
"Hallo cucu cucunya oma yang cantik dan tampan". Ujar Anna pada mereka semua.
"Halo juga oma yang cantikk". ujar para cucunya pada Anna.
"Kalian kompak sekali, menggemaskan". Ujar Anna dengan segera mengecup pipi mereka satu persatu.
"Oma juga harus kita cium". Ujar Zura pada mereka.
"Okee setuju". ujar mereka pada Zura.
Anna yang dicium oleh para cucunya merasa geli, hingga beberapa menit kemudian ia selesai mendapatkan ciuman dari cucunya yang begitu banyak, Anna menatapnya penuh senyuman manisnya membuat para cucunya pun membalas senyuman Anna.
"Bunda bagaimana dengan kemoterapi bunda?". Tanya Andira pada bundanya.
"Baik baik saja sayang". Jawabnya sambil tersenyum tipis pada anaknya.
"Syukurlah kalau baik baik saja". Ujar Andira pada bundanya.
"Iyaa sayang". Ujarnya pada anaknya.
"Oma sakit?". Tanya Raden padanya.
"Engga sayang, Oma baik baik saja". Jawabnya pada sang cucu.
"Beneran Oma? Ngga bohongkan?". Tanya Raden pada oma nya.
"Ngga sayang, oma ngga bohong". Jawabnya pada sang cucu.
"Iyaa deh aku percaya sama oma, tapi kalau oma sedang sakit bilang sama aku yaa". Ujar Raden pada omanya.
"Okee siap sayangnya oma". Ujar Anna sambil tersenyum tipis pada cucunya.
Rangga serta yang lainnya tersenyum senang melihat interaksi Anna dengan para cucu, hingga tiba tiba saja Bintang menghampiri Rangga membuatnya keheranan dengan tingkah cucunya tersebut.
"Opaa, nanti kalau aku udah umur 20tahun lebih berarti boleh ya nikah juga". Ujar Bintang pada opanya Rangga.
"Lah kenapa bilang pada Opa? bilang saja pada kedua orangtua kamu, apakah mereka merestui kamu menikah atau tidaknya". Ujar Rangga pada cucunya.
"Sayang kamutuh masih kecil, jangan bahas bahas soal pernikahan ya". Ujar Ghea pada anaknya.
"Kenapa bunda?". Tanya Bintang padanya.
"Ya karena kamu masih kecil sayang". Jawabnya pada anaknya.
"Abang, emangnya kenapa harus ngebahas soal nikah sih?". Tanya Bulan pada abangnya.
"Ngga papa sih dek". Jawabnya pada adik kembarannya.
"Heum yaudah kalau gitu". Ujar Bulan pada abangnya.
"Iyaa dek". Ujarnya padanya.
Ting!
...Cleopatra Cleo...
...Online...
Bangg, ada anak gue ngga disitu?
__ADS_1
^^^Anak lo yang mana? kan banyak^^^
Cleona sama Arvian
^^^Ngga ada, yang ada disini cuman Cleona aja, Arvian ngga tau kemana dia^^^
Yang bener bang?
^^^Bener lah, ngapain juga gue bohong sama lo dek^^^
Okee deh, aku nanya sama Aunty Michelle aja
^^^Yaudah semoga aja Arvian ada sama Aunty Michelle dan Uncle Andrio^^^
Iyaa bangg
Geo menyimpan ponselnya di meja membuat Luna menatapnya, Geo langsung memperlihatkan pesan dari Cleona karena sedang malas berbicara, Luna yang melihat pesan tersebut menganggukkan kepalanya pada sang suami.
"Onaa". Panggil Luna pada anak dari Cleo dan Aura.
"Iyaa Aunty?". Tanya Cleona yang sering dipanggil Ona oleh mereka semua.
"Arvian mana?". Tanya Luna pada ponakannya.
"Ohh Vian main dirumah Oma Michelle". Jawabnya pada Aunty nya.
"Baiklah kalau begitu sayang". Ujarnya pada ponakannya.
"Kamu kabari saja Cleo mas". Ujar Luna pada suaminya.
"Ah paling juga Cleo sudah mendapatkan kabar tentang Vian sayang". Ujar Geo pada istrinya..
Beberapa menit kemudian kedatangan Lion dan Aera membuat mereka terkejut, sontak saja Andira memeluk Lion karena sangat merindukannya, begitipun Mahesa yang memeluk Aera membuat yang lainnya merasa heran.
"Kenapa kaya kebalik gini ya? biasanya ponakan laki deketnya sama Uncle Lion lah kok ini malah deket sama Aunty Aera?". Tanya Kenan pada mereka semua.
"Benar juga, padahal dulu Ghea dekat dengan Aunty Rania sedangkan Raditya dekat dengan Uncle Rey kan". Ujar Anna pada mereka.
