
"Ghea tunggu!!". Teriak seseorang membuat Ghea berhenti.
"Ada apaa yaa Pak?". Tanya Ghea tanpa menatap orang dihadapannya.
"Kenapa menghindar? tatap orangnya jika sedang berbicara". Ujar Andreas dengan dingin.
"Ah baik, ada apa bapak memanggil saya?". Tanya Ghea dengan datar.
"Kenapa bapak lagi? waktu itu manggil kakak". Ujar Andreas kesal.
"Terserah saya dong pak". Ujar Ghea pada Andreas.
Andreas yang melihat kepergian Ghea pun merasa kesal, ia menarik nafasnya sebelum memasuki mobilnya, Andra yang melihat mobil kembarannya akan melaju pun mengendikkan bahunya, karena ia kira tidak membawa mobil ternyata abangnya membawa mobil.
"Tadi siapa ya , yang duduk sampingnya Rachel". Gumam Andra sambil tersenyum.
"Aish gue beda amat sama abang gue, sebenernya gue suka sama Rachel tapi kan ga mungkin gue sama dia, jelas jelas kembaran gue lagi ngejar kembarannya Rachel, mending temennya Rachel aja gue incer". Gumam Andra sambil tersenyum.
Puk
Andra menoleh saat merasakan pundak nya di tepuk, Raditya dan Geo menatap Andra intens, membuat nya kaku karena takut apa yang di ucapkan didengar oleh mereka berdua, apalagi mereka juga merupakan kejaran tiap wanita, begitupun dengan Rachel dan Ghea.
"Kalian belum pulang?". Tanya Andra pada mereka.
"Belum". Jawab mereka berdua singkat.
"Terus ngapain kalian ada disini?". Tanya Andra pada mereka.
"Kita kesini karena liat abang yang lagi diem disini". Jawab Geo pada Andra.
"Ya terus kenapa kalau abang masih disini?". Tanya Andra dengan santai.
"Abangg please deh hilangin sifat playboy abang, kita denger loh tadi abang ngomong apa". Ujar Raditya pada Andra.
Belum sempat Andra mengelak, kedua bocah itu telah pergi meninggalkan dirinya, Andra memasuki mobilnya karena sekarang ia harus pergi ke perusahaan nya, sebandel bandelnya Andra ia tetap akan berwibawa saat berada di perusahaan.
Sedangkan disisi lain, Anna sedang menunggu anak anaknya pulang dari kampus, karena Andira dan Mahesa sudah pulang sedaritadi, keduanya juga sedang menunggu abang dan kakaknya, hingga beberapa menit kemudian terdengar suara mobil berturut.
"Wahh kakak sama ayah pulang barengan". Ujar Mahesa saat melihat mereka.
"Eh kemana abang Geo dan abang Adit?". Tanya Andira saat tidak melihat kedua abangnya.
"Kayanya mereka masih ada urusan di kampus atau mungkin sedang dalam perjalanan pulang, karena tadi saja macet". Jawab Rachel menghampiri Anna dan kedua adiknya.
"Ohh gitu ya kak". Ujar Andira sambil mengangguk anggukan kepalanya.
Beberapa menit kemudian orang yang mereka tunggu tunggu akhirnya datang, siapa lagi jika bukan Raditya dan Geo kembar tak seiras, sifat keduanya juga beda dari dulu, Anna kira hanya mereka berdua tapi saat ia melihat Cleo dan Aura juga turun membuatnya bahagia.
"Wah kak Aura juga kesini ternyata". Ujar Andira memeluk Aura.
__ADS_1
"Iyaa nih, kangen sama kalian". Ujar Aura membalas pelukan Andira.
"Bunda Mahesa manggil abang Cleo apa Adek Cleo?". Tanya Mahesa pada Anna.
"Walaupun Aunty Rania adik nya ayah ,ya tetap saja kamu manggil Cleo dengan sebutan abang nak". Jawab Anna pada Mahesa.
Mahesa menggangguk mengerti, kini semuanya sedang makan siang bersama hanya terdengar dentingan sendok dan garfu, karena makanan yang di masak oleh Anna sangat enak, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai memakan makanannya sampai habis tak tersisa sedikitpun.
"Wah masakan aunty Anna makin enak aja". Ujar Cleo pada Anna.
