Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 132


__ADS_3

"Sayang kita ke rumah sakit yuk, kamu pucat banget loh ini". Ujar Mahesa menatap istrinya.


"Engga usah honey, aku cuman masuk angin aja, paling ditidurin juga sembuh". Ujar Marsya dengan lemas pada suaminya.


"Kamu yakin sayang? atau perlu dokternya yang kesini? ". Tanya Mahesa benar benar cemas terhadap istrinya.


"Gausah honey, gapapa". Jawabnya pada suami tampannya.


"Beneran sayang? muka kamu pucat loh". Ujar Mahesa menatap istrinya.


"Iyaa beneran gapapa sayang". Ujar Marsya pada suaminya.


Pada akhirnya Mahesa pasrah karena istrinya kekeh tidak mau diperiksa oleh dokter, tetapi Mahesa lebih dulu bertanya pada bundanya melalui ponselnya karena sekarang sudah jam sepuluh malam.


Semoga bunda masih bangun. Batinnya sambil membuka riwayat chatnya bersama sang bunda.


...Bunda Sayang🤗❤...


...terakhir dilihat hari ini pukul 21.59...


^^^Bunda, masih bangun kan?^^^


Ada apaa sayang? bunda belum tidur baru mau, kenapa?


^^^Ini Marsya mual mual terus bunda, Mahesa jadi khawatir, apa harus mendatangkan dokter ke rumah?^^^


Mual mual? mungkin Marsya hamil sayang


^^^Hamil bunda ?^^^


Iyaa syaang, coba aja panggil dokter ke rumah atau ke rumah sakit aja


^^^Yaudah Mahesa ke rumah sakit aja, bunda temenin aku yaa^^^


Yaudah sekarang bunda siap siap dulu


^^^Okee bunda^^^


Mahesa menatap istrinya yang sudah terlelap, ia menggendong tubuh istrinya dengan perlahan, agar istrinya tidak terbangun dari tidurnya saat itu juga Anna membukakan pintu kamar anaknya.


"Ayah engga ikut bun?". Tanya Mahesa padanya.


"Engga, ayahmu lagi gaenak badan". Jawabnya pada anaknya.


"Heum yaudah kalau gitu". Ujarnya pada bundanya.


"Iyaa ayok cepet bawa Marsya ke rumah sakit". Ujar Anna pada anaknya.


"Iyaa bunda". Ujarnya pada sang bunda.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit terdekat dari kediaman Anna dan Rangga, Anna membantu membukakan pintu mobil lalu Mahesa dengan cepat memasuki rumah sakit tersebut.


"Ada apaa Ini Aunty?". Tanya Isabella pada Anna.


"Ini menantu Aunty mau diperiksa". Jawabnya pada Isabella yang merupakan anak dari Amanda dan Nicky.


"Yaudah kalau gitu biar aku aja yang periksa Marsya aunty". Ujar Isabella padanya.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu kamu aja yang periksa Marsya ya La". Ujar Anna padanya.


"Okee siap Aunty". Ujar Isabella sambil tersenyum tipis pada Aunty Anna.


Beberapa menit kemudian..


"Wahh selamat ya , kamu akan menjadi seorang ayah". Ujar Isabella pada Mahesa.


"Yang bener kak?". Tanya Mahesa pada Isabella.


"Iyaa beneran dong, masa kakak bohong sama kamu Mahesa". Jawabnya pada Mahesa.


"Berapa janin?". Tanya Anna pada Isabella.


"Ada dua titik yang artinya menantu Aunty hamil kembar". Jawabnya pada Anna.


"Ah senangnya". Ujar Anna menatap menantunya yang masih tertidur pulas.


Beberapa jam kemudian mereka sampai dirumah, terlihat Rangga yang menunggu diluar membuat Anna sedikit berlari menghampiri suaminya, ia menyuruh suaminya untuk masuk karena tak baik buat kesehatannya.


"Bagaimana keadaan Marsya sayang?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Marsya hamil kembar sayangg". Jawab Anna pada suaminya.


"Benarkah sayang?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Benar dong sayang". Jawab Anna pada suaminya.


"Wah cucu kita akan bertambah banyak". Ujar Rangga memeluk pundak istrinya.


"Iyaa Syaang, semakin pusing nanti bagi angpao". Ujar Anna terkekeh pada suaminya.


"Iyaa ayok sayang". Ujar Anna pada suaminya.


...****************...


Keesokkan harinya mereka sedang sarapan bersama, tiba tiba aja Marsya berlari dengan cepat ke kamar mandi sambil mual mual, membuat Mahesa langsung menyusulnya karena khawatir terhadap kandungan istrinya.


"Sayangg, masih mual?". Tanya Mahesa pada istrinya.