"Ya mungkin saja dulu mereka banyak mengasuh Andira dan Mahesa". Ujar Kenzo pada mertuanya.
"Heum tapi setau bunda, Lion dan Aera jarang ke Jakarta karena mereka menetap di Amerika setelah menikah". Ujar Anna pada menantunya.
"Udahlah gausah aneh gitu". Ujar Rangga menengahi pembicaraan mereka.
"Benar apa yang dibilang Bang Rangga". Ujar Lion yang baru saja duduk di samping Rangga.
"Bagaimana kabar ponakan Aunty yang cantik ini?". Tanya Anna pada Laura.
"Kabar aku baik Aunty, Aunty sehat sehat aja kan?". Tanya Laura pada Aunty nya.
"Iyaa Aunty sehat kok sayang". Jawabnya pada Laura.
"Oh ya abang dengar, ada yang udah punya kekasih nih? siapa yaa? Leon apa kamu Lau?". Tanya Raditya menggoda adiknya.
"Tentu saja Kak Lau". Celetuk Arion pada Raditya.
"Wah benarkah?". Tanya Anna pada ponakannya.
"Benar Aunty". Jawab Arion pada Anna.
__ADS_1
"Kenalkan dong pada kita". Ujar Anna pada ponakannya.
"Ishh apaan sih lagian kekasih aku tuh dingin banget Aunty". Rengek Laura pada Aunty nya.
"Oh yaa?". Tanya Anna pada ponakannya.
"Iyaa Aunty". Jawabnya pada Anna.
Tiba tiba saja pintu terbuka menampilkan sosok pria tampan dan tinggi namun dengan tatapan datar, membuat mereka saling menatap karena tidak tau siapa pria tersebut namun berbeda dengan Laura dan juga Raditya yang begitu terkejut melihatnya.
"Lohh Yudha kamu kenapa bisa tau rumah ini?". Tanya Laura padanya.
"Tentu saja aku tau semua tentang kekasihku" Jawabnya dengan datar namun membuat yang lainnya terkejut kecuali Leonard.
"Wah ternyata ini kekasih kamu syang". Ujar Anna pada ponakannya.
"Loh Yud, ngga nyangka ternyata lo kekasih adik sepupu gue". Ujar Raditya pada Yudha.
"Kamu mengenalnya sayang?". Tanya Jenni pafa suaminya.
"Tentu saja aku mengenalnya sayang, dia adalah rekan bisnisku". Jawabnya pada sang istri.
"Wah kamu udah punya calon menantu Ion". Ujar Anna pada Lion.
"Ish apaan sih kak". Ujar Lion pada Anna.
"Apaan gimana maksud kamu Ion? emang bener kan dia calon mantu kamu? ". Tanya Anna pada adiknya.
"Entahlah, dikenalkan oleh Laura saja tidak". Jawabnya pada sang kakak.
"Astaga, harusnya kamu kenalkan kekasihmu pada kami Lau". Ujar Andira padanya.
"Iyaa benar Tuh apa yang dibilang oleh Dira". Ujar Ghea pada adiknya.
Laura yang merasa terpojok memilih untuk mengajak Yudha ke taman belakang rumah, Yudha mengikuti Laura dari belakang dengan tatapan sulit di mengerti, sesampainya di taman belakang Laura menatap Yudha dengan kesal.
"Sebenarnya mau kamu apa sih?". Tanya Laura pada Yudha.
"Mauku kamu berada disampingku selamanya". Jawabnya pada Laura.
"Hahaha kamu menginginkan aku? sedangkan kamu sendiri mempunyai kekasih diluar sana? kamu mikir ngga perasaan aku Yudha!!". Teriaknya dengan terisak sedih.
"Kamu engga ngertiin aku sama sekali Yudha!! kamu egois!! kamu selalu saaja begitu". Ujarnya sambil menundukkan kepalanya.
"Maaf sayang, maafkan aku jangan menangis lagi". Ujar Yudha dengan sedih.
Laura melepaskan tangan Yudha, lalu beranjak pergi meninggalkan Yudha sendirian di taman belakang rumah, Yudha menatap Laura dengan sedih sebenarnya ia pun tidak menginginkan hal ini terjadi sungguh ia tidak sanggup jika di diamkan oleh Laura.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nulis Bab \= Selasa, 04 April 2023
Update Bab \= Rabu, 05 April 2023
Besok puasa yang ke 14 gays, ngga kerasa ya lebaran 16 hari lagi, semangat terus menjalani ibadah puasa nya ya gays Hihii, makasih yang masih setia membaca karya novelku :)
Tapi aku bocor gays, karena datang bulan yahh :(
Bagi kalian yang belum bocor semangat terus puasanya ya gays, semoga lancar puasanya ya kalian semua hehe :p
__ADS_1
Jangan lupa juga Like and Comment juga Vote ya gays :) Terimakasih sebelumnya :)