Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Ada Maunya


__ADS_3

Di dalam kamar pun, tak sepatah kata terucap dari sepasang insan yang berada di dalamnya. Nuri hanya fokus terhadap buku tebal yang berada di atas mejanya, sementara Agung memilih membaringkan badannya. Ia hanya berpura pura tidur saja. Entah mengapa perasaan kesalnya begitu sangat besar hingga ia sangat mengacuhkan istrinya.


Di hempaskan nafasnya, ia melirik Nuri yang masih terduduk di meja belajarnya. Sungguh, Agung merasa sangat bersalah. Nuri hanya sekedar menyapa saja dan dia sudah berusaha menjaga jarak namun, karena ucapan Juna yang menganggap dia adalah kakak Nuri, iapun merasa sangat kesal hingga melampiaskan rasa kesalnya kepada istrinya yang tak bersalah.


Diamati tak ada pergerakan, Nuri yang meletakkan kepala di atas meja ternyata sudah tertidur. Menyadari akan hal itu, Agung segera mengangkat tubuh Nuri menuju King size.


Perlahan ia tatap wajah polos istrinya, membelai pipi Nuri, hingga menanggalkan hijabnya.


Mungkin terlalu lelah, nafas Nuri berhembus sangat teratur tanpa merasa terganggu oleh tangan Agung.


Mendadak Agung merutuki kebodohannya, cemburuan telah membutakan mata dan hatinya.


Seharusnya ia peryaca kepada Nuri, seperti Nuri percaya kepada dirinya.


"Maaf," lirihnya lalu mengecup kening Nuri sebelum ia memejamkan mata.


...…..


Sebelum waktu subuh Nuri telah terbangun. Ia kaget saat menemukan dirinya telah berada di ranjang. Seingatnya ia ketiduran di atas meja, mungkinkah ia berjalan saat tidur? Menoleh kesamping, Agung tak berada disana. Kecewa, sebegitu marahkah Agung hingga tak ingin tidur bersamanya?


"Sudah bangun?" Teguran Agung membuat Nuri segera mengusap cairan bening yang hendak keluar.

__ADS_1


"Mas Agung," Bukan menjawab, Nuri malah terbengong melihat Agung yang baru saja keluar dari kamar mandi sudah siap dengan baju kokonya.


"Ai, malah bengong? sana mandi! sebentar lagi masuk waktu subuh!


Nuri masih tak percaya dengan apa yang ia dengar, mungkinlah Agung kesambet jin kamar mandi?


Tanpa pikir panjang, Nuri mengngguk, segera menuju kamar mandi dengan seulas senyum merkah di bibirnya.


.......


Setelah salam, Nuri mencium telapak tangan Agung. "Mas udah gak marah?" tanya Nuri.


Agung mendongak menatap Nuri dengan perasaan bersalahnya. "Aku minta maaf, seharusnya aku tak bersikap seperti itu. Aku bodoh dan aku menyesal. Ai, maukah kamu memaafkanku?"


Agung segera mempercepat dzikir dan doanya setelah mendapat maaf dari sang istri.


Nuri melepas mukena, merapikan kembali ikatan rambutnya yang sempat berantakan. Sementara Agung sudah terbaring di ranjang.


Nuri berjalan pelan, perasaan mendadak tidak enak saat memperhatikan sunyuman Agung.


Pasti ada maunya! gerutu Nuri dalam hati.

__ADS_1


"Mas mau tidur lagi?" tanya Nuri was was.


Agung menggeleng. "Tidak! Aku mau olahraga sebentar saja. Boleh?"


Nuri mengernyitkan dahinya. Sejak kapan aku melarangnya berolahraga?


"Mas," desah Nuri.


Tanpa perlawanan lagi, Nuri begitu pasrah saat Agung memporak-porakdakan benteng pertahanannya.


Suami mesumnya selalu membuatnya melayang, hingga ia tak menyadari lagi jika ia harus kuliah pagi hari ini.


Kali ini mereka benar benar terlambat bangun. Agung sudah berusaha menahan satu malaman untuk menyeburkan para kecebong ke rawa rawa, akhirnya baru tersalurkan saat pagi hari hingga membuat dirinya khilaf.


.


.


.


Maaf ku potong jadi 2 part!

__ADS_1


Terlalu panjang, aku takut kalian bosan ngebacanya.


Aku gak tahu gimana pendapat kalian tentang cerita ini.


__ADS_2