
Tengah malam Anna terbangun karena menginginkan sesuatu, Anna melirik suaminya yang tertidur pulas, membuat Anna tidak tega membangunkan suaminya tetapi ia sangat menginginkan nya sekarang.
"Sayang, bangunn". Ujar Anna mengguncang badannya.
"Sayanggg, bangun ihh". Ujar Anna sekali lagi pada suaminya.
Rangga pun bangun dan melihat istrinya yang sedang duduk menatapnya, Rangga pun langsung mendudukkan tubuhnya, ia mengucek matanya yang perih.
"Kamu kenapa syaang? ada apa?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Aku pengen sate ayam mas". Jawab Anna pada Rangga.
"Sekarang sayang?". Tanya Anna pada istrinya.
"Iyaa mas". Jawab Anna pada suaminya.
Rangga melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 11 malam, mungkin masih ada jam segini tukang sate pikirnya, Rangga menoleh pada sang istri yang masih menatapnya.
"Yaudah mas beliin ya, kamu tunggu di rumah". Ujar Rangga dijawab gelengan kepala oleh Anna.
"Aku mau ikutt, aku mau makan ditempat mas". Ujar Anna pada suaminya.
"Tapi sayang, ini udah malam gabaik buat ibu hamil". Ujar Rangga sambil memeluk istrinya.
"Tapii aku mau makan ditempat ihh mas". Ujar Anna kesal pada suaminya.
Akhirnya Rangga pun pasrah, ia dan istriinya pergi ke keluar meninggalkan rumah, untung mereka naik mobil jika tidak angin malam akan berbahaya untuk Anna, mereka juga memakai jaket.
Sesampainya mereka di tempat jualan sate, Rangga memesan dua porsi untuk dimakan ditempat, Anna yang melihat pesanannya datang pun senang dan segera melahapnya dengan cepat.
"Sayang pelan pelan, tidak akan ada yang mengambilnya". Ujar Rangga pada istrinya.
"Hehehe iyaa mas". Ujar Anna sambil terkekeh pada suaminya.
"Makan lagi tapi pelan ya biar ga tersedak". Ujar Rangga diangguki oleh Istrinya.
Beberapa menit kemudian, mereka kembali ke rumah setelah memakan sate. Saat masuk mereka melihat Andrio yang sedang minum, serta Michelle yang sedang makan.
"Kalian dari mana?". Tanya Andrio saat melihat mereka berdua.
"Anna ngidam pengen makan sate ditempat bang". Jawab Rangga pada Andrio.
"Bumil ngidamnya barengan ya". Ujar Andrio saat melihat istrinya makan dengan lahap.
"Kalau gitu kita pamit duluan ke kamar ya, Anna mulai ngantuk". Ujar Rangga diangguki oleh Andrio.
__ADS_1
Sesampainya mereka berdua di kamar , Anna langsung merebahkan tubuhnya karena tidak kuat mengantuk, sedangkan Rangga ke kamar mandi terlebih dahulu karena ingin membuang air kecil.
Sedangkan di dapur Andrio masih menemani istrinya yang makan nasi goreng, walau matanya ingin tidur tetapi ia tetap terjaga menemani istrinya, hingga beberapa saat Michelle selesai makan.
"Ahh kenyang mas". Ujar Michelle tersenyum pada suaminya.
"Syukurlah kalau kamu kenyang, biar anak kita juga kenyang ya kan sayang". Ujar Andrio mencium perut buncit istrinya.
"Iyaa Daddy". Ujar Michelle dengan suaranya seperti anak kecil.
"Yaudah kita tidur lagi ya, masih malam sayang". Ajak Andrio diangguki oleh Michelle.
Mereka tiba di kamarnya, langsung saja Andrio membantu istrinya untuk naik ke ranjang , setelahnya ia peluk untuk membuat sang istri nyaman dan beberapa menit kemudian keduanya sudah tidur lelap.
Keesokkan paginya, Anna bangun terlebih dahulu dibanding yang lainnya, Anna berjalan kebawah dengan sambil mengelus perutnya yang besar, saat sudah dibawah Anna menuju dapur entah kenapa ia sangat ingin sekali buah mangga muda jam segini.
"Heum dimana ya mangga nya? perasaan waktu itu aku udah beli deh". Gumam Anna sambil mencari buah mangga muda tersebut.
"Non ada yang perlu bibi bantu?". Tanya Bibi Asih padanya.
"Itu bi aku mau nanya, buah mangga muda yang aku beli waktu itu mana ya?". Tanya Anna pada Bi Asih.
"Aduh non, dimakan sama nona Michelle, maaf bibi tidak memberitahunya bahwa itu punya non". Jawab Bi Asih dengan menunduk.
