Dinikahi Mr. A

Dinikahi Mr. A
Sensasi Memabukkan


__ADS_3

Sesuai ucapan Agung, sore ini Pak Ucup telah Standby di halaman pondok. Lelaki setengah baya itu dengan sabar menunggu menantu sang majikannya.


Nuri belum rela untuk berpisah dengan para sahabatnya. Setelah dirinya pulang, maka satu persatu penghuni asram pun juga akan meninggalkan tempat mereka mengadu nasibnya.


"Sudahlah, kita akan bertemu dua minggu lagi." Tika menenangkan perasaan Nuri.


"Jujur aku juga sedih, tapi kebersamaan kita sudah sampai di sini. Sudah sana! supir mu hampir karatan di luar sana!" sahut Galih.


Pelukan terakhir Nuri berikan kepada tiga Srikandi yang juga merasa sedih.


Setelah berpamitan dengan Pak Dzaki dan Bu Nisa, Nuri menggeret kopernya dengan berat. Netranya menangkap sosok Pak Ucup sedang berbincang dengan orang yang tak asing baginya.


Diantar oleh ketiga sahabatnya hingga masuk kesebuah mobil. Pak Ucup segera menutup pintu mobil.


Kasak kusuk juga terdengar dari beberapa pasang mata yang melihatnya.


"Ternyata dia anak orang kaya, tapi kenapa mau tinggal di asrama."


"Selain cantik ternyata juga anak orang berada, lihat aja, pulang di jemput sopir pribadi."


Dan masih banyak lagi kasak kusuk yang lain.


Ketiga Srikandi masuk ke dalam asrama saat mobil yang di naiki oleh Nuri telah meninggalkan pondok.


Nuri merasa kecewa sebab, saat ia hendak masuk ke dalam mobil Agung hanya sekilas menatapnya tanpa menyapa, bahkan pura pura tak mengenal.


"Awas kamu, Pak," batin Nuri.


"Lho, kok berhenti Pak?" Nuri terkejut saat mobil yang ia tumpangi berhenti di pinggir jalan.


"Maaf, Mbak," jawabnya singkat.


Nuri semakin tak mengerti saat Pak Ucup keluar dari mobil lalu berjalan mengarah ke mobil yang berada dibelakang mereka.


Sosok lelaki tampan keluar dari mobil tersebut.

__ADS_1


"Tu-" Ucapan Agung terpotong.


"Iya, saya turun. Bapak kan bukan sopir saya." Nuri segera berpindah ke depan samping pengemudi.


"Anak pintar," ucap Agung.


Mobil melaju dengan pelan. Tak ada percakapan diantara mereka berdua. Hanya musik radio yang menggema di pendengaran mereka.


Beberapa kali telapak tangan Nuri menutup mulutnya. Gadis itu menguap hingga matanya basah.


"Tidur aja dulu, nanti kalau sudah sampai aku bangunin." Lain di bibir lain di mata. Agung masih tetap fokus pada jalan yang sudah mulai padat.


Tak menjawab namun, menuruti ucapan Agung. Nuri mulai menutup matanya.


Saat Nuri telah terlelap, Agung mulai memperhatikan wajah polos Nuri tanpa make up. Entah karena tinggal di asrama atau memang istrinya itu tak pernah memoles wajahnya dengan dempul. Nur sudah terlihat cantik walaupun tanpa riasan di wajahnya.


Agung mentoel pipi Nuri kala mobil sudah terparkir di halaman rumahnya.


Menggeliat tanpa sadar, perlahan membuka mata saat merasakan seperti ada sesuatu di hadapannya.


"Astaga, Bapak." Nuri segera menjauhkan wajahnya yang terlalu dekat dengan Agung.


Nuri memejamkan mata saat daging tak bertulang milik Agung bertemu dengan miliknya. Diam, Nuri tak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Buka," titah Agung.


Seperti terhipnotis, Nuri membuka mulutnya. Lidah Agung menari di dalam sana, sesekali daging kenyal Nuri.


Agung melepaskan kegiatan saat melihat Nuri telah susah bernafas.


"Apa ini pertama kalinya?" tanya Agung lembut.


Nuri mengangguk pelan, wajahnya memerah merasa malu. Ini adalah pengalaman pertama untuk Nuri selama kurang lebih delapan belas tahun.


"Kamu harus terbiasa. Ikuti seperti gerakan ku tadi," bisik Agung.

__ADS_1


"Lagi," tanya Agung pelan.


Nuri pun mengangguk kembali.


Tersenyum, setelah Nuri mendapat pasokan udara, Agung segera mengulanginya.


Lembut, lelaki itu memegang tengku Nuri. Kali ini Nuri mengerti apa yang harus ia lakukan.


Hanya sekali mendapat pelajaran tersebut, kini dirinya sudah bisa mengimbangi suaminya walau tak selihai suaminya.


Semakin lama semakin dalam hingga menimbulkan suara decakan yang menggema di dalam mobil.


Terhanyut keduanya dalam sensasi yang semakin panas.


"Hai, apa yang kalian lakukan? Kenapa lama keluarnya?" Suara ketukan kaca membuat kedua insan yang tengah di mabuk cinta itu kalang kabut.


.


.


.


.


.


.


.


.


...Babak awal akan segera dimulai!...


...Jadi...

__ADS_1


Jangan lupa setelah baca tekan Like dan tinggalkan jejak di kolom komentar.


Like itu gratis, baca itu gratis tapi harus ada kuotanya hehehehe..


__ADS_2