
“Hah....” Dita, Tika dan Rita kanget semua melihat kearah Putri.
“Put... serius ada yang lamar? Siapa orangnya Put?” tanya Rita manatap Putri.
“Putri kemarin di telpon sama orang tua Putri dikampung, mereka bilang kalau pria itu datang kerumah untuk melamar Putri” Putri menundukan kepala.
“Lo kenal Put dengan orang itu?” tanya Tika penasaran.
Putri mengangguk.
“Kalau lo kenal sama orang itu kenapa lo gak terima aja?” tanya Rita menatap Putri.
“Putri bingung dia emang pria yang baik tapi dia teman Putri sejak kecil” menunduk
“Put lo pernah bilang ke kita, kalau kita sedang bingung coba lah meminta petunjuk dari Allah dengan cara shalat istikharah, itu yang lo bilang ke kita waktu itu nah sekarang lo coba minta petunjuk kepada Allah mana tau lo lebih tenang setelah meminta petunjuk dari Allah, lo wanita yang baik dan sholeha pasti Allah akan memberikan mu seorang pria yang baik dan sholeh seperti dirimu put” ucap Rita memberi semangat kepada Putri.
“Lo beruntung Put karna ada yang ngelamar lo dengan sepenuh hati, tidak dengan gue...” Rita menunduk sedih.
“Ri kamu juga akan dapat pria yang baik buat kamu Ri, mungkin jalan Allah untuk kamu yang berbeda, kamu gak usah sedih Ri kamu pasti akan mendapatkan pendamping hidup yang baik untukmu” ucap Putri tersenyum.
“Benar tu, kalian harus bersyukur karna kalian dihindari dari yang nama nya pacaran” timpal Dita.
“uuuuhhhh.... kok gue jadi terharu sih” kata Tika memeluk teman-temannya.
Mereka berempat berpelukan bersama, Rita bersyukur mempunyai teman-teman seperti mereka, Rita beruntung dipertemukan dengan mereka, mereka yang tidak pernah mengajak Rita berbuat yang tidak baik seperti pergi ke club, membantah perkatakaan orang tua, cabut saat jam kuliah, pergi dari rumah, berpacaran, dll. Menurut Rita mereka semua adalah teman yang sempurna untuknya.
*****
Jam kuliah telah selesai, hari ini Rita cuman ada satu mata kuliah dia pun langsung balik kerumah untuk beristirahat. Entah kenapa hari ini Rita merasa badannya capek sekali dia ingin segera sampai dirumah dan beristirahat.
Sesampainya dirumah Rita turun dari mobil Pak Mamat yang sedang berada di pos satpam segera menghampiri Rita.
“Neng tumben jam segini sudah pulang?” tanya Pak Mamat heran.
“Eh Pak Mamat, iya nih Rita ngerasa capek sekali hari ini pak” jawab Rita lemes.
“Neng sakit? Muka Neng pucet sekali, apa perlu Pak Mamat panggilin dokter neng?” tanya Pak Mamat khawatir.
“Gak usah Pak, Rita mau istirahat aja dikamar, oh ya mama kemana Pak kok mobilnya tidak ada?”
“Oh Ibu tadi pergi sama Bi Imah katanya mau beli perlengkapan dapur yang sudah abis Neng”
“Yasudah kalau gitu Rita mau istirahat dulu Pak, tolong mobilnya dibawa masuk ya pak” memberi kunci kepada Pak Mamat.
“Baik Neng” menerima kunci.
“Terimaksih pak” ucap Rita sebari pergi.
Sesampai Rita dikamar, Rita langsung mncampakan tumbuhnya kekasur. Rita merasa badannya terasa sakit semua Rita tidak ada tenanga untuk mengganti baju, tanpa butuh waktu lama Rita sudah terlelap memasuki alam mimpinya.
Mama yang baru pulang dari pasar buru-buru masuk kekamar Rita setelah diberi tahu oleh Pak Mamat kalau Rita terlihat kurang sehat.
Tok...Tok...Tok...
Mama mengetok pintu kamar Rita tapi tidak ada jawaban dari dalam, Mama mencoba membuka pintu kamar Rita ternyata pintu nya tidak di kunci. Mama menghampiri Rita yang sedang tertidur dikasurnya, mama memegang kening Rita terasa panas.
“Sayang...”