Anna kembali ke kamar dengan raut wajah kecewa namun ia berusaha menutupinya, saat membuka pintu kamarnya terlihat Rangga yang sedang duduk di kasur.
"Sayang kamu darimana? baru aja aku akan mencari kamu?". Tanya Rangga pada istrinya.
"Dari dapur mas". Jawab Anna dengan lesu.
"Terus kenapa lesu gitu? sini cerita sama mas". Ujar Rangga menyuruh istrinya mendekat.
Anna pun mendekati suaminya lalu memeluknya, Rangga mengelus punggung istrinya seraya menenangkan nya, Anna menarik nafasnya panjang sebelum bercerita pada suaminya.
"Tadi aku ke dapur, mau makan buah mangga muda yang waktu itu kita beli". Ujar Anna pada suaminya.
"Terus kenapa sayang? ngga ada?". Tanya Rangga diangguki oleh istrinya.
"Kak Michelle yang makan kata bibi mas". Ujar Anna berkaca kaca.
"Yaudah nanti kita beli lagi aja sayang, atau mau mas ambilin di pohonnya langsung?". Tanya Rangga membuat Anna menoleh.
"Beneran mas mau mengambilnya dari pohon?". Tanya Anna dengan raut wajah berbinar.
"Demi istri dan anak kita apa sih yang ngga". Jawab Rangga membuat Anna tersenyum bahagia.
__ADS_1
Anna dan Rangga menuju taman belakang rumah, untung saja dulu orangtua Anna sengaja membangun pohon buah mangga muda, jadi memudahkan Rangga untuk mengambilnya.
Saat Rangga sudah sampai di atas tiba tiba Andrio juga datang bersama Michelle, membuat Anna langsung memalingkan wajahnya ketika melihat kakak iparnya, Andrio meminta Rangga untuk memetik beberapa buah mangga muda.
"Ambil aja sama abang, jangan nyuruh suami aku". Ujar Anna kesal.
"Lah dek kan biar sekalian mumpung suami kamu lagi manjat". Ujar Andrio menatap adiknya.
"Ngga! pokoknya ambil sendiri, abangkan sebagai suami harus memenuhi keinginan istri sendiri, bukan malah nyuruh suami aku". Ujar Anna marah pada abangnya.
Rangga yang melihat itupun tau, istrinya masih merasakan kecewa pada Michelle, ia turun untuk menenangkan istrinya, Anna memeluk suaminya langsung menangis dipelukan Rangga.
"Adek abang minta maaf, iyaa deh abang yang akan manjat". Ujar Andrio merasa bersalah pada adiknya.
"Heum". Hanya itu yang Anna keluarkan.
Anna menatap Michelle dengan tajam sebelum kembali ke dalam rumah, Michelle yang ditatap tajam pun merasa bingung, entah salah apa Michelle pada adik iparnya itu.
"Kayanya Anna marah deh sama aku mas". Ujar Michelle pada Andrio.
"Kenapa memangnya?". Tanya Andrio yang baru saja turun dari pohon.
"Dia Tatap aku tajam banget, apa aku ngelakuin kesalahan gitu ya?". Tanya Michelle pada suaminya.
"Heum, coha kamu inget inget dulu sayang". Jawab Andrio pada istrinya.
Michelle mengingat ngingat apa yang membuat Anna menatapnya tajam seperti tadi, tiba tiba ia teringat memakan buah mangga muda pada sore hari kemarin yang ntah punya siapa.
"Astaga mas". Ujar Michelle sambil menepuk jidatnya.
"Kenapa sayang? ada yang kamu ingat?". Tanya Andrio pada istrinya.
"Ternyata garagara buah mangga muda yang kemarin aku makan tanpa izin mas, pantas saja Anna menatap ku tajam". Jawab Michelle pada suaminya.
"Yaudah kita minta maaf aja sama Adek, apalagi kalian sama sama hamil, mungkin sensitif juga". Ujar Andrio diangguki oleh Michelle.
Mereka berdua menghampiri Anna dan Rangga yang sedang berada didapur, Anna yang merasakan kehadiran mereka pun diam saja tidak seperti biasa nya.
"Anna, kakak minta maaf ya, kakak tau kakak salahh ngga minta izin dulu sama kamu, maafin kakak". Ujar Michelle pada Anna sambil berkaca kaca.
"Iyaa gapapa kok, aku cuman kecewa aja karena tadi aku mau makan buah mangga muda itu malah udah habis". Ujar Anna tersenyum setelah suaminya mengelus tangannya.
Michelle Dan Andrio merasa lega, mereka pun bergabung dengan Anna dan Rangga memakan buah mangga muda kecuali para suami, Anna dan Michelle biasa saja memakannya sedangkan para suami yang melihat nya bergidik ngeri.
Asem itu asem. Batin kedua nya.
__ADS_1