Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Salah Siapa?


__ADS_3

Libur dua hari membuat Nuri sangat jenuh terkurung di asrama.


Namun kini raut wajahnya telah berseri kembali. Melangkah menuju tangga ke lantai dua gedung sekolah beriringan dengan para teman dan sahabatnya sebagian teman mengerubunginya. Berbagai pertanyaan tentang kesehatannya, Nuri memakluminya sebab kebanyakan dari mereka tidak tinggal di asrama.


Selama pelajaran berlangsung tak ada yang berani melempar candaan. Entah mengapa kali ini kelas terasa mencekam. Guru yang biasanya memberikan sambutan hangat, ceria kali ini terlihat hanya berbicara seperlunya saja.


Setelah tugas di kumpulkan, sang guru pun memberikan ulangan dadakan. Beberapa siswa keberatan dengan keputusan guru, namun dengan tegas sang guru meminta bagi yang tidak suka dengan pelajarannya di persilahkan keluar. Siapa lagi kalau bukan Mr Agung gurunya.


Semua siswa ternganga, tak percaya dengan ucapan Mr Agung, karena biasanya mereka juga seperti itu dirinya tak keberatan. Entah apa yang sedang merasukinya.


“Sungguh aneh,” gumam Nuri yang sedari tadi hanya memperhatikan sang guru membagikan kertas ulangan. Untung saja ia mengumpulkan tugas, jika tidak tamatlah riwayatnya.


“Saya hanya beri waktu tiga puluh menit. Kerjakan tepat waktu.” Suara lantang saat guru itu membagi kertas ulangan di meja Nuri.


Merasa tengah di awasi Galih dan Ratna tak bisa mendapat contekan dari Nuri. Begitu juga dengan Bayu dan Haris. Biasanya kedua siswa itu kan saling tukar menular jawaban kali ini tak bisa berkutik.


“Ganas juga kalau lagi ngambek ya?” bisik Tika. Nuri hanya melebarkan senyumnya.


“Denger, tamat riwayatmu,” ejek Nuri.

__ADS_1


Akhirnya semua murid merasa lega saat mendengar Bel istirahat. Haris selaku ketua kelas bertugas mengutip kertas ulangan. Saat sampai di meja Nuri, Haris mengajak Nuri makan bersama di kantin.


Nuri yang mendengar kata traktiran segara mengiyakan ajakan Haris.


“Aku tunggu di kantin ya,” kata Haris. Nuri hanya mengangguk dan mengacungkan jempolnya.


Sorot mata tajam mengarah ke arah Nuri dan Sahabatnya. Mereka yang melihatnya ingin segera bergegas keluar kelas.


Galih dan Ratna sudah berjalan di depan. Begitu juga Haris dan Bayu ke dua lelaki itu telah menuju kantin lebih awal.


Nuri dan Tika masih sibuk mengemasi alat tulisnya. Tiba tiba sebuah benda kotak persegi telah berada di meja mereka.


“Malah bengong, buruan gih makan. Keburu bel masuk.”


Sungguh aneh batin Nuri.


Agung perlahan melangkah meninggalkan kedua muridnya namun langkah nya terhenti saat ia mendengar Nuri mengucapkan kata terimakasih.


“Thank you Mr. I like.” Dengan mata berbinar Nuri merasa takjub saat membuka kotak bekal yang ternyata isinya adalah Nasi dan semur telur puyuh makanan yang sangat ia rindukan selama ini. Biasanya ia bisa menikmatinya di sebuah angkringan namun kini semenjak ia masuk ke sekolah Boarding school tak pernah merasakannya.

__ADS_1


“Sebelum makam baca doa terlebih dahulu,” pesan Agung saat melihat Nuri ingin segera melahapnya.


“Enak juga ya,” gumam Tika saat mencicipinya.


“Nur, gimana sih cerita kamu sama Mr Agung dulu? Aku jadi kepo nih,” cicit Tika membuat Nuri tersedak.


Terlihat wajah Nuri telah merah padam. ia membutuhkan seteguk air untuk menetralkan dadanya yang sesak.


Tika kebingungan karena ternyata tak ada air minum. Entah siapa yang ingin Nuri maki saat ini Agung yang memberinya bekal tanpa memberi minum atau pertanyaan Tika yang sangat mengejutkan.


Keduanya tak bersalah, semua adalah salahnya sendiri.


Kata Author : Sabar ya Nur, sakit memang kalau pas kesedak gak nemu air minum. Panas dalam dada.


jangan lupa seperti biasa. isi absen kalian guys !


Otor udah Up lebih awal jadi jangan buat otor kecewa ya!


lop U banyak banyak ❤

__ADS_1


__ADS_2