"Udah mendingan honey". Jawabnya pada sang suami.


"Yaudah yuk kembali ke meja makan sayang". Ujarnya mengajak sang istri.


"Heum iya Ayok sayang". Ujarnya dengan lemas.


"Kamu ngga papa sayang?". Tanya Anna menatap menantunya.


"Ngga papa bunda, hanya saja aku tidak kuat mencium aromanya". Jawabnya sambil menunjuk salah satu makanan yang tersaji.


"Yaudah biar Bi Titin yang ganti ya". Ujar Anna hanya diangguki oleh Marsya.


"Ada lagi yang bikin kamu mual sayang?". Tanya Mahesa pada istrinya.


"Engga ada sayang". Jawabnya pada sang suami.


"Syukurlah kalau begitu". Ujar Mahesa sambil mengelus rambut istrinya.

__ADS_1


Mereka sarapan dengan tenang hanya terdengar dentingan sendok dan garfu, setelah selesai sarapan Anna dan Marsya mengantar Mahesa serta Rangga ke depan saat akan pergi ke kantor.


"Bunda, ayah ngga pensiun aja eh ngga diganti aja sama abang atau siapa gitu?". Tanya Marsya pada mertuanya.


"Ayah cuman mau lihat kondisi kantor ngga kerja syaang". Jawab Anna pada menantunya.


"Marsya kira masih kerja bunda". Ujar Marsya pada Anna.


"Engga sayang, Kasian suami bunda gampang sakit akhir akhir ini". Ujar Anna pada Marsya.


"Bukannya sekarang juga masih sakit ya bunda". Ujar Marsya pada Anna.


"Iyaa sih tapi kan ayah cuman sebentar ke kantornya sayang". Ujar Anna pada menantunya.


"Syukurlah kalau begitu bunda". Ujar Marsya pada mertuanya.


"Yaudah sekarang lebih baik kita berjemur dihalaman belakang sayang". Ajak Anna pada menantunya.


"Iyaa ayok bunda". Ujar Marsya diangguki oleh Anna.


Keduanya asik berbincang riang bersama mengenai tentang kehamilan, Marsya bahkan baru diberitahu saat suaminya akan berangkat kerja tadi, sungguh ia tidak menyangka diperutnya sudah ada kehidupan.


"Usia nya baru sebulan kan bunda?". Tanya Marsya pada Anna.


"Iyaa benar sayang". Jawab Anna padanya.


"Ah ternyata sudah selama sebulan dia hadir tanpa aku ketahui". Ujar Marsya sambil mengelus perutnya.


"Kebanyakan yang begitu sayang". Ujar Anna pada menantunya.


"Oh ya bunda juga gitu?". Tanya Marsya menatap Anna.


"Iyaa bahkan bunda sampai pingsan". Jawabnya pada Marsya.


"Saat itu bunda sedang hamil siapa? ". Tanya Marsya padanya.


"Hamil keempat anak kembar bunda". Jawabnya pada Marsya.


"Eh iya bunda, kalau aku hamil berapa anak?". Tanya Marsya pada Anna.


"Hamil kembar dua sayang". Jawabnya pada Marsya.


"Ah syukurlah kalau banyak, aku ngga bakal kuat kayanya". Ujar Marsya sambil mengusap perutnya yang sedikit buncit.


"Bunda juga kaget saat mendengarnya". Ujarnya pada Marsya.


Beberapa menit kemudian mereka masuk kembali kedalam rumah setelah sekian lama berjemur, saat di dalam ternyata Rangga sudah pulang membuat Anna dan Marsya cepat menghampirinya.


"Ayah pulang kok ngga bilang bilang sih? jadinya kita ngga tau". Ujar Marsya langsung memeluk lengan mertuanya.


"Ihh manja banget kamu Sya, bukan kamu bangett". Ujar Rangga kaget.


"Pengganti suami akuu ayahh". Ujar Marsya sambil tersenyum tipis.


"Lagian bunda engga akan cemburu kok, iyaa kan bun?". Tanya Marsya pada bunda Anna.


"Iyaa engga dongg sayang, kan kamu anak ayah dan bunda, ngapain bunda cemburu sama anak sendiri". Jawabnya pada Marsya.

__ADS_1


Marsya yang mendengar itupun tersenyum senang, berbeda dengan Rangga yang berkeringat dingin, membuat Anna terkekeh melihat kedua ekpresi dihadapannya, Anna begitu senang melihat keduanya dekat.


Semoga saja kedua orangtua kamu melihatnya dari atas sana sayang, bahagia selalu sayang bunda menyayangimu seperti anak kandung bunda sendiri. Batin Anna menatap sedih Marsya yang sedang memeluk suaminya.


__ADS_2