Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
7 Kesepakatan


__ADS_3

"Tunggu saya mau ngomong bentar sama kamu" ucap Devan memegang tangan Rita.


Rita membalikan badannya melihat kearah Devan, "Maaf Bapak mau ngomong apa? sebaiknya kita cari tempat yang rame?" melepaskan tangan Devan lalu berjalan keluar.


Devan mengikuti Rita dari belakang, Rita berhenti di taman kampus ya tempat ini cukup rame ketimbang didalam kelas yang hanya ada mereka berdua.


"Bapak biasa ngomong disini sekarang" kata Rita tampa melihat kearah devan.


"Gak disini juga dong Rita, yaudh kalau gitu kita cari cafe atau restoran aja" ucap Devan pergi.


"Tadi katanya mau ngomong udah dikasih kesempatan ngomong malah pergi, mau nya apa sih tu dosen" ngomel Rita sepanjang koridor kampus, "tadi pagi sikap nya kayak es eh sekarang malah sok akrab duh gak ngerti gue sama cowok tua itu" mengacak-acak rambut.


Rita tidak sadar kalau sedari tadi dirinya diperhatiin oleh mahasiswa yang ada di koridor itu. Rita gak pedulu sama orang-orang memperhatikan dia, dia terus berjalan menuju pakiran. Sesampai Rita disana sudah ada Devan menunggu Rita pas didepan mobil Rita.


"Loh bapak ngapain berdiri di depan mobil saya? mobil bapak mana?" tanya Rita melihat kiri-kanan pakiran.


"Mobil saya lagi dibengkel, tadi mongok dijalan" jawab Devan.


"Jangan bilang kalau bapak mau ngomong bapak numpang mobil saya untuk pulang?" tebak Rita mencipitkan matanya.


"Sok tau kamu, tanpa kamu antarin saya bisa pulang sindiri" ujar Devan ketus.


"Jadi bapak mau ngomong apa?" tanya Rita penasaran.


"Kan saya sudah bilang kita cari cafe atau restoran sekalian makan saya udah kelaperan nih" memegang perut.


"Bapak yang bawa deh nih" mencampakan kunci mobil ke Devan.


Devan yang singap langsung menangkapnya.


*****


Devan dan Rita sudah berada di cafe bisa dibilang tidak terlalu rame.


"Kamu pesan apa?" tanya Devan menatap Rita.


"Es Coklat" jawab Rita singkat.


"Mas kami pesan Esspreso 1, Kentang Goreng 1, Nasi Goreng 1 sama Es Coklat 1" ucap Devan kepada pelayan.


"Biak, tunggu sebentar ya" kata pelayan itu setelah mencatat pesanan kami lalu pergi.


Rita mulai percakapan setelah pelayan itu pergi.


"Jadi Bapak mau ngomong apa sama saya? saya gk ada waktu? saya sibuk?" kata Rita dingin.


"Gak enak banget ya didengar kalau lo panggil gue bapak? yg ada disangka orang gue bapak lo lagi" ujar Devan perotes.


"bener-bener ngeselin ya nih orang, kalau bukan karna anak tante Sara udah gue becek-becek ini orang" gumam Rita dalam hati.


"Woy kok diam kesambet lo ya" kata Devan menatap Rita.


Rita memalingkan wajahnya menatap luar jendela, "yaudh ngomong aja"


"Jadi gini setelah gue dengar lo nyanyi di kelas tadi jujur suara lo bagus banget, gue mau nawarin kerja sama nih sama lo?"


Devan menghentikan pembicaraannya setelah pelayan datang membawa pesanan mereka.


"makasih mas" ucap devan lalu palayan itupun pergi.


Rita menyeruput minuman Es Coklat nya, "maksud Bapak kerja sama apa?"


"Jadi gue ada buka cafe ya masih baru sih, nah gue lagi cari orang untuk nyanyi di cafe gue itu, hmm hanya setiap malam minggu aja"


"Bentar-bentar maksud lo, lo mau gue jadi penyanyi dicafe lo gitu?" menatap Devan.


Devan menganggukan kepala, "Soal bayaran tenang aja deh, lo juga dapat gratis minum dan makan sepuas lo, gimana lo mau?"


Rita mulai berpikir menatap luar jendela, sesaat Rita melihat keluar hujan turun.


"Wah hujan" gumam Rita ngembiri.


Gumaman Rita terdengar oleh Devan yang juga menatap luar jendela, "udah hujan aja"


Sejenak tidak ada yang bicara diantara mereka, mata mereka masih fokus menatap luar jendela.

__ADS_1


Rita mulai menyeruput minumannya, "tadi kita udah bicara sampai mana?" tanya Rita memakan kentang goreng didepannya.


Devan mengingat kembali, "oh itu lo setuju atau enggak nyanyi di cafe gue?"


"ngajinya berapa? dan berapa lagu?"


"ngaji 2jt/bulan soal lagu bebas lo mau bawain berapa, jadwal lo manggung dari jam 8-10 malam gimana?" kata Devan menaikan alisnya.


"Gue omongin ini dulu ortu gue dulu, kalau mereka setuju gue kabarin"


"Mana hp lo?" Devan mengulurkan tangan.


"Buat apa lo hp gue?" tanya Rita sinis.


"Biar gue masukin nomor gue dihp lo, kalau lo setuju bisa lo kabarin gue langsung"


Rita memberi hp nya kepada Devan, Devan mulai memasuki nomor hp nya.


"Secepatnya lo kabarin gue" ujarnya Devan mengembalikan hp Rita lagi.


