Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 125 (Keluarga Kecil Geo)


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


Kini usia Baby Gisella sudah memasuki bulan ke tiga, sementara Baby Arion baru saja memasuki bulan pertama, kedua anak kecil yang sangat lucu membuat kedua anak mereka yang sudah besar selalu merasa gemas pada adiknya.


"Gemas banget sih kamu dek". Ujar Gibran menatap Baby Gisella.


"Jelas dong karena abang nya juga menggemaskan". Ujar Luna pada putranya.


"Jelas dong, selain menggemaskan abang juga keren bunda". Ujar Gibran sambil mengibaskan rambutnya kebelakang.


"Jangan sok keren gitu, lebih keren juga abang kali, iyaa kan bunda". Ujar Gabirel pada bundanya.


"Kalian sama kerennya kok". Ujar Luna sambil tersenyum tipis pada anaknya.


"Makasih ya bunda". Ujar keduanya.


"Iyaa saMa saMa sayang". Ujar Luna pada kedua anaknya.


Ting!


...My Hubby 🤗😘❤...


...Online...


Sayang, bentar lagi aku pulang, kamu sama anak anak mau dibawakan apa?


^^^Kamu udah nyampe bandara Hubby?^^^


Iyaa sayang ini baru aja mau naik mobil jemputan


^^^Aku mau kamu cepat sampai rumah aja By, kangen banget sama kamu 😢^^^


Yaudah sayang, tapi aku akan tetap bawa oleh oleh untuk kalian semua 😘❤


^^^Makasih ya Hubby, hati hati di jalannya sayang 😘❤^^^


Iyaa sayang, coba kirim foto Baby Gisella sayang, aku kangen


^^^Sebentar sayang^^^


Okee sayang



^^^Halo ayahh 🤗^^^


Aahh gemas sekali anak cantiknya ayah, tunggu ayah pulang ya sayang 🤗😘❤


^^^Iyaa Ayahh 🤗❤^^^


Beberapa jam kemudian Geo sampai di rumah kediamannya, membuat Gibran dan Gabriel yang sedaritadi menunggu di teras senang melihatnya, apalagi ayahnya membawa banyak oleh oleh untuk mereka semua..


"Haii jagoan jagoan ayahh". Ujar Geo mengecup kening anaknya satu persatu.


"Haii Ayahh hebattku". Ujar mereka berdua sambil tersenyum pada Geo.

__ADS_1


"Bunda mana sayang?". Tanya Geo pada anaknya.


"Bunda di dalem ayah sama adek". Jawab Gabriel pada ayahnya.


"Yaudah yuk kita masuk, Alex bawa ke dalem barang barangnya". Ujar Geo menatap orang kepercayaan nya.


"Siapp Tuan". Ujarnya pada Geo.


"Haii istri cantikku". Ujar Geo membuat Luna menoleh ke belakang.


"Hubby, kangenn bangettt". Ujar Luna memeluk suaminya dengan erat.


"Aku juga kangen banget sama istriku yang cantik ini". Ujarnya sambil mengecup bibir istrinya.


"Ihh Hubby, ada anak anak loh". Ujarnya memukul pelan lengan suaminya.


"Lagian mereka ngga lihat kan, iyaa kan sayang?". Tanya Geo pada kedua anak anaknya.


"Iyaa benar bunda, kita engga lihat kok". Jawabnya sambil menutup matanya.


Luna menitipkan Baby Gisella pada kedua anaknya karena ingin mengurus suaminya duli, untung saja kedua anaknya menurut karena memang Baby Gisella selalu tertawa ketika dua abangnya mengajaknya berbicara.


"Hubby, bagaimana dengan kerjasama nya?". tanya Luna pada suaminya.


"Kerjasama diterima sayang". Jawabya dengan raut bahagia.


"Ah benarkah sayang? selamat ya sayangku". Ujar Luna memeluk suaminya.


"Iyaa sayang makasih ya, berkat support kamu dan yang lain aku berhasil mendapatkan tender serta kerjasama nya". Ujar Geo memeluk serta mencium kening istrinya.


"Iyaa sayang sama sama". Ujar Luna pada suaminya.


"Iyaa syaang, aku siapkan bajunya ya". Ujar Luna diangguki oleh suaminya.


"Sayangg, aku taro di kasur ya, aku duluan kebawah Baby Gisella nangis". Ujarnya pada suaminya yang sedang didalam kamar mandi.


"Iyaa sayang!!". Teriak Geo dari dalam kamar mandi tersebut.


Gibran dan Gabriel kompak menoleh saat mendengar suara langkah, Luna menghampiri mereka berdua yang sedang asik mengajak adiknya berbicara, bahkan Baby Gisella sudah tertawa kembali saat Luna melihatnya.


