
"Kak, lagi ngapain?". Tanya Arvian pada Cleona.
"Lagi menggambar, kenapa?". Tanya Cleona menatap adiknya.
"Ngga main sama yang lain Kaak?". Tanya Arvian pada kakaknya.
"Ngga ah, males lagi pengen Ngegambar aja". Jawabnya sambil fokus mewarnai gambar yang ia buat sendiri.
Arvian menoleh pada mami nya yang sedang hamil, yang sudah memasuki bulan ketiga terlihat mami nya sedang menunduk membuatnya menghampiri mami nya tersebut, Aura yang sadar adanya seseorang pun menoleh.
"Loh sayang, kenapa disini?". Tanya Aura pada anaknya.
"Pengen aja mam, mami kenapa?". Tanya Arvian padanya.
"Kenapa apanya sayang?". Tanya Aura tidak mengerti pada putranya.
"Kenapa mami terlihat sedih?". Tanya Arvian pada Aura.
"Mami gapapa sayang". Jawab Aura sambil tersenyum.
"Mami ngga bohong kan sama Vian?". Tanya Arvian padanya.
"Engga sayang, mami gapapa". Jawabnya pada anaknya.
"Yaudah deh kalau gitu". Ujar Arvian sambil tersenyum tipis pada mami nya.
Anna dan juga Rania menghampiri Aura yang memisahkan diri dari yang lain, Aura yang melihat keduanya menghampiri pun tersenyum tipis, kini Anna sudah duduk menemani Aura begitupun dengan Rania.
"Sayang, kamu kenapa diam aja? bilang sama mami". Ujar Rania pada menantunya.
"Aku gapapa kok mam". Ujarnya pada Rania.
"Bunda ngga yakin kamu ngga papa sayang, terlihat jelas kamu sedang memikirkan sesuatu kan". Ujar Anna pada Aura.
"Heum Aura hanya merindukan daddy mommy Karoena sudah lama tidak berkunjung". Ujar Aura pada mereka.
"Coba deh kamu liat diruang tengah ada siapa aja". Ujar Anna pada menantunya.
"Emangnya kenapa bun?". Tanya Aura padanya.
"Kamu lihat saja sayang". Jawabnya pada Aura.
"Yaudah kalau gitu". Ujar Aura pada Anna.
Sesampainya diruang tengah ia melihat sosok yang ia rindukan, tidak menunggu lama Aura sedikit berlari membuat semuanya panik, tetapi hanya sesaat karena kini Aura sedang memeluk Mommy nya.
"Mommy kenapa baru sekarang kesini sih?". Tanya Aura dengan sedih.
"Maafkan mom ya syaang, habisnya susah sekali mendapatkan waktu luang". Jawabnya sambil memeluk putrinya.
"Bagaimana kabar mom dan yang lain? ". Tanya Aura menatap Mom dad serta adik adiknya.
"Kita baik sayang". Jawab Daddynya sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau kalian baik baik saja". Ujar Aura sambil tersenyum senang.
"Iyaa sayang, bagaimana dengan kehamilan mu?". Tanya Mommy Audrey padanya.
__ADS_1
"Baik mom, tidak terlalu membuatku susah". Jawab Aura sambil mengelus perutnya.
"Syukurlah kalau begitu syaang". Ujar Mommy Audrey sambil mengelus perut Aura.
Anna dan Rania kembali menghampiri mereka yang berada di ruang tengah, terlihat Aura yang sangat bahagia setelah melihat keluarga kandungnya datang, Anna duduk disamping Rangga begitupun dengan Rania yang duduk disamping Reynaldi.
"Mas Cleo". Panggil Aura pada Cleo yang sedang berbincang dengan Geo.
"Iyaa sayang? kenapa?". Tanya Cleo menghampiri istrinya.
"Aku pengen sesuatu mas". Jawab Aura pada suaminya.
"Pengen apa sayang? bilang aja". Ujar Cleo sambil tersenyum pada istrinya.
"Aku pengen buah mangga muda yang langsung diambil dari pohonnya mas".Ujar Aura pada suaminya.
"Baiklah syang mas akan menyuruh asisten mas yang ambilkan". Ujar Cleo yang hendak berdiri ditahan oleh Aura.
"Gamau, aku maunya mas yang manjat pohonnya mas". Ujar Aura membuat semuanya melotot karena Cleo paling takut memanjat.
"Sa-sayang engga bisa diubah? masa aku yang manjat?". Tanya Cleo pada istrinya.
"Iyaa sayang, baby yang mau". Jawabnya sambil mengelus perutnya.
"Baiklah sayang". Ujar Cleo dengan pasrah.
