Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Perpisahan


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, Nuri sudah terbiasa jika harus di tinggalkan Agung untuk mengajar. Hanya minggu waktu yng tersisa untuk Nuri. Agung menggunakan waktu tersebut dengan mengajak Nuri jalan jalan dan nonton.


.......


Pagi ini Nuri telah rapi, sesuai jadwal, hari ini adalah hari perpisahan sekolah. Meski dirinya tak mendapat peran dalam acara tersebut, dirinya sudah bangga bisa lulus dengan nilai terbaik.


Terlihat Bu Aisyah dan Pak Ali juga sudah berada di kediaman milik besannya. Sudah dua hari orang tua Nuri berada disana atas kemauan Maya hari itu. Sementara itu Maya dan Dayu masih sibuk mempersiapkan diri, keduanya baru saja tiba di Indonesia tadi malam.


Jangan di tanya lagi guru Nuri paling handsome sudah terlihat gagah dan rapi.


Nuri dan Agung berangkat ke pondok hanya berdua, sedangkan para orang tua merdeka memilih berangkat dalam satu mobil saja.


Sepanjang perjalanan, para besan itu berceloteh ria membicarakan masa depan anak dan menantunya.


"Dek, kamu tadi pagi sarapan apa sih?" tanya Agung di selal sela nyetirnya.


Nuri mengerutkan dahinya, bukankah tadi menu sarapan mereka sama, opor ayam dan tempe bacem.


"Nasi sama opor ayam di tambah tempe bacem," jawab Nuri jujur.


Agung tertawa, sekilas melihat istrinya ym terlihat menggemaskan.


"Pantes aja! kamu masis hari ini."


Seketika gelak tawa keluar dari bibir Nuri. Agung yang kaku berusaha untuk ngelawak. Sangat tidak cocok, tapi Nuri harus tetap menghargainya.


"Mas... Mas... gak nyambung tau gombalannya." Nuri masih menertawakan sesuatu yang dianggapnya lucu. Agung ikut tersenyum melihat Niri tertawa.


.....

__ADS_1


Semua siswa berkumpul di aula sekolah. Tenda sudah berdiri tegah. Semua para undangn termasuk oara orang tua wali jug telah hadir. Acara menyerah siswa didik kepada orang tua.


Haru pilu saat beberapa siswa membacakan sebuah puisi perpisahan untuk para guru pengajar mereka.


Ada juga beberapa tunjukkan dari para siswa.


Nuri hanya diam di kursinya dan tepuk tangan saja.


Ketiga Srikandi memakai pakaian sama seperti yang Nuri kenakan. Jauh hari Nuri telah menyiapkan baju tersebut.


"Kita bakalan pisah," rengek Galih.


"Lebay!" sahut Ratna.


Raut wajah Tika jauh lebih murung ketimbang ketiga sahabatnya, tapi jaih dari dasar lubuk hati dirinya sangat merasa bahagia. Bisa melanjutkan kuliah gratis di luar Negri adalah impiannya dan kini atas kebaikan Nuri, Tika bisa mewujudkan impin tersebut.


Ya, beasiswa yang Adam siapkn untuk Nuri terpaksa harus ia berikan kepada Tika sebab, Nuri tak bisa menyambung sekolah di luar Negri sana.


Acara berjalan dengan lancar, setelah acara penyerahan siswa, mereka melakukan foto bersama.


Banyak dari mereka meminta foto untuk kenangan, begitu juga dengan Nuri. Dengan alasan sebagai kenangan, Nuri mengajak Agung berfoto bersamanya dan ketiga sahabatnya.


"Gila kamu, Nur! yang benar aja Mr. A mau foto sam kita?" Ratna meragukan usulan Nuri.


"Lihay saja!" Nuri tersenyum saat Agung telah berjalan menuju kearah mereka. Dan..


jepret!


Astag mimpi apa aku salam? batin Ratna dan Galih.

__ADS_1


Agung tersenyum tipis. "Ini tidak gratis! ada bayaran yang harus kamu bayar nanti malam!" bisik Agung pelan tepat di samping telinganya membuay bulu kudu Nuri terasa berdiri.


Nuri sudah bisa menebak bayaran apa yang harus ia berikan kepada suami mesumnya yang hampir setiap malam meminta Nuri melepaskan para kecebongnya.


Jantung Nuri seakan berhenti berdetak, terdiam kaku di tempat setelah berfoto dengan Agung.


"Hei, kesambet jin apa sih? jangan bilang jin milik Pak Agung nempel sama kamu?" tegur Galih membuat Nuri tersadar dari lamunannya.


.


.


.


.


.


.


Hepi palentin ❤ Kasih hadiah dong biar uthor bisa beli cokelat hehehe.


Ntar malam uthor tuker sama yang hareudang 🤫


Eng... ing... eng...


Ah, kode! tanda² apa ini?


Tap Like dan tinggalin jejak dong!

__ADS_1


Betewe kalo oleh nanyak kalian yang baca cerita ini berasal dari mana aja sih. Jujur uthor penasaran.


Mana tahu kita satu kampung hihihi


__ADS_2