"Tadi bunda denger adek nangis, kenapa bang?". Tanya Luna pada anaknya.


"Engga tau bunda, tapi kita berdua menghibur adek agar tertawa lagi". Jawab Gibran padanya.


"Baguslah kalau begitu". ujar Luna menghela nafasnya lega.


"Iyaa bunda". Ujar Gibran pada bundanya.


"Oh ya bunda, kapan kita ke makam oma dan opa?". Tanya Gabriel pada bundanya.


"Coba tanya ayah sayang, takutnya ayah gapunya waktu yang tepat buat ke makam". Jawab Luna pada anaknya.


"Baiklah bunda, nanti abang tanyakan". Ujarny pada sang bunda.


"Iya Syaang". Ujar Luna pada anaknya.

__ADS_1


"Lagi pada ngobrolin apa nih?". Tanya Geo menghampiri mereka berempat.


"Lagi ngobrolin tentang kapan kita ke makam oma dan opa?". Tanya Gabriel pada ayahnya.


"Seminggu lagi sayang, kebetulan untuk akhir akhir ini ayah banyak kerjaan". Jawab Geo pada sang anak.


"Yaudah kalau gitu ayah". ujar Gabriel pada ayahnya.


"Iyaa syaang". Ujar Geo pada anaknya.


...****************...


Keesokkan harinya


Kini mereka sudah berada di sebuah TPU mengunjungi makam kedua orangtua Luna yang sudah meninggal dunia, Luna menatap sedih ke arah dua makam tersebut lalu mengecup batu nisan kedua orangtuanya.


"Semoga kalian selalu tenang di alam sana". Ujar Luna menatap kedua batu nisan tersebut.


"Oma Opa kita akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua". Ujar Gibran sambil mengusap batu nisan tersebut.


"Iyaa oma, abang Gabriel juga akan menggantikan opa untuk melindungi bunda". Ujar Gabriel juga mengusap batu nisan tersebut.


"Pah mahh, kalian tenang disana ya, Geo janji akan melindungi istri serta cucu kalian berdua". Ujar Geo menatap makam kedua mertuanya.


"Yaudah udah yuk syang, kita pulang". Ajak Luna merasa sudah cukup mendoakan kedua orangtuanya.


"Iyaa ayok sayang". Ujar Geo pada istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka mampir ke sebuah restoran, untuk makan siang bersama karena mereka lapar dan Baby Gisella Luna titipkan pada babysitter yang mereka bawa, setelah beberapa menit akhirnya mereka selesai memakan makanannya sampai habis.


Kini mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah kediaman mereka, selama dalam perjalanan pulang Baby Gisella selalu tertawa saat kedua abangnya mengajaknya bicara, bahkan sampai tidur karena kelelahan tertawa.


"Sayang, bangun". Ujar Luna membangunkan kedua putranya saat Mereka sudah sampai dirumah kediaman nya.


"Bi kamu bawa dulu Baby Gisella masuk ya". Ujar Geo pada Babysitter anaknya.


"Baik tuan". ujar Babysiter tersebut yang bernama Mirna.


"Sayang, jagoannya ayah bangun yuk kita udah sampai nih". Ujar Geo mencoba membangunkan kedua anaknya.


"Cepat bangun, nanti engga akan ayah belikan mainan lagi". Ujarnya lagi membuat kedua anaknya langsung terbangun.


"Beneran ayah ngga akan belikan kita mainan lagi?" Tanya mereka dengan kompak.


"Iyaa kalau kalian masih belum bangun juga". jawabnya dengan santai.


"Kita sekarang udah bangun yah, jangan sampai engga dibelikan mainan ya yah". Ujar Gibran pada ayahnya.


"Iyaa engga sayang, sekarang lebih baik kita turun yuk , adek kalian aja udah masuk ke dalam rumah". Ujar Luna mengajak kedua anaknya.


"Emangnya adek udah bisa jalan bun?". Tanya Gabriel yang masih linglung.


"Ya belum sayang, orang baru tiga bulan, hebat banget anak bunda udah bisa jalan". Jawabnya sambil terkekeh pada anaknya.


Gabriel terdiam sebentar lalu ia pun menyadari pertanyaan nya pada bundanya, wajar saja baru bangun tidur belum kekumpul sepenuhnya nyawanya, mereka semua masuk kedalam rumah untuk melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


Kelelahan ngajak adiknya ngobrol. Batin Geo terkekeh geli menatap kedua anaknya.


Jangan Lupa Like Comment Votenya :)


__ADS_2