
"Yahh gimana dong?". Tanya Anna pada suaminya.
"Gimana apanya sayang?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Pengen ketemu sama cucu sayang". jawab Anna pada suaminya.
"Cucu yang mana sayang? kan kita punya banyak cucu". Ujar Rangga pada istrinya.
"Baby Gisella sayang". Ujar Anna pada suaninya.
"Yaudah kita tinggal dateng kerumah mereka sayang, mudah bukan". Ujar Rangga pada istrinya tersebut.
"Iyaa juga ya mas, yaudah ayok kita kerumah kediaman Geo dan Luna". Ajak Anna pada suaminya.
"Iyaa ayok sayang". ujar Rangga menggandeng tangan istrinya.
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit akhirnya mereka sampai dirumah kediaman Geo dan Luna, yang pada saat itu Geo dan Baby Gisella hendak keluar rumah membuat Anna menatap putranya.
"Mau dibawa kemana Baby Gisella?". Tanya Anna pada anaknya.
"Mau diajari berjalan bunda". Jawabnya pada bundanya.
"Kenapa engga dibawa ke halaman belakang aja sih?". tanya Anna pada anaknya.
"Ngga papa lah belajar berjalan kan bebas mau dimana aja bun". Jawabnya pada bundanya.
"Heum yaudah kebetulan bunda pengen ketemu Baby Gisella". Ujarnya pada Geo.
"Yaudah ayok ikut Geo mengajari Baby Gisel berjalan aja bunda". Ujar Geo pada bundanya.
"Iyaa ayok sayang". Ujar Anna mengikuti langkah kaki Geo begitupun juga dengan Rangga yang menyusul dibelakang istrinya.
Beberapa menit kemudian setelah menjemur Baby Gisella, mereka memasuki rumah membuat Luna terkejut karena tidak tau kapan mertuanya datang ke rumah, sementara Geo hanya tersenyum tipis melihat keterkejutannya.
"Loh bunda sama ayah kapan datangnya?". Tanya Luna pada mereka berdua.
"Lumayan agak lama, karena bunda sama ayah tadi lihat Baby Gisella belajar jalan". Jawab Anna pada menantunya.
"Kenapa bunda tadi engga masuk dulu?". Tanya Luna pada mertuanya.
"Karena bunda terlalu merindukan Baby Gisella jadi bunda langsung aja melihatnya belajar jalan begitupun juga dengan ayah". Jawab Anna pada menantunya.
"Oh begitu, baiklah tunggu sebentar Luna akan ambilkan air minum untuk kalian". Ujar Luna sambil bangkit dari duduknya.
"Eh gausah sayangg". Ujar Anna pada Luna.
"Sudah gapapa bunda". Ujarnya sambil tersenyum tipis padanya.
"Baiklah kalau begitu". ujar Anna tersenyum tipis pada menantunya.
Beberapa menit kemudian Luna datang kembali bersama kedua anaknya yang tak lain dan tak bukan adalah Gabriel dan Gibran, keduanya menghampiri Anna dan Rangga lalu menyalimi tangan mereka berdua, membuat Anna dan Rangga gemas melihatnya.
__ADS_1
"Kalian tubuh semakin besar". Ujar Anna menatap cucunya.
"Dan pastinya tambah tampan". Ujar Rangga menatap kedua cucunya.
"Jelas dong oma Opa". Ujar mereka berdua pada Anna dan Rangga.
"Ah kalian sudah memasuki sekolah TK sekarang". Ujar Anna pada kedua cucunya.
"Iyaa oma benar, seru banget loh". Ujar Gibran pada omanya.
"Kata abang sih engga seru dek". Ujar Gabriel pada kembarannya.
"Wah parah nih abangg". Ujar Gibran pada abangnya.
"Emang bener kok dek, ga seru banget". Ujarnya pada adik kembarannya .
"Sayang, masa ga seru sih? kan ada tempat bermainnya juga". Ujar Luna menatap anaknya.
"Ya pokoknya engga seru bunda". Ujar Gabriel pada bundanya.
"Udah jangan bahas lagi, sekarang oma mau tanya sama kamu Gabriel". Ujar Anna pada cucunya.
"Mau nanya apa oma? apa itu menyusahkan?". Tanya Gabriel menatap omanya.
"Tergantung, coba kamu jawab satu tambah sembilan berapa?". Tanya Anna pada cucunya.
"Jelas sepuluh dong oma". Jawabnya tanpa menghitung membuat Anna terkejut.
