Dosenku Adalah Suamiku

Dosenku Adalah Suamiku
Bab 123


__ADS_3

Luna sudah diperbolehkan pulang ke rumah, membuat semuanya langsung bersiap, sebagian dari mereka ada yang menunggu di rumah untuk menyambut Luna dan bayinya, kini Luna hanya melahirkan seorang anak perempuan.


Baby Gisella terlihat masih tertidur dengan lelap, hingga beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah kediaman Luna dan Geo, mereka semua masuk ke dalam rumah sementara Geo menggendong istrinya.


"Baby Gisella sudah kita pindahkan ke box bayi". Ujar Rachel pada adik iparnya.


"Iyaa kak makasih". Ujar Luna dengan lemas.


"Iyaa saMa saMa sayang". Ujar Rachel sambil tersenyum tipis pada adik iparnya.


"Anak bunda yang paling cantik". Gumam Luna menatap Baby Gisella.


"Iyaa karena kedua anak kita yang lain tampan". Ujar Geo yang mendengar gumam an istrinya.


"Haha iya bener hubby". Ujar Luna pada suaminya.


"Tentu saja aku selalu benar". Ujar Geo membuat Luna kesal telah memuji suaminya.


Terdengar tangisan Baby Gisella membuat para lelaki yang sudah mengerti langsung beranjak pergi menyisakan para perempuan dan Geo suaminya, Luna segera memberikan ASI untuk anaknya diantara semuanya hanya Geo yang tersiksa melihatnya.


Ahh harus ngalah sama anak dulu. Batin Geo saat melihat aset candunya juga di **** oleh anaknya.


"Harus puasa dulu yaa". Ledek Ghea pada adiknya.


"Ihh Kak Ghea nyebelin bangett". Ujarnya kesal.


"Hahaa biarin nyebelin yang penting udah laku". Ujar Ghea pada kembarannya.


"Bunda ihh Kak Ghea nyebelin banget". Rengek Geo pada Anna.


"Kalian tuh ya udah udah gede masih aja kaya anak kecil". Ujar Anna menatap anak anaknya.


"Tentu saja dimata kita berdua mereka memang masih kecil". Ujar Rangga sambil terkekeh menatap anak anaknya.


"Ayahh ihh". Ujar anak anaknya pada Rangga.


"Memang benar bukan kalian berempat itu masih kami anggap seperti anak kecil, liat saja tingkah laku kalian". Ujar Rangga sambil tertawa pelan pada anak anaknya.


"Bundaa ayah nyebelinn". Ujar keempat anak kembarnya pada Anna.


"Aduh udah deh kalian ini jangan berantem terus". Gerutu Nathalia menatap keempat adiknya yang seharusnya adalah kakak abangnya.


"Tau tuh kalian". Ujar Marselina menatap sepupunya tersebut.


"Udah, lebih baik kalian semua diem". Teriak Luna kesal pada mereka termasuk pada suaminya itu.


Mereka berempat terdiam setelah Luna berteriak, karena memang harusnya mereka jangan berdebat disaat Luna baru saja menidurkan anaknya tetapi bangun kembali karena ulah mereka.

__ADS_1


"Maafin mereka ya sayang". Ujar Anna pada menantunya.


"Yaudah aku maafin asal jangan berisik lagi, anak aku baru aja tidur loh". Ujar Luna dengan cemberut.


"Iyaa maafin aku ya sayang". Ujar Geo memeluk istrinya.


"Maafin kita juga ya Lun". Ujar mereka pada Luna yang hanya diangguki oleh Luna.


"Ada yang kamu mau sayang?". Tanya Geo pada istrinya .


"Aku pengen tidur Hubby". Jawabnya pada sang suami.


"Yaudah kalian masuk ke kamar aja, kasihan juga Luna daritadi belum tidur, tapi sementara kalian tidur di kamar bawah ya biar mudah bunda ngecek cucu bunda". Ujar Anna pada mereka berdua.


"Baik bunda". Ujar Geo dan Luna sambil bangkit dari duduknya.


Geo dan Luna memasuki kamarnya disusul Anna yang menggendong cucunya lalu menidurkannya ke dalam box bayi, setelahnya Anna pamit keluar kamar pada anak dan menantunya dan diangguki oleh keduanya.


Semoga kalian bahagia selalu. Batin Anna diluar kamar anak dan menantunya.


Anna memasuki kamarnya dimana sang suami tengah asik bermain ponselnya, ia pun duduk disamping suaminya yang masih saja menatap ponselnya membuatnya kesal, di umurnya yang sudah memasuki kepala hampir 5 suaminya itu masih suka memainkan aplikasi tiktok yang menyebalkan menurutnya.