“Hmmm kenapa Ma?” tanya Rita masih memecamkan mata.
“Badan kamu panas, Mama panggilin dokter ya” ucap Mama khawatir dengan keadaan Rita.
“Gak usah Ma, Rita cuman kecapean aja Rita cuman butuh istirahat saja kok ma” kata Rita masih memecamkan mata.
Rita tidak mampu membuka matanya seperti ada beban dimatanya.
“Yasudah kalau gitu, Mama siapin makan siang untuk kamu dulu” menyelimuti Rita dan mencium kening Rita.
“Makasih ma” membalikan badan.
__ADS_1
Mama keluar dari kamar Rita dan menuju dapur menyiapkan makan siang untuk Rita.
*****
Mama sudah selesai menyiapkan makanan untuk Rita, Mama kembali kekamar Rita sambil membawa makanan untuk Rita.
“Sayang bangun dulu yuk makan terus minum obat” ucap Mama mengelus kepala Rita.
“Hmmmm” Rita bangun dari tidurnya.
“Ini Mama buatin Rita Bubur ayam kesukaan Rita” Mama mengambil bubur diatas meja samping tempat tidur Rita.
“Makasih Ma, maaf sudah ngerepotin Mama” Rita menatap Mamanya sedih.
“Gak apa-apa sayang Mama senang kok ngelayanin anak kesanyangan Mama” Mama tersenyum.
“Mau Mama suapin?” tanya Mama melihat Rita.
Rita menganggukan kepala.
Mama mulai menyuapin Rita, Rita sangat senang dan bersyukur mempunyai orang tua yang sangat peduli dengan dia. Rita janji dengan diri nya sendiri kalau Rita tidak akan membuat orang tuanya kecewa dengan nya, Rita ingin membuat orang tuanya bahagia selalu.
“Ya Allah terimakasih sudah memberikan Rita orang tua yang baik dan perhatian. Maaf kan Rita selama ini Rita banyak salah terhadap kedua orang tua Rita, Rita tidak sengaja membuat orang tua Rita sakit hati terhadap Rita ya Allah, panjangkan lah umur orang tua Rita agar Rita dapat membuat mereka bahagia selalu” doa Rita dalam hati sambil menatap mama.
Tanpa Rita sadari air matanya jatuh, Mama melihat air mata Rita jatuh menghapusnya dengan ibu jari.
“Sayang kamu kenapa? Kepala nya sakit ya?” tanya Mama memegang kening Rita yang semakin panas.
Rita menggelengkan kepalanya, Rita menggenggam tangan Mama, “Ma makasih sudah melahirkan Rita, maaf kalau Rita pernah membuat Mama sakit hati terhadap Rita, Ma mulai sekarang Rita akan terus berusaha membuat Mama dan Papa bahagia Rita janji Ma” ucap Rita mencium tangan Mama.
Mama yang terharu dengan ucapan Rita memeluk Rita, “Rita gak pernah buat Mama dan Papa sakit hati, malah Mama dan Papa bangga sama Rita”
Rita melepaskan pelukannya, “Makasih Ma” mencium pipi Mama.
“Yasudah ini dihabisin buburnya dulu lalu setelah ini minum obat baru istirahat lagi”
“Cepat sembuh sayang” mencium kening Rita.
“Makasih Ma” senyum Rita.
*****
Pagi hari Rita merasa badannya sudah enakan rencananya hari ini Rita ingin bersepeda keliling komplek rumahnya, sudah lama sekali Rita tidak bersepeda. Rita sudah siap dengan menggunakan kaos berwarna pink dan jelana olahraga, Rita turun dari kamar menghampiri Mama, Papa dan Kak Radit yang sudah ada dimeja makan.
“Pagi semua” sapa Rita dengan ceria.
“Pagi sayang” ucap Mama dan Papa melihat kearah Rita.
“Wih... udah sehat aja sekarang” ucap Kak Radit melihat Rita.
“hehehe” tawa Rita.
“Rita sayang kamu mau kemana?” tanya Mama melihat Rita sudah rapi.
“Hmmm Rita mau olahraga naik sepeda keliling-keliling koplek aja”
“Loh kamu kan masih sakit kok udah mau olahraga aja?” tanya Papa mengkrutkan kningnya.
“Rita udah lumayan sehat kok Pa, badan Rita juga gak panas lagi, udah lama juga Rita gak olahraga mungkin karna itu Rita sakit” jawab Rita lembut.
