
Terlihat seorang wanita beberapa kali mengetuk kaca mobil yang tak kunjung di buka pintunya.
"Kalian gak segera turun, Mama pecahin kaca mobil ini," ancam Maya.
Berdecak kesal, Agung kembali dalam posisi semula. Menyandarkan kepala di kursi pengemudi. Sebelum benar benar turun, Agung tersenyum melihat Nuri semakin salah tingkah. Andaikan tak ada yang mengganggu mungkin ia sudah melakukan lebih dari itu.
"Kita sambung nanti," tukasnya.
Kedua pasangan muda itu segera turun, jika tidak, masalah akan berbuntut panjang.
"Ngapain sih kalian lama di mobil?" tanya Maya kembali.
"Tenang dulu lah, Ma, Nuri tadi tertidur di mobil, Agung gak tega mau bangunkan, jadi ya Agung tunggu sampai menantu Mama bangun," alibi Agung. Semoga Mama gak curiga. Batin Agung
Sontak mata Nuri terbelalak menatap Agung. Saat ingin memberi penjelasan, Agung menggeleng. Memberi isyarat agar tak mengelak.
Dasar! awas kamu, Pak!
"Ah, maafin Mama ya Ai, Mama gak tahu, Mama kira kalian-. Ya sudahlah , ayo masuk!" Dengan lembut Maya menggandeng menantunya.
Nuri tak habis pikir jika Agung memanfaatkan dirinya untuk menutupi aib. Ah Nuri tersadar, seharusnya ia berterima kasih ke pada suaminya, berkat dirinya Maya tak mengetahui kegiatan yang hampir membuatnya melayang.
"Selamat ya, sayang kamu lulus dengan nilai terbaik. Lusa Mama akan buat acara syukuran. Bapak dan Ibumu sudah setuju, besok mereka akan kesini." Belum lepas dari pemikirannya, Nuri di buat terkejut lagi.
Memasuki ruangan, Nuri tak menentukan keberadaan sang Papa mertua. Penasaran tapi Nuri enggan untuk bertanya, mungkin sedang keluar kota, pikirnya.
Agung menyeret koper berukuran besar. Merasa kesal karena telah diacuhkan oleh kedua wanita itu, segera menuju ke kamarnya, sementara Nuri masih duduk di sofa dijamu dengan segelas jus buah.
"Makasih, Ma," ucap Nuri.
__ADS_1
Maya tersenyum. Bahagia tak bisa di ungkapkan lagi saat melihat Nuri berada di sampingnya. Meski dulu pernah meras kecewa saat tak bisa mengangkat Nuri sebagai anaknya, namun atas saran dari besannya, Maya menanti nanti waktu tersebut dan harapan Maya selama ini telah berada depan mata. Walau hanya sebagai menantu, tapi Maya akan menyayangi Nuri bak anak kandungannya sendiri.
Nuri membuka pintu kamar, tak mendapati suaminya di ruangan tersebut, Nuri enggan mencari. Merebahkan tubuhnya di ranjang adalah pilihannya saat ini. Lelah selama perjalanan, meski sempat tertidur di mobil tapi tetap saja ia belum puas.
"Malah tidur. Sana mandi!" Agung terlihat lebih segar. Lelaki itu rupanya baru saja siap mandi.
Nuri hanya menggeliat, malas untuk bergerak Nuri malah mengeratkan pelukannya kepada sang guling.
Agung meras semakin gemas. Mengikuti Nuri terbaring di ranjang, lalu mencubit hidungnya.
"Pak Agung rese'." Dengan berat Nuri membuka matanya. Tangan Agung kini mencubit kedua pipinya.
"Eh, bagaimana kalau kita lanjutkan yang sempat tertunda tadi."
"Apa?" Nuri segera bangkit dengan mata terbelalak. Agung tertawa melihat ekspresi Nuri saat ini.
"Ayolah, atau kita mandi bersama?" goda Agung.
....
Setelah makan malam, Nuri memilih menonton televisi di ruang tengah. Dari percakapan yang ia simak tadi, papa mertuanya sedang ke Surabaya.
Bagi Maya, sudah biasa di tinggal berhari hari oleh suaminya. Entah masalah bisnis ataupun masalah keluarga.
Fokus Nuri terganggu oleh sosok Agung yang datang lalu bergelayut manja di lengannya. Sejak kapan Agung mempunyai sifat manja.
Kebiasaan baru yang harus Nuri hadapi sekarang.
Ya Allah jin apa yang menempel pada tubuh suamiku?
__ADS_1
"Apaan sih, Pak! malu tahu," dengus Nuri.
Bukan itu, hanya saja Nuri merasa canggung. Inilah sosok Agung sebenarnya, batin Nuri.
"Hei, aku bukan gurumu! aku suamimu." Lagi lagi Agung mencubit hidung Nuri. Entah kenapa Agung suka sekali mencubit hidungnya.
Ah Nuri lupa, jika saat ini yang berada di sampingnya adalah suaminya. Sedikit meras geli memang.
"Ayo, ke kamar!" ajak Agung.
"Masih seru nih sinetronnya."
"Ayo! kamu bisa menonton di kamar. Kamu lupa kalau di kamar juga ada televisi." Tanpa aba aba, Agung malah membopong Nuri menuju kamarnya.
.
.
.
.
.
.
Like kalian turun, Update juga ikut turun.
Satu bab satu hari. Pusing pala emak Nuri, ngetik berjam jam kagak ada kemajuan.
__ADS_1
Follow ig green_teaa07 ya!