
Di rumah kediaman Anggara, Michelle sedang memberi Asi pada anaknya yang lapar , dibantu dengan suaminya memegang salah satu anaknya tersebut, walau terkadang melakukannya sambil mengambil kesempatan dalam kesempitan membuat Michelle menatapnya kesal.
"Mas bisakah tanganmu itu diam?". Tanya Michelle dengan kesal pada suaminya.
"Iyaaa syang ngga deh, maaf ya sayang". Ujar Andrio pada istrinya.
"Mas tolong angkat Baby Natalia tidurin di ranjang". Ujar Michelle diangguki oleh Andrio.
"Uchh gemas sekali kamu nak". ujar Andrio pada Baby Natalia.
"Tidur yang nyenyak ya nak, biar ayah bisa berduaan dengan ibu kamu". bisik Andrio ditelinga Baby Natalia.
"Mas, bantu aku ini tidurin lagi Baby Marselina". Ujar Michelle pada suaminya.
"Asyiapp bu negara". Ujar Andrio mengambil Baby Marselina lalu menidurkan di ranjang bayi.
Kini kedua nya sedang berpelukan , setelah seminggu Baby Marselina pulang dari rumah sakit, syukurlah sekarang anak mereka ceria kembali bahkan tersenyum senang ketika Michelle dan Andrio mencium pipi mereka.
"Aku senang melihat mereka kembali ceria mas". Ujar Michelle dalam pelukannya.
"Iyaa sayang, mas pun sama senangnya seperti kamu, mas tidak menyangka Baby Natalia akan menjadi pemurung saat kakaknya sedang tidak baik baik saja, mas senang jika mereka bisa saling merasakan, mengerti satu sama lain dan akur nanti jika mereka sudah besar". Ujar Andrio menatap kedua anaknya yang tertidur pulas.
"Benar apa yang kamu bilang mas, semoga saja sampai mereka dewasa ataupun maut memisahkan, keduanya tidak ada masalah tentang cinta pada pria yang sama mas, karena kebanyakan kaya gitu di novel yang aku baca". Ujar Michelle pada suaminya.
"Sstt sayangg, doakan yang baik baik saja, ajari mereka perihal yang baik, agar nanti mereka tidak salah memilih dalam pergaulan". Ujar Andrio menatap istrinya.
Michelle yang ditatap seperti itu pun hanya tersenyum, karena suaminya sangatlah bijak menjadi seorang ayah, Andrio adalah malaikat baginya sedangkan Michelle adalah bidadari bagi Andrio.
"Udah ahh, tidur sayang". Ajak Andrio sambil memeluk istrinya.
"Iyaa suamiku". Ujar Michelle sambil tersenyum dalam dekapannya.
Sedangkan di rumah kediaman keluarga Anggara, keduanya menginap menemani Mommy Alexa karena kedua adiknya menginap di rumah Mommy Jinny, mereka berdua masih menemani anak anaknya yang sedang aktif, kini bahkan sudah bisa berguling guling walaupun susah karena badan mereka yang gembul.
__ADS_1
"Mas, gemes bangett deh liat mereka, gembul bangett". Ujar Anna menatap anak anaknya.
"Iyaa sayang kamupun gembul lohh, gemesin dehh". Ujar Rangga pada istrinya.
"Ishh tatapanmu itu kenapa mesum banget sih mas". Ujar Anna menutup dadanya dengan tangan.
"Ya biarlah, sebelum mereka menikmati, mas lebih dulu daripada mereka". Ujar Rangga menggoda istrinya.
"Hish mulaii dehh kamu mahh mass ihh". Ujar Anna dengan pipi memerah malu.
Rangga yang melihat itu tertawa membuat keempat anaknya yang tidak mengerti pun tertawa, Anna yang ditertawakan bukannya kesal melainkan ikut tertawa karena melihat anaknya tertawa sangat kencang.
Karena waktu menunjukkan pukul jam 9 malam, tentu saja Mommy Alexa yang kebetulan lewat untuk kebawah langsung berhenti mendengar keluarga kecil tersebut tertawa bersama, Mommy Alexa terharu mendengarnya hingga menyentuh hati nya sendiri.
"Ahh betapa senang nya hatiku mendengar mereka tertawa bahagia seperti itu". Gumam Mommy Alexa dengan mata berkaca kaca.
"Lebih baik aku cepat mengambil air dehh, daripada Mas David menunggu". Gumamnya lagi sambil berlalu pergi ke bawah.
Adapun juga di kediaman keluarga Yunanda, Rania serta yang lainnya sedang berkumpul diruang keluarga, karena belum mengantuk mereka masih berbincang riang bersama Lion dan Aera.