“Sama siapa perginya?” tanya mama.
“Sendiri” jawab Rita singkat.
“Mau Kakak temanin gak?” tanya Kak Radit menawarkan diri.
“Boleh kalau lo gak sibuk” melihat Kak Radit.
__ADS_1
“Gue gak sibuk kok, sekalian gue mau cuci mata mana tau ada cewek cantik” cengir Kak Radit.
Mama Papa menatap Kak Radit dengan tatapan mematikan.
“hehehe bercanda Pa Ma”
“Yaudah ayok pergi sekarang keburu panas loh” ucap Rita menarik tangan Kak Radit
“Bentar gue ganti baju dulu biar keren” bangkit Kak Radit menuju kamarnya.
“Yaudah Ma Pa Rita pergi dulu” menyalami Papa Mamanya.
“Hati-hati ya sayang” ucap mama.
“Iya mama, Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam”
Rita keluar rumah menuju garasi untuk mengambil sepedanya, Rita melihat ban sepedanya kempes mungkin karna sudah lama tidak dipakai. Rita melihat Pak Mamat yang sedang mencuci mobilnya Papa Rita pun menghampiri Pak Mamat.
“Assalamualaikum Pak” ucap Rita ramah.
“Waalaikumsalam Neng”
“Loh Neng mau kemana kok udah rapi?”
“Rita mau keliling komplok naik sepada Pak cuman sepeda Rita kempes, boleh minta tolong di popain gak Pak?”
“Oh boleh Neng bentar ya Pak Mamat ambil Pompanya”
“Makasih Pak” ucap Rita senang.
Pak Mamat mengambil pompa sepada lalu memulai mempompa sepeda Rita, Kak Radit yang baru selesai mengganti baju keluar rumah menghampiri Rita.
“Sepada gue mana?” tanya Kak Radit yang hanya melihat sepeda Rita didepan rumah.
“Ya ambil sendiri dong digarasi tu” jawab Rita menunjuk dengan bibir nya.
Kak Radit berjalan kegaris mengambil sepedanya, sudah lama sekali Kak Radit tidak menaiki sepada terakhir dia naiki 3 tahun lalu sebelum dia pindah ke jakarta. Sepada Kak Radit dipenuhi debu dan bannya juga sudah tidak ada angin lagi, Kak Radit menghampiri Pak Mamat yang lagi memompa sepeda Rita.
“Pak sekalian sepada Radit tolong di pompa”
“Eh iya Den”
Setelah selesai memompa sepada Rita Pak Mamat menggambil kain lap basah bekas dia gunakan untuk lap mobil Papa. Pak Mamat menggelap sepeda Rita yang sedikit berdebu.
“Sudah ini Neng” kata Pak Mamat setelah selesai mengelap sepeda Rita.
“Makasih Pak” ucap Rita tersenyum.
“Sama-sama Neng” senyum Pak Mamat.
Rita menaiki sepeda nya dan mulai mendayung keluar dari rumah meninggalkan Kak Radit.
“RITA TUNGGU!!” teriak Kak Radit.
Rita tidak menghiraukan panggilan dari Kakak nya itu.
“Sini Den biar Pak Mamat pompa dulu”
Kak Radit memberikan sepedanya kepada Pak Mamat, Pak Mamat mulai memompa sepeda Kak Radit lalu mengelapnya. Setelah selesai Kak Radit menyusul Rita yang sudah jauh pergi meninggalkannya.
Rita menikmati udara pagi dikomplek rumahnya, di komplek ini sisi kiri-kanan jalanan masih banyak ditanamin pohon-pohon membuat udaranya begitu sejuk dan membuat mata menjadi tenang. Rita yang sedang asik melihat sisi kira-kanan jalan tidak melihat jalan didepannya ada orang yang sedang jalan. Rita yang kanget berteriak menyuruh orang itu untuk minggir.
“Awas....” teriak Rita.
------------------------------------------------------------------------------------------
Hai para reader tercinta.
Terimakasih kalian masih seti membaca cerita yang outhor buat ini. Maaf kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan dan tidak nyambungnya cerita ini.
Jangan lupa setelah selesai membaca tinggalkan jejek berupa komen dan like.
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berati agar outhor lebih semangat lagi menulisnya.