Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 108


__ADS_3

Ting!


...Aura Sayang 🤗❤...


...Online...


Bunda, Aura ngidam kayanya


^^^Ngidam apa syaang?^^^


Pengen kue buatan bunda


^^^Yaudah bunda buatkan sayang, nanti bunda antarkan ke rumah ya^^^


Gausah bunda, biar Cleo aja yang ambil katanya mau ngomong penting sama bang Adit


^^^Oh yaudah kalau gitu, bunda buatkan dulu kuenya ya syaang btw mau rasa apa sayang?^^^


Rasa Redvelvet bunda topping keju 🤤


^^^Okee siap, pesanan akan segera dibuatkan 😂^^^


Makasih Bundaa 😍😘


^^^Iyaa sama sama sayang 🤗❤^^^


Anna menyimpan ponselnya diatas meja lalu pergi ke dapur, untuk melihat bahan bahan membuat kue setelah dirasa cukup ia pun mulai mengadon, hingga pelukan seseorang dari belakang membuatnya terkejut.


"Bunda, Geo kangen banget sama bunda". Ujarnya membuat Anna menghela nafasnya.


"Aduhh kamu tuh ya ngagetin bunda tau ngga". Ujarnya pada anaknya.


"Biasanya juga Ayah yang meluk gapapa Tuh bun". Ujar Geo masih memeluk bundanya.


"Ya bedalah, orang bunda udah terbiasa jadi tau tangan ayahmu bagaimana, lah sekarang malah tangan putih mulus ya bunda kagetlah". Ujarnya sambil mengaduk adonan.


"Woyy, lepass lepaass!!". Teriak Rangga saat melihat istrinya dipeluk oleh anaknya.


"Apaan sih ayahh inii, Geo kangen sama bunda". Ujarnya tak mau melepaskan pelukannya.


"Ini istri Ayahh, jadi lepass!". Ujarnya dengan kesal menatap anaknya.


"Udah deh jangan berantem, lebih baik kalian pergi, bunda gamau kue buatan bunda gagal". Gerutu Anna pada mereka berdua.


"Emang kue buat siapa bun?". Tanya Geo pada bundanya.


"Buat Aura, dia lagi ngidam". Jawabnya pada Geo.


Saat Geo hendak bertanya lagi ternyata ia ditarik oleh ayahnya dari sana, Rangga tidak mau berujung dirinya yang tidak mendapatkan jatah, hingga beberapa menit kemudian Anna selesai membuat kue untuk pesanan Aura.


Cleopatra atau biasa di sebut Cleo tersebut datang bersama Raditya, membuat Geo dan Rangga menatap mereka berdua penuh tanya tetapi hanya bisa diam saja, hingga akhirnya Cleo membicarakan tentang perusahaannya pada mereka.

__ADS_1


"Haii ponakan auntyy". Ujar Anna dari arah dapur membawa kue.


"Haii Aunty, makin cantik aja yaa". Ujarnya sambil menggoda Rangga.


"Ehh jangan godain istri uncle Cleo". Ujar Rangga melototkan matanya.


"Hahah i'm sorry Uncle". Ujar Cleo sambil tertawa terbahak bahak.


"Wahh kau sungguh berubah banyak Cleo". Ujar Raditya pada adiknya.


"Berubah bagaimana bang?". Tanya Cleo bingung.


"Tanya aja sama bunda, apa yang berubah dari lo". Jawabnya sambil melirik bundanya.


Anna yang merasa terpanggil pun menoleh pada mereka berempat, sedangkan mereka yang sudah membuat Anna menoleh tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun membuatnya kesal, Anna memilih pergi dan mempacking kue buatannya.


Ting!


...Aura Sayang 🤗❤...


...Online...


Bunda apakah mas Cleo udah sampai? aku benar benar pengen banget kue nya bunda 😢🤤


^^^Astaga, bentar sayang suamimu itu lagi asik mengobrol sama ayah dan abangnya^^^


Ishh cepetan bunda pulang gitu ke mas Cleo , kalau engga mau anaknya ileran 😡


Gabisa bunda, aku kesal kalau nunggu lama lagi 🤬


^^^Yaudah sebentar sayang, bunda sampaikan pada suamimu okee^^^


Anna menyimpan ponselnya sebelum menunggu jawaban dari Aura, Anna menghampiri keempat pria yang masing berbincang mengenai perusahaan, Anna menarik nafasnya ketika mendengar suaminya menanyakan "ada yang menggoda tidak di kantor?" membuatnya kesal bukan main.


"Cleo pulang!! nih bawa pesanan istrimu!". Ujarnya dengan kesal.


"Bunda kenapa sih marah marah?". Tanya Geo menatap bundanya.