"Syukurlah kalau makin enak, yaudah nambah lagi nih". Ujar Anna pada Cleo.
"Ah udah kenyang aunty". Ujar Cleo sambil mengusap perut nya.
"Yaudah kalau gitu kalian sana duduk di ruang tengah, aunty mau bereskan dulu piring bekas makannya". Ujar Anna pada mereka..
"Aura bantu ya bun". Ujar Aura pada Anna.
"Iyaa sayang". Ujar Anna tersenyum pada Aura.
Aura tumbuh menjadi cantik membuat Cleo semakin tidak mau melepaskannya, jelas saja karena Cleo dan Aura menjalin hubungan dan itu diketahui oleh keluarga mereka berdua serta yang lainnya, bahkan di kampus Cleo sangat dekat dengan Aura.
"Udah kali jangan diliatin mulu, ngga akan kabur Tuh Aura nya". Ujar Ghea pada Cleo.
"Tau nih, ngga ngehargain banget kita yang jomblo". Ujar Raditya pada Cleo.
"Jomblo? lo aja kalii". Ujar Rachel, Ghea dan Geo kompak membuat Raditya kesal.
"Ohh ya emangnya kalian punya pacar? mana bawa sini". Ujar Raditya pada kembarannya.
"Ngga ada sih bangg". Ujar mereka terkekeh pada Raditya.
"Coba kalian bertiga duduk barengan, aku foto nih". Ujar Ghea pada ketiga lelaki dihadapannya.
"Udah nihh".. Ujar mereka pada Ghea.
"Wah kalian emang kompak". Ujar Rachel yang melihat hasil foto Ghea.
"Wih ganteng banget ya gue". Ujar Raditya pada mereka.
"Gantengan juga gue kali bang". Ujar Geo padanya.
"Gue lebih ganteng". Ujar Cleo pada mereka berdua..
__ADS_1
"Udah jangan ribut, kalian emang ganteng, kalau cantik baru aneh". Ujar Rachel terkekeh.
Rangga datang dari luar membuat mereka melongo, udah jadi bapak bapak tapi penampilan seperti anak muda, Anna yang baru saja datang ke ruang tengah pun ikut melongo, sekejap suaminya berubah penampilan, padahal tadi tidak memakai baju itu.
"Loh mas, kamu darimana?". Tanya Anna pada suaminya.
"Tadi ke mall beli baju, bagus ngga?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Mas, kalau mas dandan nya seperti ini yang ada makin banyak yang ngejar mas ih". Ujar Anna kesal pada suaminya.
"Loh sayang, mas memperlihatkannya hanya pada kalian karena mas ganti nya saat di garasi". Ujar Rangga pada Anna.
"Bener? awas kalau bohong". Ujar Anna pada suaminya.
"Beneran mas ga bohong syang". Ujar Rangga memeluk istrinya.
Sedangkan Aura yang duduk di samping Cleo pun ikut melongo melihat Rangga, Raditya serta yang lainnya kesal karena Rangga dan Anna, Aura dan Cleo bermesraan di depan mereka yang memang belum mempunyai kekasih.
"Please deh kalian tuh kalau mau pacaran keluar aja sana". Ujar Raditya pada mereka berempat.
"Yee sirik aja kamu bang". Ujar Rangga pada anaknya.
"Kalian tuh membuat mataku ternoda tau ngga". Ujarnya kesal.
"Haiii semuaa". Ujar Natalia dan Marselina.
"Wehh apakabar kakak?". Tanya Ghea memeluk mereka berdua.
"Kita baik dongg". Jawab mereka berdua pada Ghea.
"Kangen banget tauu". Ujar Rachel memeluk Natalia.
"Iyaa saMa kita juga kangen". Ujar Natalia memeluk mereka.
Anna dan Rangga yang melihat itupun tersenyum karena memang hanya Natalia dan Marselina yang kuliah di luar negeri sesuai dengan impian mereka berdua, Anna memeluk kedua ponakannya yang sudah lama tidak bertemu dengan mereka.
"Kalian makin besar yaa". Ujar Anna pada mereka berdua.
"Iyaa dong Aunty". Ujar mereka memeluk Anna.
"Uncle ngga di peluk nih?". Tanya Rangga menatap mereka berdua.
"Pastinya dipeluk dong". Ujar mereka berdua memeluk Rangga.
__ADS_1