya yang berada di depan mereka, menden dengan jelas. Anaknya tak jauh beda dengan sang ayah ketika masih muda dulu.


"Kalau kalian ingin jalan, silahkan! ajak Nuri refreshing mumpung hari libur." Maya membalikan badan, menatap anak dan menantunya yang masih berdiri di samping mobil.


Mendapat dukungan dari mamanya, tanpa ragu segera menggandeng tangan Nuri dan masuk ke dalam mobil.


JCM atau Jogja City Mall adalah tujuan utama Agung akan ngedate dengan istrinya. Berada di lokasi jalan Magelang, JCM sendiri di bangun pada tahun 2014 lalu dengan arsitektur romawi dan interior khas budaya jawa.


Bergandengan tangan menuju lantai 2 di mall tersebut. Agung memilih menggunakan lift dari pada harus berjalan menaiki anak tangga.


Mungkin karena hari libur, pengunjung sedikit mbludak.


Setelah membeli popcorn dan memutuskan untuk film yang akan mereka tonton, Agung rela mengantri demi sebuah tiket.


Nuri menunggu suaminya, duduk di tempat yang telah di sediakan sambil mengamati keadaan sekitar. Jujur, ini adalah pengalaman Nuri datang ke JMC.


Nuri bingung mengapa lelaki ini bisa mengenali dirinya. "Iya, maaf kakak siapa ya?" tanya Nuri penasaran.


Lelaki yang berada di depannya sungguh mengagumi pesona Nuri dari jarak dekat. Pantas saja Juna bersikeras untuk mendapatkan hati Nuri.


"Yuda, temannya Juna." Yuda memperkenalkan diri. Nuri tersenyum, pantas saja sekilas ia pernah melihatnya, ternyata ia adalah kakak senior yang bersama Juna waktu makrab.


"Kamu ngapain disini? sendirian?" tanya Yuda.


Nuri menggeleng. "Mau nonton. Aku kesini sama-," Belum sempat Nuri menjelaskan, Agung sudah datang lalu mengajaknya segera ke ruangan karena film yang akan mereka tonton sebemt lagi akan mulai.


"Ayo, Dek!" Tanpa melihat keadaan sekitar Agung menggandeng tangan Nuri. Gadis itu menurut tidak meronta.


"Duluan, Kak," ucap Nuri.

__ADS_1


Yuda hanya menganguk, menatap kepergian Nuri bersam Agung.


"Siapa dia?" tanya Agung.


"Kakak senior. Bahkan aku tak mengenalinya," ungkap Nuri.


Agung sedikit merasa lega, jujur Agung merasa was was saat Nuri telah memasuki perkuliahan, tak menutup kemungkinan akan banyak lelaki yang berusaha mendekatinya.


Film ber-garne romantis ala korea adalah pilihan keduanya.


Benar saja disana sudah banyak penonton yang sudah standby menunggu film segera diputar.


Agung memilih duduk di pojokan paling pinggir.


Selama acara berlangsung, Nuri memilih menyandar kepalanya di bahu Agung. Kisah sedih membuat Nuri ikut sesenggukan. Namun, Nuri melotot terbelalak saat diakhir endingnya.


Agung mengamati perubahan istrinya. "Kenapa? mau juga seperti itu?" ucap Agung tepat di telinga Nuri, membuat bulu kudunya berdiri menegang.


"Ih, apan sih, Mas." Nuri tersipu malu.


Tanpa aba aba, Agung segera meraih dagu Nuri, memiringkan wajahnya dan... Cup


Sebuah kecupan mendarat di bibir Nuri.


"Jika ingin lebih dari itu, alangkah baiknya kita singgah di TSR hotel," bisik Agung lagi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mana nih Likenya?


Tap tap terus, jangan lupa kasih uthor hadiah ya biar bisa beli kuota. Kalo kagak ada kuota uthor kagak bisa update hehehe ( becanda kok )


__ADS_2