Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Masa lalu part 1


__ADS_3

...Tak perlu disesali apa yang telah terjadi...


...Biarkan masa lalu berada pada tempatnya....


...Sekarang dan nanti adalah...


...masa depan yang harus...


...diperbaiki....


...\= Nuri \=...


Nuri segera mengambil air dingin dari dalam kulkas. Menyodorkan gelas itu pada sang suami yang telah terduduk di sofa.


Agung meneguk air itu hingga kandas membuat Nuri menelan saliva. Nuri bukan orang bodoh, selama setahun lebih bersamanya ia telah menguasi karakter suaminya. Jelas, saat ini suaminya sedang melampiaskan perasaanya kepada dirinya.


"Mas, kenapa? ada apa? coba cerita mana tahu aku bisa bantu," Nuri mengawali perbincangan.


Agung menatap lekat wajah polos Nuri. Balutan baju tidur lengan panjang serta jilbab yang menutup mahkotanya membuat Agung merasa sangat lebih bersalah. Wanita sepolos dan sebaik Nuri menjadi pendampingnya, tak sebanding dengan dirinya yang penuh dosa.


Awalnya Agung telah melupakan kenangan buruk masa lalunya namun, dengan kedatangan Via mampu membangkitkan dalam lubang ingatannya.


"Ai," serunya


Nuri menatap Agung dengan seribu pertanyaan di benaknya.


"Mas cerita aja, Nuri akan menjadi pendengar. Syukur Nuri bisa mencari jalan keluarnya," pungkas Nuri.


Agung memberi isyarat agar Nuri merebahkan kepalanya di pahanya.

__ADS_1


"Kayak anak TK yang mau di nina boboin," gurau Nuri saat Agung dengan pelan mengusap usap kepala Nuri.


"Apa kamu yakin dengan kata maaf, kamu akan tetap berada di sisiku, aku yakin kamu akan kecewa dengan apa yang pernah aku lakukan, bahkan kamu akan merasa jijik dengan perbuatanku." Agung menjeda ucapannya.


"Mas cerita aja. Aku akn selalu ada buat mas Agung, apapun yang terjadi," ucap Nuri.


Mungkin inilah saatnya Agung mengungkapkan perasaan yang ia pendam, yang selalu menghantui pikirannya dengan rasa bersalah.


Meski Maya dan Dayu menyembunyikan namun, sedalam apapun kebusukan akan tetap tercium sauatu hari kelak. Agung tak ingin kelamnya terkuak dari orang lain. Itu sama saja membuat Nuri akan semakin terluka?


"Apa yang kamu tahu tentang masa lalu?" tanya Agung.


Nuri hanya menghela nafas. Baginya masa lalu itu masa yang tak akan pernah bisa terulang kembali. Baik atau buruk biarlah tetap disana.


"Masa lalu itu masa yang sudah terlewatkan. Kita tidak bisa mengulang kembali masa itu. Baik atau buruk tetaplah kita tidak bisa mengulanginya," jawab Nuri polos.


"Jika buruk?"


Nuri hanya menduga bahwa kenangan Via masih melekat dalam ingatan suaminya. Meski telah melupakan, tetap saja Via pernah menjadi yang terbaik untuk Agung kala itu.


Nuri sama sekali tak ingin cemburu pada sosok masa lalu suaminya asalkan Agung benar benar melupakan Via dan mencintainya lebih dari mencintai Via.


"Seharusnya mama gak menikahkan kita. Aku bukan lelaki baik seperti yang kalian lihat selama ini. Aku lelaki sampah. Kamu terlau baik untukku."


Nuri masih terdiam, apakah Agung menyesal telah menikahinya.


"Apa kamu akan menerima masa laluku?" tanya Agung dengan pandangan kosong.


"Apapun itu, asalkan mas Agung telah meninggalkan masa lalu, aku akan tetap bertahan di sampingmu, meski dunia menghujat mas Agung."

__ADS_1


"Ai, bagaimana jika kamu di duakan, padahal kamu sangat mencintainya?"


Deg..


Nuri sudah yakin jika arah pembicaraan ini menyangkut pada Via.


Dengan tenang Nuri menjawab. "Aku pasti akan merasa kecewa dan tak akan pernah bisa memaafkannya." Sekelebat rasa takut jika Agung ternyata akan kembali kepada Via dan mencampakkannya.


Nuri memilih bangkit lalu menyandarkan tubuhnya pada sofa. Sebenarnya masa lalu seperti apa yang membuat suaminya terlihat frustasi dan menyedihkan seperti ini.


"Selama ini aku takut jujur, takut semua orang membenciku, hingga aku berusaha menutup diriku dengan menjadi guru di pondok. Aku memang munafik!"


"Kamu tahu bagaimana aku mencintai Via kala itu? Aku larut dalam buaian cinta, hingga aku lupa batas kewajaran. Dan Via pernah mengandung anakku."


Deg..


Nuri tercengang, terasa susah menelan saliva. Berharap ia salah dengar. Tidak mungkin sosok suami yang ia banggakan bisa berbuat segila itu di masa lalunya.


.


.


.


.


.


Lanjut nanti sore masa lalunya....!

__ADS_1


Kasih bunga atau kopi, nambah fresh otak uthor, gak ngeres mulu 🤣🤣


__ADS_2