
Semenjak tau tentang kehamilan sang istri, Mahesa tidak henti hentinya mencium seluruh wajah istrinya, membuat Marsya geli dengan tingkah laku suaminya tersebut, hingga Anna berujar pada anaknya.
"Astaga Mahesa, biarkan Marsya istirahat dulu nak". Ujar Anna pada anaknya.
"Aku terlalu senang bunda". Ujar Mahesa menatap bundanya.
"Iyaa bunda tau sayang". Ujarnya pada anaknya.
"Heheh iyaa bunda maaf". Ujar Mahesa pada bundanya.
"Iyaa gapapa, udah jangan buat istri kamu kelelahan Mahesa". Ujar Anna langsung diangguki oleh anaknya.
"Honey, rasanya senang banget deh akhirnya ada calon baby disini". Ujar Marsya saat mertuanya keluar dari kamarnya.
"Iyaa sayang akupun senang , sangat senang malah". Ujar Mahesa sambil tersenyum.
"Sayangg, kayanya aku pengen sesuatu deh". Ujar Marsya pada suaminya.
"Pengen apa sayang?". Tanya Mahesa pada istrinya.
"Pengen buah mangga muda sayang". Jawab Marsya pada suaminya.
"Yaudah aku ambilkan dulu ya sayang". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Langsung dari pohonnya ya sayang". Ujar Marsya pada suaminya.
"Iyaa sayang dari pohonnya langsung kok". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Makasih ya honey". Ujar Marsya sambil tersenyum senang.
"Iya sama sama sayang". Ujar Mahesa sambil beranjak bangun dari duduknya.
Beberapa menit kemudian Mahesa kembali dengan membawa banyak buah mamgga muda, membuat Marsya senang melihatnya dan itupun membuat Mahesa ikut senang menatap wajah cantik istrinya.
"Honey tolong potongin ya buahnya". Ujar Marsya dengan memelas pada suaminya.
"Sayang ngga perlu berekspresi seperti itu, aku pasti akan kupaskan dan potong buahnya untuk kamu". Ujar Mahesa sambil tersenyum tipis pada istrinya.
"Ah makasih ya sayang". Ujar Marsya pada suaminya.
"Iyaa sama sama sayang". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Yaudah cepet kupasin honey, aku udah engga kuat pengen makan buahnya". Ujar Marsya pada suaminya.
"Iyaa sayang, aku ke dapur dulu ya, kamu ngobrol dulu aja sambil nunggu aku selesai ya". Ujar Mahesa pada anaknya.
"Okee siap syang". Ujar Marsya pada suaminya.
"Bunda kayanya aku pengen dipeluk bunda deh". Ujar Marsya saat melihat suaminya berlalu pergi ke dapur.
"Iyaa sini sayang peluk bunda". Ujar Anna melebarkan tangannya.
"Dipelukan bunda terasa nyaman". Ujarnya saat memeluk mertuanya.
"Iyaa sayang begitupun bunda yang senang dipeluk oleh anak bunda yang cantik ini". ujar Anna mengusap rambut Marsya.
"Makasih ya bunda , Marsya sayang sama bunda". Ujarnya pada mertuanya.
__ADS_1
"Bunda juga sayang kamu". Ujar Anna pada Marsya.
Beberapa menit kemudian Mahesa kembali ke ruang tengah dengan membawa sepiring buah mangga muda yang sudah ia potong potong, Mahesa meletakkan piring tersebut di hadapan istrinya membuat Marsya senang melihatnya.
“Makasih ya suamiku sayangg”. Ujar Marsya pada suaminya.
"Iyaa sama sama sayang". Ujar Mahesa pada istrinya.
"Ngga asem sayang?". Tanya Rangga pada menantunya.
"Ngga Ayahh, manis kok". Jawabnya pada ayah mertuanya.
"Kamu nih seperti baru melihat saja padahal dulu Luna ataupun yang lain mengalaminya". Ujar Anna pada suaminya.
"Hahah iyaa wajar sayang aku kan masih mengingat masa masa kehamilan mereka". Ujar Rangga pada istrinya.
"Heum iyaa deh gimana kamu aja Yah". Ujar Anna pada suaminya.
"Iyaa dong terserah ayah aja". Ujar Rangga sambil tersenyum tipis pada istrinya.
Beberapa menit kemudian Marsya selesai menghabiskan buah mangga muda tersebut, membuat yang lainnya terkejut melihat piring sudah kosong, Marsya memberikan senyuman tipinya pada mereka semua.
"Habis semuanya?". Tanya Mahesa pada istrinya.
"Iyaa habis honey, karena buahnya manis banget". Jawabnya sambil tersenyum pada suaminya.
