Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Terkunci


__ADS_3

Nuri tertawa puas saat keluar dari kamar mandi. Kini dirinya swgera menyusul ketiga Srikandi di ruang perpustakaan.


Meski nampk sepi namun, ada beberapa siswa yang singgah kesana.


Pandangan Nuri menyusuri setiap sudut ruangan. Nihil, para sahabatnya tak terlihat. Namun, Nuri dibuat terkejut saat melihat ke arah meja baca.


"Ternyata disana," gumamnya.


Dengan pelan Nuri menghampirinya.


"Nah, kan! ketahuan deh kalian!" Nuri menggebrak meja, sontak membut para sahabatnya terkejut.


"Ternyata kalian kesini hanya ingin kencan," ejek Nuri.


Ratna dan Galih gelagapan. Sebenarnya ini hanya sebuah kebetulan saja. Bayu dan Haris sudah berada disana sebelum ketiga Srikandi mucul.


"Bukan gitu. Ini murni ketidak sengajaan. Oke!" Galih menguatkan penjelasannya.


Bugitu juga dengan Rantna, gadia itu berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya hingga bisa satu meja dengan Haris dan Bayu.


Sebenarnya bukan masalah untuk Nuri, tapi entah mengapa mendadak ia tak suka dengan cara mereka tertawa bersama.


"Dimana Tika?" tanya Nuri datar.


Setelah menemukan keberadaan Tika yang sedang mencari buku, Nuri mendengus kesal.

__ADS_1


"Kenapa sih, mereka sok romantis," keluhnya.


Tika menghentikan gerakannya lalu menghap kearah Nuri.


Tika menyadari bahwa Nuri sedang dalam mode kurang baik.


"Kenapa?" tanya Tika.


Nuri mengoceh, menyalahkan Tika telah membiarkan Rantn dan Galih berkencan walaupun tidak sengaja.


Tika mengernyitkan dahinya. Sejak kapan Nuri suka mengeritik kegiatan orang lain.


"Kamu kenapa? kok sewot gitu? kan mereka gak merugikan kita," ucap Tika.


Di dalam kamar Nuri baru menyadari bahwa hawa di kamar tidaklah panas seperti biasanya.


Seperti ada sesuatu yang berubah.


"Kayak berasa di ruang ber-ac," cicitnya


"Memang iya, tuh lihat," ucap Tika sambil menunjuk ke atas dimana letak Ac.


"Sejak kapan? kok aku gak tahu ya." Nuri merebahkan tubuhnya di ranjang milik Tika.


"Serius kamu gak tahu? jangan bilang kamu gak tahu juga siapa yang ngasih Ac?" Tika menghadap kearah Nuri. Gadis itu hanya menggeleng sementara Tika hanya mampu menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


....


Di sebuah ruang sempit nan kurang cahaya, seorang gadis telah siap dengan hajatnya. Namun, mendadak merasa terkejut saat pintu tak bisa dibuka. Menggedor dan berteriak minta tolong berharap ada seseorang yng mendengarkannya.


"Sudah hampir satu jam ia terkurung di dalam toilet, belum ada tanda tanda seseorang masuk kesana.


"Tolong, buka pintunya!" teriak Syifa sambil menggedor pintu kamar mandi. Namun, percuma saja, tak ada yang mendengarkannya.


"Sial," umpatnya.


...


Setelah berganti baju, Nuri baru menyadari bahwa ia telah mengunci Syifa di dalam toilet. Mungkin sikap sudah sangat keterlaluan, tapi rasa sakit hati, Nuri terbakar emosi hingga ia berbut nekat.


Mendadak ia merasa cemas saat tak melihat batang hidung Syifa. Di kamarnya pun nihil.


Sudah pasti Syifa masih berada disana.


Keluar asrama menuju sekolahan. Nuri menghampiri Pak Mangun, penjaga sekolahan lalu mengatakan bahwa ada seorang siswa terkurung di dalam toilet sekolah.


Pak Mangun terkejut, lalu segera menuju ke TKP.


"Pak, jangan bilang kalau saya yang kasih tahu ya," pinta Nuri ragu. "Takutnya besok nama saya trending." Nuri mencoba mengelabui Pak Mangun. Maafkan saya, Pak.


"Siap, Mbak." Pak Mangun segera menuju kearah toilet.

__ADS_1


__ADS_2