
Nuri mendadak gugup saat Maya memberikan sebuah tespek sebelum mereka menuju kamar masing masing.
"Ingat ya, harus pas kencing pertama!" ujar Maya yang masih membayang ke kepalanya.
Nuri tidak begitu yakin namun, demi rasa penasarannya ia akan menuruti ucapan mama mertuanya.
"Kok, masih bengong, Ai?" tanya Agung yang mulai merambat ke ranjangnya.
"Capak, Mas," keluh Nuri. "Besok gak usah ke kantor dulu ya," pintanya pada Agung.
Agung tersenyum melihat wajah sok imut dari wanita yang ada di hadapannya saat ini. Bagaimana ia harus libur lagi, sementara sang papa sudah memprotes liburnya yang molor.
"Gak bisa dong, Ai, kamu 'kan tahu, tadi papa ngambek dan mau motong gaji pertamaku." Agung mengusap lembut kepala Nuri.
Perempuan itu hanya mendengus kesal. Meraih guling lalu membuat batas untuknya dan suminya.
"Malam ini gak boleh pegang pegang! Awas aja ya kalau melanggar! kena denda!" ancam Nuri.
Agung terheran tak mengerti atas tingkah Nuri yang akhir akhir ini suka aneh.
Dan malam ini ia harus tidur memeluk guling saja, sungguh miris nasibnya. Tapi, beruntung saja sore tadi ia sudah mengambil jatahnya, jadi juniornya bisa bobok tenang meski kadang mendenyut.
Seperti biasa, sebelum subuh Nuri sudah bangun.
Ia segera menuju kamar mandi tak sabar untuk mengetahui hasilnya.
Jujur Nuri masih bingung bagaimana cara menggunakannya, akhirnya ia kembali lagi keluar untuk mengambil ponselnya. Mbah gugel adalah solusinya.
Agung yang terlihat sudah bangun hanya memperhatikan Nuri dengan penasaran karena berjaln tergesa gesa.
__ADS_1
Dengan sabar Nuri mengikuti tutorial yang ia lihat.
Nuri memejamkan mata, jantungnya berdetak lebih kuat. Jika ia benar hamil, maka ia akan sangat bersyukur namun, jika ternyata negatif, maka ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan mama mertuanya yang akan kecewa lagi setelah insiden salah pahm kala itu.
"Bismilah." Nuri membuka mata, menarik nafas panjang. Ia tak percaya saat muncul dua garis berwarna merah, meski salah satu warna merah belum terlihat jelas.
Nuri menangkup bibirnya, rasa syukur ia ucapkan berkali kali. Meski awalnya ia masih memikirkan nasib kuliahnya namun, ia berpikir kembali, mengingat Agung adalah anak tunggal dan Maya sangt berharap ingin segera menimang cucu.
"Ai, kamu kenapa di dalam?" Suara Agung menyadarkan lamunan Nuri.
"Kamu gak tidur 'kan di dalam?"
"Ai," panggilnya kembali.
Nuri sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan kepada suminya. Harapannya selama ini telah terkabul.
Nuri membuka pintu kamar mandi pelan, tangannya masih menyembunyikan hasil tes.
Mengalungkan kedua tangan ke leher Agung, Nuri mengecup singkat bibir Agung.
"Kamu mau aku masukin?" tanya Agung heran.
Padahal semalam Nuri mengancam dirinya.
Nuri tersenyum lebar. "Idih... mas Agung pagi pagi udah ngeres aja itu pikiran."
"Lalu? apa ini?" Agung mengelap bibir Nuri. Wajahnya sudah mendekat. Hembusan nafas keduanya sudah hampir menyatu namun, Nuri segera menepisnya.
"Ih... di kasih sekali malah ngelunjak," protes Nuri.
__ADS_1
Agung terkekeh, tangannya pun masih melingakar di pinggang istrinya.
Nuri menatap Agung dengan berbinar.
"Mas, coba lihat!" Dengan rasa penuh bahagia Nuri menunjukkan dua garis yang ada di tespeknya.
Agung terperanjat, matanya masih melotot melihat sebuah tes yang ada di tangannya. Meski ia seorang laki laki tapi ia juga tidak bodoh untuk mengartikannya.
"Serius, Ai?" Agung menatap penuh arti.
Nuri menganguk, lalu mengulum senyumnya.
Tak kuasa menahan rasa bahagianya Agung segera memeluk Nuri. Mencium pucuk kepalanya dan mengucapkan beribu syukur kepada Allah karena doa dan usahanya telah terijabah.
"Makasih, Ai." pungkasnya.
Pagi ini adalah menjadi saksi bahwa sebentar lagi Dayu dan Maya akan mendapatkan seorang penerus generasinya. Mengingat Agung pernah gagal menjadi seorang ayah kala itu namun, Maya bersyukur atas calon benih yang di tabur anaknya dinyatakan telah pergi kepada sang Khaliq terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
**GIMANA? MUNGKIN KALIAN KURANG PUAS. TAPI, BEGITULAH... ISI DARI PEMIKARANKU.
__ADS_1
KALIAN KALAU ADA SARAN BOLEH KASIH TAHU AKU. SIAPA TAHU BISA MEMBANTU PIKIRAN UTHOR YANG MASIH BUNTU.
JANGAN LUPA TEBAR TEBAR KEBAIKAN, EH,, MAKSUDNYA TEBAR HADIAH 😀😘😍**