"Gapapa". Jawabnya sambil berlalu dari hadapan mereka berempat.


"Wah kayanya bunda kamu dengar tentang pertanyaan Ayahh son". Ujarnya dengan panik pada kedua anaknya dan Ponakannya.


"Yah, ga bisa dapat jatah loh Yah". Ujar Raditya menakut nakuti sang ayah.


"Ish jangan gitu dong, udah ah ayah mau nyusul istri ayah, byee". Ujarnya sambil berlari menuju lantai dua.


"Hahaah ayah sendiri yang salah kok marahh". Ujar Geo sambil tertawa pelan.


"Haha kita juga pasti mengalami hal yang sama Geo". Ujar Raditya padanya karena Cleo sudah pulang..


Sedangkan Rangga kini tengah berusaha membujuk istrinya agar tidak memarahinya, tetapi Anna malah melemparkan bantal dan selimut keluar kamar membuat Rangga menyesal menanyakan hal itu pada anaknya padahal niatnya menggoda anaknya.

__ADS_1


"Tidur diluar, ga boleh ada jatah selama sebulan". Ujar Anna dari dalam.


"Sayang, please maafin aku tadi aku cuman menggoda anak kita". Ujar Rangga diluar kamar.


"Terserah kamu mas, aku ga perduli". Ujarnya dengan kesal dari dalam.


"Sayangg maafin mass!". Rengek Rangga tetapi Anna menulikan pendengaran nya.


"Pokonya tidur diluarr". Ujarnya pada Rangga.


"Heum baiklah sayang". Ujarnya sambil berjalan lesu ke sofa yang ada diluar.


"Harusnya tadi aku ga menggoda dengan menanyakan itu pada mereka". Gumam Rangga sambil merebahkan badannya disofa.


"Badanku pastinya sakit kalau tidur di sofa". Gumamnya sambil mencari posisi yang nyaman.


Sedangkan didalam kamar Anna begitu gelisah karena biasanya ia tidur dipelukan suaminya, membuatnya berguling guling kesana kemari karena tidak bisa tidur, bahkan sulit untuk terpejam hingga ia memutuskan untuk melihat suaminya diluar..



Hati Anna rasanya sakit melihat suaminya yang tidur dengan posisi tidak nyaman begitu, membuat Anna menghampiri suaminya lalu memeluknya dan ternyata Rangga memang tidak tertidur hanya memejamkan matanya, Rangga membuka matanya saat merasakan ada yang memeluknya.


"Loh sayang, kenapa keluar?". Tanya Rangga dengan lembut pada istrinya.


"Mas pindah yuk, aku gabisa tidur". Ujarnya pada sang suami.


"Bukannya kamu yang nyuruh mas tidur diluar malam ini". Ujar Rangga menatap istrinya.


"Aku tarik perkataan aku mas, aku gamau kamu sakit badan nantinya". Ujar Anna dengan berkaca kaca.


"Kamu udah maafin mas?". Tanya Rangga mengusap air mata istrinya.


"Udah a-aku minta maaf karena ngga dengerin penjelasan kamu mas". Jawabnya pada suaminya.


"Udah gapapa syaang, jangan nangis lagi, Ayok kita pindah ke kamar syaang". Ujar Rangga pada istrinya.


"Iyaa ayo mas". Ujarnya pada sang suami.


Mereka berdua masuk ke kamar kini Anna dan Rangga merebahkan tubuhnya dikasur, Anna langsung masuk ke dalam pelukan suaminya sedangkan Rangga hanya tersenyum sambil mengelus rambut istrinya dengan lembut.


"Mas, suatu saat nanti Andira akan dibawa pergi oleh suaminya, rasanya bunda ga kuat". Ujar Anna pada suaminya.


"Loh kenapa sayang? kamu pasti bisa sama seperti pada Rachel dan Ghea kamu bisa melepaskan mereka sayang". Ujar Rangga pada istrinya.


"Tapi rasanya aku gakuat mas, Andira sangat jarang berada di rumah karena sering tidur di apartemen yang lebih dekat ke kampusnya, bagaimana jika Andira menikah nanti akan semakin susah bunda buat dekat dengannya". Ujar Anna dengan berkaca kaca.


"Hey, syang dengerin mas .. Andira akan selalu ada bersama kita karena sejauh apapun pastinya Andira akan selalu berkunjung atau kita yang berkunjung nantinya, lagian Andira kan belum mau nikah sayang". Ujar Rangga pada istrinya.


"Iyaa tapi kan pasti akan menikah mas". Ujar Anna terisak pada suaminya.


Rangga memeluk istrinya menenangkan istrinya, agar tidak terlalu memikirkan yang belum terjadi secara nyata, tak terasa Anna tertidur dipelukan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2