"Aneh deh bumil kenapa selalu gini ya". Gumam Mahesa menatap istrinya.
"Iyaa kenapa? kamu bilang sesuatu?". Tanya Marsya pada suaminya.
"Ngantuk sayang". Jawabnya dengan mata merem melek.
"Yaudah yuk ke kamar". Ajak Mahesa pada istrinya.
"Iyaa ayok sayang". Ujar Marsya pada suaminya.
"Bunda, ayah kita masuk ke kamar ya, kalian juga istirahat". Ujar Mahesa pada kedua orangtuanya.
"Iyaa sayangg". Ujar Anna pada anaknya.
Melihat kepergian keduanya, membuat Anna tersenyum senang melihatnya begitupun Rangga, mereka berdua berpelukan sambil menyandar pada kursi sofa sebelum akhirnya mereka bangkit dari duduknya.
"Bunda senang deh Yah, melihat mereka berdua mengingatkan kita saat saat aku lagi hamil sikembar". Ujar Anna pada suaminya.
"Iyaa sayang aku juga senang melihatnya". Ujarnya sambil berjalan menggandeng tangan istrinya.
"Masih ada yang sakit ngga sayang?". Tanya Anna pada suaminya.
"Ya akhir akhir ini sering sakit punggung sih sayang". Jawabnya pada istrinya.
"Namanya juga udah tua sayang, bunda aja udah mulai gampang lupa". Ujarnya pada sang suami.
"Iya juga ya sayang". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa syang". Ujar Anna pada suaminya.
Sesampainya di kamar mereka, Anna langsung merebahkan tubuhnya karena rasa sakit dikakinya mulai terasa, begitupun dengan Rangga yang memang sudah mengantuk sedaritadi hanya saja ia tahan.
__ADS_1
Mereka langsung tidur tanpa adanya obrolan seperti biasa, hingga mereka tidur dengan nyenyak tanpa menyadari adanya pesan masuk ke ponselnya masing masing, karena mereka memang sudah sangat mengantuk.
Ting!
...Andreas Menantuku...
...Online...
Bunda, gawatt bun
Geo kecelakaan bunda, sekarang udah dibawa ke rumah sakit keluarga kita
...Kenzo Menantu Ayah...
...Online...
Ayahhh, Geo kecelakaan
Ada yang kembali membuatnya masuk ke rumah sakit yah 😢
Hingga beberapa menit terdengar ketukan pintu kamar Anna dan Rangga, membuat keduanya akhirnya bangun dari tidurnya dan Anna membuka pintu kamarnya terlihat Mahesa yang berdiri dengan raut wajah panik.
"Kamu kenapa sayang?". Tanya Anna pada anaknya.
"Bang Geo bunda".
"Ada apaa dengan abangmu?? ". tanya Rangga dengan panik.
"Bang Geo masuk rumah sakit karena kecelakaan, tadi bang Andre ngabarin Mahesa ayah". Jawabnya dengan raut cemas.
"Astaga bagaimana bisa terjadi? sudah berapa kali Geo masuk ke rumah sakit garagara kecelakaan seperti ini". Ujar Anna pada anaknya.
"Lebih baik sekarang kita kerumah sakit sayang, Mahesa kamu dirumah aja ya jaga istri kamu". Ujar Rangga pada anaknya.
"Yaudah tapi nanti kabarin Mahesa tentang abang ya ayah". Ujar Mahesa pada ayahnya.
"Okee boy". Ujar Rangga pada anaknya.
Anna dan Rangga dengan cepat memasuki mobilnya setelah supir pribadinya menunggu, dengan kecemasan yang sangat dalam membuat Anna menangis dipelukan suaminya, karena ia sudah beberapa kali mendengar Geo masuk rumah sakit karena kecelakaan.
"Sebenarnya siapa sih yang tega hingga putra kita selalu aja terbaring lemah dirumah sakit hiks hiks". ujar Anna sambil terisak pada suaminya.
"Aku akan usut ini semua sayang, cukup ini yang terakhir jangan sampai Geo kembali seperti ini". Ujar Rangga pada istrinya.
"Iyaa semoga sayang". Ujar Anna pada suaminya.
"Pak agak cepett ya bawanya". Ujar Rangga pada supir pribadinya.
"Iyaa bu". Ujarnya pada Anna.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, terlihat Kenzo serta yang lainnya menunggu diluar ruangan, Anna dan Rangga menghampiri mereka semua dengan jantung yang berdegup kencang takut terjadi sesuatu pada anaknya.
...****************...
Maaf ya kemarin engga update, karena capek banget pulang kerja :-(
Jangan Lupa Like Comment Votenya :)
__ADS_1