*****


Malam hari setelah selesai makan Rita kembali masuk kekamar, Rita menggambil gitarnya yg berada disamping meja belajar, Rita berjalan keluar munuju balkon kamarnya.


Rita mulai memangkukan gitarnya dan mulai memetik senar sambil bernyanyi.


*Cukup kau disampingku


Sempurnakan langkahku


Tuk menyusuri waktu


Cukup kau disampingku


Berjalan bersamaku


Pasti kan kau bahagia


Kau bertanya dengan rasa ragu


Seberapa besar cintaku padamu


Kan kubuktikan semuanya padamu


Tak perlu kau ragu lagi


Cukup jalani dan rasakan


Ohhh.oh my lady*...


Tiba-tiba kak Radit sudah berdiri dibelakang Rita entah kapan datang nya tu orang.


"Woy..." teriak kak Radit dikuping Rita.


"Ih apaan sih, kapan kakak masuk?"


"Udah dari tadi, lo aja yg asik main gitar" duduk diatas balkon.


"ooohhhh"


"Eh cewek yg liat lo tadi siapa"


"ha cewek? cewek siapa? jangan nakut-nakutin deh" Rita mengkerutkan keningnya.


"Itu dirumah sebelah, tadi dia berdiri disitu memperhatiin lo main gitar" tunjuk kak Radit ke rumah tante Sar.


Pliss deh kak ini bukan novel horror.


"oh paling anak tante Sara" jawab Rita santai.


"Tante Sara siapa? bukannya rumah itu kosong ya?" tanyak kak Radit mengkerutkan keningnya.


"Tante Sara baru pindah beberapa hari yang lalu nah pindahnya kesebelah itu"


"Eh hp lo dari tadi bunyi tu"

__ADS_1


"Kok kakak baru bilang sekarang sih" Rita berlari masuk kekamarnya.


"Ya lo nya aja sibuk sama gitar lo"


Rita mengambil hp nya yang berada di atas kasur, Rita melihat siapa yg sedari tadi menelponnya dan itu video call dari grub nya Friend to Heaven. Rita berniat menelpon kembali tapi Rita malah melihat kak Radit yang masih asik duduk di balkon. Rita kembali menaruh hpnya dan berjalan mendekati kak Radit.


"Kak" panggil Rita.


"Apa"


"Gue mau cerita nih"


"Mau cerita apa sih adik kakak nih" melihat Rita.


"Kak tadi dosen gue minta gue nyanyi di cafe dia, menurut lo gue terima gak?"


"Dosen lo udah tua?"


"Enggak dia masih muda, tu rumah nya disebelah" tunjuk Rita.


"gaji nya berapa?"


"Dua juta/bulan"


"Ha lo serius" kak Radit membulatkan matanya.


Rita menganggukan kepala.


"Lo cuman nyanyi doang dapat gaji segitu? luat biasa itu, udah lo terima aja"


"Terima ya"


Rita bukan tidak mau nerima pekerjaan itu hatinya masih ada keraguan dan Rita masih belum terbiasa tampil di depan banyak orang.


*****


Sabtu pukul 19.30 WIB.


Rita sudah berada di cafe Devan, cafe nya cukup besar dan tema dari cafe ini sangat bagus cocok untuk anak muda. ya setelah menanyakan saran dari kak Radit, papa dan mama yg mereka semua ingin Rita menerima tawaran ini akhirnya Rita menerimanya.


"Rita udah datang" kata Devan.


"Eh iya pak, baru aja datang" ucap Rita gugup.


"Udah berapa kali sih gue bilang jangan panggil gue bapak dong" protes Devan.


"Ya maaf"


"Yaudh yuk gue kenalin sama yg lain" Devan berjalan nenuju panggung kecil yg ada didepan cafe.


"Hay ges ini kenalin Rita yang akan menjadi vokalis disini" ucap Devan memperkenalkan Rita.


"Hay gue Rio"


"gue Adit"


"kalau gue Surya"


"Hay" sapa Rita.


"Mereka ini band di cafe ini, lo bisa kolaborasi sama mereka, yaudh klau gitu kalian siap-siap ya" kata Devan lalu pergi.


Rita dan teman band nya sedang berdiskusi mau membawakan lagu apa-apa saja.


Cafe Devan mulai rame yang datang, ya mungkin karna malam minggu bapanyak anak muda yg datang untuk sekedar nongkrong ataupun pacaran. Rita melihat cafe semakin rame mulai gugup dia gak nyakin apa bisa memberikan yang terbaik buat para pengunjung cafe atau malah Rita disuruh turun.


Rita melihat kearah Devan, Rita melihat Devan sedang dengan cewek mengobrol begitu asik, cewek itu juga memegang tangan Devan.


--------------------------------


Duh ada apa nih dengan Rita? apa dia mulai suka dengan Devan?


Coba kalian tebak ada apa dengan Rita dan Devan. apa Rita benar-benar suka Devan atau cuman mengangumin nya saja. tulis pendapatan klian di komen.


Buat kalian semua jangan lupa jaga kesehatan, jangan keluar rumah dulu kalau tidak penting-penting banget dan jauhi tempat yg ramai agar kita semua terbebas dari virus corona yg terpenting jaga kebersihan ya.

__ADS_1


Karna outher sedang libur kuliah lebih tepatnya sih diliburkan, outher akan berusaha publish cerita nya setiap hati. Jangan pada bosan ya menikmati cerita outher ini.


Happy Reading semua.


__ADS_2