"Iyaa kak, Lion sangatt ingin menjadi Captain Pesawat seperti yang Lion liat di televisi". Jawab Lion dengan menggerakkan tangannya ke atas.
"Kalau begitu kamu harus rajin belajar nya biar bisa jdi Captain Pesawat okee". Ujar Reynaldi padanya.
"Iyaa bangg". Ujarnya dengan semangat.
"Nahh kalau Aera, cita citanya mau jadi apa nihh?". Tanya Mommy Jinny mengusap rambut Aera.
Aera terdiam sebentar sambil mengangkat alisnya berpikir akan jadi apakah dia, hingga beberapa menit kemudian Aera bersorak senang saat menemukan jawaban.
"Ahaaa aku ingin jadi seperti kak Anna, kak Michelle dan Kak Rania". Jawab Aera dengan polos.
"Maksud kamu gimana dek?". Tanya Lion yang juga kebingungan.
__ADS_1
"Itu loh bang, kan kak Rania selalu di cium keningnya atau pipi sama Kak Rey, aku juga mau seperti itu bang". Jawab Aera membuat semua menahan senyumnya.
"Sayang , kan kamu sudah pernah mendapatkannya, kamu pernah mendapatkan kasih sayang melewati sebuah ciuman di pipi atau kening oleh Mommy Alexa atau Daddy David atau siapapun bukan, ataupun kasih sayang melewati pelukan seperti sekarang ini?". Tanya Mommy Jinny padanya.
Aera terdiam lagi, ia pun kebingungan namun ia hanya menganggukkan kepalanya mengerti sambil tersenyum pada semuanya, Rania yang melihat itu pun tersenyum menatap Aera.
"Suatu saat nanti Aera ingin menjadi dokter aja deh, biar bisa bantu abang atau siapapun yang sakit". Celetuk Aera di pelukan Mommy Jinny.
"Nahh bagus sayang, karena semua keluarga kita kebanyakan ingin menjadi pengusaha sukses, oleh karena itu kamu harus menjadi dokter yang terkenal dan hebat nanti nya". Ujar Daddy Dimitri yang sedaritadi diam.
"Wahh benar apa yang di bilang daddy, jika nanti Lion menjadi Captain Pesawat yang hebat juga terkenal tampan, nah kamu menjadi dokter yang terkenal dan hebat juga dek". Ujar Lion dengan percaya diri.
Semua nya tertawa keras mendengar ucapan Lion ketika ada kata 'Tampan', sedangkan Lion hanya menyengir saja hingga beberapa menit kemudian mereka masuk ke kamar masing masing karena waktu semakin malam.
Keesokkan harinya, Rania serta yang lainnya berkunjung ke rumah kediaman keluarga Anggara berbarengan dengan Andrio yang baru sampai di pekarangan rumah orangtua nya.
"Ehh kak Michelle, Apakabar?". Tanya Rania menghampiri Michelle.
"Sangatt baik Nia, bagaimana dengan kandungan kamu?". Tanya balik Michelle sambil mengelus perut Rania.
"Baik kak, mereka tidak terlalu keras menendangnya". Jawab Rania pada Michelle.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, terlihat Anna sedang menyiapkan makanan ke meja makan, ia menoleh ke arah pintu ternyata semuanya akan sarapan bersama di rumah kediaman keluarga Anggara.
"Wahh ramai sekali". Ujar Rangga yang keluar dari lift bersama anaknya.
"Iyaa kita mau sarapan bareng bang, sambil nganter Lion dan Aera pulang". Ujar Reynaldi padanya.
"Heum baiklah baiklah, karena mereka juga harus sekolah kan". Ujar Rangga diangguki oleh kedua adiknya.
Mereka pun sarapan bersama dengan hikmat tanpa adanya perbincangan hanya terdengar dentingan sendok dan garfu serta anak bayi yang mengoceh dengan tidak jelas, hingga beberapa menit kemudian mereka selesai sarapan.
"Sekarang kalian siap siap untuk sekolah yaa, biar cita cita kalian tercapai". Ujar Rania pada keduanya.
__ADS_1
"SIAP LAKSANAKAN!!". Ujar mereka dengan begitu semangat.
Keluarga Anggara menoleh pada Rania serta yang lainnya, Rania menjelaskan apa yang semalam mereka bahas, Mommy Alexa tersenyum senang mendengar nya. Mereka pun bubar untuk menjalankan aktivitas, menyisakan para ibu dan ibu hamil di rumah kediaman keluarga Anggara.