"Eheum".


"Eh sayang kapan kamu datangnya? ". Tanya Rangga pada istrinya.


"Daritadi, kamunya aja yang keasikan mainin ponsel". Jawabnya kesal pada sang suami.


"Heum tau ahh kesel". Ujarnya pada Rangga.


"Sayang, kamu makin cantik kalau lagi kesel gitu". Ujar Rangga pada istrinya.


"Jangan gombal kamu". Ujar Anna pada sang suami tercintanya.


"Engga gombal istriku yang cantik". ujar Rangga kembali memeluk istrinya.


"Heum iyaa deh percaya". Ujar Anna pada suaminya.


Mereka berdua tidur terlelap hingga beberapa jam kemudian mereka baru terbangun dari tidurnya, Anna menyuruh suaminya untuk membersihkan badannya terlebih dahulu sedangkan Anna akan menunggunya sambil memainkan ponselnya.


Beberapa menit kemudian Rangga selesai mandi, gantian Anna yang memasuki kamar mandi sementara Rangga menunggunya sambil melihat album foto saat awal mereka menikah hingga akhirnya mempunyai anak dan cucu.


"Engga nyangka ternyata akan sampai mempunyai cucu, semoga saja nanti punya cicit aku masih hidup". Gumam Rangga menatap album foto tersebut.


"Sayang kamu ngapain?". Tanya Anna yang baru selesai memakai pakaian.


"Aku sedang melihat foto album saja sayang". Jawab Rangga menatap istrinya yang awet muda.

__ADS_1


"Pasti kamu sedang mengenang saat kita awal menikah sampai sekarang mempunyai anak dan cucu kan". Ujar Anna pada suaminya.


"Kamu kok tau sayang?". Tanya Rangga pada istrinya.


"Ya tau dongg". Jawabnya dengan tersenyum tipis pada suaminya.


"Yaudah, mending kita keluar kamar, mungkin yang lainnya udah pada kumpul". Ujar Rangga mengajak istrinya.


"Okee siap sayang". Ujarnya sambil menggandeng lengan suaminya.


Mereka berdua sampai di ruang keluarga yang terlihat sedang asik berbincang, berbeda dengan para cucunya yang mungkin sedang berada di ruang bermain, karena baik Anna ataupun Rangga tidak melihat keberadaan cucu cucu nya.


"Akhirnya bunda sama ayah turun juga". Uhar Andira pada mereka berdua.


"Kenapa emangnya?". Tanya Anna pada anaknya.


"Andira pengen ngomong sesuatu sama kalian". Jawabnya pada Anna.


"Ngomongin apa emangnya?". Tanya Rangga menatap anaknya.


"Sebentar lagi akan ada yang melamar seseorang". Jawabnya pada Rangga.


"Siapa??". Tanya mereka kompak pada Andira.


"Kalian mau tau banget apa mau tau aja?". tanya Andira pada mereka.


"Mau tau banget". jawab mereka pada Andira.


"Baiklah yang akan melamar seseorang adalah... Mahesa". Ujarnya membuat sang empunya mendelik.


"Apaaa!!". Teriak mereka kaget.


"Yang bener kamu sayang?". Tanya Anna menatap Mahesa.


"Iyaa benar bunda". Jawabnya dengan pelan pada bundanya.


"Eh tapi kan Dira juga belum nikah loh". Ujar Rachel pada bundanya.


"Benar juga, kamu kapan nikah sayang? jangan sampai kamu dilangkahin adikmu". Ujar Anna menatap anaknya.


"Bunda mah aneh ihh, aku ga nikah ditanyain, nanti mau nikah nangis". Ujar Andira menatap bunda yang melahirkannya.


"Benar bunda kamu juga suka bilang sama ayah kalau engga sanggup melihat anaknya akan menikah". Ujar Rangga sambil tertawa pelan menatap istrinya yang tersenyum masam.


Beberapa menit kemudian mereka fokus membicarakan mengenai Mahesa yang akan melamar pujaan hatinya, sedangkan ada juga yang membahas Andira yang belum menikah padahal usianya akan memasuki umur 26 tahun beberapa bulan lagi.


Baik Mahesa dan Andira langsung mendapatkan ledekan dari saudara saudaranya, padahal yang belum menikah ataupun yang akan melamar seseorang bukan hanya mereka berdua saja.

__ADS_1


Liat aja kamu Andrian Berlian. Batin keduanya.


Jangan lupa Like Comment Votenya


__ADS_2