"Wah abang hebat langsung jawab, kalau jawabannya salah bagaimana?". Tanya Gibran pada abangnya.
"Wah kalau begitu aku juga pintar dong kan aku kembaran abang". Ujar Gibran pada abangnya.
"Ya tergantung IQ kita". Ujar Gabriel pada adik kembarannya.
Beberapa jam kemudian Anna dan suaminya pamit untuk pulang, setelah asik berbincang riang bersama mereka semua, Luna dan Geo mengantar kedua orangtuanya sampai depan lalu menyalimi tangan Anna dan Rangga.
Selama dalam perjalanan Anna hanya tersenyum saat mengingat betapa pintarnya kedua cucunya itu, hanya saja kepintaran mereka berdua berbeda jika Gibran pintar dalam pelajaran sosial sedangkan Gabriel pintar pelajaran ekonomi.
"Engga nyangka ya sayang, umur kita semakin tua". Ujar Anna pada suaminya.
"Tapi kamu terlihat awet muda sayang". Ujar Rangga menatap istrinya.
"Kamu juga sayang". Ujar Anna pada suaminya.
"Tapi usia kita memang sudah tua". Ujar Rangga menatap lurus kedepan.
"Iyaa memang sayang". Ujar Anna juga menatap ke depan.
"Semoga saja nanti kita bisa melihat cicit kita ya sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa semoga sayang". Ujar Anna pada suaminya.
__ADS_1
"Oh ya sayang, kamu mau mampir kemana dulu gitu?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Kayanya langsung pulang aja deh sayang". Jawabnya pada suaminya.
"Baiklah sayang". Ujar Rangga pada istri tercintanya itu.
"Iyaa sayang". Ujar Anna pada suaminya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah kediaman mereka, terlihat Mahesa dan Marsya yang menunggu kepulangan mereka berdua, Anna turun langsung dibantu oleh Marsya karena akhir akhir ini Anna sering sekali sakit kaki.
"Bunda, hati hati jalannya, kan aku udah bilang kenapa engga dirumah aja sih menikmati masa tua bunda sama ayah". Ujar Marsya sambil memapah Anna.
"Bunda masih sehat kok Sya". Ujar Anna tersenyum tipis pada anaknya.
"Ish bunda susah banget dibilangin". Ujar Marsya dengan cemberut.
"Haha maaf ya sayang". Ujar Anna pada menantunya.
"Iyaa deh gapapa bunda". Ujar Marsya sambil memeluk lengannya.
"Yaudah yuk masuk syang". Ajak Anna pada menantunya.
"Iyaa ayok bunda". Ujar Marsya menarik tangan Anna dengan pelan.
"Lah kita ditinggal". Ujar Mahesa pada ayahnya.
"Hahaha benar sekali, kita ditinggal". Ujar Rangga pada anaknya.
"Yaudah yuk masuk Yah". Ujar Mahesa pada ayahnya.
"Iyaa ayok". Ujar Rangga merangkul pundak putranya.
Sesampainya mereka didalam rumah terlihat istri mereka sedang duduk sambil maskeran, membuat keduanya langsung menghampiri Anna dan Marsya, mereka duduk sambil menatap istrinya masing masing.
"Wah pantas saja terlihat awet muda kamu sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Ayah jangan ajak kita bicara, nanti maskernya retak". Ujar Marsya dengan susah payah padanya.
"Hahah Okee ayah ngga akan ajak kalian berdua berbicara". ujar Rangga sambil tertawa pelan menatap keduanya.
"Good". Hanya itu yang bisa Marsya katakan pada mertuanya.
"Ayah lebih baik kita bahas tentang perusahaan aja diruang kerja". Ajak Mahesa pada ayahnya.
"Ah baiklah Ayok boy". Ujar Rangga sambil bangkit dari duduknya.
"Oke ayah, sayang aku tinggal ya". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Aku ke ruang kerja dulu sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
Anna dan Marsya hanya bisa menganggukkan kepalanya, membuat Rangga dan Mahesa tertawa pelan melihat istri mereka yang seperti robot, keduanya meninggalkan Anna yanh sedang menunggu waktunya pembersihan masker diwajahnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Anna dan Marsya selesai membersihkan masker diwajah mereka, kini keduanya sama sama akan mengantarkan kopi pada suami mereka di ruang kerja, setelah diperbolehkan masuk keduanya pun masuk membuat para suami menoleh.
Istri yang cantik. Batin Rangga dan Mahesa kompak.