Kini semuanya tengah berada dibelakang rumah kediaman Rangga, melihat Cleo yang berusaha menghilangkan rasa takutnya karema bagaimana pun demi anaknya, dengan perlahan lahan Cleo sudah berada diatas hendak mengambil mangga.
"Yang sebelah kanan mas". Teriak Aura pada suaminya.
"Yang ini sayang?". Tanya Cleo sambil berteriak.
"Nahh yang ituu mas". Teriak Aura saat suaminya memegang buah mangga muda.
"Baiklah, bangg bantu tangkapp!!". Teriak Cleo entah pada siapa.
"Okeee ini gue dibawah, lempar". ujar Geo padanya.
"Awss, yang bener aja lo kena kepala gue nihh". Ujar Geo sambil mengusap kepalanya.
"I'm sorry brother". Ujar Cleo tanpa merasa bersalah.
"Wah aku juga mau hubby". Ujar Luna pada suaminya.
"Kamu mau juga sayang? aku harus manjat juga?". Tanya Geo menatap istrinya.
"Iyaa hubby". Jawab Luna padanya.
"Ah baiklah untung aku jago manjat". Ujar Geo yang langsung memanjat pohon dengan cepat.
Setelah mendapatkan apa yang kedua bumil inginkan, kini mereka menemani Aura dan Luna yang sedang makan buah mangga tersebut seperti tiga tahun yang lalu, kehamilan kedua setidaknya ngidam mereka tidak terlalu aneh.
Ting!
...Jasmine Tea...
...Online...
__ADS_1
Lun, lo dirumah?
^^^Iyaa dirumah mertua lebih tepatnya^^^
Aih tadinya gue mau ke rumah lo Lun
^^^Yaa sini aja main, makin ramai makin seru^^^
Ah gue malu Lun
^^^Kenapa mesti malu sih? waktu nikahan gue sama Geo lo gapapa tuh^^^
Iyaa masalahnya lo lagi kumpul keluarga besar begooo!!
^^^Gue engga bego yaa enak aja!!^^^
Lo tuh nyebelin bangett!!
^^^Ihhh lo kok nyolot sih, lo yang mulai yaa minuman Jasmine!!^^^
Gue datengin lo ke rumah, kita berantem ayookk 😡😡
^^^Gue lagi hamill Jasmine!!! lo engga mikit apa ya!! menyebalkan sekalii 😬😬😬^^^
Haahah ampun bumill 😂😂😂
Luna meletakkan ponselnya dengan kesal membuat semuanya menoleh terutama suaminya, Luna tiba tiba berteriak kesal membuat mereka semakin terkejut melihatnya apalagi Gibran dan Gabriel .
"Sayang hey kamu kenapa?". Tanya Anna pada menantunya.
"Aku kesal bunda". Jawabnya dengan raut wajah merah padam.
"Iya kesal kenapa syaang? saMa siapa? ". Kini giliran Geo yang bertanya.
"Kamu liat aja tuh ponsel aku". Jawabnya sambil memalingkan wajahnya.
"Okee sebentar syaang". Ujar Geo yang langsung mengecek ponsel istrinya..
"Astaga teman kamu ini ada ada aja". Ujar Anna yang melihat isi pesan dari Jasmine.
"Sangat menyebalkan sekali bukan bunda?". Tanya Luna yang masih dengan bersungut.
"Iyaa sangat menyebalkan tetapi kamu harus tenang sayang, Sabarr inget kehamilan kamu". Jawab Anna sambil mengelus pundak menantunya.
"Huftt untung saja aku tidak melihat Jasmine terus dengan langsung". Ujar Luna sambil menghela nafasnya.
Beberapa menit kemudian mereka memasuki kamarnya masing masing, walaupun Luna yang masih merasa kesal pada temannya pun hanya bisa menghela nafasnya, lalu ia mengusap perut nya yang sudah membuncit.
"Sayang, semoga kamu didalam baik baik saja, jangan sampai kau mempunyai teman yang menyebalkan jika kelak kau besar nanti". Ujar Luna sambil mengelus perutnya.
"Syang, baby belum lahir loh seharusnya kamu beri arahan pada Gibran dan Gabriel sayang". Ujar Geo memeluk istrinya dari belakang.
"Ah benar juga apa yang kamu bilang Hubby". Ujar Luna sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Iyaa memang benar sayangku". Ujar Geo mengecup bibir istrinya dengan lembut.
"Ihh Hubby kebiasaan deh". Ujarnya dengan kesal pada sang suami.
__ADS_1
Geo hanya tertawa melihatnya karena istrinya itu sangatlah lucu jika sedang kesal, Geo mengelus perut istrinya yang sudah membuncit tersebut lalu mengecupnya dengan lembut.