Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Diantara dua pilihan


__ADS_3

Menelusuri jalanan yang sepi, hamparan sawah luas berjejer sepanjang jalan. Agung sengaja memilih jalan tersebut, selain ingin menikmati udara segar dirinya juga hanya ingin berdua dengan Nuri.


Pagi ini memang pagi yang cerah. Tak jarang mereka berpapasan dengan para petani yang sengaja jalan kaki ataupun dengan bersepeda.


Sungguh baru pertama kali bagi Nuri menikmati pemandangan alam yang masih asri seperti ini.


Terbesit rasa ingin mengabadikan momen tersebut namun ia masih dalam keraguan. Nuri tak menolak kala Agung menggenggam telapak tangannya.


"Nur, setelah lulus, apakah kamu akan tetap melanjutkan sekolah ke Al Azhar?" tanya Agung tiba tiba.


Nuri masih diam, ia belum mampu memberikan jawabannya. Sudah pasti kakaknya sudah bercerita tentang cita cita Nuri.


"Entahlah Pak, eh - Mas," ucap Nuri datar.


Agung berhenti. Nuri pun segera turun.


Tatapan Agung lurus ke depan. Nuri mengerti akan suasana saat ini.


"Kalau iya, apakah Bapak akan memberi ijin," tanya Nuri.


"Tentu saja tidak! jelas aku tak akan memberimu ijin tapi, jika kamu lebih memilih pergi maka apalah arti pernikahan ini." Mata Agung terlihat sendu.


Memang dua pilihan yang sulit untuk di pilih.


Satu sisi, Al Azhar sudah di depan mata, sementara satu sisi lain Agung adalah masa depannya. Menjadi istri Agung memang pernah Nuri harapkan saat ia masih berusia sepuluh tahun dan kini telah menjadi kenyataan. Itu adalah sebuah Anugrah yang tak mungkin akan Nuri lepas begitu saja.


Nuri memberanikan diri untuk menggenggam tangan Agung, meski ini adalah pertama kali untuknya.

__ADS_1


"Aku sudah berjuang selama ini untuk bisa ke sana. Sebab itulah cita citaku, Mas. Tapi, aku sadar bahwa ada seseorang yang harus aku pertahankan ada di depan mata. Maka demi orang tersebut aku tak akan meninggalkannya walau aku harus kehilangan impianku."


"Apa kamu yakin dengan ucapan mu?" Kedua mata mereka saling menatap. Agung mencari kebenaran dalam mata Nuri.


"Iya, aku yakin! itu demi kamu, Mas!" Nuri mengembangkan senyumnya. Saat ini yang terpenting adalah nasib pernikahannya.


"Baiklah, aku percaya!" Agung tanpa malu mencium kedua telapak tangan Nuri. "Ayo pulang! udah siang!"


Sebisa mungkin Nuri menyembunyikan wajahnya yang telah memanas. Menahan gemuruh dalam dadanya.


....


Sementara di pondok, Azam dan Zakiah panik saat tak mendapati Nuri di sana. Semua temannya pun tak ada yang tahu kemana perginya Nuri termasuk Ratna dan Galih.


Saat Ratna dan Galih menanyakan hal tersebut kepada Tika, gadis itu tak tahu kemana perginya Nuri.


"Tika, saya minta tolong jangan kamu katakan kepada yang lain kalau mereka sedang pergi berdua. Jika nanti mereka kedapatan pulang berdua bilang saja Pak Agung menemukan Nuri di jalan," perintah Agung.


Tika mengiyakan, lalu segera menuju asrama.


Di sana telah heboh atas kehilangan Nuri. Ratna dan Galih terlihat sangat cemas namun, tidak dengan Tika. Sebenarnya Tika merasa sangat bersalah telah membuat para temannya panik dan cemas atas kehilangan Nuri.


Maaf. Kata itu hanya mampu Tika ucapkan dalam hati.


Tak ada lagi rasa canggung untuk kedua pasangan muda itu memasuki area pondok. Namun, lengan Nuri sudah tak memeluk Agung lagi.


Setelah memarkirkan sepeda ke tempatnya, sungguh berat Nuri untuk berpisah dengan Agung. Waktu yang terasa singkat. Jujur Nuri belum puas menikmati liburnya hari ini.

__ADS_1


"Sudah sana masuk! nanti ada yang kepo!" tegur Agung.


Walau berat, Nuri menuruti ucapan Agung.


Meski dalam hati masih ingin tetap bersamanya.


Sabar hingga sampai kelulusan tiba. Disaat itu terjadi, maka Nuri tak akan lagi menahan rasa rindu ingin bertemu. Ia bisa sepuasnya bersama dengan Agung.


Larut dalam angannya, Nuri berjalan sambil tersenyum, dan berdoa agar waktu cepat berlalu.


.


.


.


.


.


.


Absen dong! Like dan Komennya biar rame gitu.


Masa tega, novelku di biarin sepi kayak kuburan?


Like dan vote kalian itu sebenarnya menentukan uthor Up. Kalau like turun, Mod nulis pun juga ikut turun lho. Karena akhir akhir ini banyak vitamin dari kalian, maka uthor pun semangat nulis lagi. Jadi please dukung terus uthor receh ini ya ❤

__ADS_1


__ADS_2