Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Kedatangan Via


__ADS_3


Nuri berjalan kearah jendela kala mendengar suara mesin mobil memasuki halaman rumah.


Gadis itu merekahkan senyumnya saat melihat sosok yang telah keluar dari dalam mobil.


Lelaki yang satu jam ia tunggu tanpa rasa bosan.


Ingin langsung segera menemui Agung namun, langkah kakinya terhenti, dadanya naik turun melihat sosok yang baru saja keluar dari mobil sang suami. Sosok yang pernah ia lihat sebelumnya.


Nuri memundurkan kembali langkahnya, sungguh terasa teriris dada Nuri. Ia memilih kembali ke kamarnya, menghapus cairan bening yang tak sengaja lolos begitu saja.


Agung masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Via. Ya, sosok yang keluar dari mobil Agung adalah Via.


Tanpa dipersilahkan duduk, Via langsung membanting pantatnya di sofa panjang.


"Bersikaplah sewajarnya! jaga sikapmu, Via!" tegas Agung.


Lelaki itu pun segera meninggalkan Via sendiri di ruang tamu. Membuka pintu pelan, Agung segera masuk ke kmar mandi, dirinya hanya melirik sekilas Nuri yang tengah berpura pura sedang membaca buku.


Nyeri sampai ulu hati, sikap Agung tak seperti biasa. Dalam hati Nuri bertanya siapa sebenarnya Via? Begitu berpengaruhkah sosok Via dalam kehidupan suaminya?


Nuri menoleh kearah Agung yang telah selesai mandi.


"Mas mau kemana? tumben rapi?" tegur Nuri. Berpura-pura tidak apa apa itu memang menyakitkan.


"Oh itu, ada Via di bawah. Ayo turun?" ajak Agunh.

__ADS_1


Nuri mengernyitkan dahinya Sejak kapan Agung begitu peduli terhadap Via. Bukankah selama ini dia selalu dingin kepada wanita itu.


Namun, kenapa kali ini seolah menganggap wanita itu ada.


Nuri mengekori Agung dari belakang. Derap langkah menuruni anak tangga terdengar nyaring


Via yang semula fokus pada sebuh majalah segera mengalihkan ekor matanya.


"Kalian lama sekali di atas? apa lupa jika sedang ada tamu di bawah?" sindir Via.


"Kami sedang sholat magrib tadi, maaf telah menunggumu lama. Sudah sholat?" Nuri seolah memberikan sebuah Boomerang kepada Via.


Wanita itu terdiam sesaat, mencoba mengingat kapan terakhir kalinya ia mengerjakan sholat. Selamat tinggal di luar negri Via sama sekali tak pernah mengerjakan sholat dan merubah penampilan dengam pakaian yang menonjol.


"Aku lagi dapet," jawab Via gugup


Terkejut, saat melihat Via berada di rumah majikannya.


"Mbak, makan malam udah siap?" tanya Agung saat melihat mbak Mar.


Mbak Mar mengangguk. "Sudah, Mas. Mau makan sekarang?" tanya mbak Mar kembali.


"Boleh," ucap Agung santai.


Melihat silih berganti kedua wanita di depanny saat ini, jika Via tetap santai dengan majalah diatas paha mulusnya, maka Nuri memilih sibuk dengan ponselnya. Membalas chat dengan tiga Srikandi yang baru saja di tinggal empat hari, mereka telah hoboh tentang busana yang akan mereka kenakan saat perpisahan nanti.


"Nuri, ayo makan!" ajak Agung.

__ADS_1


Dengan segera Nuri menyimpan ponselnya di saku rok panjangnya. Sementara itu Via hanya mendongak menatap kepergian sepasa suami istri itu.


"Apa kalian tak berniat mengajakku ikut makan, setidaknya untuk basa basi saja," gerutu Via.


"Kamu punya rumah, kamu bisa makan di rumah kamu sendiri," ucap Agung.


Mata Via melotot, ingin rasanya ia mencakar bibir Agung.


Nuri masih tak mengerti kenapa suaminya membawa wanita ini pulang jika hanya akan di abaikan.


"Kamu makan saja di sini, lagian mbak Mar masak banyak kok," ucap Nuri. Meski menyembunyikan rasa tak suka namun, Nuri tak tega jika hanya dirinya yang kenyang. Biarlah nanti ia meminta penjelasan dari suaminya kenapa bisa membawa wanita ini pulang ke rumahnya.


.


.


.


.


.


.


Mon maap kola banyak typo. Uthor gak sempet mau koreksi lagi.


yang jelas tekan Like dan tinggalkn jekak.

__ADS_1


Hari ini uthor ada kegiatan di rumah, doain lancar ya ❤


__ADS_2